Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 91


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu saja.


Bulan berganti bulan.


Bahkan kepulangan Sheela ke kota Jakarta sejak dua bulan yang lalu pun tak terasa.


Setelah melewati masa 40 hari di kota kelahirannya pasca melahirkan.


Semenjak Darren membawa isteri dan putranya pulang ke rumah yang megah bak istana itu.


Kehidupan rumah tangga mereka terlihat harmonis dan bahagia.


Perhatian dan kasih sayang Darren semakin hari semakin bertambah.


Darren seringkali meluangkan waktunya sekedar berkumpul bersama keluarga kecilnya.


*******


Hari ini merupakan hari yang paling bahagia dan bersejarah dalam kehidupan Sasa dan Dr. Raka.


Karena malam ini mereka akan melangsungkan resepsi pernikahannya di sebuah hotel mewah milik keluarga Dr. Raka.


Dua hari yang lalu mereka sudah melaksanakan akad nikah di rumah orang tua Sasa di Jakarta.


Kedua belah pihak dari keluarga mempelai pria dan wanita saat ini terlihat sangat sibuk.


Berbagai macam persiapan yang mereka lakukan.


Begitu pun dengan


Sheela dan Darren.


Mereka berdua sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke pernikahan Dr. Raka dan Sasa.


Saat ini Sheela sedang sibuk dengan dandanannya di sebuah ruangan khusus wardrobenya bersama para perias langganannya.


Ruangan wadrobenya itu berada di lantai dua.


Tempat menyimpan berbagai barang2 dan perlengkapan seperti tas, sepatu, baju2 dress Sheela dan beberapa macam model tuxedo yang jarang2 Darren gunakan.


Hanya di gunakan saat ada acara2 besar dan penting saja.


Sedangkan Darren sendiri sudah rapi dengan tampilannya.


Malam ini Ia


mengenakan tuxedo berwarna merah hati, senada dengan warna dress yang akan di kenakan oleh Sheela yaitu warna merah darah.


Setelah itu, Darren memakaikan baju buat jagoan kecilnya dan di bantu oleh Bi Surti.


Usia bayi Jaden kini sudah berjalan tiga bulan.


Dirinya terlihat sangat tampan dan menggemaskan bagi orang2 yang melihatnya.


Raut wajahnya itu perpaduan antara wajah Darren dan Sheela.


"Kamu tampan sekali Nak.!"


ujar Bi Surti dengan gemas.


Saat bayi Jaden


sudah rapi dengan tampilan baju kemeja putih di padukan dengan celana panjang berwarna hitam.


Bahannya


sangat adem sehingga terlihat nyaman di tubuh bayi Jaden.


Darren hanya tersenyum mendengar pujian Bi Surti terhadap putranya.


Lalu beranjak pergi ke ruangan tempat Sheela berdandan.


"Sayang udah siap blum.?"


ucap Darren ketika tiba di depan pintu sambil mengetuk pintu itu.


"Bentar lagi sayang.!."


sahut Sheela dari dalam ruangan itu.


"Papi tunggu di bawah ya.!"


ucap Darren.


"Ok.!"


jawab Sheela.


Lalu cepat2 menyelesaikan dandanannya di bantu oleh para periasnya.


Darren tak ingin masuk ke dalam ruangan itu karena orang yang merias Sheela adalah seorang wanita jadi jadian menurutnya.


Darren sangat anti dengan wanita seperti itu.


Apalagi di sentuh.

__ADS_1


Setelah beberapa menit.


Dandanan Sheela sudah selesai dan siap siap berangkat ke tempat resepsi sahabatnya.


"Akhirnya selesai juga ya say.!"


ucap perias itu dengan gaya khasnya yang gemulai.


"Kamu kok caantik skali sech.


Ngga heran deh, pria tampan seperti Darren bisa klepek2 dan sayang sama loe.!"


tambahnya.


Sheela tersenyum sumringah dan berkata.


"Makasi pujiannya."


Riasan Sheela cukup simpel malam ini.


Namun dirinya terlihat sangat anggun dan menawan.


Bentuk tubuh idealnya kembali seperti semula seperti saat sebelum mengandung.


Dirinya nampak sangat cantik dan seksi.


Bahkan bentuk lekukan tubuhnya sangat cocok dalam balutan dressnya yang nampak elegan.


"Makasi ya jeng.!"


ucap Sheela kepada periasnya yang merupakan teman Sheela semasa SMP dulu.


Sambil berjalan kearah pintu keluar untuk mengantar perias itu bersama kedua orang asistennya.


"Masama cantik."


sahut perias itu.


Lalu melemparkan pandangannya ke arah sofa tempat Darren duduk.


"Laki loe sangat tampan.!"


tambahnya sambil menggigit jari telunjuknya,


membuat Sheela tersenyum geli.


Secara bersamaan.


Darren pun sedang melongo memandangi tubuh seksi isterinya.


Ingin rasanya Ia menghampiri isterinya itu.


Namun perias bencong itu masih berada di dekat Sheela dan sedang memperhatikan dirinya.


Seketika Darren mengalihkan pandangannya ke arah TV yang di tontonnya sebentar tadi.


Dengan menggerakkan pundaknya tanda tak suka dan berharap wanita jadi jadian itu cepat2 keluar dari dalam rumahnya.


Darren semacam trauma bila dekat2 dengan hal semacam itu.


Berawal sejak dari satu tahun yang lalu saat dirinya dan Sheela sedang memfeeting baju pengantin.


Sheela hanya tersenyum tipis melihat kelakuan suaminya.


Ia merasa kurang enak hati kepada temannya.


"Kalau begitu.


Eke pulang ya say.!


Salam sama laki tampan loe."


ucapnya dengan gemas.


Lalu berjalan keluar dan menghilang di balik pintu.


Sheela kemudian menutup rapat pintu rumahnya dan hendak berbalik.


Namun di tahan oleh Darren.


Darren melingkarkan kedua lengannya ke bagian pinggang Sheela dari arah belakang hingga membuat Sheela terkejut dan merinding.


Tak puas sampai di situ.


Darren juga menarik lengan isterinya dan membawanya ke pojok ruangan, agar tak terlihat oleh para pelayan2nya di dalam rumah.


"Papi.!


pekik Sheela.


Darren membungkam bibir Sheela menggunakan jari telunjuknya sambil mendorong pelan tubuh Sheela hingga merapat ke dinding.


"Ssssstt.!"


Tak menunggu lama.

__ADS_1


Darren


kemudian melancarkan aksinya.


Darren mulai mengerayangi tubuh isterinya dari atas hingga ke bawah.


Tangan nakalnya sudah tak terkontrolkan lagi.


Sampai sampai Sheela pun mulai terbawa arus.


Lenguhan halus sudah berhasil lolos keluar dari mulut bibirnya yang seksi.


Untung saja


Ia cepat cepat menyadari jika hari ini mereka hendak pergi ke resepsi sahabatnya.


"Aduh, mati gue.!


Percuma dong, gue make up gini.!"


gumam Sheela dalam hati dengan mata meram.


Karena Ia sudah merasakan ada sesuatu semacam gundukan kecil menyentuh bahkan me******ek area sensitifnya.


Sontak Sheela mendorong tubuh suaminya agar tersadar dan berhenti menggigit pundak dan leher jenjangnya hingga meninggalkan bekas di sana.


Darren tersentak kaget dan mendengus kesal.


Karena keinginannya tak terpenuhi dan di tolak oleh Sheela isterinya.


"Kita kan mau ke acara resepsi Sasa Pi.!"


bujuk Sheela dengan pelan.


Lagi2 Darren mendengus kesal.


"Okey fine.


Tapi gimana dengan ini,


Mami harus tanggung jawab dong.!"


tunjuk Darren pada gu*****an kecilnya yang sudah mulai berdiri tegak.


Sheela menatap sebentar ke area gu*****an kecil itu dan spontan mengangkat kedua bahunya sambil menyeringai nakal.


"Adik kecil, yang sabar ya.!:


ucap Sheela sembari merabah gu*****an suaminya yang sudah mengeras seperti batu.


dan meninggalkannya begitu saja tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Sheela berlari kecil ke arah ruangan wadrobenya.


Sedangkan Darren hanya menatap kepergiannya sembari menyeringai nakal.


Sampai di ruangan wadrobenya.


Sheela langsung memeriksa bekas kiss mark yang menempel di bagian lehernya di depan kaca riasnya.


Mau tidak mau.


Sheela terpaksa menguraikan rambut panjangnya.


Untuk menutupi bekas gigitan suaminya.


Pada hal rambutnya itu sudah di sanggul oleh periasnya sebentar tadi.


Beberapa menit berlalu.


Setelah merapikan rambutnya.


Sheela bergegas keluar dari ruangan wadrobenya dan segera menghampiri Darren yang sedang menunggu dirinya di teras depan rumah.


Bersama Bi Surti yang saat ini sedang menggendong bayi Jaden.


Malam ini Bi Surti pun akan ikut bersama majikannya untuk menjaga bayi Jaden.


"Anak mami.


Kamu lucu banget dech."


ucap Sheela dengan gemas ketika melihat dasi kupu2 di kera baju putranya.


"Lucu dan tampan.!"


timpal Bi Surti dengan senyum khasnya.


Setelah itu mereka semua menaiki mobil.


Darren dan Sheela duduk di jok bagian tengah.


Sedangkan Bi Surti duduk di bagian jok depan di samping pak Budi, sembari memangku bayi Jaden.


Mobil yang mereka tumpangi pun segera melaju, meninggalkan area perumahan elit, menuju hotel tempat resepsi Dr. Raka dan Sasa di adakan.

__ADS_1


********


Bersambung...


__ADS_2