
Sheela seakan terhipnotis dengan suasana dan keindahan taman itu.
Sesaat Ia melupakan masalah rumah tangganya yang tak kunjung membaik.
Senyum manisnya selalu terpancar dari bibir mulutnya yang seksi.
Apa lagi saat melihat tumpukan balon warna warni yang begitu banyaknya serta bunga2 yang tersusun rapi mengelilingi taman itu.
Lampu2 hiasan bergelantungan di beberapa tiang yang di rancang khusus untuk menerangi taman saat malam hari.
"Sungguh romantis.!"
pikirnya dalam hati sembari berjalan hendak mengitari taman bunga itu dan rencananya sesudah itu Sheela akan kembali ke cafe bersama ibunya.
Namun
baru beberapa langkah, dirinya di kagetkan dengan suara letusan balon.
Hingga pandangannya teralihkan ke arah suara letusan beberapa buah balon.
Yang
asalnya dari tumpukan balon2 di belakangnya.
Balon2 itu siap landas dan kini sudah mulai beterbangan ke atas udara.
Membuat Sheela sedikit terperanjat serta terkagum kagum melongo di tempatnya.
Balon balon
tersebut sudah di rangkai sedemikian rupa dengan dua jenis warna merah muda dan putih, hingga tersusun rapi dan dari setiap balon itu bertuliskan 1 huruf.
Jika di gabungkan menjadi sebuah kalimat permohonan maaf dari Darren.
"HONEY, I'M SO SORRY.!"
tulisan di balon balon tersebut.
Sesaat Sheela terdiam mematung di tempatnya berdiri.
Ia belum yakin, jika permohonan maaf itu di tujukan untuk dirinya.
Bisa saja ada orang lain melakukan hal itu, pikirnya dalam hati.
Namun saat ini
tak ada satu sosok manusia pun di sekitarnya.
Kecuali dirinya dan nyonya Jeslin,
yang kini sedang asyik berselfie dan membelakangi dirinya.
Selang beberapa detik, balon balon berikutnya pun mulai lepas landas menyusul balon lainnya ke atas udara.
Lagi2 Sheela terperanjat kaget di tempatnya sambil menengadahkan kepalanya keatas untuk membaca tulisan2 di balon itu.
"I LOVE YOU SO MUCH and
I MISS YOU.
From DARREN"
Bunyi kalimat di balon balon itu.
Sheela mulai tersadar, jika tulisan itu di tujukan untuk dirinya.
Karena ada nama suaminya tertera di balon itu.
Sontak Sheela mencari keberadaan suaminya.
Yang ternyata tadinya Darren bersembunyi di tumpukan balon2 yang baru saja beterbangan ke atas langit,
dan kini
sedang berdiri di hadapannya sambil memegang sekuntum bunga mawar kesukaan Sheela.
Dada Sheela mulai terasa sesak.
Rasa haru dan bahagianya terpancar jelas dari raut wajah cantiknya.
Orang yang dinanti kabarnya tak kunjung memberi kabar selama kepergiannya tiga hari yang lalu.
__ADS_1
Namun
saat ini tiba tiba muncul di hadapannya.
Darren mulai mengatur nafasnya.
Dirinya sedikit gugup.
Seakan pertemuan pertama kalinya dengan Sheela.
Setelah mengatur nafasnya dengan baik.
Darren mulai melangkahkan kakinya ke arah isterinya, yang kini sedang menatapnya dengan mata yang berkaca kaca.
Hanya butuh beberapa langkah Darren sudah sampai di hadapan Sheela isterinya yang kini sedang menatap lekat ke raut wajah Darren.
Kemudian Darren
berlutut dengan satu kakinya, sebagai tumpuan dan kaki satunya lagi di lipat dan di majukan ke depan tepat di depan Sheela.
Kedua tangannya di sodorkan ke depan sembari mengapit bunga dengan kedua telapak tangannya.
Sebagai permohonan maaf Darren.
Yang
jaraknya hanya semeter dari tempat Sheela berdiri.
Darren menatap sayup sambil menengadahkan sedikit kepalanya menatap sang isteri.
"Papi benar benar menyesal sudah melukai hati dan perasaan mami.
Papi janji nggak akan mengulangi kesalahan ini lagi.!
Papi tak ingin terus bertengkar seperti ini.
I Love You So Much.!"
ucap Darren sungguh sungguh dengan menitikkan air matanya.
Sheela sangat terharu mendengar permintaan maaf dari suaminya.
Ia menatap sendu wajah suaminya yang sudah semakin tirus di penglihatannya.
Perlahan mengalir, membasahi kedua pipi Sheela.
Sheela kemudian mengambil bunga itu dari tangan Darren.
"I Love You Too."
balas Sheela.
Lalu mengulurkan kedua tangannya ke depan sembari menangis tersedu sedu.
Membuat Darren tersenyum lega dan cepat cepat berdiri, memeluk tubuh isterinya dengan erat.
"Auh,
sakit.!"
rintih Sheela.
Spontan Darren melonggarkan pelukannya karena panik
Maaf sayang.!
Papi terlalu semangat dan kangen dengan aroma tubuh mami.!
ujarnya sambil mengusap lembut wajah sembab isterinya.
Sheela memonyongkan mulutnya membuat Darren semakin menggila dan langsung mengecupnya berulang kali.
Hanya
dalam hitungan detik kecupan itu berubah menjadi ******* panas yang cukup menggairahkan bagi kedua sejoli yang di landa rasa rindu dan cinta yang membara.
Nyonya Jeslin pun terenyuh melihat kebahagiaan yang di rasakan oleh putri semata wayangnya saat ini.
Tanpa Sheela sadari.
Kehadiran Sasa, Dira dan kedua orang tua Darren juga turut menyaksikan kebahagiaan mereka. Yang kini sedang tersenyum sumringah bersama nyonya Jeslin.
__ADS_1
Sasa memekik keras memberi ucapan selamat kepada Darren karena sudah berhasil meluluhkan hati isterinya.
Sasa.!
pikirnya, lalu mendorong pelan wajah Darren.
Setelah berhasil melepas ******* Darren dari bibirnya.
Sheela menoleh kebelakang mencari keberadaan sahabatnya itu.
Surprise.!
pekik Sasa.
Sheela cukup terperanjat dan terharu bahagia melihat kehadiran orang2 terdekatnya.
Lalu segera beranjak pergi menghampiri mereka dan di ikuti oleh Darren dari belakang.
Satu persatu memberi ucapan selamat atas kebahagiaan Darren dan Sheela.
"Jangan berantem lagi ya.!"
ucap Sasa.
"Ingat Darren, mulai sekarang dan ke depannya.
Kepentingan isteri dan anak lebih di utamakan.!"
pesan nyonya Shita pada putranya.
"Baik Mom.!"
jawab Darren cepat.
"Jangan sungkan sungkan cerita sama mama, kalau Darren ada berbuat salah terhadap kamu.!"
ucap nyonya Shita sambil memeluk tubuh anak menantunya.
"Iya Ma.!"
sahut Sheela membalas pelukan ibu mertuanya.
Dira dan tuan Vincent pun memberi pelukan hangat kepada Sheela.
Mereka berharap ke depannya Darren dan Sheela tidak ada perselisihan lagi dan selalu menjadi sebuah keluarga yang harmonis.
Nyonya Jeslin juga ikut menasehati putri dan anak menantunya itu agar selalu hidup rukun dan bahagia hingga tak terpisahkan sampai ajal menjemput.
Suasana sore hari mulai nampak remang remang.
Lampu lampu hiasan sudah menyala terang menerangi taman itu.
Para pengunjung taman pun sudah mulai berdatangan dan memasuki area taman dari arah pintu masuk taman.
Para pengunjung itu ikut senang dan menikmati keindahan taman yang di rancang khusus oleh Darren buat Sheela.
Apalagi saat Darren mengatakan jika, semua pengunjung taman malam ini akan di traktir olehnya.
Boleh makan sepuasnya dari semua hidangan yang di suguhkan oleh pemilik cafe.
Pemilik cafe tersebut merupakan kerabat dekat dari keluarga tuan Vincent.
Malam itu sungguh menjadi sejarah dan kenang kenangan yang indah bagi Darren dan Sheela.
Begitu pun bagi para pengunjung taman.
Sambil menyantap hidangan yang di suguhkan oleh pemilik cafe.
Mereka juga di suguhkan dengan hiburan kembang api.
Hingga larut malam.
Tapi tidak bagi keluarga Darren.
Setelah menyantap hidangan makan malam mereka di cafe,
mereka segera pulang ke tempat tujuan masing2.
Tuan Vincent, nyonya Shita, Dira adiknya Darren dan Sasa kembali ke hotel untuk beristirahat.
Sedangkan Darren ikut bersama Sheela dan nyonya Jeslin kembali ke rumahnya.
__ADS_1
*******
Bersambung...