Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 62


__ADS_3

Setelah makan malam, pak Richard dan Emelly anaknya kembali kehotel tempat mereka nginap.


Sedangkan Darren berada diruangan fitnesnya dan Sheela berada di kamarnya, sedang menyiapkan tugas kuliahnya yang sudah mulai menumpuk.


Karena selama sebulan lebih, Ia jarang sekali mengerjakan tugas kuliahnya itu, sesuai arahan Darren.


Darren tak ingin isterinya terlalu stress, Ia selalu memantau aktifitas dan keadaan isterinya, agar bayi dalam kandungan Sheela baik2 saja beserta ibunya.


Itulah menjadi harapan Darren saat ini.


Saat ini Sheela duduk sembari menatap laptopnya.


Namun pikirannya melayang kemana- mana.


Ia memikirkan wanita tadi, yang bernama Emelly.


Apalagi saat Ia mendapati Emelly selalu tersenyum manis kepada suaminya.


Tak berapa lama, Darren masuk kekamar dengan mengenakan baju singletnya yang terlihat basah karena keringatnya, masih lengkap dengan handuk kecil dipundaknya.


Seketika pikiran Sheela jadi buyar dan menolehkan wajahnya kearah suaminya, lalu menyiratkan senyuman tipisnya saat Darren memandangi dirinya, yang sedang berjalan ke arah kamar mandi.


Kemudian Sheela kembali menyelesaikan tugas kuliahnya itu, agar Ia dapat beristirahat dengan cepat, sebelum Darren menegurnya saat keluar dari kamar mandi.


Setengah jam kemudian, Darren sudah selesai membersihkan tubuhnya dan kembali kekamar.


Ia mendapati isterinya, masih menatap layar laptop dan sesekali menulis di buku tulisnya.


Ia pun segera mengenakan baju tidurnya lalu menghampiri isterinya.


"Waktunya tidur sayang."


ucap Darren dengan lirih dan ingin menutup laptop Sheela, namun Sheela menolaknya dengan halus.


Karena Ia merasa tanggung, dengan tugasnya yang tinggal sedikit lagi akan kelar.


"Dikit lagi Pi.!


Mami janji akan tidur lebih awal setelah ini."


janji Sheela dengan manja sambil memperlihatkan tugasnya di laptop.


"Baiklah..., Papi akan nungguin mami di sofa."


ucapnya lalu beranjak dan berbaring di sofa sambil memainkan ponselnya dan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Darren sudah mulai menguap karena mengantuk.


Ia bangun dari sofa dan duduk sebentar sambil menoleh kearah isterinya yang masih sibuk menatap layar laptopnya.


"Mami, tidur yuk..!"


pekik Darren dengan pelan.

__ADS_1


"Ya bentar lagi Pi.!"


sahut Sheela.


Seketika Darren berdiri dan segera menghampiri Sheela, lalu menutup paksa laptop isterinya karena kesal.


Membuat Sheela terkejut.


Setelah itu, Darren beranjak ke tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya dibalik selimut tebal.


Tanpa menoleh kearah Sheela yang sedang terlihat kesal karena tugasnya sebentar lagi kelar dan ternyata, besok hari, Ia harus menyerahkan tugasnya itu.


Namun, walaupun dalam keadaan kesal.


Sheela tetap menyusul suaminya ketempat tidur dengan segera setelah merapikan meja belajarnya.


Kini Sheela berbaring di sisi kiri suaminya yang sudah tertidur pulas.


Dengan sengaja Darren merentangkan tangan kirinya, agar Sheela mau membaringkan kepalanya dilengan Darren.


Namun Sheela lebih memilih bantal kepalanya yang selalu menemani dirinya semenjak mereka pindah kemansion.


Karena Ia tidak ingin mengganggu waktu istirahat Darren.


Saat dirinya mulai mengantuk dan ingin menutup kedua matanya, tiba2 Ia mendengar suara ponsel suaminya berbunyi tanda pesan masuk.


Sesaat Sheela menoleh pelan kearah suaminya yang sudah tertidur pulas dan mengeluarkan suara dengkuran halus dari mulutnya.


Ini pertama kalinya, Ia kepo dan ingin memeriksa pesan masuk suaminya.


Entah apa yang mempengaruhi otaknya saat ini.


Dengan hati2, Sheela membuka kunci layar ponsel suaminya yang memang tanpa menggunakan Pin dan tentunya, Sheela sangat merasa beruntung.


Kemudian Ia memeriksa tanda pesan masuk yang ternyata dari seorang wanita yang bernama Emelly.


Yang berbunyi: Makasih ya buat undangan makan malamnya.


Saya harap kamu tidak pernah bosan mengajak saya untuk makan malam bersama di rumah kamu.


Seketika jantung Sheela mulai berdebar dengan kencang dan tidak karuan.


Ia meletakkan ponsel suaminya keatas nakas, seperti semula dengan letak posisinya.


Sheela kembali membaringkan tubuhnya sambil membelakangi suaminya.


Berapa lama Emelly tinggal di Indonesia, dan untuk apa tujuannya datang ke Indonesia.


Sampai sekarang, Darren belum memberitahukan dirinya.


Padahal Darren sudah janji untuk memberitahukannya lebih detail lagi tentang kedatangan Emelly.


"Mungkin saja Darren belum sempat mengatakannya."

__ADS_1


pikir Sheela dalam hati lalu mulai menutup kedua matanya.


"Gue ngga boleh curiga dulu,


Sebelum ngga ada bukti.


Gue yakin, Darren ngga akan termakan oleh rayuan wanita lain."


tambah Sheela meyakinkan dirinya sendiri.


Tiba2 Sheela merasakan sentuhan tangan yang mulai memeluk tubuhnya dari arah belakang.


Pelukan suaminya itu, membuat pikirannya jadi tenang dan menghangati tubuhnya.


Sheela sempat kaget, namun Ia tetap diam tanpa bergerak sama sekali dan membiarkan Darren mendekap tubuhnya.


Akhirnya mereka berdua tertidur dengan pulas.


Melewati malam yang begitu panjang hingga pagi hari yang cerah datang menjemput.


Kini jam menunjukkan pukul 06.00, pagi.


Sheela terbangun dari tidurnya dan segera membasuh wajahnya ke kamar mandi.


Setelah itu, Sheela membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas ditempat tidur.


Darren pun bergegas bangun dan langsung kekamar mandi.


Seperti biasanya, Sheela selalu menyiapkan baju kantor suaminya yang lengkap dengan pakaian dalam.


Setelah itu, Ia keluar dari kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan keatas meja.


Pelayan2 dirumahnya sempat menolak, jika Sheela ikut menghidangkan makanan keatas meja makan.


Namun Sheela tetap bersih keras ingin melakukannya dan akhirnya pelayan2 pun membiarkan nyonya mereka untuk menghidangkan makanan keatas meja.


Sebagai isteri, Sheela juga ingin melaksanakan kewajibannya untuk melayani suaminya itu secara keseluruhan.


Walaupun hanya sesekali, itu sudah membuat dirinya menjadi senang dan puas.


Pelayan2 dirumah ini, merasa kagum dan takjub akan isteri majikannya yang begitu sopan, ramah dan lembut saat berbicara kepada mereka.


Mereka sangat bersyukur bisa mendapatkan majikan yang baik seperti Darren dan Sheela.


Bersambung.....


Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75.


Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa dan Virus Corona cepat berlalu dari Negara kita tercinta.


Bahkan dari seluruh dunia.


Amien........

__ADS_1


__ADS_2