
Di apartemen Sheela....
Sheela bergegas turun dari apartemennya karena hari ini Ia akan ke kampus untuk mengikuti mata kuliah pagi dan sekalian berjumpa dengan sobat karibnya.
Siapa lagi kalau bukan Sasa.... karna hanya dia yang tulus, jadi pendengar setia buat dirinya..
Dengan mengendarai mobil hadiah dari papanya semasa dia tinggal di kota Jakarta.
Karena waktu masih di kota asalnya di Bandung, kemana2 selalu di antar sama sopir kepercayaan papanya.
Tuan Hardi juga menyediakan sopir pribadi buat putrinya, namun Sheela menolaknya. Pengen bawa mobil sendiri katanya, dengan berat hati Nyo. Jeslin menerima keputusan anak gadisnya itu.
Nahas saat menyusuri jalan besar, ban mobil Sheela tiba2 jadi kempis.
Untung saja Sheela mengemudikan kendaraannya dengan pelan karena menurutnya, biar lambat asal selamat.
"Duh...., kenapa harus sekarang sech kempisnya......, bisa2 gue terlambat nech.."
keluh Sheela saat melihat ban mobilnya yang kempis.
Ia pun mengunci mobilnya dan menunggu taksi online yang sudah Ia pesan sebentar tadi.
Tak butuh waktu yang lama, taksinya pun datang dan Sheela segera naik.
"Ke kampus ya pak...., Jl. Sudirman..."
ucap Sheela sopan.
"Baik Non...."
jawab supir taksi.
Tiba dikampus...
"Sheela........ Duh honeyku.... aku kangen...
sapa Sasa lalu memeluk Sheela dengan gemasnya.
"iih.. apaan sech Sa...., geli tau....
baru 2 hari juga nggak ketemu...."
ucap Sheela.
"sehari nggak jumpa loe serasa setaon..., tau nggak...?
ujar Sasa,
"ha.ha.... iya dech..., gue juga kangen dan banyak yang gue pengen ceritain sama loe...
ucap Sheela,
tapi...., kita masuk kelas dulu yuk.. ntar Pak Tomi nggak ngijinin lagi masuk ke kelas karena terlambat...
sambung Sheela.
Tumben loe lambat..., biasanya jam segini kamu udah di kelas saat aku datang...
ucap Sasa.
Iya nech..., ban mobil gue tiba2 kempis di jalan...
jawab Sheela dengan wajah cemberut.
Ya udah kalau gitu..., buruan ke kelas yuk...., waktu kita 3 menit lagi....
Hibur Sasa.
Pak Tomi seorang dosen yang sangat tegas kepada mahasiswanya.. orangnya tepat waktu... lambat 1 menit aja, langsung tidak
boleh masuk ke kelas.
"huu..., untung aja pak Tomi belum nongol duluan bisa berabekan urusannya..."
seru Sheela.
"Haloo sayang..."
Rendi tiba2 menyapa Sheela dari blakang...
"ish.... Sayang2, pala loe peyang ya...?" timpal Sasa sewot..
"Kenapa sech..., loe yang sewot gitu... Sheela aja nggak marah kalo gue panggil sayang..."
__ADS_1
ucap Rendi kesal,
"udah2 dech..., kalian memang
sering berdebat...ntar jodoh lagi..."
timpal Sheela.
Rendi dan Sasa berpandangan sambil keduanya membuang muka..
"ish..., amit2 dah..."
kata Rendi, seketika membuat hati Sasa terluka.
"loe harus tau Ren..., Sasa itu seperti kembaran gue.. jadi dia akan slalu belain gue.....
bela Sheela pada sahabatnya.
"tapi Sheel........"
bantah Rendi.
tok.tok.tok
Pak Tomi sudah memasuki kelas, sehingga Rendi tidak melanjutkan obrolannya..
Satu jam berlalu...
"Sheel..., ke kantin yuk... perut gue udah laper nech..."
"Sama..., perut gue juga minta di isi...."
jawab Sheela.
Rendi tiba2 memegang tangan Sheela dari belakang.
"Sheel...., ada yang pengen gue omongin ke loe...tapi nggak disini..
sambil melirik Sasa.
Sasa melotot ke arahnya...
"paan loe...?"
ucap Sheela,
"tuch udah ditungguin sama Sasa..."
sambungnya.
Tanpa basa basi,
"Gue suka sama loe Sheel.., gue cinta sama loe..."
ungkap Rendi.
Sasa pun meninggalkan mereka berdua, karna memang Sasa diam2 menyukai Rendi. Tapi, Rendi hanya mencintai Sheela seorang, bahkan Rendi tak pernah putus asa untuk mendapatkan cintanya Sheela..
Entah brapa kali sudah Rendi mengungkapkan perasaannya pada Sheela, tapi Sheela selalu menolak. Sheela tahu, gimana perasaan Sasa saat ini. Sheela tahu betul mengenai sobat karibnya itu...
"Sorry Ren..., Gue nggak bisa menerima cinta loe..."
jawab Sheela sambil berlari menghampiri Sasa...
"Sa......, sorry ya.....
ucap Sheela,
"ngomong apa sech loe..., emangnya loe salah apaan...?!?
mereka pun bergandengan tangan menuju kantin di iringi candaan dan tawa..
Setelah makan mereka duduk di taman, dekat dengan pagar kampus..
Sheela kemudian menceritakan semua apa yang di alaminya kemarin sambil menyenderkan kepala di pundak Sasa... dengan sedikit kaget mendengar perkataan Sheela..
tapi, Sasa percaya, apapun keputusan yang diambil oleh sahabatnya itu, itulah yang terbaik buat Sheela.
Didepan pagar, ada sebuah mobil sport terparkir di samping pintu. Dengan coolnya Daren berdiri sambil memasukkan kedua tangan ke saku celananya...
"Wah..., siapa tuch.. cakep banget cowok idaman gue.
seruan beberapa cewek di kampus itu...
__ADS_1
"Sheel...., lihat tuch ada cowok cakep..."
Sheela mengikuti kemana arah telunjuk Sasa..
Dirinya kaget...,
"baru juga di omongin udah nongol orangnya..."
"Sheel.., maksud loe apa...!!!
tanya Sheela penasaran,
"enngg... gak papa..."
ucap Sheela gagap.
"Hmm...., apa dia lelaki yang barusan loe ceritain ke gue...!!"
ujar Sasa
"sumpah Sheel...., orangnya cakep banget..."
Sambungnya.
Sasa sangat mudah menebaknya karna Sheela sedikit salah tingkah disampingnya.
"Sheel..., mungkin pangeran loe mau jemput tuch...."
ucap Sasa.
"Mungkin dia ada urusan di kampus ini..."
jawab Sheela...
Sek. Haris berjalan dan menghampiri mereka di taman sedangkan Daren sedang sibuk ngobrol dengan Dosen yang baru saja melintas di pintu pagar.
"Siang non Sheela.... Saya di perintahkan Tuan Daren untuk menjemput anda..."
ucap Sek. Haris.
"Es balok.., untuk apa....?!?"
pikir Sheela
Tanpa berpikir panjang Sheela menuruti permintaan Sek. Haris, karena bagaimana pun juga Haris hanya mengikuti perintah atasannya.
Pandangan Sasa tak pernah lepas dari hadapan Sek. Haris. Ia sangat mengagumi sosok pria yang ada di depannya kini yang cukup tampan hanya beda tipis dengan bosnya.
Begitulah menurut Sasa.
"Gue duluan ya Sa....."
pamit Sheela.
Sasa hanya menganggukkan kepalanya dan menyaksikan kepergian Sheela dan Sek. Haris dari hadapannya.
Sheela pun naik ke atas mobil dan duduk didepan di samping Sek. Haris.
"Maaf nona...., sebaiknya anda duduk di belakang bersama Tuan Daren....."
Ucap Sek. Haris karena melihat raut wajah Daren yang sudah berubah jadi sangar dari balik kaca spion yang ada di dalam mobil.
Sheela masih terdiam dalam bisu.
Ia sama sekali tidak merespon perkataan Sek. Haris.
"Haris..., kau serahkan saja kunci mobil itu kepadanya..., biar sekalian jadi sopir.."
timpal Daren yang sudah geram dengan kelakuan Sheela.
Sheela pun segera turun dari mobil dan duduk di samping Daren.
Semburat senyum tipis menghiasi wajah Sek. Haris.
mobil pun melaju meninggalkan area kampus.
******
Bersambung......
Jangan lupa vote, like and komennya...
Makasi....
__ADS_1