Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 38


__ADS_3

Kehamilan Sheela sangat membuat perubahan besar bagi diri seorang Daren.


Sikapnya yang dingin berangsur-angsur pulih kembali, dan selalu jadi suami siap siaga buat isterinya.


Seperti saat ini sore menjelang malam, Sheela yang ingin memasak di dapur saja Daren tidak mengijinkannya dan menyuruhnya tetap di kamar.


Daren yang langsung turun tangan memasak di dapur buat sang isteri tercinta walaupun mendadak jadi koki amatiran.


Beberapa kali Daren mengutak atik ponselnya untuk mencari resep buat masakannya malam ini.


Siapa lagi kalau bukan mbah google.


Sheela yang merasa bosan di tempat tidur pun beranjak keluar dari kamar.


Saat membuka pintu, Ia mencium dan menikmati aroma masakan dari dapur.


"Hmmm..., masakan apa itu.., baunya sangat enaak..."


Gumam Sheela sembari mengenduskan hidungnya,


"tapi yang masak siapa ya....?


bukannya Bi Surti sudah pulang kerumahnya siang tadi..!!"


sambungnya.


Perlahan Sheela berjalan mengendap-endap ke arah dapur dan mendengar bunyi pisau yang beradu dengan talenan.


Ia terperangah dan tidak menyangkah kalau suaminya sedang memasak di dapur.


Kemudian Ia duduk di kursi meja bartender mini sembari mengamati-amati suaminya yang berada di depannya kini.


"Ia nampak seksi dengan celemek itu..."


gumam Sheela dengan senyum tersirat di wajah cantiknya sambil menopang wajahnya dengan ke dua telapak tangannya.


"Apa ada yang lucu...?"


ucap Daren tanpa menoleh hingga membuyarkan lamunan Sheela.


Sheela tak menyangka kalau Daren menyadari keberadaannya saat ini bahkan sedang mengamatinya dari belakang.


Daren pun menghampiri isterinya yang sedang menampakkan wajah malu2nya.


"Nampaknya baby kita sudah lapar..., sehingga membuat mommy nya melanggar aturan daddy.."


bisik Daren sambil mengelus perut Sheela yang masih kelihatan rata dari belakang.


Sheela hanya tersenyum menanggapi perkataan Daren yang menggelitik perasaannya..


Ada rasa haru dan bahagia yang Sheela rasakan saat ini.


Doa dan harapannya, semoga bahagia yang Ia rasakan hari ini bertahan seumur hidup sampai maut memisahkan mereka.


"Papi masak dulu ya....,"


ujar Daren kemudian mengecup pipi Sheela dan segera beranjak ke dapur yang jaraknya hanya 4 meter dari posisi Sheela saat ini.

__ADS_1


Rona bahagia terpancar di wajah Sheela, Ia sangat tidak sabar menanti masakan suaminya.


Tiga puluh menit kemudian, Daren menghidangkan sajiannya di atas meja dan Sheela pun tak ingin berdiam diri,


Ia membantu menyiapkan piring serta sendok dan garpu.


Di tuangnya air putih ke dalam gelas kaca Daren dan miliknya.


lalu duduk berhadapan dengan suaminya.


Sebagai isteri yang baik, Sheela mengambilkan nasi untuk suaminya terlebih dahulu walaupun perutnya sudah mulai kelaparan.


"Saatnya makan...."


ucap Sheela dengan senyum di bibir manisnya..


Sheela pun makan dengan lahapnya, sampai2 tidak menyadari kalau Daren sedang memperhatikannya dengan rasa bahagia karena Sheela menikmati masakannya begitu lahap.


"Makanlah dengan perlahan..., hidangan ini hanya untukmu seorang..."


ucap Daren dengan senyum,


"kalau perlu saya akan masak lagi untukmu..."


sambungnya.


"Makasi daddy..., masakanmu sangat enak...."


puji Sheela yang membuat dirinya malu sendiri karena ucapannya.


"Iya sayang...."


Karena bujukan isterinya, Daren pun ikut menikmati masakannya yang lumayan enak baginya walaupun baru pertama kali dalam hidupnya untuk mencoba memasak di dapur dan hasilnya cukup memuaskan buat perut mereka yang di landa rasa lapar.


Terutama Sheela.


Setelah makan malam, Sheela duduk di sofa depan tv yang ada di ruangan tamu. Ia ingin membasuh piring namun Daren tidak mengijinkannya.


Ada rasa senang karena hari ini dirinya seperti ratu namun sangat tidak nyaman bagi tubuhnya karena kebiasaannya dalam sehari2nya melakukan berbagai aktifitas.


Baik di kampus maupun di rumah.


Apalagi seharian ini Sheela hanya berada di rumah.


Ia tidak sempat kerumah sakit untuk menjalani ujian prakteknya karena kondisi tubuhnya yang kurang fit pengaruh hamil muda.


Sedangkan Daren masih sibuk di ruang kerjanya karena seharian ini juga Ia tidak ke kantor jadi kerjaannya sedikit menumpuk.


Sheela pun beranjak ke arah wastafel untuk membasuh piring kotor dan beberapa peralatan masak lainnya.


"Moga aja dia nggak liat..."


gumam Sheela.


Saat sedang asyik membilas piring terakhirnya, sontak Sheela kaget dan piringnya pun terjatuh ke bawah wastafel karena Daren sudah berada di belakangnya dan langsung mengangkat tubuhnya ke kamar.


"Kamu memang keras kepala...., aku akan menghukummu..."

__ADS_1


ancam Daren dengan nada geram.


Sheela hanya menutup mata dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Daren, karena segan melihat raut


wajah Daren yang sudah menampakkan wajah sangarnya.


Jantung Sheela berdetak begitu cepatnya yang memompa aliran darahnya ke seluruh bagian tubuhnya.


Ia sangat takut mendengar kata hukuman dari mulut Daren.


Seringai nakal pun tersirat di raut wajah Daren karena mendengar detak jantung isterinya kini.


Rupanya Ia takut juga dengan ancamanku...?


gumam Daren.


Sampai di kamar, Daren membaringkan tubuh isterinya dengan perlahan lalu mengecup kening Sheela berulang kali karena gemas melihat Sheela yang masih menutup mata karena ketakutan.


"Apa ini hukuman yang Ia maksud.....?"


gumam Sheela sembari membuka matanya dengan perlahan.


Sebelum matanya terbuka dengan sempurna, Daren sudah mengecup bibirnya dan menciumnya lebih lama dengan begitu lembut.


Nafas Sheela tersengal-sengal saat Daren melepas ciumannya.


"Itu hukuman buatmu..."


ucap Daren.


Rona merah menghiasi wajah Sheela, Daren pun beralih menggigit telinga Sheela dan tangannya pun mulai mengerayangi tubuh Sheela hingga berakhir di tempat favoritnya.


Daren pun tenggelam dalam nafsu birahinya sehingga membuat dirinya tidak tahan dan ingin segera memuaskan hasratnya yang menggebu-gebu.


Ia pun mulai melepas gaun malam yang di kenakan oleh Sheela dan setelah itu melepas kaitan bra lalu melemparkannya ke sembarang tempat.


Kemudian Daren beralih ke cd merah muda Sheela.


Namun tiba2 perasaan Sheela tidak enak dan kepalanya terasa pusing.


Saat Daren ingin melepas cd Sheela,


Sheela mendorong tubuh Daren dengan kuat dan berlari ke kamar mandi.


Hoek...hoek...hoek...


Daren nampak Geram karena Sheela mendorongnya tiba2 di saat nafsunya menggebu2.


Namun seketika reda saat mendengar suara mual isterinya dari kamar mandi.


Daren pun menyusul isterinya ke kamar mandi dan membantu memijat belakang dan bahu Sheela dengan hati terenyuh karena Sheela memuntahkan semua makanan dari perutnya.


"Maaf karena aku mendorong mu begitu kuat..."


ucap Sheela lirih.


Daren hanya tersenyum dan mengangkat tubuh isterinya kembali ke ke kamar dan membaringkannya dengan perlahan.

__ADS_1


Daren pun ikut berbaring di sisi Sheela dan menutupi tubuh mereka dengan selimut kemudian mendekap tubuh isterinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Malam pun semakin larut hingga mereka pun tertidur dengan pulasnya dan terbawa dalam mimpi yang indah.


__ADS_2