Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 63


__ADS_3

Kini Darren dan Sheela sedang sarapan bersama di meja makan rumahnya.


Mereka makan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


Yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu saja.


Itu sudah menjadi aturan saat sedang makan dalam keluarga kecil mereka.


Setelah sarapan, Darren bergegas ke kantor.


Setibanya di kantor, Ia langsung disambut oleh sekertaris Haris di depan lobby perusahaannya.


Darren berjalan memasuki pintu lobby,


Sek. Haris pun mengikutinya dari belakang dan


mengingatkannya jika hari ini


adalah jadwal keberangkatan Darren untuk mengunjungi dan menyurvei langsung anak2 perusahaannya yang berada di dua kota berbeda.


Tiap tahun Darren akan selalu mengunjungi anak perusahaannya itu.


Tiba tiba Darren menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Sek. Haris dengan sorotan matanya yang begitu tajam, seakan menyiratkan sesuatu disana.


Seketika Sek. Haris menundukkan kepalanya menyadari kesalahannya.


"Maaf tuan muda, saya lupa memberitahukan anda sebelumnya.


Baru hari ini saya mengingatnya."


"Hmmmm....


cepat kau urus semuanya."


sahutnya singkat dengan nada ketus dan sedikit memekik karena jengkel lalu segera meninggalkan sekertaris Haris yang masih diam mematung ditempatnya.


"Baik tuan muda."


jawab Sek.Haris sambil mengelus dadanya, lalu kembali keruangannya untuk mengurus segala keperluan sebelum berangkat.


Kali ini Ia beruntung karena Darren tak memarahinya.


Saat Darren sudah berada di dalam ruangan kerjanya, Ia segera menelpon Sheela untuk menyiapkannya beberapa pasang baju yang akan Darren pakai nantinya.


Selain itu, Darren juga menyuruh Sheela yang akan mengantarkan bajunya kekantor.

__ADS_1


Dengan senang hati, Sheela menuruti perkataan Darren. Karena


Selama ini, Sheela tak pernah menginjakkan kaki kekantor suaminya.


Disisi lain, hatinya juga ikut sedih karena akan ditinggal Darren dalam beberapa hari ini.


Setelah menelpon Sheela, Darren duduk dikursi kerjanya.


Diatas mejanya, begitu banyak berkas yang harus Darren tanda tangani.


Tahun ini begitu banyak proyek yang Darren menangkan dan Ia tangani secara langsung.


Jadi diakhir tahun ini, Darren akan mengadakan pesta besar besaran disebuah hotel ternama,


sebagai rasa syukurnya dan rasa terima kasihnya kepada karyawan- karyawannya yang sudah kerja keras dalam bekerja, hingga perusahaannya bisa sesukses ini sampai sekarang.


Di sela - sela kerjaannya, Darren menghubungi sekertaris Haris, Hingga


Beberapa menit kemudian,


Sek. Haris pun muncul di depan pintu bersama dengan Emelly.


Kali ini Darren ingin mengajak Emelly untuk menyurvei anak2 perusahaannya itu.


Karena tujuan Emelly datang ke Indonesia, hanya untuk mengetahui dan mempelajari cara2 Darren dalam menjalankan perusahaannya.


Asalkan dalam rangka kerjaan dan berhubungan langsung tentang kerjaannya diperusahaan.


Sekertaris Haris pun akan turut serta bersama mereka nantinya.


Emelly pun merasa senang dan tersenyum bahagia terpancar di raut wajahnya setelah mendengar perkataan Darren yang ingin mengajak dirinya ikut serta.


Darren kembali melanjutkan kerjaannya yang masih menumpuk banyak dimeja kerjanya.


Sedangkan Emelly dan Sek. Haris, sedang duduk di sofa sambil menyusun berkas2 yang mereka akan perlukan nantinya.


Dari arah pintu pagar perusahaan, muncul kendaraan mewah yang berwarna putih dan sedang memasuki area perusahaan.


Ya, kini Sheela sudah tiba diperusahaan Darren dan Ia diantar oleh sang supir pribadinya.


Setelah memarkir mobilnya di depan lobby, pak Budi bergegas turun dari atas mobil, lalu segera membuka pintu mobil bagian tengah.


Sheela pun turun dari atas mobil, lalu berjalan memasuki pintu lobby.


Beberapa karyawan menoleh kearah Sheela.

__ADS_1


Mereka merasa takjub dan pangling melihat kecantikan Sheela.


Walau pun dalam keadaan hamil, Sheela selalu berpenampilan modis dan terlihat sangat anggun sekali.


Baju gaun hamil yang Ia kenakan saat ini sangat menunjang penampilannya.


Wajah Sheela terlihat sangat cerah dan berseri- seri.


Senyum manis dari bibir seksinya selalu tersungging saat karyawan2 yang melintas sedang menyapa dirinya dan tersenyum padanya.


Dari arah belakang, pak Budi menyusul Sheela setelah memarkirkan kendaraannya ditempat parkir.


Pak Budi berlari kecil sambil menenteng tas kecil ditangannya dan segera mengahampiri Sheela.


Sheela pun mengambil tas itu dan menyuruh pak Budi untuk menunggunya di mobil saja.


Lagian tas itu hanya berisi tiga buah pasang baju milik Darren.


Jadi Sheela masih mampu dan sanggup untuk menentenganya.


Sheela hanya lupa membawanya saat Ia turun dari mobil sebentar tadi.


Pak Budi pun segera menuruti perintah Sheela.


Saat Sheela ingin menghampiri ruangan resepsionis, tiba2 dari arah bagian dalam muncul seorang wanita paruh baya menghampiri Sheela dan mengucapkan selamat datang kepada dirinya.


Seorang wanita itu merupakan HRD Personalia.


Tentunya Ia sangat mengenali wajah Sheela, karena pada saat pernikahan Darren dan Sheela, wanita itu pun hadir dalam pesta itu.


Seketika wanita itu tersenyum lebar menyambut kedatangan Sheela dan langsung mengantarkan Sheela menuju tangga lihft pribadi bos mereka di kantor, setelah Sheela bertanya dan mencari tahu dimana ruangan suaminya.


Kini Sheela menaiki tangga lifht seorang diri.


Hanya butuh beberapa menit, dirinya sudah sampai di lantai atas.


Sheela berjalan sambil menenteng tas di tangannya.


Di depan pintu ruangan Darren, Sheela disambut oleh sekertaris Darren yang bernama Rara dan langsung menyuruhnya masuk kedalam ruangan itu, sesuai perintah Darren sebelumnya.


Jika isterinya datang, langsung menyuruh Sheela masuk keruangannya.


Bersambung.....


See u all.....

__ADS_1


Thank you buat semuanya yang masih setia menanti bab perbab dari cerita novel author ya.


Jangan lupa beri dukungannya....


__ADS_2