
Kini Darren dan Sheela sedang membasuh tubuh mereka dikamar mandi.
Setelah beberapa menit, mereka keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk kimono untuk menutupi tubuh mereka.
Sebelum mengenakan pakaiannya, Darren terlebih dahulu memungut satu persatu baju mereka yang berserakan dilantai lalu membantu Sheela memakaikan baju gaunnya.
Serta mengancing resleting baju bagian belakangnya.
Sheela pun tak mau kalah, Ia juga membantu Darren untuk mengancingkan baju kemejanya.
Tersirat senyum bahagia diraut wajah Darren.
Sembari tersenyum, Darren mengalungkan kedua lengannya kebahu Sheela.
"Apa yang membuat papi sesenang ini..!?"
tanya Sheela sesudah mengancing kemeja Darren, lalu lanjut lagi memasangkan dasinya.
"Papi mengingat kelihaian mami tadi.! papi jadi sangat puas..!"
ucapnya lirih.
Sheela nampak malu mendengar ucapan Darren, wajah putihnya berubah dalam sekejap menjadi memerah.
Seketika Sheela mempelototin mata suaminya dengan wajah kesal bercampur malu, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Namun Darren tak berhenti mengungkit kembali apa yang mereka lakukan sebentar tadi.
Sangking kesalnya, Sheela menarik dasi Darren dengan kuat, lalu menggelitik pinggul Darren.
Darren hanya bisa terkekeh kegelian.
Sheela sangat tahu kelemahan Darren yang tidak bisa menahan gelitikan di bagian pinggulnya.
"Okey...okey...! papi ngga akan mengungkitnya lagi.!"
"Janji ya.!"
sahut Sheela mendelik lalu kembali merapikan dasi Darren.
"Iya sayang."
ucapnya lalu mendekap tubuh isterinya kedalam pelukannya serta mengecup keningnya dengan lembut.
Sheela pun membalas pelukan suaminya itu.
Saat ini, sekertaris sudah menunggu didepan pintu ruangan Darren.
Ia nampak uring uringan, antara ingin masuk atau tidak keruangan itu.
Sekertaris Rara yang melihatnya pun, hanya geleng geleng kepala.
"Mending pak Haris telpon aja dech.!"
__ADS_1
ucap sekertaris Rara setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10.30 menjelang siang dan seharusnya saat ini bos mereka sudah bersiap siap untuk berangkat keluar kota.
Dari arah belakang, Emelly sudah siap berangkat dan nampak rapi dengan setelan bajunya.
Hari ini Emelly mengganti setelan bajunya dengan pakaian yang lebih sedikit santai namun nampak formal dan sedikit kasual.
Saat ketiganya sedang asyik ngobrol, tiba2 pintu ruangan kerja Darren terbuka.
Darren muncul dari arah pintu tersebut sembari menggenggam jemari isterinya dengan erat.
Sedangkan tangan satunya lagi sedang menenteng tasnya yang dibawa oleh Sheela tadi.
Emelly yang melihatnya pun merasa iri dan tidak senang.
Namun Ia tetap tersenyum kearah datangnya Darren dan Sheela.
Beda halnya dengan Sekertaris Haris dan Rara.
Mereka hanya bisa takjub dan ikut senang melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh bos mereka saat ini.
Sekertaris Rara pun menyadari perubahan besar pada bosnya itu, semenjak dari awal nikah bersama Sheela, dan sampai sekarang ini sifat dingin Darren berangsur- angsur menghilang.
Sheela pun ikut tersenyum kearah mereka bertiga sembari memeluk erat lengan suaminya.
kemudian Darren menghentikan langkahnya di dekat sekertaris Haris.
"Apa semuanya sudah siap..?"
"Iya tuan muda.!"
sahut sekertris Haris.
Sedangkan Emelly hanya mengangguk.
Kemudian,
Darren menyodorkan tasnya kehadapan sekertris Haris.
Dengan sigap, sekertaris Haris meraih tas tersebut.
Kini Darren dan Sheela berjalan duluan kearah lifth dan di susul oleh sekertris Haris bersama Emelly dari arah belakang mereka.
Sesampainya di lantai bawah, semua mata tertuju kearah mereka.
Dalam sekejap, mereka bisa menebak jika wanita yang sedang berjalan beriringan dengan bos mereka adalah isterinya.
Apalagi saat ini, Darren dan Sheela sedang bergandengan tangan sembari berjalan kearah lobby pintu keluar.
Ditambah usia kandungan Sheela semakin bertambah dan sudah terlihat jelas.
Karyawan2 wanita yang masih jomblo pun terlihat sangat patah hati dan
Mereka merasa iri kepada Sheela, karena bisa menjadi isteri dari bos mereka yang super tampan itu.
__ADS_1
Namun dihati kecil mereka, mereka juga mengakui jika Sheela sangat pantas menjadi pendamping Darren.
Karena selain cantik, Sheela sangat ramah dan murah senyum dihadapan mereka.
Sheela tidak menampakkan dirinya sebagai wanita angkuh dan sombong.
Selalu ramah bagi setiap orang yang menyapa dirinya.
Kini Darren dan Sheela berada didepan lobby.
Pak Budi yang melihatnya pun, dengan cepat menjalankan mobilnya untuk menjemput Sheela yang sudah berdiri sembari menunggu pak Budi.
Hanya selang 3 menit, pak Budi sudah memarkirkan mobilnya didepan teras tempat Sheela dan Darren berada.
Pak Budi bergegas turun dari mobil untuk membuka pintu bagi Sheela.
Kemudian mempersilahkannya masuk kedalam mobil setelah Sheela pamit kepada darren.
"Hati2 sayang.!"
ucap Darren setelah Sheela duduk dikursi bagian tengah.
"Iya Pi.!
papi hati2 juga ya disana.!"
sahutnya dengan penuh penekanan.
Darren hanya tersenyum menanggapi ucapan isterinya.
Kemudian pandangannya beralih kearah pak Budi.
Darren memerintahkan pak Budi untuk membawa isterinya langsung pulang ke mansion dan hati2 saat berkemudi.
Mobil pun melaju meninggalkan Darren yang masih berdiri di teras.
Kemudian Darren berjalan kearah Sekertaris Haris dan Emelly yang sedang menunggu dirinya didalam. setelah mobil yang ditumpangi isterinya sudah melaju jauh dan menghilang dari pandangan matanya.
Mereka bertiga pun langsung menaiki lift khusus menuju lantai paling atas tempat memarkir Helikopter pribadi Darren, yang sudah siap dengan pilotnya.
Hanya dalam hitungan menit, mereka sudah berangkat kekota tujuan mereka dan setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mereka tiba di kota B.
Darren beserta sekertaris Haris dan Emelly langsung menuju hotel untuk istirahat sejenak sebelumelanjutkan perjalanannya untuk meninjau anak perusahaan miliknya.
Sebelumnya, sekertaris Haris sudah memesan kamar hotel yang akan mereka inapi.
Sesuai perintah Darren, sekertaris Haris memesan kamar vvip sebanyak tiga kamar.
Darren tidak pernah memesan kamar yang beda dari sekertarisnya saat melakukan perjalanan ke luar kota Jakarta.
Jadi, sekertaris Haris pun sangat senang karena bisa menikmati setiap kamar2 hotel yang mereka singgahi setiap kali bepergian bersama Darren dan selama menjadi sekertarisnya Darren.
Bersambung....
__ADS_1