Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 69


__ADS_3

Pagi2 sekali Emelly bangun dari tidurnya.


Keadaannya sekarang sudah membaik dan kini Ia sedang membasuh dirinya di dalam kamar mandi.


Begitu pun dengan Darren dan sekertaris Haris, mereka berdua sudah berkemas dan siap untuk meninggalkan hotel.


Sembari menunggu Emelly, Darren dan Haris menikmati sarapan pagi mereka dikamar Darren.


Karena sebagai sekertaris, Haris selalu stand bye untuk menyiapkan segala kebutuhan tuan mudanya sebelum melanjutkan perjalanan mereka hari ini.


Menjelang siang pun tiba, Darren beserta Emelly dan sekertaris Haris sudah melanjutkan perjalanannnya ke anak perusahaan milik keluarga Darren yang lainnya.


Hanya butuh setengah jam, mereka sudah tiba dikota S, setelah menaiki helikopter pribadi Darren.


Seperti biasanya, mereka bertiga langsung ke hotel dikota tersebut, untuk beristirahat sejenak.


********


Di Mansion.


Saat ini Sheela sedang bersantai di taman samping rumahnya, setelah berjalan mengelilingi kebun sayur dan kebun buah mereka disekitar area mansion.


Bi Surti pun selalu setia menemani dirinya.


Sheela merasa jenuh bila harus berkurung diri didalam kamar, sesuai anjuran suaminya.


Sembari duduk di kursi dalam taman, Sheela mengambil ponsel miliknya yang Ia letakkan di atas meja dihadapannya.


Sheela mengotak atik ponselnya dan me ncari tahu tentang olahraga khusus untuk ibu ibu hamil yang dapat menyehatkan bayi beserta ibunya dan menambah stamina untuk ibu hamil.


Usia kandungannya kini sudah menginjak enam bulan. Sheela membutuhkan olahraga yang tepat khusus untuk ibu hamil seperti dirinya. Karena seringkali Sheela merasakan pegal dibagian pinggul dan belakangnya.


Kini Sheela menemukan apa yang Ia cari, yaitu kelas senam untuk ibu hamil.


Lokasinya cukup dekat dari kediaman mereka, hanya butuh 20 menit dari mansion.


Kemudian Sheela menghubungi suaminya melalui panggilan video call.


Sheela ingin meminta ijin dan mendapat persetujuan dari suaminya itu, agar dirinya bisa mengikuti kelas senam ibu hamil.


Panggilan pun tersambung.


"Halo sayang,


kangen ya sama papi.!?!"


goda Darren.

__ADS_1


Sheela hanya menyambut perkataan suaminya itu, dengan anggukan disertai senyuman manisnya yang dapat mendebarkan jantung Darren.


Kemudian Sheela mengatakan apa yang ingin Ia sampaikan karena suaminya sedang ingin beristirahat sebentar sebelum berkunjung ke anak perusahaannya.


Setelah mendengarkan perkataan isterinya, Darren pun menyetujuinya.


Demi kesehatan dan untuk menambah stamina isterinya saat melahirkan nantinya.


Sheela pun mengakhiri panggilan video callnya dan membiarkan Darren untuk istirahat.


Hatinya sangat senang dan lega, karena suaminya menyetujui permintaannya itu.


Kemudian Sheela bergegas bangkit dari duduknya.


Ia masuk kedalam rumahnya, lalu naik ke atas kamarnya.


Namun sebelumnya, Sheela menyuruh sopirnya dan Bi Surti bersiap siap, untuk mengantar dan menemaninya ke toko baju olahraga, yang khusus untuk menjual berbagai keperluan ibu ibu hamil.


Setelah mengganti baju rumahnya dengan baju jalan, Sheela segera turun dari kamarnya menuju teras rumahnya.


Dirinya sudah disambut oleh sopir dan Bi Surti.


Mereka bertiga pun langsung berangkat menuju toko yang ingin mereka tuju.


Sesampainya ditoko itu, Sheela langsung memilah milah baju yang cocok untuk usia kandungannya dan pas ditubuhnya.


Pak Budi dan Bi Surti merasa sungkan dan sempat menolak ajakan majikannya ke dalam Resto, namun Sheela tetap bersikeras untuk mengajak mereka berdua.


Apalagi saat ini mereka berdua, duduk semeja dengan Sheela di dalam Resto itu.


Mereka berdua terlihat sangat canggung.


Sheela pun menyadari akan hal itu, kemudian Ia berpindah tempat ke arah pojok Resto, agar pak Budi dan Bi Surti merasa leluasa dan nyaman untuk menyantap hidangan yang sebentar lagi di hidangkan oleh para pelayan Resto.


Beberapa menit kemudian, makanan yang Sheela pesan pun sudah disajikan keatas meja pak Budi dan Bi Surti.


Kemudian para pelayan itu beralih kemeja tempat Sheela duduk untuk mengantar makanan favorit Sheela, yaitu sop jagung ala ibu hamil.


Sembari makan, tiba tiba seseorang datang menyapa Sheela di tempat meja makannya dan menyebut namanya.


"Hey kamu Sheela kan.?!?"


Sheela merasa sedikit kaget dan penasaran dengan seorang pria yang sedang menyapa dan mengenali dirinya.


"Iya. Benar, nama saya Sheela.!


dan maaf, kamu ini siapa ya.?"

__ADS_1


sahut Sheela dengan senyum tipisnya.


"Saya Nisa jenk.! teman masa SMA dulu.!"


seru pria tersebut dengan senyum sumringah karena merasa senang bisa bertemu Sheela, yang merupakan gadis terpopuler saat jaman SMA dulu.


Ya. Sheela memang sangat terkenal disekolahnya dulu. Selain gadis tercantik, Ia juga sangat pandai dan selalu menjadi juara kelas dalam kelasnya.


"Nisa.! Dennis kan nama kamu.!""


Sheela terkekeh sejenak, mengingat betul pria dihadapannya kini.


Pria yang tampan namun terlihat sedikit gemulai saat berbicara.


Pak Budi dan Bi Surti hanya terdiam dimeja makan mereka, sembari mengawasi dan menjaga majikan mereka.


"Iya jenk Sheela. Ngomong ngomong jenk Sheela sedang hamil ya dan berapa bulan.!?!"


tanya Nissa alias Dennis.


"Iya, sekarang udah menginjak 6 bulan."


sahutnya.


"Btw, Jenk Sheela sudah mengikuti kelas


senam ibu hamil ngga.!?"


tanyanya.


Kemudian Sheela menjelaskan semuanya kepada Nissa, kalau dirinya sudah mendaftarkan diri kekelas senam dan menyebutkan nama tempat dirinya mendaftar.


Nissa alias Dennis hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Sheela, membuat Sheela terheran heran.


Namun saat mereka sedang berbincang, ponsel


Dennis tiba tiba berbunyi.


Dennis menatap layar ponselnya sebentar lalu mengangkatnya sembari pamit pergi meninggalkan Sheela.


"Sampai jumpa besok ya.!?"


Sheela sempat penasaran namun Ia tetap melanjutkan makannya sampai habis.


Kemudian menghampiri pak Budi dan Bi Surti yang juga sudah slesai dan sedang menunggu dirinya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2