
Kini Darren dan Sheela tengah asyik berbincang di sofa ruang kerja Darren.
Canda tawa Darren mulai terdengar diruangan itu.
Kemarahan Sheela berangsur - angsur mereda. Ya' bukan Darren namanya, jika Ia tak pandai membujuk dan merayu isterinya.
Seringkali mereka bersitegang karena kurangnya komunikasi diantara mereka berdua.
Sheela orangnya sangat supel dan mudah untuk memaafkan.
Ia tak ingin berlama- lama saat marah.
Apalagi, belum ada bukti atas kecurigaannya itu.
Walau di hati kecilnya masih dirundung kegelisahan dan rasa kuatir, memikirkan perjalanan suaminya bersama wanita lain, tanpa kehadiran dirinya.
Darren pun menyadari kegelisahan isterinya itu.
Ia berusaha meyakinkan isterinya, jika dirinya tidak akan berpaling dan selalu mencintai dirinya.
Kemudian Ia menggigit daun telinga Sheela dengan gemasnya, hingga membuat Sheela meringis kesakitan.
"Auw. Papi.....!
sakit tau...!"
Sontak Sheela berdiri sambil mengelus telinganya yang sudah terlihat memerah karena ulah suaminya.
Ia terlihat sangat kesal. Sedangkan
Darren hanya terkekeh gemas melihat isterinya meringis kesakitan.
"Mami pengen balik aja kalau gitu.!"
ucap Sheela kesal sembari berjalan kearah meja untuk mengambil tas selempang kecilnya yang hanya berisi ponsel didalamnya.
Namun baru selangkah, Darren sudah meraih lengan Sheela lalu menarik pelan lengannya, hingga Sheela terjatuh kedalam pangkùannya.
Dengan posisi duduk menyamping dipangkuan Darren.
Kemudian Darren mengelus lembut telinga Sheela sambil membisikkan sesuatu disana.
"Maaf sayang. Papi udah buat mami kesal."
"Bukan hanya kesal..! tapi telinga mami juga sangat perih. Tau ngga..?!?"
pekik Sheela.
"Baiklah.! papi akan menebusnya.."
ucap Darren lalu menjilati daun telinga Sheela yang sakit, membuat bulu kuduk Sheela bergidik karena risih dan kegelian.
"Sudah Pi..! Sudah, mami ngga tahan."
__ADS_1
pekik Sheela dengan terkekeh pelan menahan geli.
Karena kegelian, tubuh serta bokong Sheela ikut bergerak menyentak di pangkuan Darren.
Seirama dengan kekehan Sheela, membuat Darren menghentikan kejahilannya.
Wajah Darren seakan menyiratkan sesuatu disana dan sudah nampak memerah menahan sesuatu.
Ya. Adik kecilnya ikut terusik dengan kejahilannya itu, hingga Sheela meronta kegelian diatas pangkuannya.
Seketika Sheela terdiam mematung.
Ia juga ikut merasakan sesuatu gundukan di bawah sana, yang sedikit mengganjal di bokongnya.
Perlahan Sheela melepaskan t*angan Darren dari pinggulnya, yang sedang melingkar erat dipinggul Sheela.
Namun tak bergerak sedikit pun, karena Darren semakin mempererat pelukannya dan tak mengijinkan Sheela pergi dari pangkuannya.
"Biarkan papi memeluk mami sebentar.!
bisik Darren.
Sheela pun terdiam dan menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Darren sambil memejamkan kedua matanya.
Perlahan Darren melonggarkan pelukannya dari pinggul Sheela.
Lalu mulai mengelus tubuh Sheela dari pinggul hingga ke dada Sheela dengan tangan kanannya.
Sedangkan tangan satunya menopang tubuh Sheela.
Perlahan Sheela membuka kedua matanya dan menatap mata Darren dengan mata sayupnya. Hingga
mata mereka saling bertatapan.
Namun jari jemari Darren tidak pernah berhenti merayap kemana mana, menelusuri setiap lekuk tubuh Sheela.
Setelah jari jemarinya sudah puas berpetualang,
Darren mulai menelusupkan tangannya ke dalam gaun Sheela dan berhenti di area favoritnya.
Desahan demi desahan mulai terdengar keluar dari bibir seksi Sheela dan terdengar jelas dipendengaran Darren.
Sehingga gairah Darren semakin memuncak dan menggebu - gebu hingga ke ubun ubunnya.
Pandangan matanya pun mulai teralihkan ke bibir ranum Sheela yang sedang mendesah kenikmatan sembari mengalungkan kedua lengannya di leher Darren.
Kesempatan itu, tak disia siakan oleh Darren.
Dengan sigap, Ia menancapkan bibirnya ke bibir Sheela yang nampak sedikit terbuka di hadapannya.
Hingga bibir mereka saling menempel dengan erat.
Lalu perlahan demi perlahan kecupan itu berubah menjadi ******* yang panas dan menggairahkan.
__ADS_1
Sheela pun ikut menikmati dan membalas ******* suaminya.
Kini gairah nafsu keduanya tak tertahankan lagi.
Perlahan Darren berdiri serta mengangkat tubuh isterinya dan membawanya kedalam kamarnya yang berada didalam ruangan kerjanya.
Sambil berjalan menuju kamar, kedua bibir mereka masih saling menempel seperti perangko dan amplot yang susah untuk dipisahkan.
Kamar itu sewaktu waktu Darren gunakan untuk beristirahat sejenak di saat tubuh dan pikirannya lelah dalam bekerja.
Sesampainya dikamar, Darren membaringkan tubuh isterinya dengan perlahan keatas kasur yang berukuran big zize dan nampak super lembut.
Tanpa menunggu lama, Darren memulai aksinya dengan melucutkan satu persatu kain yang menempel di tubuh Sheela dan melonggokkannya kelantai begitu saja.
Seketika wajah Sheela berubah menjadi merah karena malu dan sedikit risih dengan tubuhnya yang nampak bugil di atas kasur.
Walaupun bukan pertama kalinya Ia nampak bugil dihadapan Darren.
Apalagi saat ini Darren tengah menatap dirinya begitu lekat.
Setelah puas memandangi tubuh isterinya dari atas hingga kebawah, Darren pun tidak sabar untuk melepaskan baju kemeja, celana serta pakaian dalam dari tubuhnya.
Hingga dirinya nampak bugil dan terlihat begitu jelas dipemandangan Sheela.
Kini Darren menyusul isterinya ke atas kasur, sembari merangkak dari bawah kaki Sheela hingga keatas perutnya.
Lalu menindih tubuh Sheela tanpa menyakiti perutnya.
Namun posisi mereka saat ini, sangat kurang nyaman.
Karena merasa was2 dengan kandungan isterinya, Darren membaringkan tubuhnya disisi Sheela.
Lalu menyuruh Sheela menunggangi tubuhnya.
Darren ingin Sheela yang menguasai permainan mereka diatas ranjang.
Sheela menjadi risih karena ini pertama kali bagi dirinya untuk menindih dan menunggangi tubuh suaminya disaat Darren berbaring telentang menghadap dirinya.
Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman diantara mereka berdua, Darren membangunkan tubuhnya dari kasur. Ia memangku tubuh isterinya, dengan posisi berhadap hadapan.
Lalu memulai permainan mereka.
Perlahan demi perlahan Sheela sudah mulai terbiasa dengan permainan suaminya, hingga merasa nyaman dan
mulai menunggangi dan menguasai seluruh tubuh suaminya.
Hingga keduanya mencapai titik puncak *******.
Bersambung.....
See u all
and
__ADS_1
thank you buat dukungan kalian, yang selalu memberi suport kepada author.