Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 32


__ADS_3

Pagi2 sekali Sheela terbangun dari tidurnya, Ia pun menoleh ke samping kanan tempatnya berbaring namun tidak ada Daren di sana.


Terdengar olehnya suara gemericik air dari dalam kamar mandi,


dan tak lama kemudian Daren pun keluar mengenakan handuk yang di lilitkan di


pinggangnya dan menatap Sheela yang sudah bangun dan duduk di tepi kasur.


Sheela kemudian beranjak dari duduknya dan langsung menuju kamar mandi tanpa menoleh sedikit pun ke arah Daren,


"apa dia masih marah...?"


gumam Daren lalu mengambil baju dari dalam lemarinya.


Sheela membasuh wajahnya di wastafel kamar mandi lalu mengusapnya dengan handuk dan segera keluar melewati Daren begitu saja.


"Wajahnya kelihatan imut jika sedang marah..."


gumamnya lagi dengan seringai di bibirnya sambil menyisir rambutnya di depan cermin.


Rencananya, Sheela ingin menyiapkan sarapan buat suaminya sebelum pergi ke rumah sakit tempat praktiknya.


Walaupun hatinya masih sebal dengan suaminya namun Ia harus tetap menjalankan tugasnya sebagai isteri.


kecuali baju kerja Daren tadi Ia tidak menyiapkannya, karena takutnya Ia akan kecewa yang ke dua kalinya.


Saat ke dapur, Sheela melihat maminya dan Bi Surti sedang sibuk di dapur untuk membuat sarapan,


Sheela pun menghampiri mereka..


"Morning mom and Bi Surti...."


sapa Sheela kepada Maminya dan Bi Surti,


"pagi Non...."


sahut Bi Surti dengan senyum di bibirnya.


"Pagi sayang..., apa tidur mu nyenyak..?"


timpal Mami Jeslin yang sedang sibuk mengaduk nasi goreng di wajan..


Kemudian Sheela memeluk Maminya dari belakang serta mencium pipi sang mami,


"iya mom..."


jawabnya sembari menyenderkan kepalanya di pundak sang mama.


Bi Surti turut bahagia melihat kedekatan Sheela dengan maminya yang saling menyayangi...


Ya..., Nyonya Jeslin memang sangat menyayangi putri tunggalnya itu...


"Mami akan balik ke Bandung siang ini...,

__ADS_1


bentar lagi papi jemput..."


ucap mami Jeslin yang sudah selesai dengan nasi gorengnya,


"napa buru2 Ma...., Sheela kan masih pengen dekat sama mami..."


ucap Sheela sambil melepas pelukannya dari tubuh sang mama.


"Mami juga pengennya lama2 di sini sayang..."


ucap Nyo.Jeslin


"tapi papi kan banyak kerjaan di Bandung..., mau nggak mau mami harus ikut dong...., kalau nggak papi bisa ngambek.. Kamu tau kan gimana papi mu... yang nggak bisa jauh dari mama."


sambungnya dengan senyum di wajah..


"Iya sech..., papi mah gitu karena sangat sayang ama mami..."


timpal Sheela dengan wajah cemberut.


Nyo.Jeslin tahu betul dengan sifat suaminya yang super protektif dan tidak bisa berpisah jauh dari isterinya bahkan hanya sehari pun.


Karena tiap kali Tuan Hardi ada kerjaan di luar kota dan harus bermalam, pasti Ia mengajak isterinya...


Kali ini aja Tuan Hardi boleh ijinkan Nyo.Jeslin menemui anak mereka karena sudah sebulan tidak bertemu dan kebetulan ada kerjaan di Jakarta.


Saat Daren keluar dari kamar, Ia melewati isteri dan mertua nya begitu saja karena sedang menerima telfon dari Sekertarisnya,


"saya akan segera ke situ..., kamu awasi dia terus...."


"Nak Daren..., nggak sarapan dulu...."


panggil Nyo.Jeslin saat Daren hendak membuka pintu keluar apartementnya.


"Ntar sarapan di kantor ma...., Saya harus cepat ke kantor karena ada urusan mendadak."


jawab Daren lalu beranjak pergi meninggalkan mereka..


Sheela dan Nyo.Jeslin terlihat bengong dan sedikit penasaran saat mendengar obrolan Daren dengan orang yang menelponnya.


Mereka pun mulai sarapan selepas kepergian Daren dari apartement.


Setelah sarapan, Sheela pun beranjak ke kamar untuk bersiap2 karena Ia harus ke rumah sakit menjalani ujian praktiknya.


******


Tiba di kantor, Daren di sambut oleh sekertaris Haris di depan pintu masuk perusahaan.


Mereka langsung ke ruangan kerjanya dan di dalam sudah ada Miss Helena yang menunggu ke datangan Daren.


Tiba2 Miss Helena langsung duduk bersujut di kaki Daren saat Daren masuk ke ruangan kerjanya....


sembari ingin memegang kaki Daren, namun Daren dengan cepat menepisnya dan beranjak duduk di sofa yang ada dalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan Daren..., saya sangat lancang menyuruh orang mencuri dokumen anda karena keserakahan saya."


ucap Miss Helena saat berdiri dan menundukkan kepalanya di hadapan Daren dengan bersimbah air mata.


"Berani sekali kau melakukannya....,


bukankah aku berkali-kali menolak kerjasama denganmu karena aku sudah tau kelicikannmu..."


bentak Daren dengan geramnya dan melototkan matanya pada Helena..


"Baik Tuan..., saya akui kesalahan yang saya perbuat dan akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahan saya, asalkan Tuan tidak menghancurkan perusahaan yang saya bangun dengan susah payahnya..."


sahut Helena memohon,


"Cih...., sebelum bertindak kau harus siap menerima konsekuensinya dan apa yang saya lakukan tidak bisa di hentikan oleh siapa pun."


ucap Daren,


"Silahkan anda keluar dari ruangan saya...."


sambungnya sambil menunjuk pintu keluar agar Helena segera keluar dari kantornya.


Namun Helena tak putus harapan, Ia tetap pada tempatnya dan hendak mendekati Daren..


"Keluar..... kataku...."


bentaknya dengan nada geram..,


Kemudian menoleh ke arah Haris yang berdiri di sampingnya.


"Haris kau bawa dia keluar dari sini..., sebelum aku bertindak lebih jauh.."


katanya kepada Haris.


Di luar sana sekertaris Rara merinding saat mendengar suara Daren yang membentak Helena dengan kerasnya.


Ia pertama kali mendengar bosnya semarah ini...


Setelah beberapa menit kemudian Rara melihat Helena keluar dari dalam ruangan kerja Daren dengan mata sembab dan amarah di raut wajahnya.


Awas kau Daren...., aku nggak akan tinggal diam dan akan segera membalasmu....


gumam Helena di depan pintu lalu beranjak dari tempatnya.


Rara hanya geleng2 kepala melihat kepergian Helena begitu saja yang di antar oleh Haris sampai ke pintu keluar hingga Helena betul2 meninggalkan perusahaan...


******


Hai2..... para readersku yang tercinta.... lama baru up date.... di karena kan Author lagi kurang fit...


kiranya di maafkan ya.....


Jangan lupa dukungannya....

__ADS_1


beri vote, like and komennya...


thank you all.....


__ADS_2