
Di pagi yang cerah ini, Darren sudah rapi dengan setelan jasnya yang berwarna hitam, lengkap dengan dasinya yang melekat di kerah kemeja putihnya.
Saat ini,
Ia dan Sheela sedang sarapan bersama di meja makan dekat dapur.
Sesudah sarapan, Sheela mengantar suaminya yang hendak kekantor sampai keteras depan rumah mereka.
Di luar sana kendaraannya sudah terparkir dan siap untuk Darren kendarai. Itu sudah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh Pak Budi tiap harinya untuk selalu menyiapkan mobil yang akan Darren gunakan, saat Ia hendak ke kantor.
Tiba didepan teras rumah, Pak Budi sudah menyambut mereka dengan senyum khasnya yang selalu tersenyum ramah kepada kedua majikannya itu.
Sembari menyerahkan kunci mobil kepada Darren.
Keduanya pun tersenyum tipis membalas senyuman pak Budi.
Kemudian,
Darren menoleh ke arah isterinya sebentar, yang sedang bergandeng dilengannya.
Lalu
membisikkan sesuatu ditelinga Sheela, membuat wajah putih Sheela berubah seketika menjadi merah merona dan terlihat risih.
Karena
ada pak Budi yang melihatnya.
Walau kenyataannya, mustahil jika pak Budi bisa mendengar bisikan dari suaminya itu.
"Dasar otak mesum..."
gumam Sheela dalam hati sembari melototi suaminya yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajamnya namun bisa menghanyutkan jantung Sheela.
Saat itu juga, pak Budi beranjak pergi kehalaman depan.
Ia sengaja menjauh agar tidak menjadi pengganggu dan obat nyamuk bagi kedua majikannya yang sedang dimabuk cinta.
Sebelum berangkat kerja, Darren mengecup kening isterinya terlebih dahulu, kemudian beralih kebibir ranum Sheela.
Karena tidak ada siapa2 di sekitar mereka saat ini, Darren ******* sebentar bibir isterinya serta memeluk tubuhnya dengan erat.
Sheela pun menikmatinya dan menyambut pelukan hangat dari suaminya itu dengan senang sambil terkekeh kecil karena Darren sempat meramas bokongnya sebentar lalu mengelus perut buncitnya.
Setelah puas Menggoda isterinya, Darren naik ke atas mobilnya dan segera mengemudikan kendaraannya menuju kantor.
Setibanya dikantor, Darren sudah di sambut oleh Emelly dan sekertaris Haris didepan lobby pintu masuk.
Mereka bertiga segera naik ke lantai atas, setelah bertegur sapa.
Para karyawan sedikit penasaran dengan kehadiran Emelly di perusahaan itu, sebagian dari mereka merasa takjub melihat kecantikan wanita yang belum mereka kenal.
Terutama kaum pria, mereka memuji paras cantik dari Emelly. Selain cantik, postur tubuh dan cara jalannya bak model yang sedang berlenggak lenggok di atas panggung.
Boleh dikata Emelly itu merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna dipemandangan kaum hawa.
Mereka sempat bertanya- tanya karena merasa penasaran dengan wanita itu.
Terutama para karyawan wanita.
Beberapa diantara mereka menebak jika Emelly adalah isteri dari bos mereka.
__ADS_1
Karena sampai saat ini mereka belum mengetahui siapa dan wanita mana yang menjadi isteri dari bos tampan mereka selama ini.
Mereka hanya mendengar dari mulut ke mulut dari beberapa karyawan setempat, jika isteri dari bos mereka itu berparas cantik rupawan.
Karena saat pernikahan Darren dan Sheela tidak dipublikasikan.
Hanya sebagian dari beberapa departemen yang diundang untuk menghadiri pernikahan bos diperusahan mereka.
Namun seseorang dari antara mereka mengatakan tidak mungkin, karena sebentar tadi saat tiba, Ia melihat Emelly turun dari mobil Sek. Haris.
Saat mereka tengah asyik ngobrol dan berkerumun untuk menggosipkan bos diperusahaan mereka,
Tanpa mereka sadari, dari arah belakang.
Tiba2 muncul seorang wanita paruh baya datang menegur mereka, agar kembali keruangan masing2 untuk bekerja.
Bukan untuk bergosip.
Mereka pun bergegas kembali ke posisi tempat duduk masing2.
Hati mereka sangat getar getir ketakutan karena wanita yang menegur mereka adalah seorang HRD Personalia, yang kebetulan lewat hendak masuk keruangannya.
******
Di mansion, Sheela sedang duduk santai di balkon kamarnya sembari menghirup udara segar di pagi hari dan sedikit berjemur dibawah terik matahari.
Setengah jam kemudian, terik matahari sudah mulai panas serasa menyengat dan membakar kulit putih Sheela.
Sheela pun kembali kedalam kamarnya untuk mendinginkan suhu tubuhnya sebelum mandi pagi.
Saat suhu tubuhnya sudah mulai stabil, Sheela beranjak dari tempat duduknya dan hendak masuk kekamar mandi, namun ponsel miliknya tiba2 berbunyi tanda panggilan masuk.
Sheela pun menghentikkan langkahnya, lalu segera mengambil ponselnya yang letaknya tak jauh dari posisinya saat ini.
"Hellow Sa...
tumben loe nelfon gue..."
"What..! jadi yang nelfon loe kemaren itu siapa..?!?"
pekik Sasa membuat Sheela terkekeh kecil.
"Iya2.., gue bercanda kok. Soalnya ngga ada loe, hati gue jadi hampa."
candanya dengan keluh karena sudah lama Ia tidak bertemu langsung dengan sahabatnya itu.
"Sama Sheel. Gue jadi kurang semangat kekampus, selama ngga ada loe."
desah Sasa.
"Ngga boleh gitu dong. Loe harus tetap semangat.."
ucap Sheela.
"Gimana kalau hari ini, loe datang kesini."
tambahnya dengan semangat.
"Emangnya boleh ya..?!? apa suami loe ngijinin.. !?"
tanya Sasa.
__ADS_1
"Ya boleh dong Sa..! Darren pasti ngijinin. Masa iya sahabat gue ngga boleh berkunjung kesini.!"
serunya.
Loe kan yang membantu Darren untuk memberikan aku kejutan saat itu.
tambahnya mengingat saat dirinya pertama kali menginjakkan kakinya kerumah baru yang dihadiahkan oleh Darren untuknya dan saat itu Sasa juga turut membantu Darren menyiapkan kejutan untuk Sheela.
"Baiklah.., ntar sore gue kesitu ya.?!?"
ucap Sheela dengan senang.
"Gue tunggu ya...!"
balas Sheela mengakhiri obrolan mereka.
Setelah ngobrol dengan sahabatnya melalui telfon, Sheela bergegas masuk kekamar mandi, karena tubuhnya sudah mulai gerah dan lengket.
Saat dirinya sedang asyik berendam di dalam buthup, ponselnya berdering lagi dan lagi.
Entah terulang berapa kali, namun Sheela tidak mendengarnya.
*****
Kini Darren terlihat gusar dan nampak cemas karena Sheela tak jua menjawab panggilannya yang sudah beberapa kali Ia lakukan.
Hari ini Darren ingin memberitahukan isterinya jika malam ini, Pak Richard dan Emelly akan berkunjung ke rumah mereka.
Sebelumnya Darren sudah menghubungi kepala koki di rumahnya, untuk menyiapkan berbagai menu untuk menyambut tamu mereka nantinya.
Karena merasa cemas, Darren segera menghubungi Bi Surti.
Seketika Bi Surti naik keatas dengan sedikit tergesa- gesa karena dirinya ikut kuatir,
sambil menempelkan ponsel ditelinganya dan Ia merasa lega setelah melihat Sheela dalam keadaan baik2 saja dan terlihat segar karena habis mandi.
"Syukurlah..!"
"Ada apa Bi...?"
tanya Sheela heran karena Bi Surti terlihat ngos- ngosan dan ponselnya masih menempel ditelinga kanannya.
"Anu Nya.., tuan Darren sedang mencari Nyonya.!"
sahutnya. Panggilan diponselnya pun tiba2 terputus saat Darren mendengar suara isterinya dari balik telfon.
Tak berapa lama, ponsel Sheela kembali berdering dan tertera nama suaminya disana.
"Kalau begitu saya permisi Nya."
ucap Bi Surti pelan saat Sheela sedang ngobrol dengan suaminya dan posisi Sheela saat ini sedang berhadapan dengan Bi Surti.
Sehingga Sheela dengan mudah mempersilahkan Bi Surti keluar dengan gerakan tangannya.
Bersambung.......
besok kita adakan acara makan malam ya bersama para wanita- wanita cantik di mansion..
Kita mau lihat gimana reaksi dan ekspresi Sheela saat melihat kecantikan yang dimiliki oleh seorang Emelly yang sedang magang di perusahaan suaminya.
Walaupun Ia tak kalah cantiknya dari seorang yang bernama Emelly..
__ADS_1
See u all.....