Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 55


__ADS_3

Kini siang berganti malam hingga menyambut datangnya sang mentari di pagi hari yang sangat terlihat cerah.


Kicauan burung2 mulai terdengar merdu dari atas pepohonan yang rindang, yang ada disekitar mansion.


Sheela terbangun dari tidurnya saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.


Ketika Ia bangun, Darren sudah tidak berada disampingnya.


Kemudian Ia duduk di tepi kasurnya dengan kaki dipijakkan ke lantai, sembari mengikat rambut panjangnya yang terlihat kusut dan berantakan.


Setelah itu, Ia mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi hendak membasuh wajahnya.


Namun tiba2 langkahnya terhenti saat mendengar bunyi gemercik air dari dalam kamar mandi.


Sheela pun beranjak ke arah lemari untuk menyiapkan sepasang baju ganti untuk Darren dan diletakkan diatas kasur.


Tak lama kemudian, saat Sheela baru mendaratkan bokongnya ditepi ranjang, Darren sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan bertelanjang dada dan handuknya di lilitkan dipinggang.


Seketika Sheela beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi. Saat berjalan, Ia hanya melempar senyum manisnya kepada Darren saat mereka berpapasan, membuat Darren terpesona.


Di tambah gaun yang dikenakan oleh Sheela saat ini terlihat sangat seksi.


Panjang gaunnya diatas lutut dan sangat tipis. Hingga mempertontonkan tubuh seksinya dan perut buncitnya yang membuat hasrat Darren bergejolak.


Tanpa Sheela duga, tiba2 saja Darren mengikutinya dari belakang.


Saat Sheela berbalik dan ingin menutup pintu, dengan cepat Darren menahan pintu itu dengan kaki kanannya.


Sontak Sheela terperanjat kaget sambil memegang dadanya dengan kedua tangan.


Tanpa berucap, sontak Darren meraih tubuh isterinya dengan melingkarkan kedua lengannya dipinggang Sheela hingga tubuh Sheela merapat ketubuhnya.


Sesaat Sheela merasakan sesuatu dibawah sana semacam benda keras yang menempel di perutnya.


Ya, adik kecil Darren sedang berdiri tegak dibawah sana yang siap masuk ke sarangnya.


Perlahan Sheela mendorong tubuh Darren dengan jemari kanannya, namun Darren semakin memperat pelukannya.


"Biarkan papi memelukmu sebentar..."


bisiknya di telinga Sheela.


Sheela hanya terdiam membisu dalam dekapan suaminya itu sembari mendongakkan kepalanya untuk melihat raut wajah suaminya yang nampak menahan sesuatu yang terpendam.


Sheela merasakan hembusan nafas Darren seakan menggelitik dan membuat bulu kuduknya berdiri hingga membuatnya merinding kegelian.


Darren mengernyitkan kedua matanya menatap wajah Sheela yang tersenyum manis padanya.


"Apa ada yang lucu diwajahku...?"


tanyanya lalu mengecup kening Sheela dengan lembut ketika Sheela berhenti menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaaan Darren.


"Bolehkah papi menjenguk bayi kita didalam perut mami...?"


ucapnya membuat Sheela berfikir keras karena kurang mengerti dengan ucapan Darren.


"Papi kangen, pengen bercinta dengan mami.!"


lanjutnya dengan pelan.


"Deg..deg..deg..."


seketika jantung Sheela berdetak kencang. Begitu pun dengan raut wajahnya perlahan berubah menjadi merah merona mendengar ucapan suaminya.


Sheela menganggukkan kepalanya lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Darren yang sekeras batu sembari tersenyum malu.


"Kalau papi pengen.., ngga usah tanya mami gitu dong pi.! mami malu."

__ADS_1


ucapnya lirih dengan sedikit manja.


"Mami akan selalu siap bila papi ingin bercinta dengan mami.."


lanjutnya membuat Darren menyeringai.


"Tiap hari boleh dong ya...!?"


canda Darren menggoda isterinya.


Sontak Sheela menengadahkan kepalanya menatap wajah suaminya.


"No.! mami ngga sanggup bila tiap hari ber........"


"Hmmm.., baiklah. Tapi..! dalam


sehari dua kali ya..!?"


ucapnya memotong pembicaraan Sheela dan tiba2 mengangkat tubuh Sheela ke tempat tidur.


Tanpa menunggu lama, setelah Darren membaringkan tubuh isterinya ke kasur.


Perlahan Darren menindih tubuh Sheela tanpa menyakiti perut buncitnya. Dengan tumpuan kedua lututnya mengapit pinggang Sheela.


"Papi kangen.."


ucapnya lirih menatap mata Sheela.


"Mami too..."


jawabnya dengan lirih dan manja sembari mengelus dada bidang Darren menggunakan jemari lentiknya hingga ke perut sispeknya yang berbentuk roti sobek itu membuat nafsu Darren semakin bertambah dan menggebu-gebu.


"Benarkah..!?"


bisik Darren sembari menggigit telinga Sheela dengan pelan.


Disaat nafsu Darren meningkat. Tiba2 Sheela mendorong tubuh suaminya dengan perlahan dan mengucapkan sesuatu. Seketika Darren menghentikan aksinya dan berbaring di kasur dengan posisi tengkurap menindih dede kecilnya yang sudah mengeras seperti batu namun perlahan menjadi layu seperti terong bakar.


Hampir satu jam Sheela berada di dalam kamar mandi. Karena sebelum keluar, Sheela menyikat giginya terlebih dahulu lalu membasuh wajahnya.


Kini Ia kembali ke kamar dan menghampiri suaminya yang sudah rapi dengan baju kemeja putih dipadukan celana panjang hitamnya sembari duduk di sofa dan sibuk dengan ponselnya.


"Papi mau ngantor hari ini...?"


ucap Sheela saat Darren menoleh kearahnya.


"Iya sayang.., hari ini papi banyak kerjaan dan seperti janji papi kemarin, kalau hari ini papi akan mampir ke kampus dan sekalian ke rumah sakit tempat mami praktek."


jelasnya saat Sheela berdiri di depannya.


Saat Sheela ingin duduk disebelah suaminya, sontak Darren menarik lengan isterinya dengan perlahan dan menyuruhnya duduk dipangkuannya.


"Percuma dong mami siapin baju ganti papi..!


ucap Sheela.


Tanpa mengubris ucapan Sheela, Darren malah mengeratkan pelukannya ketubuh Sheela dan berbisik ditelinga Sheela.


"Ntar malam kita lanjutin ya..."


Seketika wajah Sheela memerah.


"Dasar otak mesum..."


ejek Sheela sambil menoel pinggul Darren hingga membuat Darren terkekeh kegelian.


"Tapi mami suka kan..."

__ADS_1


balasnya sembari menggigit pundak Sheela membuat Sheela merintih kesakitan.


"Papi.! auw, sakit tau..."


pekiknya, namun Darren semakin usil dan terus saja menjahili dirinya.


Kini Darren menyentuh area favoritnya ditubuh Sheela, membuat Sheela meronta- ronta kegelian dipangkuan Darren, hingga membangunkan dede kecil Darren.


Seketika Sheela terdiam mematung dipangkuan Darren saat merasakan ada gundukan kecil seperti mengganjal bokongnya.


Dengan perlahan Sheela berdiri, namun sontak Darren menahan pinggul Sheela dengan kedua tangannya.


"Mau kemana..? mami harus tanggung jawab..!"


bisiknya lalu menyenderkan wajahnya dibelakang Sheela.


Sheela pun hanya terdiam membisu dan tanpa adanya penolakan.


Jauh dilubuk hati Sheela yang paling dalam, Ia juga sangat menginginkan hal itu dan merindukan belaian dan sentuhan- sentuhan hangat dari suaminya.


Tanpa menunggu lama, Darren langsung melanjutkan aksinya yang sempat tertunda sebentar tadi.


Kini yang terdengar hanyalah desahan2 dan lenguhan nikmat memenuhi seluruh sudut ruangan kamar kedua sejoli yang dimabuk asmara.


Darren melakukannya secara lembut. Dia tidak ingin berlama- lama karena mengingat keadaan isterinya saat ini.


Hanya butuh setengah jam, pergulatan mereka telah berakhir.


Setelah berbenah mengumpulkan pakaian mereka yang berserakan di bawah lantai dan membersihkan tubuh mereka dikamar mandi,


Sheela dan Darren duduk di sofa menikmati sarapan paginya yang sudah tersedia di atas meja yang ada di kamar mereka.


Saat mereka mandi, Bi Surti yang mengantarkan sarapan pagi mereka.


Setelah sarapan dan pamit pada isterinya, Darren bergegas pergi kekantor dan melakukan berbagai aktifitasnya diluar kantor yang begitu padat hari ini.


Yaitu


mampir ke rumah sakit, kampus Sheela, ke kantor polisi untuk mengurus berkasnya yang sempat tertunda kemarin sebagai saksi sekaligus korban dari kejahatan Sarah, Helena dan para preman2 itu.


Kali ini Darren benar2 memenjarakan Helena dan Sarah agar mereka ada efek jera atas kejahatannya itu.


Setelah itu, tak lupa juga Darren mampir ke kampung Mbah akung.


Warga setempat pun menyambut kedatangan Darren.


Mereka sangat berterima kasih dan bersyukur karena para preman yang meresahkan mereka boleh tertangkap, hingga tidak ada lagi yang mengganggu dan merampas paksa hasil pertanian penduduk setempat.


Darren berjanji akan membantu perekonomian warga setempat dengan memberikan mereka beberapa alat pertanian yang modern dan super canggih untuk menunjang hasil panen mereka kedepannya.


Bantuan yang diberikan kepada mbah akung pun sangat banyak. Darren merenovasi rumah mbah Akung dan melengakapinya dengan fasilitas2 yang mewah.


Mbah Akung sempat menolaknya namun Darren bersikukuh dan tetap melakukannya. Sebagai wujud rasa syukur dan terima kasihnya kepada Mbah Akung, yang sudah menyelamatkan isteri dan calon bayinya.


Bagi Darren bantuannya itu tidak sepadan dengan nyawa isteri dan calon anaknya.


Darren pun menyumbangkan sumber penerangan listrik bagi penduduk setempat, mulai dari pagi hingga malam hari.


Dari kejadian yang menimpa Sheela beberapa hari yang lalu, sangat membawa banyak kebaikan dan perubahan besar bagi warga setempat yang sangat jauh dari keramaian itu.


Ya.., jika di pikir- pikir, segala sesuatu peristiwa atau kejadian yang menimpa hidup kita, pribadi lepas pribadi, di balik semua itu ada rencana yang baik dan rancangan indah dari Tuhan.


Tuhan tidak mungkin memberikan kita cobaan yang melebihi dari kemampuan kita sebagai manusia.


Bersambung....


Jangan lupa beri like, komen and votenya ya...

__ADS_1


Thank you yang udah setia membaca karya Author...


Salam "Halu" buat semua...


__ADS_2