
Kini waktu menunjukkan tepat pukul 5 sore, di ruang tamu Daren sedang sibuk menghubungi seseorang lewat ponselnya.
Setelah menelpon Ia masuk ke kamar untuk melihat keadaan Sheela yang sejak tadi belum menampakkan batang hidungnya sedikit pun.
Di dalam kamar terlihat tubuh isteri nya yang meringkuk dan tertidur pulas dengan mata sembap, di hati kecilnya Daren merasa bersalah terhadap isterinya,
Perlahan Daren duduk di tepi kasur dan menatap wajah Sheela begitu lekat sambil mengelus wajah cantiknya.
Sheela pun terbangun dan merasa heran karena tiba2 di sampingnya ada Daren yang sedang menatapi wajahnya dengan mata sayup.
"Bangunlah..."
ucap Daren dengan lembut,
Sheela masih bengong dan terdiam dalam seribu bahasa sambil mengucek matanya yang sedikit membengkak..
"kenapa dengannya..., raut wajahnya tiba2 berubah drastis..pasti karena ada maunya..."
gumam Sheela dalam hati lalu duduk bersandar di sandaran kasur.
"Sekarang kamu pergi mandi..., karena sebentar lagi orang salon akan datang dan segera mendandanimu."
perintah Daren
Sheela semakin heran dan terperangah mendengar perkataan Daren...
"Untuk apa aku berdandan.., dan mau kemana....?"
gumam Sheela dengan mengernyitkan dahinya.
"Malam ini kamu akan menemaniku ke sebuah pesta ultah rekan kerja di perusahaan."
ucap Daren
"Dia memang ajaib..., tanpa aku tanya pun dia sudah bisa menebak apa yang ada di pikiranku."
gumam Sheela.
"eh.., tunggu Dia mau mengajakku ke mana... pesta ultah....!?!"
pikir Sheela,
"mungkin hanya kebetulan saja..."
sambungnya lagi.
Sebenarnya malam ini Sheela hanya ingin ber istirahat di rumah saja, tapi Ia harus mengikuti ajakan suaminya karena takutnya Ia di cap sebagai isteri pembangkang dan suka melawan suaminya.
Sheela pun bangkit dari duduknya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terlihat lusuh.
Saat Sheela ke kamar mandi, terdengar oleh Daren suara bell berbunyi dari depan pintu masuk Apartementnya kemudian Ia keluar dan segera membuka pintu.
Di depan pintu, nampak 3 orang tersenyum ramah ke arah Daren sambil menenteng sebuah kotak rias dan beberapa bungkusan baju gaun di lengan mereka.
Calista merasa takjub akan ke ketampanan yang di miliki oleh pria yang ada di depannya kini, begitu pun dengan ke dua asisten di belakangnya mereka saling memandang satu sama lain dan mengernyitkan mata mereka.
"Slamat sore Tuan..., apa benar di sini kediaman Tuan Daren..."
tanya Calista dengan senyum menawannya.
"Iya benar....,"
jawab Daren bengong,
"Nama saya Calista Tuan...,"
ucap Calista sambil menyodorkan tangan gemulainya ke arah Daren,
"kami dari tim perias yang di pesan oleh Haris tadi untuk merias Nyo.Sheela."
sambung Calista dengan raut wajah sedikit kecewa karena Daren tidak ingin bersalaman dengannya.
__ADS_1
Calista merupakan seorang perias panggilan dan mempunyai Salon yang terkenal di Jakarta, bayarannya pun tak tanggung2 namun tidak masalah bagi seorang Daren.
Daren mengernyitkan dahinya kemudian memandangi Bella dari kepala hingga ke hujung kakinya.
"Kenapa Haris memilih dia..., bukankah aku menyuruhnya untuk mencari perias seorang wanita."
gumam Daren saat melihat wanita setengah jadi2an di depannya.
"Kurang ajar kau Haris...."
gumam Daren geram,
Tadinya Daren menelpon Haris untuk mencari perias wanita yang akan mendandani isterinya dan Haris pun menghubungi salon Bella yang merupakan sahabat dari adik perempuan Haris.
Tanpa pikir panjang, Haris pun menghubungi Salon Calista tanpa menanyakan dengan jelas identitas Calista sebenarnya karena mendengar namanya saja, Haris sudah tahu kalau Calista adalah seorang perempuan.
"Apa kami boleh masuk Tuan....?"
ucap Calista dengan suara khasnya,
"uhm..., masuklah..."
ucap Daren ragu karena Ia sedikit trauma dengan sosok wanita jadi-jadian.
"Trima kasih Tuan....., permisi......"
sahut Calista lalu pamit untuk masuk ke dalam ruangan tamu.
Di pikiran Daren masih teringat jelas dengan sosok Bella yang pernah ingin memeluknya saat Ia berada di dalam ruangan Butik Anne untuk fitting baju pengantin.
Daren menarik nafasnya dalam2 lalu menghembuskannya dengan kasar karena Ia jengkel pada Haris yang tidak becus melakukan perintahnya kali ini.
Namun mau nggak mau Ia harus menerima Calista karena satu jam lagi acara ultah pernikahan rekan bisnisnya akan berlangsung, jadi tidak ada waktu untuk mencari perias yang lain.
Beberapa menit kemudian, Sheela keluar dari kamar menuju ruang tamu hendak mencari keberadaan Daren, Ia hanya mengenakan handuk piyama untuk menutupi tubuhnya.
Tiba2 Sheela melihat sesosok pria yang tidak asing baginya yang sedang duduk di sofa ruang tamu..
pikir Sheela sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,
"Taufik....."
ucap Sheela lirih....
"Hei...., Jeng Sheela...."
teriak Calista saat melihat Sheela sambil berdiri serta menghampiri Sheela dan ingin memeluknya.
Namun Daren tiba2 berada di samping Sheela dengan mata melotot,
hingga membuat nyali Calista menciut karena tatapan tajam Daren seakan menusuk tubuhnya.
"Jadi jeng Sheela yang saya akan dandani hari ini...?"
tanya Calista kemudian,
Sheela menoleh ke samping arah Daren yang terlihat nampak bengong karena Sheela isterinya bisa kenal dengan wanita jadian-jadian di hadapannya.
"Aku beri kalian waktu stengah jam untuk merias isteri saya.."
ucap Daren lalu beranjak dari ruang tamu menuju kamar tidurnya untuk berganti baju.
"Beres Tuan...."
ucap Calista saat melihat kepergian Daren dari ruangan tamu.
"Ayo jeng...., duduk di sini aja..."
ucap Calista dan mempersilahkan Sheela duduk di sofa karena Ia harus cepat mendandani Sheela menurut perintah Daren.
"Kamu tambah cantik aja sech jenk..."
__ADS_1
puji Calista pada Sheela,
"ah.., masa sech Fik...perasan dari dulu muka gue gini2 aja dech..."
ucap Sheela dengan senyum di bibirnya,
"Nama saya Calista tau...., bukan Taufik lagi...."
sahut Calista dengan nada gemulainya,
"oh ya..., maaf aku baru tahu kalau nama panggilanmu sekarang Calista,"
timpal Sheela,
ke dua asisten Calista pun baru tahu nama asli dari bosnya yaitu Taufik hingga membuat mereka tersenyum-senyum sambil memperhatikan cara bosnya untuk merias..
"Kenapa kalian senyum2 gitu...!?!"
tegur Calista tanpa menoleh,
seketika wajah asistennya pun berubah jadi tegang.
di sela2 memoles wajah Sheela, Calista bercerita banyak mengenai dirinya saat tamat dari SMA, Calista langsung ke LN untuk mempermantap bakatnya sebagai perias.
Hanya butuh satu tahun, Calista sudah mahir dan menguasai tata cara merias wajah yang benar,
kemudian Ia kembali ke Indonesia untuk membuka salon usahanya dan di beri modal dari orang tuanya sendiri, hingga salonnya kini berkembang sangat pesat karena bakatnya sangat luar biasa.
Setengah jam kemudian Sheela sudah siap dengan dandanannya yang cantik, polesan di wajahnya sangat tipis karena wajah Sheela tidak butuh riasan yang tebal.
Rambutnya pun di gulung seadanya hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan bersih hingga ke dada.
Kali ini Ia mengenakan gaun yang berlengan pendek dan panjangnya hingga ke mata kaki dan sedikit bolong di belakangnya.
Sheela sangat cantik, kali ini bajunya di padu padankan dengan high heels 10cm berwarna silver.
Daren yang entah sudah berapa lama Ia berdiri di tempatnya, memperhatikan bentuk tubuh isterinya yang sangat menggoda buat dirinya.
Kemudian Ia mendekati tubuh Sheela dari belakang serta memasang kalung berlian di leher Sheela, hingga nampak mewah dan sangat elegan.
Calista dan asistennya pun ikut merasakan kebahagiaan Sheela saat ini,
sambil membereskan barang bawaannya.
"Kalau gitu.., kami balik dulu jeng..."
pamit Calista pada Sheela saat peralatan hiasnya sudah beres.
"Trima kasih ya..."
kata Sheela dengan senyum di wajahnya yang cantik.
Saat Calista ingin pulang, Daren memberikan cek kepada Calista yang jumlahnya bahkan lebih dari target bajetnya.
Calista pun pulang dengan hati yang senang karena mendapat rejeki nomplok hari ini..
Begitu pun Daren, Ia cukup puas dengan hasil riasan di wajah isterinya.
dan gaunnya juga sangat pas di tubuh Sheela..
Bersambung......
********
lagi2 Author lambat up date nya, di karena kan lagi sibuk mendampingi ke dua putri ku untuk menghadapi ujian semester online dari rumah.
kiranya di mengerti dan di maafkan.....
jangan lupa komen, like dan vote nya....
Thank you all.....
__ADS_1