
Dua bulan kemudian.
Waktu berlalu begitu saja.
Selama itu, kehidupan rumah tangga Darren dan Sheela pun selalu nampak harmonis dan bahagia.
Kini usia kandungan Sheela sudah menginjak delapan bulan.
Tiba waktunya bagi dia untuk pergi berbelanja perlengkapan calon bayinya bersama Darren.
Rencananya, dalam minggu ini, dia akan pergi berbelanja bersama sahabatnya yang bernama Sasa.
Hari ini mereka sudah membahasnya saat masih berada di kampus.
Sheela mengajak sahabatnya itu, karena Darren selalu sibuk dengan kerjaannya.
Bahkan di hari week end, terkadang Darren masih sibuk.
Karena banyak proyek yang harus Ia tangani secara langsung.
Sasa pun sangat senang dan siap mengantar bahkan menemani sahabatnya itu.
Apalagi berkaitan dengan kata shooping dan ingin berbelanja baju2 baby.
Itu sangat lucu dan menggemaskan menurutnya.
Kini waktu menunjjukkan jam 4 sore.
Sheela saat ini sedang mengenakan baju gaun hamilnya dirumah setelah membasuh dirinya di kamar mandi.
Tubuhnya nampak segar. Ia selalu nampak cantik serta wajahnya senantiasa berseri seri.
Sesudah itu, Ia mengambil lotion miliknya lalu berjalan kearah balkon.
Sembari duduk bersantai di kursi yang ada di balkon kamarnya, Sheela mengolesakan lotion ke kulit tangan dan kakinya.
Sudah kebiasaan Sheela di sore hari.
Ia sangat senang duduk di balkon kamarnya untuk menikmati pemandangan yang begitu indah dari atas sana dan udaranya pun nampak segar karena jauh dari polusi kendaraan.
Kediaman mereka jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan kebisingan ibu kota.
Jarak tempuh mansion dari pusat kota, hampir satu jam lamanya bila lalu lintas sedang macet.
******
Di kantor, Darren tengah menandatangi berkas yang lumayan bertumpuk di atas meja kerjanya.
Setelah itu, Ia bersiap siap untuk kembali ke rumahnya.
Saat Ia sibuk menandatangani berkasnya, Emelly tiba2 masuk ke dalam ruangannya setelah mengetuk pintu.
Bahkan Darren belum sempat mempersilahkannya masuk.
Namun itu sudah kebiasaan Emelly setiap harinya.
Darren pun tak pernah mempermasalahkan hal itu.
Darren menoleh sebentar, kemudian kembali fokus ke berkas yang ada ditangannya.
"Masih sibuk ya.?"
tanya Emelly yang sedang berjalan kearah meja Darren dan menghentikkan langkahnya tepat di depan meja Darren.
Darren merasa heran dan sedikit penasaran dengan pertanyaan Emelly namun Ia tetap fokus menandatangani berkasnya.
"Hmmm.."
di sertai anggukan darinya.
Karena merasa di cuekin, Emelly berjalan perlahan ke arah sisi Darren.
Emelly mengecek berkas yang sudah di tanda tangani oleh Darren.
Darren sudah merasa aneh.
Namun Ia nampak tenang, apalagi saat Emelly mendaratkan bokongnya ke meja kerja Darren untuk bersandar sembari membaca file di tangannya.
"Blum pulang.?"
tanya Darren tiba2 memecahkan suasana.
"Belum,
aku bosan tinggal di apartement.!
Sendiri lagi.!"
__ADS_1
sahutnya dengan lembut dan terdengar manja sambil menatap file ditangannya, tanpa menoleh kearah Darren.
"Bye the way, waktu magangku bentar lagi akan berakhir.!
Boleh ngga......??????!!!!!!!!"
ucapnya terjeda sesaat, membuat Darren menghentikkan kerjaannya.
Lalu menatap kearah Emelly yang juga sedang menatap wajahnya.
Darren masih menunggu kelanjutan dari perkataan Emelly.
Namun Emelly hanya terdiam membisu.
Jantungnya berdetak tak karuan karena sedang bertatap muka dengan Darren.
"Apa yang kamu inginkan.?"
pasti aku berikan sesuai dengan hasil kerjamu selama ini.!"
tanya Darren lalu mengalihkan pandangannya dari wajah Emelly.
Seringai tipis mulai menghiasi bibir seksi Emelly.
Ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk bisa mendekati Darren.
Kemudian Ia mendekat kearah kursi tempat duduk Darren.
"Yang aku inginkan hanya....!"
Tanpa ragu, Emelly melingkarkan lengannnya ke bahu Darren.
Darren langsung tersentak kaget.
Ia berusaha melepas lengan Emelly dari bahunya.
Namun Emelly semakin mengeratkan rangkulannya dan langsung memeluk tubuh Darren dengan erat.
"Please Emelly.!
jangan lakukan ini, aku sudah punya isteri dan sebentar lagi kami punya bayi.?
Darren mendorong tubuh Emelly namun
Emelly masih saja memeluk tubuh Darren dengan erat.
Entah kekuatan dari mana, Darren tiba2 mendorong tubuh Emelly hingga Emelly hampir terpental ke lantai.
Emelly sangat kecewa dan kesal karena tidak berhasil menahklukkan hati Darren.
Ke dua matanya mulai berkilau.
Kemudian meneteskan kilauan bening itu dari kedua sudut bola matanya.
Hatinya sangat sakit dan perih.
Baru kali ini Ia di tolak mentah2 oleh seorang pria.
"Aku sudah jatuh cinta dan tergila gila padamu Darren.!
Semenjak aku datang di perusahaan ini.!"
pekiknya dengan tangisan.
"Apa aku salah.?!?"
"I'm sorry Emelly. Tapi yang kamu lakuin ini salah besar.!
Aku sudah punya isteri dan aku sangat mencintainya.
Di luar sana banyak pria yang tergoda dengan dirimu.!"
"Mungkin banyak, tapi hanya kamu yang buat aku begini.!"
ucapnya tersedu sedu.
"Sekali lagi maaf.
Masalah ini aku akan lupakan dengan segra.
Asalkan kamu ngga ulang lagi hal seperti tadi.!
ucapnya sembari mengingat kebaikan orang tua Emelly dan kerjasama mereka selama ini.
Rasa malu, bersalah dan sakit hati bercampur menjadi satu merasuki diri Emelly.
Kemudian Ia keluar dari ruangan Darren dengan isak tangis yang masih tersedu sedu.
__ADS_1
Emelly berlari pelan kearah pintu hingga menghilang dari pandangan Darren.
Darren hanya menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Ia kembali melanjutkan kerjaannya.
Sesudah itu, Ia segera meninggalkan perusahaan menuju mansion miliknya.
Sesampainya di mansion, Sheela sudah menyambutnya di depan teras rumah.
Sheela meraih tas milik Darren dari tangannya dan mengalungkan lengan bagian kanannya ke lengan Darren.
Darren pun menyambutnya dengan senang hati.
Darren mendaratkan sebuah kecupan di kening isterinya.
Kemudian mereka berjalan berdampingan sembari bergandengan tangan seperti pengantin yang hendak memasuki sebuah gedung.
Namun ada sesuatu yang mengganjal penciuman Sheela.
Ia merasa aneh dan asing dengan wangi parfum dari baju Darren.
Namun Ia tetap fokus berjalan disisi suaminya.
Kini mereka memasuki lifht menuju kamar mereka.
Di dalam lifht itu, Darren sempat menggoda dan memuji kecantikan isterinya.
Hari ini Sheela sangat nampak seksi di mata Darren.
Terlihat begitu jelas dari gaunnya yang pendek, panjangnya hanya diatas lutut.
Hingga menampakkan kulit pahanya yang putih, mulus dan seksi.
Bila di rumah, Sheela selalu mengenakan baju 2 gaunnya yang seksi dan tipis karena perubahan suhu badannya yang tidak menentu di masa kehamilannya.
Tubuhnya muda lelah dan gerah.
Baru saja mereka memasuki pintu kamar,
Darren langsung meraih hingga memeluk tubuh isterinya dengan erat.
Sheela sedikit keheranan, namun dia hanya terdiam di pelukan suaminya.
Namun lama kelamaan, wangi parfum dari baju Darren semakin menyengat ke dalam hidungnya.
Membuat konsentrasi Sheela memudar dan mendorong pelan tubuh Darren.
Darren pun melepas pelukannya.
Ia merasa heran karena Sheela menolak dan tak ingin dipeluk olehnya.
"Mandi sana.!
mami ngga tahan dengan bau keringat dari tubuh papi.!"
ucapnya lalu beranjak dari hadapan Darren menuju lemari pakaian.
Darren menjadi bengong dan segera mencium tubuhnya.
"Masih wangi kok.!"
pikirnya.
Darren pun merasa asing dengan wangi parfum dari tubuhnya.
Seketika Ia mengingat kembali kejadian tadi saat masih di kantor.
Darren bergegas mengambil handuknya dan segera masuk ke kamar mandi.
Ia berharap Sheela tak menyadari wangi parfum Emelly yang lengket di bajunya.
Darren memasukkan baju kotornya itu kedalam keranjang yang selalu tersedia di dalam kamar mandi.
Kamar mandi mereka lumayan luas sehingga bisa menampung baju kotor didalamnya.
Kemudian segera membasuh dirinya sampai benar2 bersih.
*********
Bersambung.....
Hi.... readers.... jangan lupa dukungannyana ya.
Like and komen.
Thank you all.
__ADS_1