
Setelah tiba di mansion sekitar jam 9.30 malam.
Darren langsung beranjak pergi ke ruangan kerjanya seusai mengganti kemejanya dengan baju tidurnya.
Walaupun lelah, Ia masih menyempatkan dirinya untuk memeriksa beberapa file kerjanya di hari besok.
Sedangkan Sheela sudah berbaring di atas kasur empuknya.
Dengan mengenakan gaun tidurnya yang super seksi dan tipis.
Sesudah menidurkan bayi Jaden di dalam kamarnya.
Sejak bayi Jaden sudah berusia tiga bulan.
Bi Surti,lah yang menemani bayi Jaden saat tidur di malam hari.
Dirinya juga di percayakan oleh Sheela untuk mengasuh bayi Jaden.
Di saat Sheela sedang pergi kuliah.
Darren dan Sheela membiasakan bayi mereka tidur di kamar yang di sediakan khusus buat bayi Jaden,
agar ke depannya bayi Jaden jadi terbiasa.
Kamar bayi Jaden bersebelahan dengan kamar Darren dan Sheela.
Jadi sewaktu waktu mereka dapat mengontrol bayi mereka.
Malam kian larut.
Namun kedua mata Sheela masih nampak segar dan sangat sulit untuk Ia pejamkan.
Dirinya terlihat gelisah diatas kasur.
Posisi tidurnya itu terkadang menghadap ke arah samping kiri dan kanan.
"Jam brapa ini,
apa dia blum ngantuk..!?"
gumam Sheela.
Di tatapnya jam dinding dalam kamarnya itu, yang kini sudah menunjukkan pukul 12 malam.
Namun Darren tak kunjung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Kerja dan kerja.!"
keluh Sheela.
Karena Darren selalu saja sibuk dengan kerjaannya.
Baik di kantor maupun di rumah.
Sembari menunggu Darren.
Sheela membaca novel favoritenya di atas kasur.
Dengan menyenderkan sebagian tubuhnya di sandaran kasur, berlapiskan bantal kepalanya.
Baru saja membaca satu lembar novel favoritenya.
Sheela sudah mulai merasa bosan dan sedikit lelah.
Dirinya kurang fokus pada novel itu.
Pikirannya hanya tertuju kepada Darren suaminya.
Yang sampai detik ini belum juga menampakkan batang hidungnya karena masih berada di ruangan kerjanya.
Sheela meletakkan buku novel miliknya ke atas nakas.
Lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju ruangan kerja Darren.
Sampai di depan pintu ruangan kerja Darren.
Sheela memanggil suaminya namun tak ada respon dari dalam sana.
Kemudian Sheela membuka pintu itu yang kebetulan tidak terkunci dari dalam.
Sheela mendapati suaminya sedang tertidur pulas di sofa.
Sembari memeluk laptop di tangannya.
Perlahan Sheela melangkahkan kakinya berjalan ke arah sofa.
Lalu pelan2 menarik laptop itu dari pelukan suaminya, agar Darren tak terbangun dari tidurnya.
Setelah berhasil mengambil laptop.
Sheela menyimpannya di atas meja dekat sofa.
Namun baru saja dirinya meletakkan laptop itu.
Darren memeluk tubuhnya dari arah samping.
Sehingga Sheela terjatuh ke dalam pelukan suaminya, dengan posisi menindih tubuh suaminya dari atas.
Gaun tidurnya yang tampak tipis nan pendek tersingkap ke atas.
Karena terkena gesekan dari tangan Darren saat mengangkat tubuh Sheela ke atas sofa.
Sehingga
menampakkan bokongnya yang indah dalam balutan celana dalam berwarna hitam.
__ADS_1
Sontak Sheela memekik keras karena terperanjat kaget.
"Papi.!
bikin kaget aja deh."
Darren hanya terdiam sambil merapikan ujung gaun Sheela yang tersingkap itu.
Agar bokong Sheela tertutup.
Lalu memeluk erat tubuh isterinya.
Sesaat
Sheela pun ikut terdiam terbawa suasana.
Dirinya terasa nyaman saat berada dalam pelukan Darren.
Yang terdengar hanyalah suara
detak jantung keduanya dan suara jangkrik di malam hari.
"Knapa blum tidur.?"
bisik Darren tiba tiba memecahkan keheningan.
"Mmmh.
Karena blum ngantuk aja.!"
Sahut Sheela.
"Lagi nungguin papi ya.?"
tanya Darren lagi.
Karena Sheela susah tidur di malam hari bila tak memeluk tubuh suaminya.
Deg..deg..
Suara jantung Sheela mulai berdetak tak karuan karena malu.
Membuat Darren menyeringai nakal.
Sheela ketahuan jika tadinya Ia sedang menunggu Darren masuk ke kamar.
"Kok dia bisa tahu gitu sech.!"
ucap Sheela dalam hati.
"Ya iyalah.!"
ucap Darren seakan mengetahui isi hati Sheela.
Bener kan.??
tambah Darren.
"Napa diam, jawab dong.!"
tanya Darren sambil mengelus lembut rambut isterinya.
"Hmmmm..
Mami udah ngantuk.!"
Sahutnya pelan menghindari gurauan suaminya.
Lalu memperbaiki posisi tidurnya dengan posisi tidur menyamping, sambil memeluk tubuh suaminya.
Kepalanya beralaskan lengan kekar suaminya.
"Ayo tidur di kamar."
Bisik Darren.
Lalu mengecup lembut kening isterinya.
"Hmmm."
Angguk Sheela dengan mata terpejam dan terlihat sedikit manja.
Bahkan masih tetap berbaring di sisi Darren.
"Mau ke kamar atau pengen di sini aja nech.!?"
ucap Darren.
Karena tak ada respon dari Sheela isterinya.
Darren memencet pelan di bagian ujung hidung Sheela.
Namun cukup lama.
Sehingga Sheela tak bisa bernafas.
Sheela mengeram kesal karena hidungnya tak bisa bernafas dengan legah.
Kemudian Ia duduk di pinggiran sofa sambil mengatur nafasnya.
Lalu berinisiatif untuk membalas perlakuan Darren terhadapnya.
Terlihat dari seringainya yang menghiasi bibir seksinya.
Namun saat Sheela hendak membalasnya.
__ADS_1
Darren lah yang terlebih dahulu bergerak untuk mendekap tubuh Sheela dari arah belakang dan kemudian menggenggam erat kedua lengan Sheela.
Darren sudah mengetahui niat Sheela,
yang hendak menggelitik tubuhnya.
Karena sudah menjadi kebiasaan Sheela.
Sheela seringkali menggelitik bagian tertentu dari tubuh Darren.
Terutama pada bagian ketiaknya.
Di saat Darren mengusili dirinya.
"Lepas.!"
pekik Sheela dengan meronta ronta dan menggeliatkan tubuhnya serta menggerakkan bokongnya di atas pangkuan Darren.
Deg...
detak jantung Darren tiba2 terhenti sejenak.
Raut wajahnya nampak memerah menahan sesuatu dari balik celana pendeknya.
Perlahan Darren melepas genggamannya itu dari lengan Sheela.
Begitu pun dengan Sheela.
Tubuhnya tiba2 nampak kaku seperti patung di atas pangkuan suaminya.
Tubuhnya tak lagi bergerak.
Perlahan Sheela mengangkat bokongnya dari pangkuan Darren.
Namun spontan Darren menahan bokongnya.
Sheela tak bisa berbuat apa apa.
Dirinya sempat menolak kehendak suaminya.
Namun saat Darren memulai aksinya dengan menggesek gesekkan bokongnya naik dan turun.
Membuat dirinya tak berdaya.
Desahan kecil berhasil lolos keluar dari mulutnya.
Keinginan tubuhnya dan kehendak hatinya sangat bertolak belakang.
Tak sampai disitu.
Darren terus melancarkan aksinya.
Jemari jemari dari kedua tangannya pun mulai bereaksi meraba ke segala bagian tubuh sensitif Sheela.
Hingga
berakhir di bagian bawah li.......ng kenikmatan Sheela.
Bahkan
saat ini Darren sudah berhasil melepas satu persatu kain yang menempel pada tubuh isterinya dan melonggokkannya ke lantai begitu saja.
Pertempuran malam ini pun terjadi dan di ambil kendali oleh Sheela.
Dirinya terlihat nampak aggresif di bandingkan dengan Darren.
Guncangan demi guncangan sofa seirama dengan desahan desahan dari mulut keduanya, menikmati setiap gerakan yang mereka lakukan.
Menyatu dengan kesunyian malam yang nampak mencekam.
Pertarungan mereka berlangsung selama satu jam.
Barulah keduanya mencapai puncak kenikmatan.
Tubuh mereka tergeletak lemah di atas sofa yang bisa di rubah menjadi sebuah tempat tidur mini hingga mereka tertidur pulas sampai menjelang pagi.
******
Jam 8.30 AM.
Seperti biasanya saat pagi tiba. Darren dan Sheela akan menjalankan rutinitas masing masing.
Darren sudah berangkat kerja sedari setengah jam yang lalu.
Sedangkan Sheela sedang dalam perjalanan menuju kampusnya.
Walau pun mereka di sibukkan dengan rutinitas masing masing.
Namun di hari weekend, mereka berdua akan menyempatkan diri untuk dinner bersama di resto resto favorite Sheela.
Terkadang mereka juga akan rekreasi ke pantai terdekat.
Sekedar refresing untuk menyegarkan tubuh dan jasmani.
Karena di sibukkan dengan berbagai aktifitas dan tuntutan kerja sehari hari.
Masih banyak lagi hal2 kecil yang Darren lakukan untuk membahagiakan keluarga kecilnya.
Sehingga hubungan mereka semakin nampak harmonis dan bahagia.
Kejujuran dalam kehidupan rumah tangga menjadi sebuah kunci keutuhan rumah tangga sampai maut memisahkan.
*******
Bersambung....
__ADS_1