
Sheela baru terbangun dari tidurnya saat jam sudah menunjukkan pukul 3.30 sore.
Sembari menguap, Sheela mengucek kedua matanya lalu mengerjapkannya berulang kali, hingga pandangan matanya terbuka dengan sempurna.
Sheela nampak bengong karena dirinya sudah berada di kamarnya saat Ia bangun dari tidurnya.
Kemudian Sheela duduk bersandar di tempat tidurnya dan mengingat jika tadinya Ia tertidur diatas mobil.
Perlahan Sheela memijakkan kakinya pada lantai dan hendak keluar dari kamar.
Namun saat dirinya hendak keluar, Ia berpapasan dengan Darren didepan pintu yang ingin masuk ke kamar.
"Mau kemana..?"
tanya Darren lalu mengangkat tubuh isterinya kembali ke dalam kamar.
Sontak Sheela terkejut dan membelalakkan kedua matanya karena Darren tiba2 mengangkat tubuhnya tanpa aba2 dari suaminya itu.
"Aku lapar honey.."
sahut Sheela dengan manja sembari mengalungkan ke dua lengannya ke leher Darren yang ingin membaringkan tubuh Sheela ke atas kasur.
"Kau menggodaku...?"
tanya Darren menyeringai membuat Sheela melepas pelukannya dari leher Darren. Dengan posisi dirinya sudah berbaring di kasur, sedangkan Daren menindih tubuh Sheela tanpa menyakiti perutnya.
Darren pun mulai mengusili isterinya, Ia mulai mengecup bahu Sheela dan mulai semakin naik keatas leher jenjang Sheela yang nampak putih nan menggoda itu, lalu mulai menyesap leher Sheela hingga meninggalkan kissmark dan membuat Sheela menggeliat dan meronta kegelian karena tingkah suaminya.
"Honey geli.."
ucap Sheela manja sembari mengelus lehernya yang sudah merah dan sedikit perih.
Tanpa peduli dengan ucapan Sheela, Darren mulai lagi dengan aksinya yaitu ingin mengecup bibir isterinya namun Sheela menghindar karena Ia merasa jika Darren bukan lagi sekedar ingin jail padanya namun sudah mulai menjurus ke arah yang lebih jauh.
Perlahan Sheela mendorong tubuh suaminya namun tidak berhasil. Karena tidak berhasil, Sheela mulai menggelitik pinggul Darren hingga suaminya itu terkekeh kegelian sembari duduk di tepi kasur.
"Aku sudah tau kelemahan kamu honey..."
ucap Sheela lalu beranjak ke kamar mandi.
"Mau kemana..?"
tanya Darren bengong karena tadinya Sheela ingin turun ke bawah untuk makan tapi kok tiba2 masuk ke kamar mandi.
"Mau mandi honey..."
ucap Sheela tanpa menoleh dan di ikuti oleh Darren dari arah belakang.
Saat Sheela masuk dan ingin menutup pintu, Darren menerobos ke dalam hingga membuat Sheela terperanjat.
"Sayang..., aku tuch pengen mandi.., kamu ngapain coba ikutin aku kesini.."
ucap Sheela sambil membalikkan tubuhnya dan hampir menabrak tubuh Darren saat hendak melangkah karena suaminya itu masih berdiri tepat di hadapannya.
"Aku juga pengen mandi honey.., kita mandi bareng yuk...?!"
sahut Darren lalu membuka baju kaosnya tepat di depan Sheela.
Sontak Sheela menutup matanya dengan kedua telapak tangannya lalu kembali membelakangi suaminya.
"Ya ampun.., kenapa coba dia buka baju di depan gue.."
gumam Sheela dalam hati dan seketika jantungnya berdebar yang membuat aliran darahnya mengalir dengan cepat.
Darren mulai menyeringai nakal dan tidak sampai disitu, Darren pun membuka celana pendeknya dan melonggokkannya ke lantai begitu saja hingga dirinya hanya mengenakan celana dalam boxer.
"Kamu malu ya, liatin tubuh seksiku ini...!?"
goda Darren.
"Ish..., narsis banget sech dia...!
tapi memang benar sech.., tubuhnya itu selalu membuat gue gemetaran saat melihatnya.."
ucap Sheela dalam hati.
__ADS_1
"Coba kamu balik sini yank.., aku udah pakai baju nech.."
goda Darren lagi dengan seringai di wajah yang tampannya
"Nggak.., kamu bohong yank.."
sahut Sheela tanpa menoleh sedikitpun dan masih menghadap ke pintu.
"Napa malu coba...?, kamu itu udah sering liatin tubuhku yang seksi ini., saat aku tertidur pulas.."
ucap Darren, karena Ia pernah pura2 tertidur saat mereka selesai melakukan hubungan intim dan saat itu Darren tak mengenakan sehelai baju pun menutupi tubuhnya dan saat itu juga, Sheela mengintip dari balik selimutnya.
"What...!, kapan itu...?"
sangkal Sheela pura2 tidak tahu sambil berbalik menghadap suaminya.
"Aaaaa....."
teriak Sheela melihat tubuh Darren yang hanya mengenakan celana dalam boxer namun sontak Darren menarik tubuh isterinya kedalam pelukannya lalu membungkam mulut Sheela menggunakan bibirnya. Hingga membuat Sheela terhanyut dalam lautan api yang membara.
Gairah panas mulai membakar tubuh dua sejoli yang sedang bermesraan di kamar mandi.
Desahan demi desahan terdengar mengisi setiap sudut ruangan itu sampai menuju puncak kenikmatan yang tiada taranya.
Tubuh Sheela mulai terkulai lemas tak berdaya karena ulah Darren yang lihai bergonta ganti posisi dan gaya hingga membuat Sheela tak sanggup lagi untuk memandikan tubuhnya dan hanya bergelayut di tubuh suaminya.
Karena kasian melihat isterinya yang masih ngos-ngosan karena ulahnya, Darren pun mulai membantu memandikan isterinya sampai selesai lalu mengangkatnya ke tempat tidur dan menutupi tubuh isterinya menggunakan selimut.
Sesudah Darren mengenakan baju rumahnya, Ia menelpon Bi Surti agar segera mengantarkan makanan untuk isterinya. Selama mereka pindah, Hanya Bi Surti yang dipercayakan dan diperbolehkan masuk ke kamar mereka untuk membersihkan kamar dan itu atas perintah Darren.
Karena bagi Darren kamar tidur miliknya bersama Sheela adalah sangat privasi.
Tak mengambil waktu yang lama, Bi Surti sudah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh Darren.
Kemudian Bi Surti masuk dalam kamar dengan membawa mampan di tangannya yang berisi sepiring nasi, lauk pauk, buah dan sebotol air mineral.
"Apa nyonya masih sakit ya tuan...?"
tanya Bi Surti sedikit kuatir dengan keadaan Sheela yang masih berbaring di atas kasur.
timpal Sheela dengan senyum dari balik selimutnya.
"Mmm, syukurlah kalau nyonya Sheela udah sembuh..."
sahut Bi Surti dengan senang.
"Iya Bi.."
sahut Sheela.
"Kalau begitu saya permisi dulu Nya.., silahkan di santap makanannya, ntar dingin lagi.."
ucap Bi Surti dengan sopan.
"permisi tuan..."
tambah Bi Surti pada Darren yang sedang duduk di sofa kamarnya.
"Makasi ya Bi..."
ucap Sheela dan Darren hanya mengangguk kepada Bi Surti.
Daren beranjak dari duduknya dan membantu Sheela untuk bangun lalu mengambil sepiring nasi dari mampan yang di bawah oleh Bi Surti.
"Makanlah..."
ucap Darren sambil memegang sendok di tangannya dan ingin menyuapi isterinya.
"Aku bisa sendiri kok yank makannya..
tolak Sheela dengan lembut dan ingin mengambil sendok dari tangan Darren.."
"Yaw udah.., sesuap aja kalau gitu,
aaa...."
__ADS_1
ucap Darren menyuruh Sheela membuka mulutnya dan di turutin oleh Sheela.
Kemudian Sheela menyantap makannya dengan sedikit lahap karena memang dirinya belum makan siang karena ketiduran.
Sedangkan Darren berjalan menuju lemari bajunya dan mengeluarkan beberapa pasang baju jalannya dan di letakkan di atas kasur samping Sheela yang sedang duduk menyantap makanannya.
Sheela nampak bengong sembari mengunyah pelan makanan dalam mulutnya dan pandangan matanya selalu mengekori pergerakan suaminya yang mondar mandir dari lemari hingga ke kasur sembari membawa beberap pasang baju dan terakhir Darren mengambil kopernya lalu mulai menyusun bajunya itu ke dalam koper mini miliknya.
Seketika Sheela meletakkan piringnya ke atas nakas samping kasurnya.
"Honey..., kamu mau kemana sech..!?, ampe bawa koper segala..."
tanya Sheela penasaran dengan wajah cemberut dan menghampiri Darren yang masih saja sibuk menyusun baju2nya kedalam koper.
"Honey....."
panggil Sheela kesal karena Darren belum menjawab pertanyaannya dan duduk tepat di depan Darren.
Darren menoleh ke isterinya yang sudah mulai kesal dengan wajah sendunya.
"Kenapa nggak makan...?"
tanya Darren dan membuat Sheela semakin kesal.
"Gimana mau makan coba.., kamu tiba2 ngesalin gini.."
ketus Sheela sembari mengusap wajah cantiknya yang sudah di aliri oleh air matanya dan berdiri membelakangi Darren.
Darren tidak menyangka kalau Sheela akan menangis saat dirinya mencoba untuk menjahili isterinya tanpa merespon ucapan Sheela dari tadi.
Darren mulai merangkul tubuh isterinya dari depan dan mengusap air mata Sheela dari wajah cantiknya.
"Maaf sayang.., Besok pagi aku harus berangkat ke Bali karena ada urusan mendadak disana.."
bujuk Darren sambil menatap wajah Sheela dengan lekat yang masih saja menangis tersedu-sedu.
Sheela mulai membalas pelukan suaminya dengan melingkarkan ke dua lengannya kepinggang Darren dan mendongakkan kepalanya menatap Darren.
"Berapa lama..?"
tanya Sheela.
"Sekitar satu atau dua hari sayang.., tergantung kerjaan disana.."
jawab Darren.
"Pengen ikut..."
pinta Sheela sambil bergelayut manja di pelukan suaminya.
"Ngga bisa sayang, kamu harus banyak istirahat.., Ntar kalau proyek di sana udah kelar, aku janji akan membawamu kesana untuk berlibur dan sekalian kita berbulan madu disana.."
bujuk Darren agar kesedihan dan rasa kesal Sheela mereda.
"Janji ya..."
sahut Sheela dengan senang karena Darren membahas bulan madu mereka sesuai dengan impiannya sejak dari dulu yang ingin berbulan madu di Bali. Lagian dirinya masih menjalankan ujian praktiknya di rumah sakit yang tinggal beberapa hari lagi.
"Iya sayang.., aku janji.."
jawab Darren.
"Tapi kamu harus makan ya.."
tambah Daren lalu melepas pelukannya dan mulai menyuapi isterinya sampai tak satu pun makanan tersisa di piring Sheela semuanya habis.
Sesudah makan, Sheela mulai membantu suaminya untuk menyusun baju ke dalam koper dan segala keperluan yang di butuhkan oleh Darren di sana.
Tidak terasa malam pun tiba sekitar jam 7 tepat. Sheela menemani Darren untuk makan malam di lantai dasar rumah mereka, lalu kembali lagi ke kamar untuk istirahat setelah seharian melakukan berbagai aktifitas yang menguras tenaga mereka berdua.
Bersambung...
Jangan lupa beri vote, like dan komennya... Biar author lebih semangat lagi nulisnya...
Thank you...
__ADS_1