
Malam telah larut dalam sepi menemani Sheela saat ini, dirinya menatap ke arah luar jendela kamar, melihat indahnya Kota Metropolitan di malam hari.
Hatinya kini menjadi resah dan gelisah,
penantiannya tak kunjung tiba,
mungkinkah dia sengaja menghindariku malam ini.?
Berbagai pertanyaan yang muncul dalam benaknya kini.
Matanya mulai sayu dan sesekali mulutnya menguap pertanda dirinya sudah mulai lelah dan mengantuk.
Sheela pun mulai tidur di atas sofa dekat jendela di kamar hotel,.
dalam ruangan yang cukup luas dan sangat mewah yaitu Presidential Room.
Tiba-tiba Daren membuka pintu kamar dan melihat Sheela sudah tertidur pulas di atas sofa kemudian mengangkatnya ke atas kasur Spring bed king size.
Sehabis membersihkan dirinya di kamar mandi, Ia pun mulai tidur di samping Sheela hingga pagi menjelang.
Matahari sudah memancarkan sinarnya di pagi hari yang kini menerangi se isi bumi pertiwi tercinta.
Saat Sheela terbangun dari tidurnya, Ia terkejut karena dirinya tiba2 berada di samping Daren diatas kasur.
Ah....
bukannya semalam gue tidur di sofa ya..
Gumannya sambil melihat tubuhnya ke dalam selimut.
huh.....
untung saja baju gue masih utuh....
ucapnya dalam hati, kemudian menatap wajah Daren yang masih lelap dalam tidurnya.
Lebih baik gue mandi sebelum dia bangun...
pikirnya kemudian berjalan ke arah kopernya yang berisi beberapa pasang baju miliknya yang memang sudah Sheela persiapkan dari Apartementnya.
Dan cepat2 melangkahkan kakinya ke kamar mandi, di tangannya ada handuk serta baju gantinya.
Sheela menutup rapat pintu kamar mandi kemudian menguncinya.
Saat mengisi bathtub dia memikirkan
dirinya saat bangun dan sudah berada di atas tempat tidur bersama Daren.
Apa semalam dia mengangkatku ke tempat tidur...
Gumannya sambil mengisi sabun cair aroma lavender campuran vanila ke dalam bathtub..
Wanginya sangat lembut dan menebar di setiap sudut kamar mandi.
hingga membuat Sheela ingin cepat2 masuk ke dalamnya.
Hah.... leganya....
ucapnya saat menenggelamkan tubuhnya ke dalam bathtub yang berisi busa.
Hampir 1 jam Sheela berada di kamar mandi kemudian Ia membersihkan tubuhnya di bawah shower...
Sehabis mandi,
Mengeringkan rambut serta tubuhnya dengan handuk miliknya.
Sebenarnya ada handuk yang di sediakan di dalam kamar mandi tersebut namun dia sudah terlanjur membawa handuknya dari rumah.
Selesai mengenakan baju gantinya, Ia pun keluar dari kamar mandi, dengan rambut terurai dan masih terlihat basah,
Daren yang saat ini sudah terduduk di sofa sambil menatap laptop yang ada di depannya di atas meja.
Tanpa menoleh ke arah Sheela sedikit pun, Ia sibuk dengan kerjaannya...
Walaupun tidak ke kantor Ia selalu membawa laptopnya kemana-mana,
karena sebagai pimpinan di perusahaan Daren harus tahu situasi dan kondisi di perusahaannya setiap saat.
Sheela sibuk mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer dan merasa tidak di perdulikan.
__ADS_1
Banyak pertanyaan di benaknya tapi dia urungkan karena sedikit gengsi bila dirinya yang harus menyapa duluan.
Beberapa menit kemudian pelayan hotel mengetuk pintu kamar untuk mengantar pesanan Daren saat Sheela sedang mandi.
Tok.tok.tok...
Permisi Tuan....
Masuk..
sambut Daren kepada pelayan yang sedang membawa mampan ber isi 2 gelas kopi susu dan 2 piring kwetiau goreng seafood.
Makanlah sarapanmu....
kata Daren kepada Sheela saat pelayan hotel sudah keluar dari kamar.
Hmmm..
terima kasih...
Sambut Sheela malu2 kemudian berjalan kearah meja dan duduk di depan Daren di antara meja.
Kebetulan perutnya lagi butuh makanan.
Namun Sheela hanya meminum kopi susu tanpa menyentuh kwetiau gorengnya sedikit pun.
Kenapa kamu tidak makan.?
Apa tidak sesuai dengan selera kamu...?
ujar Daren saat melihat Sheela tidak menyentuh makanannya.
Maaf, saya alergi dengan makanan yang ada seafoodnya.
jawab Sheela
Oh...
Aku kira kamu suka makan Seafood,....
ucap Daren sambil berdiri mengambil ponsel yang letaknya di atas nakas.
Saya akan menghubungi service room...
Tidak perlu, saya akan turun sendiri dan makan di resto hotel.
Ucap Sheela lalu mengambil dompet serta Ponselnya.
Tunggu....
Ujar Daren saat Sheela sudah berjalan ke arah pintu keluar dan segera menyusul Sheela.
Sheela nampak bengong dan tak menyangka kalau Daren ingin ikut bersamanya.
Aku juga ingin makan di restoran bersamamu..
ucapnya sambil berjalan di sisi Sheela.
Mereka berdua memasuki lip tanpa ada percakapan hanya diam dalam bisu hingga tiba di lantai dasar hotel.
kini Daren dan Sheela duduk di meja makan sambil menunggu waitress untuk membawa makanan buat mereka.
karena sebelumnya, dia mengirim pesan kepada koki restoran untuk menghidangkan semua jenis menu sarapan pagi ini kecuali yang ada seafoodnya .
Tiba2 dari arah belakang Sheela, tampak seorang wanita tengah berjalan mendekati mereka.
Hai Ren......
How are you.....
Sapa wanita tersebut sambil merangkul bahu Daren dengan kedua tangannya.
Tanpa memperdulikan Sheela yang sedang asik bermain dengan ponselnya dan sesekali melirik ke arah Daren yang hanya bengong saat wanita tersebut merangkul bahunya.
Sarah....
ujar Daren sambil melepas tangan Sarah dari bahunya, karena merasa tidak enak sama Sheela.
Ya.....
__ADS_1
ternyata kamu masih ingat padaku...
Sahutnya kemudian....
Dia....
Siapa Ren......
Oh....
Dia Sheela, isteri gue....
jawab Daren sambil melirik ke arah Sheela.
Hmm
Sheela
ucap Sheela memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya untuk mengajak bersalaman,
Sheela berusaha sopan,
walaupun dalam hatinya sedikit dongkol dengan kehadiran Sarah saat ini...
Sedangkan Sarah terlihat kecewa namun dia pandai menyembunyikan rasa kecewanya dengan mengukir senyum palsu di bibirnya yang sangat seksi..
Sarah....
jawabnya sambil berjabat tangan tanpa ekspresi sama sekali.
di tengah obrolan mereka beberapa waitress datang membawa mampan yang ber isi bermacam2 menu dan meletakkannya di atas meja makan.
Kalau begitu gue duluan ya Ren....
ucapnya sambil mengelus lengan Daren.
Daren hanya diam dan menggeser tangannya dari elusan Sarah.
Kenapa sech dia harus nongol di hadapan gue...
Ucap Daren dalam hati, sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Saat Sheela melihat kejadian itu, segera Ia membuang pandangannya ke arah lain, Ia nampak kesal karena wanita tersebut tidak menghargai dirinya sebagai isteri Daren.
Sarah yang merasa menang, segera pergi meninggalkan mereka berdua dengan seringai jahat di bibirnya....
Saat ini berbagai menu di hidangkan di atas meja makan....
Selamat makan tuan...
kata seorang waitres dan sekalian pamit dari hadapan Daren dan sheela
Daren mulai mengisi piringnya dengan lauk pauk kesukaannya..
Sedangkan Sheela hanya memperhatikan satu persatu hidangan yang ada di atas meja tersebut.
Mubazir....
Dasar orang kaya....
gerutunya dalam hati.
Kenapa bengong.....
Makanlah,...
ucapnya sambil makan.
Sheela kemudian memilih salah satu menu favoritnya yaitu
Nasi goreng.....
Lain kali kalau pesan makanan nggak usah banyak2 gini...
mubazir namanya....
ujarnya sedikit kesal saat selesai makan, karena banyaknya makanan yang tersisa.....
Daren hanya diam dan mengacuhkan perkataan Sheela hanya sibuk membalas chat dari sek.Haris..
__ADS_1
Sheela yang merasa ucapannya tidak di tanggapi...
hanya menghela nafasnya..