
Tiba di kantor, Daren berkutat dengan kerjaannya yang menumpuk....
Di sela2 kerjaannya, pikirannya sedikit terganggu
saat melihat Sheela bersama dengan seorang pria di depan kafe.
Sambil melihat jam arloji di tangannya yang menunjukkan pukul 3 sore..
Dia menekan tombol telfon yang terhubung langsung dengan Sek.Haris,
Ya... ada apa Tuan....
Sahut Sek.Haris
Kamu Cancel jadwalku sore ini....
Baik Tuan...
Jarang2 Tuan Muda menunda kerjaannya... pikirnya kemudian segera menghubungi pihak yang bersangkutan karena Tuannya lagi sibuk.
Selama ini Daren hanya fokus dengan kerjaannya, selalu menyampingkan masalah pribadinya sendiri.
*****
Usai berbelanja, Sheela dan temannya yang bernama Doni keluar dari Supermarket.
Doni merupakan teman masa SD dan SMP Sheela, setelah tamat dari Smp Doni dan keluarganya pindah ke LN, karena ayahnya merintis usaha di sana.
Selama pindah ke LN, inilah pertama kalinya mereka bertemu.
Singkat cerita pertemuan mereka satu jam yang lalu,
saat Sheela turun dari taksi, Doni mengamati Sheela dari beranda kafe samping Supermarket, setelah Doni yakin kalau itu Sheela kemudian Doni menghampirinya dan mengajaknya duduk di kafe dengan menikmati secangkir kopi Dalgona sambil mengenang masa lalu mereka.
Aku antarin ya....
ucap Doni berharap agar Sheela mau di antar olehnya.
Nggak perlu Don....
Gue naik taksi aja....
Lagian tempat tinggal kita kan berlawanan arah.
Gak papa Shel...
Ucapnya sembari memegang tangan Sheela agar menurut padanya.
Tiba2 di depan jalan dekat Supermarket, sebuah mobil Lamborghini berhenti tepat di samping Sheela dan Doni berada.
Sheela terperanjat dan spontan melepas genggaman Doni dari lengannya saat dia tau si empunya kendaraan tersebut.
Tatapan mata Daren pada Doni seakan menembus sampai ke tulang.
Hatinya sangat geram....
Doni yang menyadari keberadaan seseorang yang asing bagi dirinya dan sedang menatapnya dengan penuh amarah.
Hanya keliatan bingung dan menyambut tatapan Daren dengan kepala dingin..
Mungkinkah dia suami dari Sheela...?
pikir Doni dalam hati,
karena Sheela sudah cerita padanya kalau dia sudah menikah bahkan baru sehari yang lalu.
Don....
Gue balik dulu ya....
suami aku uda jemput..
ucap Sheela yang membuyarkan pikiran Doni...
kemudian Sheela naik ke mobil saat Daren membukakan pintu dan duduk di depan.
Doni hanya mengangguk kemudian berjalan menuju tempat parkir mobilnya.
__ADS_1
Daren juga ikut naik ke mobil dan duduk di balik kemudinya, kendaraannya pun melaju menyusuri jalan raya di Ibu kota tercinta.
Suasana hening seketika,
Sesekali Sheela memandangi aura wajah Daren yang kurang bersahabat...
Sheela kemudian memberanikan diri untuk memecah keheningan...
Pria yang bersamaku tadi.....
kata Sheela ingin menjelaskan namun di
sela oleh Daren
Nggak penting.....
ucapnya menyela perkataan Sheela..
Sheela terdiam sesaat,
Kalau nggak penting ngapain loe cuek gitu..
Gerutu Sheela dalam hati sambil memalingkan pandangannnya ke arah jendela.
Apa seperti ini kelakuan seorang isteri...
ucap Daren tiba2 memecah suasana panas yang mencekam di hati mereka
maksudnya.....?
sahut Sheela pelan sembari menoleh ke samping Daren
Keluar seenaknya tanpa izin darikuu...
geramnya mulai keluar...
Aku hanya bosan di rumah.....
jawabnya santai dengan nada kesal,
bukannya tadi pagi, dia juga keluar tanpa pamit dariku....
Kamu .........
pekiknya,
Hati Daren kesal karena tanpa adanya kata maaf dari Sheela, namun hilang seketika saat melihat Sheela memonyongkan bibirnya...
Kemudian menelan salifahnya diam2..
Hatinya gemas pengen merasakan bibir manis Sheela, kalau bukan karena surat perjanjian yang mereka sepakati bersama, Daren pasti akan ******* bibir Sheela saat ini.
Kenapa dengan dirinya, tiba2 diam kaya gitu dan raut wajahnya ber ubah2
ah... dasar es balok, susah di tebak....
pikirnya dalam hati....
Suasana hening kembali menyelimuti seisi mobil, masing2 mempertahankan ego mereka...
Tiba di Apartement Sheela langsung masuk ke kamar dan langsung mandi.
Sedangkan Daren masuk ke ruang fitnes
saat usai mengganti pakaian kerjanya dengan baju fitnesnya di kamar khusus untuk menyimpan berbagai keperluan olah raganya.
Daren mengenakan baju singlet dan celana pendek di atas lutut...
terlihat otot2 di dada dan lengannya yang kekar....
Tubuh Daren sangat sempurna dari ujung kaki hingga kepalanya...
Setelah beberapa menit berolahraga, keringat sudah mulai membasahi tubuhnya yang seksi...
Haus dahaga mulai melanda kerongkongannya,....
Daren keluar dan menyudahi fitnesnya, menuju ruang dapur untuk mengambil botol yang berisi air minum dari dalam kulkas dan menuangnya kedalam gelas.
__ADS_1
Kemudian berdiri disamping meja makan sambil meminum airnya.
Sheela pun keluar dari kamar menuju dapur untuk menyiapkan makan malam mereka, karena Bi Surti sudah pulang kerumahnya saat siang hari.
Langkah kaki Sheela terhenti sejenak saat berjalan arah dapur, Sheela tercengang melihat pemandangan langkah yang ada di depan matanya kini secara langsung, yang hanya bisa Ia nonton dari tv melalui drama2 korea kesukaannya.
Sangat seksi...
gumamnya.... dan mulutnya sedikit mangap...
Apa kamu sudah puas melihat tubuhku yang seksi ini?
ujarnya menggoda saat menyadari Sheela menatapi tubuhnya..
Wajah Sheela berubah seketika menjadi merah seperti tomat yang siap di panen.
Cih narsis amat...
gumamnya sambil berjalan ke dapur dan
melewati Daren begitu saja...
Kemudian Sheela membuka pintu kulkas dan mencari apa yang bisa jadi menu masakannya hari ini.
Saat sedang asik memilih bahan masakannya,
Tiba2 Daren sudah berdiri tepat di belakang Sheela...
Sheela tersentak kaget serta membelalakkan matanya, wajahnya kini bertambah merah seperti kepiting rebus, jantungnya dag dig dug dor....
Senyum seringai nakal nampak diwajah Daren,saat melihat Sheela yang hanya terdiam kaku seperti patung, tepat di depan tubuhnya yang jaraknya hanya setengah jengkal darinya.
Aroma parfum dari tubuh Daren menyeruak masuk ke dalam hidungnya, wanginya sangat lembut, tidak seperti parfum pria pada umumnya.
Meskipun belum mandi tapi masih tetap wangi.
Daren meletakkan Botol yang berisi air minum di pintu kulkas tersebut,
dan berjalan pergi meninggalkan Sheela sendirian di dapur.
Hah.....
Sheela menghembuskan nafasnya kuat karena sempat tertahan saat Daren ada di belakangnya.
Kenapa dengan diriku...
gumamnya sambil menepuk-nepuk wajahnya...
Tak butuh waktu yang lama masakan Sheela sudah siap dan langsung Ia hidangkan di atas meja makan.
Terlihat sangat enaak...
menurut Sheela ya guys....😀ðŸ¤
menunya hari ini ada sayur lodeh dan ayam goreng plus sambal...
Sebelum nikah Sheela sudah pandai memasak.
Saat libur kuliah, Ia selalu menyempatkan diri untuk memasak di dapur, belajarnya dari Mbah Google.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Sheela menunggu Daren di meja makan....
Selesai mandi dan memakai baju rumahannya, Daren keluar dari pintu kamarnya kali ini Ia mengenakan baju kaos putih dan celana pendek selutut.
Sangat tampan dan berkarisma.....
kemudian berjalan menghampiri Sheela yang sudah menunggunya untuk makan malam bersama.
Terlihat dari raut wajah Daren kalau Ia sangat tergiur dengan masakan isterinya,
Hanya ini yang bisa saya hidangkan,..
kata Sheela yang sudah duduk di kursi meja makan.
Nggak masalah....
ucapnya lalu duduk di samping Sheela.
__ADS_1
kemudian mereka pun makan bersama dengan lahapnya....