Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 67


__ADS_3

Setelah beristirahat dan makan siang bersama di sebuah restoran yang ada didalam hotel,


Darren beserta sekertarisnya dan Emelly


langsung berangkat ketempat tujuan mereka.


Saat ini mereka sedang berada didalam sebuah mobil sport yang di kemudikan oleh sekertaris Haris.


Emelly duduk disamping Haris, sedangkan Darren duduk sendirian dibagian jok belakang sembari menutup kedua matanya dan menyenderkan tubuh dan kepalanya di sandaran jok mobil.


Sesekali Emelly melayangkan pandangan matanya kearah kaca spion mobil yang ada didepannya.


Ia menatap wajah tampan Darren langsung dari balik kaca tersebut.


"Andai saja aku bisa memilikinya,


Hidupku akan jadi sempurna dan paling bahagia dalam dunia ini.!"


pikir Emelly dalam hati sembari tersenyum tipis menghiasi bibir seksinya.


Lalu ikut memejamkan kedua matanya sembari menyenderkan kepalanya menghadap kesamping kaca pintu mobil.


Pikiran nakal Emelly sudah mulai bergerilya didalam otaknya.


Saat ini Ia tengah berangan- angan serta berharap bisa menjadi kekasih dari seorang Darren.


Selama ini, apa pun yang Emelly inginkan dan butuhkan, pastinya akan selalu terwujud dan dikabulkan oleh kedua orang tuanya.


Rasa memiliki dalam dirinya sudah melekat dan susah untuk Emelly rubah.


"Sebelum mencoba, kenapa tidak.!"


pikirnya lagi, berharap bisa merebut hati seorang Darren.


Sedari kecil dirinya selalu dimanjakan dengan berbagai barang mewah bahkan sampai hari ini.


Kehidupan glamournya sangat bertolak belakang dengan masalah percintaannya.


Disekelilingnya banyak pria yang ingin menjadi kekasihnya bahkan mau menjadi pendamping hidupnya, namun tak ada satu pun yang menarik perhatiannya.


Bagi Emelly, para lelaki yang mengejar dirinya hanya menginginkan hartanya saja.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, kini mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka.


Saat ini, mereka sudah disambut oleh karyawan2 setempat serta dua orang petinggi yang dipercayakan oleh ayah Darren untuk memimpin anak perusahaannya.


Dua jam berlalu begitu saja. Setelah berkeliling untuk mengecek setiap sudut ruangan


dan ingin mengetahui bagaimana situasi dan perkembangan anak perusahaannya itu sekarang.


Darren rehat sejenak bersama rekan rekannya untuk berbincang bincang perihal perkembangan anak perusahaannya yang kini sudah berkembang dengan begitu pesat.


Saat ini mereka berada di dalam sebuah ruangan khusus, tempat menjamu Darren setiap kali Ia datang berkunjung diperusahaannya itu.


Sembari duduk dan berbincang, mereka bertiga disuguhkan dengan kopi dan kue khas dari kota itu sebagai camilan mereka di sore hari.


Sebagai akhir dari perbincangan mereka, Darren mengundang kedua orang kepercayaannya itu yang memimpin perusahaannya, untuk datang kehotel malam ini.

__ADS_1


Darren mengundang mereka untuk makan malam bersama.


Sebagai rasa terima kasihnya, karena mereka berdua sudah berhasil mengembangkan anak perusahaannya itu. Hingga bisa sesukses sekarang.


Kini saatnya Darren beserta Haris dan Emelly harus kembali kehotel, karena hari sudah menjelang malam.


Sesampainya dihotel, mereka masuk kekamar masing masing untuk membasuh diri sebelum makan malam bersama di Resto hotel tempat mereka menginap.


Kini Emelly sudah siap dengan gaun seksinya. Malam ini


Ia berdandan cantik, berharap Ia dapat memikat hati seorang Darren.


Sek. Haris pun sudah rapi dengan pakaian santainya, namun tetap terlihat sangat keren ala anak muda jaman now.


Penampilannya


saat ini sangat jauh berbeda ketika sedang bekerja, yang selalu berpenampilan rapi dengan setelan jasnya.


Saat sekertaris Haris keluar dari kamarnya, Emelly pun sudah berada didepan pintunya dan langsung menghampiri Haris.


Seketika pandangan mata Haris tertuju pada pakaian seksi Emelly.


Ia terkagum kagum heran.


Haris memandangi tubuh Emelly dari ujung kaki hingga keujung rambutnya.


Emelly hanya tersenyum tipis sembari menegur Haris.


Hmmmm.


goda Haris, membuat wajah Emelly bersemu.


"Thank you.!"


sahutnya dengan senyum sembari berjalan mendahului Haris yang masih terlihat pangling melihat lekuk tubuh Sheela dari belakang.


Kemudian Haris berlari kecil menghampiri Emelly.


Kini mereka berdua berjalan kearah kamar Darren, yang berjarak hanya hitungan langkah saja dari kamar2 mereka berdua.


Sedangkan Darren saat ini, masih tengah sibuk ngobrol dengan Sheela melalui panggilan video call.


Darren ingin memastikan bahwa isterinya itu harus makan tepat waktu.


Kerinduan Sheela saat ini terlihat sangat jelas diraut wajahnya, dari balik layar laptop Darren.


Walaupun belum cukup sehari, namun Ia sudah merasa kangen berat dengan suaminya.


Saat Darren dan Sheela sedang asyik ngobrol, bel pintu kamar Darren berbunyi.


Sheela pun mengijinkan Darren untuk segera membuka pintu dan masih setia menunggu Darren dibalik layar ponselnya sembari duduk santai di sofa kamarnya.


Darren segera membuka pintu kamarnya.


Di depan pintu itu, Emelly dan sekertarisnya sudah menunggu dirinya untuk pergi makan malam bersama.


Sebelum Darren mempersilahkan mereka masuk untuk menunggu dirinya bersiap siap, Emelly terlebih dahulu meminta ijin hendak ke toilet dan terlihat sangat buru2 saat berjalan sembari memegang perutnya.

__ADS_1


Darren dan sekertarisnya hanya berpandang pandangan.


Kemudian Haris tiba tiba menyadari, jika saat ini Sheela masih menunggu dirinya dari balik layar laptopnya.


Darren pun bergegas menghampiri isterinya yang masih setia menunggu dirinya.


Namun raut wajah Sheela saat ini sudah berubah seratus derajat.


Yang


awalnya nampak ceria dan sedikit manja, sebelum Darren pergi membuka pintu kamarnya.


Pandangan matanya sangat nanar dan nampak tajam, menyiratkan kemarahan besar bercampur gelisah dan kecemburuannya melebur menjadi satu di benaknya.


Seakan menusuk jantung Darren.


Darren hanya terdiam melongo keheranan.


"Why..!?!"


tanya Darren dengan lirih sembari mendekatkan wajahnya kelayar laptopnya.


"Ada perlu apa wanita itu masuk kekamar papi.!


Apa dia sengaja datang menggodamu.?


sampai sampai harus berpenampilan seperti itu.!?!"


tanya Sheela dengan beruntun.


Darren hanya tersenyum gemas melihat kecemburuan isterinya itu.


"Dia hanya menumpang sebentar ke toilet sayang.!


Lagian dia datang kesini bareng ama Haris kok.!


Papi menyuruh mereka untuk menunggu sebentar diruangan tamu.


Karena malam ini papi mengundang orang2 kepercayaan papi, yang mengelola perusahaan disini, untuk makan malam bersama diResto hotel.!"


jelasnya panjang lebar, agar Sheela tak mencurigai dan merasa cemburu terhadap Emelly.


"Apa di kamarnya ngga ada toilet.!"


gumam Sheela dalam hati.


Sheela menjadi sedikit lega mendengar panjelasan suaminya, namun masih nampak kuatir.


"Yawudah kalau gitu, papi siap siap gi.!


awas ya, kalau sampai tergoda dengan wanita lain."


ancam Sheela lalu mengakhiri panggilannya.


*********


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2