
Di pagi hari, matahari sudah menampakkan cahaya-nya dari ufuk timur dan menerangi bumi pertiwi.
Hari weekend merupakan hari yang di nantikan oleh sebagian orang karena merupakan hari untuk melepas lelah dan stress, dari berbagai aktifitas yang ada.
Pagi2 sekali Daren tiba di bandara dan langsung naik ke Mobil Lamborghini-nya yang sudah terparkir di samping Jet pribadinya.
Daren pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saat meninggalkan bandara langsung menuju ke Apartementnya.
begitu pun dengan Haris segera beranjak pergi saat koper miliknya dan Daren sudah di naikkan ke atas mobil adik sepupunya yang menjemput dirinya.
Di Apartement,
Sheela terbangun dari tidurnya saat mendengar alarm di ponselnya berbunyi,
dengan cepat Ia bangun dan beringsut dari tempat tidurnya menuju kamar mandi,
hari ini, rencananya Sheela hendak pergi ke Mall berbelanja bareng Rara sahabatnya sekedar melepas stress dari banyaknya tugas kuliah dan beban pikiran masing2, mereka sudah janjian dari semalam.
Terutama Sheela yang sudah dua malam di tinggal Daren, entah ke mana perginya sampai sekarang belum ada kabar darinya.
Saat ini Sheela tengah mandi dan berada di bawah aliran air shower untuk membersihkan sisa2 sabun yang melekat pada tubuhnya yang molek,
Setelah tubuhnya bersih Ia pun segera mengenakan handuk biasa, yang tergantung di dalam kamar mandi, serta membungkus rambutnya dengan handuk kepala, lalu keluar dari kamar mandi.
Sampai di kamar, tujuannya langsung ke almari tanpa menyadari keberadaan Daren yang sudah memandangi tubuhnya dari tempat tidur.
Nampak leher jenjang Sheela hingga ke belahan dadanya yang putih bersih serta paha seksi dan betis yang indah, sangat menggiurkan di mata Daren...
Daren pun mengusap wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya kemudian mengelus adik kecilnya yang sudah tegang dari balik selimut yang Ia kenakan.
Saat ini,
Sheela masih sibuk memilah baju yang akan Ia kenakan pagi ini, sambil mendendangkan lagu dari bibir manisnya serta menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan sesuai irama lagu dari mulutnya.
saat menggoyangkan pinggulnya handuk yang Ia kenakan sedikit melorot namun Sheela membiarkannya karena di pikirnya tidak ada siapa2 di kamar itu selain dirinya.
Sebenarnya di kamar mandi ada dua handuk yang di sediakan oleh Bi Surti,
satu buat Daren handuk biasa karena Ia tidak suka mengenakan kimono dan satunya lagi untuk Sheela yaitu handuk kimono.
Kebetulan handuk yang Ia kenakan saat ini adalah handuk favorit Daren dan sering Ia pakai.
"Dia nampak seksi dengan handuk itu..."
gumamnya dalam hati, mengagumi tubuh Sheela...
Daren pun terkekeh melihat
kelakuan Sheela yang menggemaskan di matanya, awalnya Daren hanya tersenyum tapi lama kelamaan suara tawanya sudah terdengar renyah di telinga Sheela,
tiba2 Sheela berbalik ke arah suara yang tidak asing baginya...
Ia sangat terperanjat, kemudian mengeratkan lilitan handuk di dadanya dengan cepat.
Daren pun mendekati Sheela yang masih terdiam kaku dengan mulut mangap dan wajah memerah karena malu,
Spontan Sheela menyilangkan kedua tangan di dadanya sambil mundur selangkah dan bersandar di lemari pakaian.
Daren pun menarik tangan Sheela dengan paksa dan mengangkatnya keatas dengan kedua tangannya,
kini belahan dada Sheela nampak jelas di mata Daren,
"Lepas...."
rintih Sheela
"Kamu yang duluan menggodaku"
bisik Daren di telinga Sheela
"Aku.......!"
sahut Sheela dengan wajah penasaran,
"bukankah kamu sengaja menggoyangkan pinggul mu di hadapanku...?"
__ADS_1
ucap-nya dengan seringai nakal di bibirnya,
"hah...
Saya kan tidak tahu kalau anda sudah pulang dan tiba2 berada di kamar ini"
seru Sheela tidak mau kalah...
Sheela meronta namun hanya bisa pasrah karena kekuatan Daren lebih kuat darinya.
Tiba2 Daren mengecup bibir Sheela dengan lembut hingga membuat Sheela tersentak kaget,
dengan cepat Sheela memalingkan wajahnya ke samping saat Daren ingin kembali menyium bibirnya,
"cih...
berani sekali Ia menolak ku.."
ucap Daren dalam hati.
Daren pun melepaskan tangan Sheela dari genggamannya dan beranjak pergi ke kamar mandi dengan rasa kecewa karena Sheela masih menolak dirinya.
Sekejap Sheela terdiam mematung di depan Lemari menatap kepergian Daren dari hadapannya,
Ia pun mengambil baju dari lemari dan mengenakannya dengan cepat.
Tiba2 ponselnya berdering, tertera nama Sasa di layar ponselnya...
"Hello Sa....."
sapa Sheela,
"Hey....
Loe kok belum nongol2 juga sech Sheel...?"
seru Sasa yang hampir sejam menunggu Sheela di rumahnya untuk di jemput...
"Sorry Sa...."
gue bangunnya agak telat....
"Loe kenapa lemas gitu...."
tanya Sasa penasaran...
"Laki gue sedang di rumah Sa....."
jawab Sheela lirih....
"upss....
gak jadi dong shoppingnya..!?"
ujar Sasa sedikit kecewa,
"ya, gitu dech...
sory ya Sa..."
ucap Sheela merasa bersalah....
"okey...
gak papa Sheel....
loe layani aja suamimu dengan baik, biar agak betah di rumah...
xi.xi.xi.."
ucap Sasa mengakhiri panggilannya...
Sheela hanya tersenyum kecut menanggapi candaan sahabatnya..
Sheela pun nampak bingung, apa yang harus Ia lakukan agar Daren tidak kesal terhadap dirinya,
__ADS_1
kemudian Ia keluar dari kamar saat mendengar pintu kamar mandi akan terbuka,
perutnya pun sudah mulai lapar dan langsung menuju meja makan utama,
Sheela mengambil roti panggang dan segelas teh hangat favoritnya yang sudah di sajikan oleh Bi Surti,
kemudian membawanya ke meja mini bar, lalu duduk dengan santai sambil menikmati sarapannya.
di dapur ada dua meja yaitu meja utama bila ada tamu berkunjung sekedar kumpul bareng sedangkan meja mini bar hanya mempunyai dua kursi...
Saat bersamaan Daren pun keluar dari kamar dengan mengenakan baju santainya sehari-hari dalam rumah..
dan berpapasan dengan Bi Surti, yang baru keluar dari kamar mandi untuk mencuci baju...
Tuan....
Saya sudah menyiapkan sarapan buat tuan dan Nona Sheela di atas meja.
ucap Bi Surti,
"tolong kamu antar ke ruang kerja saya..."
ujar Daren saat melihat Sheela sudah duduk di meja mini bar dan langsung ke ruang kerjanya.
"baik Tuan Muda.."
sahutnya lalu beranjak ke dapur...
"Pagi Non...."
sapa bibi Surti sopan saat melihat Sheela mendekat ke arah meja tempat Bi Surti berada...
"Pagi juga Bi..."
tambahnya,
biar aku aja yang anter, Bibi lanjutin aja ya kerjaannya
"baik Non...."
jawabnya lirih dan merasa kurang enak karena Sheela mengambil alih tugasnya.
tapi Ia merasa senang karena Tuannya mempunyai isteri yang baik yang tidak membeda-bedakan status orang lain, termasuk dirinya.
Sheela selalu menghargai dirinya walaupun Ia hanya seorang pembantu.
Di depan pintu Sheela sempat ragu untuk mengetuk pintu, sambil menarik nafasnya dalam2 serta menghembuskannya dengan perlahan, kemudian Ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu,
"tok.tok.tok..."
tanpa suara dari Sheela,
"masuk..."
kata Daren...
Sheela pun memutar gagang pintu dengan tangan kanannya karena tangan kirinya memegang mampan berisi roti panggang dan segelas kopi susu ke sukaan Daren...
Saat pintunya terbuka dengan lebar, Sheela pun melangkahkan kakinya ke dalam ruang kerja Daren,
"permisi"
ucap Sheela lirih,
Daren hanya menatap Sheela sebentar lalu kembali memeriksa berkas yang ada di tangannya..
Sheela masih berdiam diri di tempatnya,
merasa takjub dengan seisi ruang kerja Daren, terlihat buku2 yang tertata rapi di atas rak.
tiba2 Daren membuka suara,
"letak di sana.."
ucapnya datar tanpa menoleh sedikit pun kearah Sheela dan menunjuk meja kecil dekat sofa pribadi-nya.
__ADS_1
Sheela pun mengambil isi mampan di tangannya kemudian di letak di atas meja,
dengan wajah cemberut dan bibir yang monyong, Ia keluar dari ruangan itu..