Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 35


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mobil Daren tiba di depan lobby hotel berbintang ternama, dengan bentuk gedung yang elegan dan sangat besar.


Mereka di sambut oleh seorang pegawai hotel yang mengenakan jas rapi warna hitam, pelayan tersebut memberi hormat kepada mereka dan segera membukakan pintu untuk Sheela hingga Sheela turun dari mobil.


Daren pun turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobil pada pelayan hotel untuk memarkirkan mobilnya,


kemudian Daren mendekati Sheela dan mengangkat tangannya agar Sheela bergandeng di lengan dekat sikutnya.


Sheela nampak canggung untuk memegang lengan suaminya, namun Daren mengeratkan pegangan Sheela hingga tubuh isterinya merapat di sisi kanannya.


Lalu mereka berjalan ke arah lobby dan


memasuki pintu utama hotel tersebut, Daren menggandeng tangan Sheela hingga mereka terlihat serasi, layaknya pangeran dan seorang putri.


Kali ini pesta yang Daren kunjungi berada di pencakar langit lantai 16,


mereka pun memasuki lift dan menekan tombol angka 16.


Saat itu mereka hanya berdua di dalam lift, Daren menatap wajah Sheela dengan lekat hingga ke bibir ranumnya yang mengenakan lipstik senada dengan warn bibirnya.


Sheela nampak kikuk karena Daren memandanginya begitu lekat, Ia pun mengalihkan wajahnya ke arah pintu lifth karena wajahnya sudah mulai memerah.


Tiba2 Daren mendekatinya dan meraih tubuh Sheela dengan tangan kirinya, hingga tubuh mereka saling merapat dan berhadapan kemudian tangan kanannya mengelus bibir Sheela dengan lembut.


Tubuh Sheela tersentak, jantungnya mulai terpompa dengan hebatnya seakan melompat lompat ingin mencari jalan keluar dari tubuhnya.


Kamu sangat cantik malam ini...?


bisik Daren di telinga Sheela hingga membuat tubuh Sheela merinding...


Raut wajah Sheela kini semakin memerah karena mendengar pujian manis dari bibir Daren yang di lontarkan untuknya.


Daren mendekatkan bibirnya ke bibir Sheela, perlahan Daren mencium bibir Sheela dengan lembut dan lebih lama hingga membuat nafas Sheela tersengal-sengal karena ulah Daren yang mencium bibirnya tanpa jeda.


Tubuh Sheela terdorong hingga ke dinding lift dan merasakan ada sesuatu benda yang mengganjal di balik celana Daren..


Sheela mengerjapkan matanya berkali-kali, pikirannya mulai melayang layang, tiba2 pintu lift terbuka hingga membuat Daren melepas ciumannya dari bibir Sheela.


"Ah..., syukur....?"


gumam 1Sheela sambil merapikan baju dan rambutnya yang sedikit kusut karena gesekan dari tubuh Daren.


Saat Sheela hendak melangkahkan kakinya keluar dari lift, Daren menarik tangannya hingga membuat langkah Sheela terhenti dan menoleh ke arah Daren.


Daren kemudian mengusap lipstik yang


meleleh di bawah bibir Sheela dengan jemari jempolnya, lalu Perlahan Daren melepas sanggulan rambut Sheela.


karena menurutnya leher jenjang isterinya terkesan seksi, Ia tidak rela apabila orang lain memandanginya

__ADS_1


cukup dirinya saja yang tahu, begitulah pikirannya kini.


Rambut Sheela pun jatuh ter urai dengan indahnya seperti bintang iklan sampoo dari dalam tv..


Sampai di depan pintu, mereka di sambut oleh beberapa orang pelayan yang di tugaskan untuk menyambut tamu2, lalu menunjukkan tempat khusus buat mereka yang berada di bagian ruangan vvip.


Acaranya cukup meriah dan sudah di mulai beberapa menit yang lalu,


saat masuk ke dalam, Sheela pamit pada suaminya karena Ia ingin ke toilet.


Sebentar tadi di depan pintu, Ia sudah menanyakan kepada pelayan di mana letak kamar toilet.


"Sayang...., Saya mau ke toilet dulu...."


ucap Sheela lirih


"uhm..., pergi lah...."


jawab Daren,


Saat memandangi kepergian Sheela ke kamar mandi, Tuan Harun menghampiri Daren yang sedang berdiri sambil menikmati minuman yang di berikan oleh pelayan.


"Selamat malam Tuan Daren.....,"


sapa Tuan Harun rekan kerjanya yang mengadakan acara malam ini.


"Malam juga Tuan Harun...."


Mereka pun asyik dengan obrolan yang panjang dan ikut bergabung dengan rekan bisnisnya yang lain di meja yang sudah di siapkan bagi kalangan atas seperti Daren.


Sedangkan Sheela kini tengah memoles bibirnya di depan cermin dengan lipstik yang selalu Ia sediakan di tas pesta miliknya.


Setelah selesai, Sheela keluar dari toilet menuju ruangan yang cukup padat karena banyaknya tamu undangan yang hadir di pesta tersebut.


Tiba2 dari arah sampingnya seseorang memegang pundaknya.


Spontan Sheela menoleh ke samping dan sangat terkejut karena orang yang memegang pundaknya adalah Dr. Raka.


"Dr. Raka......"


ucap Sheela terkejut sambil memegang dadanya.


"Sory2..., kamu kaget ya.....?"


ucap Raka.


"Aku senang banget Sheel karena kamu bisa hadir di acara keluargaku malam ini....,"


ucap Daren senang

__ADS_1


"Sasa mana....?"


sambung Dr. Raka, karena sejak tadi Ia memperhatikan Sheela saat ke toilet hanya sendiri tanpa Sasa sahabatnya.


ternyata dugaan Sheela benar adanya kalau rekan kerja yang di maksud suaminya itu adalah orang tua dari Dr. Raka.


"uhm.... Sasa nggak bisa hadir karena lagi sibuk...."


jawab Sheela sedikit berbohong karena Ia bingung harus menjelaskan dari mana...


"Maafin gue ya Sa...."


gumam Sheela,


karena tadinya Sasa sempat menghubunginya untuk menanyakan kepastian dari Sheela apakah Sheela di beri ijin oleh Daren ke pesta Dr. Raka.


dan


Sheela mengatakan kalau Daren mengajaknya ke acara rekan bisnisnya.


Dr. Raka mengambil dua gelas minuman dari mampan yang di bawakan oleh pelayan untuknya kemudian menyodorkannya kepada Sheela salah satu minuman tersebut.


Ke duanya pun asyik ngobrol dan di selingi dengan canda tawa, karena Dr. Raka orangnya periang dan suka bercanda..


Tiba2 tubuh Sheela terguncang dan jatuh di pelukan Dr. Raka, sehingga air minum di tangan sheela tertumpah dan mengenai bajunya karena seseorang dengan sengaja menyenggol tubuh Sheela.


"Aauh...."


desis Sheela,


"Astaga Sheela..., kamu nggak nggak papa...?"


tanya Dr. Raka panik sambil menopang tubuh Sheela dari belakang dan melototi wanita di sampingnya yaitu Sarah mantan pacar Daren.


"nggak papa dok..., cuman baju aku yang basah...."


jawab Sheela, dengan cepat Sheela menarik tubuhnya dari pelukan Dr. Raka sambil membersihkan bajunya yang sedikit basah,


"maaf...."


Ucap Sheela pada Dr. Raka karena sebagian minumannya menumpahi bajunya.


Dengan cepat Dr. Raka mengambil sapu tangan dari saku celananya lalu menyodorkannya ke tangan Sheela,


namun tiba2 Daren menepis tangan Dr. Raka dengan wajah garangnya lalu menarik tangan Sheela keluar dari ruangan tersebut.


Dr. Raka nampak bengong karena keberadaan Daren saat ini yang tiba2 membawa Sheela pergi dari hadapannya.


Sarah hanya tersenyum kecut ke arah Dr. Raka,

__ADS_1


kemudian menepuk pundak Dr. Raka dua kali dan berlalu dari hadapannya.


Sarah tersenyum puas karena bisa membuat Daren jadi murka dan pikirnya, sebentar lagi perang dingin terjadi antara Daren dan Sheela.


__ADS_2