Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 37


__ADS_3

Kicauan burung terdengar merdu dipagi hari yang cerah di kota Jakarta.


Nampak Sheela mengerjapkan matanya beberapa kali,


Menyesuaikan sinar matahari terang di balik gorden putih tipisnya.


Semburat senyum tipis menghiasi wajahnya yang putih pucat, menyambut datangnya pagi.


Pandangannya teralih saat merasakan tangannya di genggam oleh seseorang,


Sheela terdiam dan melongo karena sedikit kaget.


Nampak sosok pria disampingnya dengan bertelanjang dada masih dengan mata terpejam, aura wajahnya sangat menyegarkan di pandangan Sheela.


Terbayang di benaknya apa yang mereka lakukan semalam yang sangat menguras tenaganya, hingga membuatnya tertidur dengan pulas.


Di lihatnya jam dinding kamar yang sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.


"Astaga.... gue udah telat 1 jam..."


gumam Sheela.


Perlahan Sheela menyibakkan selimut dari tubuhnya dan melepas genggaman Daren dari tangannya.


Namun Daren dengan cepat memindahkan tangannya ke perut ramping isterinya hingga kulit mereka bersentuhan dan kepalanya di benamkan di bahu Sheela.


Sheela terdiam dan sekujur tubuhnya jadi kaku seperti tersengat aliran listrik sambil menutup mulutnya karena kaget dan terasa geli.


"Mau ke mana....?"


tanya Daren dengan suara parau efek baru bangun.


"Mau mandi...."


jawab Sheela lirih.


"Entar aja....., Aku masih ingin memelukmu seperti ini..."


ucap Daren mengeratkan pelukannya pada tubuh Sheela.


"Ada apa dengannya.....?"


pikir Sheela karena baru kali ini Daren bermanja2 dengannya.


"Tapi..., aku harus ke rumah sakit sekarang..."


masih dengan tubuh yang kaku.


"Apa kamu sakit.....?


bagian mana yang sakit....?"


tanya Daren penasaran dan sedikit panik sambil duduk dan memperhatikan bagian tubuh Sheela dari rambut hingga ke ujung kukunya.


Seketika raut wajah Sheela berubah jadi memerah, karena Daren memperhatikan seluruh anggota tubuhnya yang tanpa mengenakan sehelai benang pun.


Spontan Sheela menarik selimut yang ada di sampingnya untuk menutupi tubuh polosnya.


"Hmm..., nggak ada yang sakit..."


sahut Sheela cepat dan menunduk untuk menghindari tatapan Daren padanya.


Seringai nakal mulai menghiasi wajah Daren, Ia sangat menyukai raut wajah Sheela yang malu2 seperti kucing..


"Truss... mau ngapain ke rumah sakit...?"


tanya Daren tambah penasaran karena memang Ia tidak mengetahui kegiatan Sheela selama ini,


yang Daren tahu hanyalah status isterinya sebagai mahasiswa yang hari2nya hanya ke kampus.


"Saya sedang menjalani ujian praktek di Rs. Ibu dan Anak...."


jawab Sheela sambil menatap wajah suaminya.


"Ibu dan Anak...., bukankah itu rumah sakit milik keluarga Harun....?"


pikir Daren.


"Saya harus mandi sekarang..., karena ujian praktek hari ini harus saya ikuti dan menjadi penunjang kinerja saya di masa mendatang...."


ucap Sheela sambil melilitkan selimut di tubuhnya dan berlari kecil ke kamar mandi.


Hati Daren menjadi tidak tenang karena tahu isterinya sedang menjalani ujian praktek di rumah sakit Raka teman sekolahnya dulu di masa SMA.


Namun mereka tidak begitu akrab karena berbeda kelas.

__ADS_1


Hanya ke dua orang tua Daren dan Raka yang berteman sangat akrab.


Waktu itu Daren yang mewakili ayahnya ke pesta ultah Tuan Harun, karena ayahnya sedang berada di LN.


Daren menyenderkan tubuhnya ke sandaran kasur sambil memeriksa email di layar ponselnya.


Hari ini Ia sedang ingin bersantai di rumah saja dan pertama kali dalam hidupnya bisa bermalas-malasan seperti ini.


Entah kenapa, Daren pun bingung sendiri dengan kelakuannya saat ini.


Karena sangat bertolak belakang dengan sifatnya sebagai pekerja keras yang selalu mengutamakan pekerjaannya.


"Hoek... hoek.... hoek... hoek..."


Sheela muntah2 di kamar mandi, sementara itu Daren yang sedang asyik dengan ponselnya teralihkan dengan suara Sheela.


"Hoek... hoek...hoek...hoek....."


Daren beranjak dari ranjangnya menghampiri isterinya namun pintu kamar mandinya terkunci dari dalam.


Tok.tok.tok....


"Sayang......, kamu kenapa.....?"


tanya Daren panik,


"buka pintunya....."


tambahnya.


"Sayang....."


pikir Sheela.


Perasaan Sheela sedikit senang dan sedikit mengobati rasa mualnya karena Daren memanggilnya dengan kata sayang.


"Ya bentar sayang, hoek... hoek... hoek...."


balas Sheela lalu memakai handuk kimononya.


Setelah membuka pintu kamar mandi, Sheela berlari kembali ke wastafel....


"Hoek...hoek....hoek...."


Dirinya terlihat panik.


"Trima kasih sayang....."


ucap Sheela.


"Kita ke rumah sakit sekarang...."


ucap Daren sambil mengangkat tubuh isterinya yang terlihat cukup lemas ke dalam kamar dan membaringkannya di tempat tidur.


"Nggak perlu sayang...., paling bentar lagi sembuh kalau udah istirahat.."


sahut Sheela yakin.


"Baiklah kamu istirahat aja dulu......."


ucap Daren sambil mengambil ponselnya dari nakas lalu keluar dari kamar dan segera menghubungi dokter pribadi keluarga mereka yaitu dokter Rama..


Setelah menelpon Dr. Rama, Daren masuk ke kamar dan di susul oleh Bi Surti di belakangnya, dengan membawa mampan yang berisi segelas air putih dan sepiring sarapan untuk Sheela.


"Nyonya Sheela...., silahkan di makan sarapannya...."


ucap Bi Surti sopan.


"Makasi bi....."


balas Sheela dengan senyum tipisnya.


"Iya nyonya.."


balas Bi Surti lalu pamit keluar.


"Kamu duduk saja...., biar aku yang menyuapimu..."


ucap Daren.


Hati Sheela berbunga2 hingga membuat pipinya jadi merah merona.


Daren pun menyuapinya dengan tulus dan penuh dengan kasih sayang.


Beberapa menit kemudian Dr. Rama masuk ke kamar dan melihat seorang Daren yang Ia kenal sedingin es batu terhadap semua wanita sedang menyuapi isterinya dengan penuh perhatian.

__ADS_1


"Wah2...., bagaimana mungkin seorang Daren yang dingin bisa berubah jadi so sweat begini...?"


seru Dr. Rama dengan senyum lebarnya..


Sheela sangat setuju dengan julukan suaminya yang seperti es balok...


namun Ia tak berani menimpalinya karena takutnya Daren akan marah padanya karena membela orang lain.


Sheela hanya menyambut Dr. Rama dengan senyum karena belum kenal dengan dokter Rama.


"Halo Nyo. Sheela....?"


sapa Dr. Rama.


"Hai juga dok...."


jawab Sheela..


"Kenapa kau lambat sekali....?"


tanya Daren dingin.


"Hey..., santai men..., hanya butuh waktu 20 menit saja aku sudah bisa sampai di sini.."


jawab Dr. Rama.


"Cepat kau periksa keadaan isteriku sekarang..."


perintah Daren...


Dr. Rama hanya geleng2 kepala menanggapi perkataan Daren, Ia tahu betul dengan karakter dan sifat Daren jadi Ia sudah terbiasa.


Dr. Rama mulai memeriksa dada Sheela, kemudian ingin beralih ke perut Sheela. Namun spontan Daren mencegatnya dan menutupi tubuh isterinya dengan selimut dan menampakkan wajah garangnya.


Sheela melongo dan sedikit malu pada dokter Rama karena suaminya yang super posesif..


"Hey..., bagaimana saya tahu keadaan isteri anda kalau begini....."


tanya Dr. Rama yang disertai tawa renyah..


"Iya sayang..., dokter Rama harus memeriksa bagaimana keadaan perut saya saat ini.."


timpal Sheela dengan rayuannya.


Akhirnya hati Daren luluh karena saran isterinya..


Dr. Rama kemudian kembali memeriksa kondisi Sheela.


Senyum pun terpancar bibir Dr. Rama yang semakin membuat Daren tambah penasaran.


"Bagaimana keadaan isteri saya....?"


tanya Daren dengan dahi mengkerut.


"Selamat buat anda karena isteri anda sedang hamil 1 bulan..."


Wajah Daren berubah seketika, semburat senyum terpancar dari bibirnya kini.


Ia sangat terharu sekaligus bahagia karena sebentar lagi Ia akan mempunyai seorang anak yang belum di ketahui seorang putra atau putri.


namun Ia sangat mendambakan seorang putra sebagai anak sulung mereka nantinya.


Begitu pun dengan Sheela, Ia sangat bersyukur karena bisa memberi keturunan pada suaminya dan cucu buat orang tua mereka.


terlebih untuk dirinya sendiri.


Dr. Rama pun turut bahagia dan segera pamit dari hadapan mereka.


Ia tidak ingin berlama2 menggangu kebahagiaan Daren dan isterinya.


"Trima kasih dok...."


ucap Sheela dengan senyumnya.


"Sama2.."


balas Dr. Rama.


***********


Bersambung............


Jangan lupa vote, komen and likenya ya....


Terima kasih.....

__ADS_1


__ADS_2