
Usai ngobrol dengan isterinya melalui panggilan telfon, Darren langsung bersiap siap dan segera menghampiri Haris yang sedang menunggu disofa depan TV.
Selang beberapa menit, Emelly pun keluar dari toilet.
Wajahnya nampak lemas, Ia berjalan kearah sofa, sembari mengelus perutnya.
Darren dan Haris pun menjadi heran dan nampak cemas melihat keadaan Emelly.
"Ada apa Mel..?
Apa kau sakit..?"
tanya Darren.
"Ngga tau nech,
Perutku tiba tiba jadi mules.!
Pengennya Bab trus."
sahutnya dengan wajah pucat.
"Yawdah, kamu duduk aja dulu!
Aku akan pergi mencari obat untukmu."
Timpal Haris sembari berdiri.
"Ngga perlu, Aku ada obat didalam koper."
ucapnya sembari berdiri pergi mengambil obat tersebut.
Emelly pun duduk di samping Haris, dan tak berapa lama Darren sudah datang membawa obatnya dengan sebotol air mineral ditangannya, lalu menyodorkannya ke hadapan Emelly.
"Nech, obatnya bisa langsung diminum sebelum makan.!
Isteriku slalu siapkan setiap kali aku bepergian.!"
"Wah. Isteri tuan muda sangat perhatian.!"
ucap Haris dalam hati.
"Makasih ya, buat perhatian kalian berdua."
ucap Emelly sembari mengambil obat dan air minum itu.
"Ngga masalah, itu sudah menjadi tanggung jawab kami, selama kamu masih berada di perusahaan Vincent Group.!"
timpal Haris lagi dengan senyum manisnya kearah Emelly lalu membantu Emelly untuk membukakan tutup botol air mineral itu.
Darren yang melihatnya pun merasa geli. Ini pertama kalinya, Ia melihat Haris tersenyum manis kepada seorang wanita.
Selama ini Haris tidak pernah sekali pun memperlihatkan kekasihnya.
Kemudian Darren melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7.30, sudah waktunya mereka pergi untuk makan malam.
"Mungkin saja mereka sudah tiba.!
pikir Darren dalam hati."
"Kau istirahat aja dikamar.! ntar aku pesankan makanan buat kalian berdua di bawah sana.!"
ucapnya kepada Emelly dan Emelly pun membalasnya dengan anggukan.
Jauh di lubuk hatinya, Emelly berharap Darren yang akan menemani dirinya.
Kemudian Darren menoleh kearah Haris.
"Haris, kau antar Emelly kekamarnya.!
perintahnya lalu beranjak pergi meninggalkan Haris dan Emelly.
"Baik tuan muda.!"
sahut Haris.
Setelah kepergian Darren, Haris mengantar Emelly kekamarnya.
Namun sesampainya dikamar Emelly, Emelly menyuruh Haris keluar.
__ADS_1
Ia tak mau ditemani, namun Haris tetap bersikeras dan tetap berada didalam kamar Emelly.
Haris tak ingin lari dari tanggung jawabnya, sesuai yang diperintahkan oleh bosnya.
"Tidurlah. Aku ngga,kan mengganggu waktu istirahat kamu.!"
ucapnya lalu duduk disofa sembari mencari channel kesukaannya.
Emelly pun berbaring dikasurnya saat Haris berjalan kesofa.
Emelly hanya bisa pasrah dan menuruti perkataan Haris.
Selang beberapa menit, makanan mereka pun tiba dan diantar oleh dua orang pelayan resto hotel.
Setelah meletakkannya di atas nakas, kedua pelayan keluar dari kamar itu.
"Makanlah, selagi hangat.!
tawar Haris.
"Hmmm, aku mau istirahat sebentar.!"
sahutnya.
Baiklah.!
sahut Haris, lalu mengambil sepiring nasi putih miliknya dan sebagian lauk untuk Ia makan.
Karena cacing didalam perutnya sudah mulai berdemo, minta diberi makan dengan segera.
Saat ini Darren dan kedua tamu undangannya, sedang makan malam bersama.
Setelah makan, mereka berbincang bincang sebentar mengenai masalah kerjaan dan setelah itu mereka berdua kembali kerumah mereka masing masing.
Sebelumnya Darren menjanjikan mereka untuk memberikan bonus kepada mereka berdua dan juga kepada seluruh karyawan yang bekerja dalam anak perusahaannya itu.
Mereka pun pulang dengan hati yang senang dan akan memberikan kabar yang menggembirakan buat seluruh karyawan2 bawahannya esok hari.
Begitu pun dengan Darren, Ia langsung kembali kekamarnya.
Namun sebelum itu, Ia menghubungi sekertaris Haris untuk menanyakan keadaan Emelly.
Darren merasa lega, lalu masuk kekamarnya untuk istirahat.
Sebelum tidur, Haris mengecek email di ponselnya.
Ia berharap, ada pesan untuknya dari Sheela.
Namun tak ada satu pun tertera disana.
Ada perasaan sedikit kecewa dihatinya, karena Sheela tak mengirimi pesan saat ingin tidur dan sebagai pengantar tidur untuknya.
Ia merasa jika Sheela tak merindukan dirinya.
Selama ini, Ia dan Sheela sangat jarang berjauhan.
Darren sudah terbiasa memeluk isterinya sebelum tertidur.
Sehingga Ia sangat merindukan aroma dari tubuh isterinya itu.
Kemudian Ia menghubungi isterinya melalui pesan.
"My Honey....., udah bobo blom.?!?"
pesan terkirim.
"Blom."
balasnya dengan singkat, sehingga Darren tak membalasnya.
"Helow, napa ngga dibales.?!?"
tambahnya.
"Malas.!"
balasnya.
"What.! why....?"
__ADS_1
balas Sheela.
Darren masih saja menahan dirinya untuk membalas pesan dari isterinya.
Karena tak kunjung di balas, Sheela langsung menghubungi dirinya.
Panggilan masuk dari isterinya sudah menari nari dilayar ponselnya.
Namun Darren tak mengangkatnya.
Entah apa yang merasuki dirinya saat ini.
Sheela pun merasa aneh dengan tingkah suaminya yang kadang membuatnya bingung.
Sifat suaminya itu sedikit kekanak kanakan, kadang suka bikin kesal dan menjengkelkan.
Kemudian Sheela mengirim berbagai gambar emotion sebagai rasa penasaran akan sifat suaminya yang datang datangan dan terakhirnya dengan emotion jengkel, karena Darren tak kunjung membalas pesannya.
Sembari melihat gambar emotion dari isterinya, Darren terkekeh lalu segera menghubunginya melalui video call.
Takutnya Sheela ikutan ngambek karena merasa kesal padanya.
Setelah nada pertama, Sheela mengangkat panggilan dari suaminya itu.
Dengan wajah jutek dan kesal Sheela tunjukkan dilayar ponselnya saat panggilan video tersambung tanpa mengeluarkan satu kata pun.
Darren hanya terkekeh dibuatnya.
"Napa mami ngga pernah nelpon bahkan kirim pesan sama papi hari ini.!?!"
Hari ini papi udah salah makan ya.!
sahut Sheela dengan ketus.
Namun Darren hanya terkekeh dan senyum2 gemas melihat mimik isterinya yang sedang terlihat kesal.
"Tadi kan udah.!
baru dua jam yàng lalu.!"
lanjutnya.
"Itukan papi yang hubungi mami duluan.!"
sahut Darren membuat Sheela melongo dan bengong mendengar ucapan suaminya.
"Coba kalau papi ngga nelpon mami, pasti mami ngga bakalan hubungi papi juga kan.?"
lanjutnya.
"His..., papi napa sech hari ini.
Aneh dech.!"
sahut Sheela.
"Yawudah, mami tidur aja kalau gitu.
Biar papi yang ANEH ini ngga ngeganggu lagi.!"
ucap Darren dengan menekankan kata Aneh lalu mengakhiri panggilannya.
Sheela pun semakin bengong dan merasa lucu dengan tingkah suaminya yang sedang ngambek.
Kemudian Ia mengirim emotion maaf dan mengirim gambar love, agar Darren tidak ngambek lagi.
Lalu mengakhirinya dengan mengirim gambarnya sendiri,
yang sedang berbaring sembari memeluk guling dan dilengkapi dengan kiss dari bibir seksinya Dan
benar saja,
Darren pun langsung membalasnya dan ikut mengirim foto dirinya dengan bertelanjang dada dan bercelana pendek yang sedikit memperlihatkan gundukan adik kecilnya disana.
"Adik kecil papi sangat kangen sama mami.!"
Sheela hanya terkekeh geli dan merasa lucu.
Kemudian mereka tertidur dengan pulas, walau pun mereka berjauhan.
__ADS_1
"Bersambung...."