Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 31


__ADS_3

Sore hari menjelang malam mami Jeslin sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam buat putri dan menantunya.


sedangkan Sheela masuk ke kamar setelah membantu maminya membersihkan dan memotong sayuran untuk campuran sop daging kesukaannya.


Ia masih ingin menemani ibunya di dapur, namun Nyo.Jeslin menyuruhnya untuk segera mandi karena mungkin sebentar lagi suaminya akan pulang.


Kata Nyo.Jeslin kepada Sheela bahwa, isteri itu harus dandan yang cantik setiap hari di depan suaminya bukan di hadapan orang lain.


Kini Sheela masih sibuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi,


Ia membersihkan setiap lekuk tubuhnya yang terlihat Putih dan bersih.


Sesudah mandi Ia pun mengenakan handuk lalu keluar.


Di dalam kamar saat Ia mengenakan baju dalamnya, tiba2 Daren membuka pintu dan memandangi tubuh Sheela yang molek dan seksi,


Sheela terkejut, dengan cepat Ia mengambil handuk dan ingin menutupi tubuhnya, namun sebelum Ia kenakan Daren lebih dulu mendekap tubuh Sheela dari belakang...


Sheela berteriak dan mulutnya terbuka karena kaget...


"aah...."


"hus...., jangan teriak..."


ucap Daren sambil menutup mulut Sheela dengan tangannya.


Tubuh Sheela tiba2 jadi kaku, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik,


lagi2 jantungnya berdegup dengan kencang karena kelakuan suaminya yang selalu mengejutkan dirinya.....


Daren pun mengecup pipi Sheela dengan gemas dan posisinya masih memeluk Sheela dari belakang, kemudian tangannya mulai menjelajahi tubuh Sheela yang kini hanya mengenakan bra dan cd di tubuhnya.


Tubuh Sheela bergetar dan sedikit geli karena tangan Daren yang tidak bisa Ia kondisikan..


Namun Sheela melepas pelukan Daren dari tubuhnya secara lembut, agar Daren tidak marah padanya...


karena tiap kali Ia menolak keinginan Daren untuk berhubungan intim, Daren akan diam seribu bahasa serta sifat dinginnya akan bertambah parah


dan itu sangat menyakitkan di hati Sheela,


"Kak...., di luar ada mami yang udah nungguin kita untuk makan malam..."


ucap Sheela lirih dan menatap wajah Daren dengan mata sayupnya.


"Jangan panggil kakak..."


ucap Daren memegang ke dua pundak Sheela kemudian membumkam mulut Sheela dengan bibirnya lalu menggigitnya...


"Auh..., sakit..."


Sheela merintih kesakitan,


"berapa kali aku harus mengingatkanmu.., agar kamu memanggilku dengan kata sayang..."


ucap Daren dengan geram lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Maaf..."


ucap Sheela lirih sambil memandangi tubuh Daren dari belakang yang tidak menanggapi kata maafnya.


Sheela mengelus bibirnya yang sedikit lebam sambil berjalan ke lemari bajunya, kemudian Ia mengenakan baju terusan dengan lengan sebahu dan panjangnya di atas lutut.


Sheela nampak cantik dan ayu dengan rambut ter urai dengan bebas hingga mencapai pinggulnya.


Sebelum keluar dari kamar, Sheela menyiapkan baju ganti buat suaminya.


Ia rutin melakukannya setiap hari, bahkan setiap pagi sebelum ke kampus, Sheela menyiapkan sarapan dan membantu Daren untuk mengenakan jasnya..


Di luar mami Jeslin sedang sibuk menyajikan hidangannya di atas meja,


Sheela pun bergegas menolong ibunya saat Ia keluar dari kamar.

__ADS_1


"hmmm...wangi banget mam..,


pasti enak nech...."


ucap Sheela saat membawa semangkok sup dari dapur dan di letakkan di atas meja..


Mami Jeslin hanya tersenyum mendengar pujian putrinya,


"Daren mana...?"


tanya mami Jeslin saat hidangan di atas meja telah siap,


"tadi lagi mandi ma....,


paling bentar lagi Ia keluar..."


jawab Sheela.


Sambil menunggu Daren, Nyo.Jeslin dan Sheela sedang asyik berbincang dan di selingi dengan canda dan tawa memenuhi ruangan di dapur..


"oh iya...., tadi mami dapat hadiah loh dari anak mantu mami...


papi juga dapat..."


ungkap mami Jeslin dengan senyum sumringah di wajahnya,


"oh yah...., hadiah apa Ma...?"


tanya Sheela penasaran dan sedikit cemburu karena belum pernah Ia mendapatkan hadiah dari Daren suami-nya.


"Mama belum tau hadiahnya berbentuk apa...., tapi mama senang banget karena


Ia perhatian sama mertuanya.. Daren bilang itu khusus dia pesan buat mami dan papimu..."


jawab maminya panjang lebar,


Tak berapa lama, Daren sudah berjalan dari arah pintu kamar,


Namun Daren pura2 tidak tau kalau Sheela melototi baju yang Ia kenakan,


dengan santai Ia duduk di atas kursi dan tersenyum ke arah mami Jeslin yang mempersilahkannya duduk.


"Mudah-mudahan sesuai dengan selera nak Daren..."


ucap mami Jeslin mencairkan suasana panas yang di landa oleh perang batin antara putri dan menantunya.


Daren pun menyantap masakan mertuanya dengan lahap hinnga tak sedikit pun tersisa di piringnya.


"mau nambah lagi nak...?"


tanya mami Jeslin ke anak mantunya,


"udah mi..., perut saya udah kekenyangan..."


jawab Daren sambil melirik Sheela,


sedangkan Sheela makannya kurang semangat dengan pelan Ia mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya,


pikirannya melayang ke mana-mana...


Kemudian mami Jeslin memperhatikan putrinya yang hanya diam dari tadi tanpa satu kata pun keluar dari mulutnya.


"Sheela...."


mami Jeslin menegur putrinya yang mempermainkan nasi di piring dengan menggunakan sendok yang ada di tangannya.


"mmm..., iya ma....."


sahutnya menatap sang mami,


"kamu sakit....?"

__ADS_1


tanya mami Jeslin cemas dan kurang yakin dengan pertanyaannya karena tadinya Sheela hanya baik2 saja..


"nggak kok ma....


kepala Sheela hanya puyeng dikit..."


jawab Sheela lalu meneguk air minum di gelasnya.


"Sheela istirahat dulu ya Ma...."


pamit Sheela lalu beranjak ke kamar tidurnya,


Nyonya Jeslin sangat khawatir dengan keadaan putrinya.


begitu pun Daren yang merasa bersalah karena sudah mengerjain isterinya barusan karena Ia tidak mengenakan baju yang di siapkan Sheela untuknya.


"Jangan2 Sheela hamil ya..."


gumam mami Jeslin dalam hatinya,


lalu menghabiskan makanan di piringnya.


Daren pun menyusul isterinya ke kamar,


Di dalam Sheela sudah berbaring di atas tempat tidur dan lampu di kamar sudah Ia matikan..


Daren menyalakan lampu lalu duduk di pinggir kasur dan meraba kening isterinya...


"Suhu badannya normal aja..."


gumam Daren,


Kemudian Daren memijat kepala Sheela dengan lembut, tapi Sheela menepis tangan Daren dari kepalanya.


Daren masih melanjutkan pijatannya tapi sekali lagi Sheela menepis lengannya lalu membelakangi Daren dengan wajah cemberut..


Daren pun bingung, apa yang harus Ia lakukan agar Sheela tidak marah kepadanya,


dari luar Nyo.Jeslin mengetuk pintu kamar mereka,


lalu Daren mempersilahkan mertuanya masuk ke kamar, kemudian Ia keluar dari kamar menuju ruangan kerjanya.


Daren menatap pemandangan ibu Kota Jakarta dari balkon yang ada di luar pintu belakang ruangan kerjanya...


Sungguh pemandangan yang indah yang dapat menghibur suasana hatinya saat ini,


Ia pun mengambil se batang rokok dari bungkus rokok yang ada di tangannya kemudian Ia mengepulkan asap rokoknya ke udara..


pikirannya kini melayang ke mana2,


banyak masalah Ia hadapi hari ini...


Kemudian Ia kembali menghisap dan mengepulkan asap rokoknya sampai habis.


Tidak terasa Ia menghabiskan sebungkus rokok miliknya yang selalu Ia siapkan di laci meja kerjanya.


Dia bukanlah seorang perokok yang aktif,


hanya Ia gunakan untuk melepas beban pikirannya saja.


sejam kemudian Ia pun tertidur pulas di sofa dalam ruangan kerjanya.


Sebenarnya sudah ada 2 kamar di dalam Apartementnya.


Ia persiapkan buat ibu mertuanya, kebetulan ada ruangan yang tidak terpakai, dalam sekejap Daren merubahnya menjadi sebuah kamar.


Bersambung.......


Jika berkenan, jangan lupa dukungannya ya...


beri vote, like and komennya...

__ADS_1


Thank you....


__ADS_2