Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 41


__ADS_3

Daren yang merasa di cuekin pun hanya diam seribu bahasa, karena


Dia tak ingin menambah masalah yang lebih rumit lagi dan Ia hanya berharap isterinya tidak berlama-lama marah padanya.


Tapi tidak bagi Sheela, hatinya sangat sakit dan merasa sebal kalau suaminya cuek seperti itu, serta menghindar darinya.


Sepertinya Sheela yang sangat bersalah dalam hal ini.


Hatinya semakin marah dan kesal karena seharian ini, Daren tidak pernah menegurnya malah asyik bermain dengan ponselnya.


Yang Sheela harapkan di luar perkiraannya, bukannya Daren memohon maaf padanya karena tidak bisa memenuhi keinginannya untuk mengambilkan buah mangga tersebut.


Paling tidak Daren berusaha dulu sebelum mengeluh dan menolak permintaannya yang ngotot untuk membeli di luar sana.


Boleh di kata, Sheela lagi ngidam mangga muda dari hasil usaha suaminya karena permintaan si jabang bayi. Walaupun menggunakan pengait atau apa saja, asalkan Daren yang memetikkan mangga tersebut.


Sebenarnya masalah ini hanya sepele, tapi karena pengaruh hormon ibu hamil jadi seperti itu dech...


Masalah dalam rumah tangga memanglah selalu datang silih berganti.


Seperti masakan sayur yang tanpa di bubuhi garam, kan rasanya kurang enaak....


Begitu pun dalam rumah tangga, setiap masalah adalah bumbu2 cinta untuk mempererat tali kasih antara suami dan isteri.


Karena dalam menghadapi setiap masalah rumah tangga yang kian pasang surut.


Susah senang kita harus tetap hadapi bersama pasangan hidup, yang Tuhan sudah berikan pada setiap insan hingga maut memisahkan.


Malam pun tiba dan semakin larut. Sheela yang sudah berbaring di kamar, hatinya semakin gelisah karena merasa tidak tenang Daren tak kunjung masuk ke dalam kamar.


Kemudian Ia keluar mencari dimana keberadaan suaminya.


Sheela mencarinya di ruangan fitnes namun Ia tidak menemukannya.


Kemudian beralih ke ruangan kerja Daren.


Saat masuk ke dalam, lagi2 Sheela tidak menemukan suaminya.


Karena sedikit penasaran dengan sebuah pintu yang ada di belakang meja suaminya yang sedikit terbuka.


Kemudian Sheela melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekati pintu tersebut dan membukanya lebih lebar.


Alhasil Sheela melihat


Daren di pojok balkon sedang asyik menyembulkan asap rokoknya ke udara dan sesekali mempermainkan ponselnya.


Seketika Daren menoleh ke arah pintu dan mendapati Sheela yang sedang memperhatikan dirinya dengan wajah kesalnya...


"Honey.... kenapa belum tidur...., ini sudah larut malam loh..."


sapa Daren yang ingin menghampiri Sheela.

__ADS_1


Namun Sheela langsung berbalik dan meninggalkan begitu saja tanpa menanggapi ucapan suaminya.


"Ada apa dengannya......!?!"


gumam Daren kemudian mematikan api batang rokok yang ada di sela jarinya lalu menyusul Sheela ke kamar.


Sampai di kamar, Daren langsung menghampiri Sheela di tempat tidur dan ingin mengecup kening isterinya.


Sontak Sheela berteriak sambil menutup wajahnya dengan selimut.


"Don't touch me...."


Daren sangat kaget karena Sheela tiba2 marah dan teriak padanya.


"Ada apa honey..., kenapa kamu marah2 begini..."


Bujuk Daren.


Sheela masih terdiam, Dia juga sedikit heran dengan teriakannya barusan.


Mungkin karena luapan emosi yang


sudah menumpuk di kepalanya.


Daren pun semakin bingung hanya membuang nafasnya begitu kasar.


Karena Sheela tak kunjung memberinya penjelasan.


Kemudian kembali ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Sheela.


Ke duanya tidur dengan penuh kegelisahan.


Sheela yang merasa bersalah sudah mulai berbalik ke arah suaminya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah mulai kedinginan.


Di tatapnya wajah suaminya begitu lekat kemudian memindahkan kepalanya di lengan Daren yang sudah terbuka dari tadi.


Karena Daren tahu, Sheela hanya bisa tertidur dengan lelap saat Sheela tidur di lengannya dan itu terjadi semenjak kehamilan isterinya.


Seringai di wajah Daren pun mulai terukir dengan perlahan, karena Sheela berbaring di lengannya dan tertidur dengan pulas.


Selang beberapa menit Ia pun ikut tertidur dengan lelapnya hingga pagi menjelang.


********


Saat Sheela mendengar alarm dari Ponselnya, Ia terbangun dari tidurnya, Ia menoleh ke samping tapi tak mendapati suaminya yang sejak semalam berbaring di sisinya.


Sheela pun bangun dan langsung membersihkan tubuhnya di kamar mandi, karena hari ini Ia akan ke rumah sakit untuk melanjutkan ujian praktiknya yang tinggal seminggu lagi.


Hanya butuh waktu selama tiga puluh menit, Sheela sudah siap dengan setelan yang rapi layaknya seorang dokter.


Sampai di lantai dasar, Ia melihat suaminya sudah duduk di meja makan sambil sarapan.

__ADS_1


"Pagi honey...."


sapa Daren dengan senyum.


Sheela pun tersenyum manis ke arah suaminya dan mulai menyantap sarapan paginya.


"Sayang..., hari ini aku buru2 kekantor..."


ucap Daren yang sudah selesai dengan sarapannya.


"Kamu sarapan yang banyak ya...."


tambahnya sambil mengecup kening Sheela.


"Hmmm..."


angguk Sheela.


"Oh iya...., ini kunci mobil milikmu...."


ucap Daren sambil meletakkan kunci mobil tersebut di atas meja makan dan langsung beranjak pergi meninggalkan Sheela dengan terburu2 menuju tempat kerjanya.


Sheela nampak heran dan melongo sembari memandangi kunci mobil di hadapannya lalu memasukkannya ke dalam tasnya.


Setelah sarapan Sheela langsung menuju garasi dan mengambil kunci mobil dari dalam tas miliknya.


Ia menekan tombol remote kunci tersebut untuk mencari keberadaan mobil yang di maksud oleh Daren.


Karena dalam garasi terpampang berbagai merk mobil seperti di tempat dialer mobil saja kelihatannya.


Terlihat olehnya mobil berwarna putih yang merupakan keluaran terbaru dari merek ternama yang di pesan khusus oleh Daren buat isteri tercintanya.


Namun Ia tidak menggunakan mobil tersebut dan lebih memilih menggunakan mobil kesayangannya pemberian dari papinya.


Kemudian Sheela naik dan duduk di balik kemudinya dan segera menjalankan mobilnya menuju Rs. Ibu dan Anak tempat prakteknya.


Kurang lebih satu jam Sheela sudah tiba di rumah sakit tersebut dan di sambut oleh Sasa sahabatnya di tempat parkiran dan mereka pun mulai dengan aktifitasnya yang tinggal hitungan hari.


*****


Bersambung......


Jangan lupa dukungannya dengan memberi like, komen dan vote tentunya..


Makasi.....


Salam manis dari Author.....


Maafkan bila up date nya tidak teratur karena Author nulis di waktu senggang aja.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2