Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 43


__ADS_3

Setelah kepergian Sheela dan rekan2nya dari Resto Jepang, sekertaris Haris kembali menghampiri tuan mudanya ke dalam ruangan privat yang sudah sekertaris Haris pesan sebelumnya, atas perintah Daren.


Saat Sekertaris Haris masuk ke dalam ruangan tersebut, para waitress tengah sibuk menyiapkan bahan isian untuk hot pot mereka, sedangkan Daren sedang asyik ngobrol dengan sahabat lamanya bernama James yang baru saja tiba pagi tadi.


Kali ini James di dampingi oleh sekertaris barunya bernama Elif yang menggantikan posisi Sarah.


James langsung memecat Sarah waktu itu, setelah menjebak Daren di hotel.


Karena James tidak ingin persahabatannya dengan Daren terputus begitu saja, yang mereka sudah bina sejak lama.


Tanpa menunggu lama, sekertaris langsung mendekati Daren dan membisikan sesuatu kepadanya.


"Barusan saya melihat nyonya muda keluar dari Resto ini bersama dokter Raka dan sahabatnya tuan muda...."


bisik sekertaris Haris.


Seketika raut wajah Daren berubah sembari mengepalkan tangannya di balik meja, hatinya memanas apalagi saat mendengar kedatangan isterinya bersama dokter Raka di restoran ini.


Ternyata dugaannya benar, kalau ada sesuatu yang di rahasiakan oleh Sasa darinya.


Nampak jelas kepanikan dari raut wajah Sasa saat berpapasan dengannya diluar sebentar tadi.


Dari situ, Daren menyuruh sekertarisnya untuk mencari tahu keberadaan Sasa di Resto ini, karena Daren tahu kalau isterinya selalu berdua dengan sahabatnya itu.


"Awas kau Raka....., kau sudah berani bermain api denganku..."


umpatnya dalam hati.


"Duduklah...."


ucap Daren kemudian saat sekertaris Haris masih berdiri di sampingnya.


"Baik tuan....."


sahut Sek. Haris.


"What happen...?"


timpal James karena sedikit kuatir dengan keadaan sahabatnya sekarang yang tiba2 berubah jadi dingin sedangkan Sek. Elif hanya menyimak dan membantu menyiapkan makan siang mereka.


"Nothing happened....."


jawab Daren karena Ia tidak ingin orang lain tahu masalah dalam keluarganya.


"Lebih baik kita makan sekarang..., karena masih banyak kerjaan yang harus kita bahas selanjutnya di kantor.."


tambahnya setelah para waitrees pamit undur dari ruangan mereka.


"Yah..., waktunya makan siang...."


ucap James mengakhiri dialog mereka sembari mengelus perutnya yang sudah lapar.


Setelah makan siang mereka ber empat kembali ke kantor untuk membahas proyek yang sedang mereka kerjakan.


"Akhirnya kelar juga kerjaannya...."


ucap James di akhir pembahasan proyek mereka yang ada di Bali.


"Ya..., dua hari ke depan kita bisa berangkat ke Bali.."


ucap Daren sembari menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi miliknya yang berada dalam ruangan meeting.


"Yeah...., kerja sambil liburan...."


ujar James sembari melirik sekertarisnya yang sudah menyiratkan senyum bahagia di wajahnya yang membuat jantung James berdetak tak karuan...

__ADS_1


Elif yang mendengar kata Bali, ikut senang karena itu sudah menjadi impiannya sejak dulu dari bangku kuliah, yang ingin menginjakkan kaki ke Bali.


Elif hanya mendengar cerita dari teman2 sekelasnya mengenai keindahan Kota Bali dengan berbagai objek wisata dan keramahan penduduknya.


"Bagaimana Elif..., apa kau sudah tidak sabar pergi ke Bali....?"


goda James setelah melihat senyum manis dari bibir mungil sekertarisnya itu.


"Yes sir...., akhirnya aku akan menginjakkan kaki ke Kota Bali...."


ucap Elif dengan senang.


Semua orang dalam ruangan meeting tersenyum melihat tingkah Elif yang penuh semangat dan sedikit lucu.


Kecuali Daren, pikirannya masih terganggu dengan kedekatan isterinya dan dokter Raka.


"Rara..., kau bantu Haris menyiapkan berkas2 yang akan di perlukan di Bali nantinya..."


perintah Daren pada sekertaris Rara saat keluar dari ruangan meeting dan berjalan ke arah ruangan kerjanya.


"Baik pak...."


jawab Sek. Rara lalu kembali ke meja kerjanya yang ada di depan pintu masuk ke ruangan kerja Daren.


"Kalau begitu kami akan kembali ke hotel untuk istirahat..."


ucap James saat tiba di depan pintu masuk kerja Daren.


"See you in two days..."


sambungnya lalu beranjak pergi menuruni lift bersama sekertarisnya.


Daren segera masuk kedalam ruangan kerjanya setelah kepergian James dari hadapannya.


Kini Ia tengah bersiap-siap kembali ke mansion miliknya bersama Sheela.


Di sebuah Cafe yang dekat dari perusahaan Daren, nampak dua orang wanita sedang sibuk menyusun rencana busuknya, untuk membalas dendam kepada orang yang membuatnya jatuh bangkrut dan di pecat dari tempat kerjanya.


Siapa lagi kalau bukan Sarah dan Helena.


Helena dan Sarah merupakan kerabat yang jauh.


Namun mereka sangat akrab.


Selama ini Helena selalu berkomunikasi dengan Sarah semenjak Sarah masih duduk di bangku kuliah di Jerman.


Saat Helena tahu kalau Sarah sudah putus dari Daren, Helena mencoba untuk mendekati Daren tapi Daren tidak pernah memberinya kesempatan dan selalu menghindar darinya.


"Aku harus membalas dendamku kepada lelaki brengsek itu..."


maki Helena dengan seringai jahat di bibirnya.


Helena sangat sakit hati karena perusahaan yang Ia bangun selama ini, bisa hancur dan bangkrut secepat itu karena ulah Daren menurutnya.


Daren tidak sempat memenjarakan Helena karena Daren rasa, Helena akan jera dan sadar setelah Daren membuat perusahaannya jadi bangkrut dan di ambil alih olehnya.


Tapi tidak bagi Helena, rasa sakit, benci dan dendamnya semakin menjadi setelah apa yang menimpanya sekarang ini.


Apalagi saat ini Sarah ada bersamanya yang juga ingin membalaskan rasa sakit hatinya karena Ia di pecat oleh bosnya yang bernama James.


Semua karena ulah Daren menurut mereka.


Saat mereka tengah asyik menyusun rencana balas dendamnya, Ia menerima informasi dari seseorang melalui pesan di ponselnya tentang keberangkatan Daren ke Bali dua hari ke depan.


"Bagus...., rencana kita kali ini tidak boleh gagal..."

__ADS_1


ucap Sarah dengan amarah di dadanya yang kian menggebu-gebu sembari mengepalkan kedua tangannya di atas meja yang ada di dalam Cafe.


******


Sekarang Jam menunjukkan pukul 5 sore, Sheela baru saja selesai dengan praktek kerjanya di rumah sakit dan hari ini merupakan hari di luar jam kerjanya.


Hari ini banyak pasien anak yang harus Ia tangani di sebabkan karena keracunan makanan di acara ulang tahun dari salah satu pasiennya tersebut.


"Sa...., gue duluan ya...."


ucap Sheela saat berada di parkiran rumah sakit.


"Iya Sheel..., hati2..."


balas Sasa lalu naik ke mobilnya.


"kamu juga....."


teriak Sheela dari balik kemudinya dan segera meninggalkan area rumah sakit menyusuri jalan raya besar.


Di tengah jalan saat menuju ke arah mansion, lagi2 Sheela terjebak kemacetan lalu lintas.


Didepan bahkan sisi kanannya banyak kendaraan yang berderet.


Di jam segini memang sangat di padati dengan kendaraan roda dua dan empat karena sebagian orang baru pulang dari tempat kerjanya.


"Moga aja gue duluan nyampe dirumah...,


doa Sheela dalam hati.


Karena selama ini, Ia tidak pernah pernah telat pulangnya.


Sheela berusaha pulang tepat waktu ke rumah sebelum suaminya pulang dari kantor.


Tidak butuh waktu yang lama, kendaraan mulai berjalan dengan lancar karena di atur oleh petugas lalu lintas yang bertugas hari ini.


Mobil Sheela kemudian melaju meninggalkan keramaian jalan raya besar menuju mansion.


Saat tiba di garasi rumahnya, Sheela melihat kendaraan suaminya sudah terparkir di sana.


Jantungnya berdetak tidak karuan, sebelum masuk ke rumah Ia menarik nafasnya dalam2 lalu menghembuskan dengan perlahan.


Saat memasuki pintu, Ia di sambut oleh pelayan2 dalam rumahnya.


"Selamat sore nyonya......."


"Sore...."


jawab Sheela dengan ramah.


Kemudian segera melangkah ke arah meja makan untuk mengambil air putih karena tenggorokannya sudah mulai kering.


Sesudah minum, Ia beranjak dan masuk ke dalam lift yang langsung menuju ke kamar miliknya bersama Daren.


Sesampainya di kamar, Sheela bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum mencari keberadaan Daren yang kini belum Sheela lihat sejak dirinya tiba di rumah.


"Kemana dia....!!"


gumam Sheela sembari menenggelamkan sebagian tubuhnya di dalam bathup.


"Ah..., segarnya...."


tambahnya sambil menutup matanya untuk menghilangkan rasa lelahnya karena tugasnya hari ini sangat padat dari hari2 sebelumnya.


*****

__ADS_1


Bersambung.......


Mohon dukungannya... beri like, komen and..... votenya... thank you...


__ADS_2