
Tanpa menunggu lama, Sheela dan pak Budi bergegas pergi ke tempat Darren berada setelah mendengar perkataan salah satu polisi itu.
Tak terkecuali Mbah Akung beserta isterinya turut serta untuk mengantarkan Sheela, pak Budi dan kedua oknum polisi yang sedang berjalan menggiring kedua preman di tangan mereka masing2.
Bahkan para petani yang bersiap siap turun ke ladang dan persawahan pun berbondong- bondong datang dan turut serta untuk menyaksikan penangkapan juragan dan anak buahnya yang sering kali meresahkan warga setempat dan sekitarnya.
Sedangkan Darren saat ini sedang mengawasi juragan dan anak buahnya bersama tiga oknum polisi sembari menunggu kedatangan kedua orang polisi yang sedang mengejar kedua preman tadi.
Tanpa Darren sadari, Sheela sudah berjalan dari arah belakangnya dan berdiri tepat di belakang Darren tanpa mengucapkan sebuah kata.
Karena disekitar mereka banyak warga yang berkerumun.
Kemudian beberapa warga tiba2 menoleh kearah Darren.
Baik itu dari arah depan, samping kiri dan kanan Darren membuat Darren dan Sheela jadi pusat perhatian penduduk setempat.
Darren yang menyadari dirinya tiba2 jadi pusat perhatian pun sedikit terlihat bengong karena heran.
Apalagi saat Sheela mulai memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat dan menyenderkan kepalanya sembari meneteskan air matanya membasahi jaket Darren.
Sontak Darren terkesiap. Walau pun dirinya sangat kaget, namun Darren langsung menyadari dan mengenali sosok wanita yang memeluk tubuhnya dari arah belakang.
Wangi khas dari tubuh isterinya yang sangat Darren kenali dan rindukan. Walaupun saat ini Sheela belum pernah mandi sama sekali semenjak dirinya di culik bersama pak Budi.
Darren membiarkan isterinya sejenak untuk memeluk tubuhnya dari belakang,
Agar isterinya lebih puas melampiaskan rasa rindunya.
Tanpa menunggu lama, perlahan Darren melepas lengan Sheela dari pinggangnya yang melingkar erat, agar Darren lebih leluasa untuk berbalik dan berhadapan dengan Sheela.
Kemudian Darren merangkup wajah isterinya dengan kedua tangannya sembari menatap lekat wajah isterinya itu dengan mata sayu dan rasa ibah menghampiri dirinya, melihat kondisi isterinya yang terlihat kurus.
Nampak jelas dari raut wajah Sheela yang terlihat semakin tirus.
Selain tidak mandi, Sesuap nasi pun belum ada masuk kedalam perutnya yang mulai terlihat buncit.
Lalu Darren memeluk isterinya itu begitu erat kedalam dekapannya.
Isak tangis mulai terdengar keras dari mulut bibir Sheela sehingga membuat orang2 disekitar mereka pun ikut sedih. Terutama isteri Mbah Akung yang tahu persis dengan peristiwa yang dialami oleh Sheela dan pak Budi.
Namun perlahan suara isak tangis Sheela mulai menyurut karena lelah dan nahas tubuh Sheela tiba2 menjadi lemas hingga tidak sadarkan diri, membuat Darren menjadi panik dan tergesa- gesa mengangkat tubuh isterinya kedalam mobil.
Pak Budi juga sama paniknya dengan Darren saat ini.
Tanpa di beri perintah, pak budi bergegas naik ke atas mobil dan duduk di balik kemudi, lalu menyalahkan mesin mobil dengan segera karena kunci mobil sudah tersedia di gantungannya.
Mobil pun melaju meninggalkan perkampungan itu, menuju rumah sakit terdekat yang bisa mereka jangkau demi keselamatan Sheela dan bayi dalam kandungannya.
Sesampainya di depan lobby rumah sakit, Darren bergegas turun dari mobil sembari mengangkat tubuh isterinya dan saat itu juga mereka di sambut oleh dua orang suster yang siap siaga dengan tempat tidur brankar dorongnya.
Sesudah Darren membaringkan tubuh isterinya diatas brankar dorong, kedua perawat itu langsung mendorongnya kekamar UGD.
Darren dan pak Budi hanya bisa mengantar Sheela tepat di depan pintu kamar UGD itu.
Raut wajah Darren nampak panik dan sangat kuatir dengan keadaan isterinya saat ini.
Tak henti2nya dia berdoa untuk kesembuhan isteri tercintanya.
Bagaimana tidak, isterinya itu baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu dan sekarang masuk rumah sakit lagi.
__ADS_1
Begitu pun dengan pak Budi, Ia tak kalah paniknya dari Darren. Pak Budi hanya berdiri sambil bersandar di dinding rumah sakit dan mulutnya juga tak henti2nya berdoa dan berharap isteri majikannya itu, selamat dan sadarkan diri dengan cepat.
Beberapa menit kemudian, seorang dokter kandungan keluar dari kamar darurat tersebut.
Darren segera menemui dokter wanita itu tepat di depan pintu.
"Bagaimana keadaan isteri dan anak saya Dok...?"
tanya Darren panik dan gelisah.
Sebelum menjawab perkataan Darren, dokter wanita itu tersenyum tipis. Membuat Darren semakin penasaran.
"Isteri anda baik2 saja. Namun bayi dalam rahim isteri anda sangat lemah.!"
sahut dokter itu menjelaskan kondisi Sheela dan calon bayi mereka membuat Darren sedikit lega namun tetap kuatir dengan keadaan anaknya yang sangat lemah menurut dokter.
"Isteri anda harus banyak istirahat dan tidak boleh stress. Makannya pun harus teratur.
Sebentar lagi Ia akan di pindahkan keruangan inap.."
lanjutnya.
Sedangkan pak Budi hanya menyimak dari arah belakang Darren.
Terima kasih ya Tuhan...
ucap pak Budi dalam hati.
"Terima kasih Dok.."
ucap Darren setelah dokter itu pamit hendak pergi melayani pasien2 lain yang membutuhkan bantuannya.
Kini Sheela di pindahkan keruangan rawat inap..
Sedangkan pak Budi sudah kembali ke Mansion majikannya untuk mengambil baju ganti Sheela dan Darren.
Sebelumnya Darren menyuruh pak Budi untuk merahasiakan keberadaan mereka saat ini, baik itu kepada kedua orang tua Darren dan Sheela bahkan kepada pelayan2 di mansion.
Dengan alasan Darren dan Sheela sedang berlibur ke pulau dewata Bali.
Takutnya Nyo. Shita dan Nyo. Jeslin menelpon ke mansion untuk menanyakan kabar Sheela dan Darren.
*********
Di rumah sakit Ibu dan Anak, Sasa sedang sibuk mengotak atik tombol ponselnya sebelum menjalankan tugas praktiknya sembari duduk bersantai di dalam ruangan khusus penyimpanan barang2 bawaan para perawat dan dirinya dari rumah.
Berulang kali Ia menghubungi nomor ponsel Darren, namun tidak pernah aktif.
Semenjak Sheela hilang, Sasa menjadi tidak tenang dan kurang konsentrasi untuk menghadapi ujian prakteknya dirumah sakit yang tinggal tiga hari lagi.
Tanpa Sasa sadari, Dr. Raka sedang memperhatikan dirinya saat ini di depan pintu.
Bahkan dari tadi ditempat parkiran rumah sakit, saat Sasa turun dari mobilnya, Dr. Raka memanggil Sasa namun Sasa tidak mendengarnya dan hanya terus berjalan memasuki pintu rumah sakit.
Kemudian Dr. Raka memanggil Sasa karena sebentar lagi mereka akan melawati pasien2nya dari kamar ke kamar.
Namun sebelum mengajak Sasa untuk memeriksa keadaan pasien2nya, Dr. Raka menanyakan kondisi Sasa saat ini yang sepertinya kurang semangat dan terlihat lemas di mata Darren.
Kemudian Sasa menjelaskan perihal yang menimpa sahabatnya kini sembari menitikkan air matanya.
__ADS_1
Sontak Dr. Raka terkesiap mendengar kabar kehilangan Sheela.
Dr. Raka kemudian meraih lengan Sasa, membuat Sasa berdiri dengan perlahan. Lalu Dr. Raka memeluk tubuh Sasa dan menepuk nepuk belakang Sasa dengan lembut untuk menenangkannya dari kesedihan atas kehilangan sahabat karibnya.
Sasa pun merasa tenang bercampur bahagia karena Dr. Raka mau berbagi kesedihan dengan dirinya.
Dr. Raka berhasil menenangkan dirinya.
Sasa sangat nyaman berada di pelukan Dr. Raka.
Tiba2 dari luar, dua orang perawat memasuki ruangan itu.
Kedua perawat itu terperangah dengan mulut mangap mereka.
Membuat Sasa mendorong tubuh Dr. Raka, hingga dokter Raka melepaskan pelukannya dari tubuh Sasa.
Karena posisi Dr. Darren tadi berdiri sambil membelakangi pintu masuk.
Jadi otomatis Sasa melihat langsung kedatangan kedua perawat itu.
Kedua perawat itu bergegas menyimpan tas mereka lalu segera pamit dan berlalu dari hadapan Sasa dan Dr. Raka.
Dr. Raka dan Sasa kemudian saling berpandang pandangan membuat mereka berdua salah tingkah.
Kemudian Dr. Raka beranjak duluan meninggalkan Sasa dengan wajah merahnya seperti tomat yang siap di panen.
Kedua perawat tadi hanya tersenyum sumringah sambil berjalan menyusuri lorong2 rumah sakit karena mengingat kejadian tadi.
Mereka tak hentinya menyebarkan gosip kemana mana, kesemua perawat yang mereka temui.
Beberapa perawat menjadi patah hati karena mereka pikir, Dr. Raka sudah menjadi milik seseorang.
Hingga mereka tidak ada kesempatan lagi untuk mendekati dokter Raka.
Ada yang senang, ada pula yang iri. Mereka tidak relah, bila dokter Raka sudah memiliki seorang kekasih.
********
Kini Sheela tersadar dari tidurnya.
Pandangannya sedikit kabur hingga kepalanya sedikit pusing.
Lalu mengerjapkan matanya berulang ulang agar penglihatannya nampak Jelas.
Perlahan penglihatannya mulai terang dan menyadari dirinya sedang berada dirumah sakit saat melihat infus ditangannya.
Kemudian Ia menoleh kearah suaminya yang sedang duduk disampingnya sembari tidur dan memegang tangannya begitu erat.
Tanpa sengaja Sheela terbatuk hingga membangunkan Darren dari tidurnya pulasnya.
"Sayang..! kamu udah sadar...?"
Sheela hanya mengangguk karena menahan batuknya dan perlahan hendak duduk, namun kepalanya terasa berat.
"Mami ngga usah bangun dulu, harus banyak istirahat kata dokter.."
Kemudian Darren mengambil segelas air minum dari atas meja samping ranjang Sheela. Lalu membantu Sheela memegangkan gelas hingga Sheela meminum airnya menggunakan sedotan.
Setelah Sheela minum, Darren mengelus perut isterinya dengan lembut membuat Sheela ter isak mengeluarkan bulir buliran air matanya yang sedari tadi tertahan di dalam kelopak matanya.
__ADS_1
Kemudian Darren mengecup kening isterinya itu dengan lembut lalu memeluk tubuh isterinya dan membujuk isterinya agar berhenti menangis demi kesehatan Sheela sendiri dan anak dalam kandungannya.
Bersambung......