
Seluruh penduduk di kota tersebut menyambut datangnya mentari yang bersinar di pagi hari,
beda halnya dengan ke dua sejoli yang masih tertidur pulas didalam selimut tebal menutupi tubuh mereka.
Dari balik tirai, cahaya matahari menari-nari menyusuri sela-sela jendela hingga menyilaukan di mata Sheela...
Ia pun terbangun dari tidurnya sambil mengucek matanya dan perlahan menoleh ke samping melihat Daren yang masih tertidur pulas di sisinya,
kemudian Sheela baru menyadari apa yang mereka lakukan semalam,
perlahan Ia beringsut dari kasur hendak ke kamar mandi,
dan saat melangkahkan kakinya, Ia merasakan perih di area *********
ahh perih...
desisnya lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
Di kamar mandi Sheela mengisi bathtub dengan air hangat kemudian masuk ke dalamnya dan menenggelamkan tubuhnya di balik busa dari cairan sabun
lavender kesukaannya.
Tiba2 dari balik pintu, Ia mendengar suara ketukan yang membuyarkan lamunannya saat mengingat yang Ia lakukan semalam bersama Daren...
tok.tok.tok...
suara ketukan pintu kamar mandi,
Sheela masih terdiam dalam bisu, namun Ia segera berdiri lalu keluar dari Bathtub dan segera memakai handuk kimono miliknya.
siapa....?
tanya Sheela pura2 tidak tahu kalau itu Daren suaminya..
buka pintunya...
pinta Daren dengan pelan...
tapi saya belum selesai mandi Kak....
sahutnya sedikit gugup dan berdiri dekat pintu...
Kak, apa dia memanggil aku kakak...
gumam Daren dan bersandar di balik pintu,
cepet buka, perut aku ke buru sakit nech...
perintahnya
buruan, uda kebelet nech...
sambungnya,
yang sabar....
bentar lagi kok...
sahutnya,
bukannya kamar mandi dan toilet ada 2 ya....
gumam Sheela,
karena tidak ada respon dari Daren, Sheela pun melanjutkan mandinya dan berdiri di bawah shower membersihkan tubuhnya dari sisa2 sabun yang menempel pada tubuhnya.
beberapa menit kemudian, Sheela keluar dari kamar mandi dengan rambut ter urai dan sedikit basah...
dirinya sedikit gugup karena melihat Daren masih duduk di tepi kasur sambil memainkan ponselnya.
Daren memandangi gerak gerik Sheela dan menatap rambutnya yang masih basah...
Ia pun beranjak dari duduknya berjalan ke arah Sheela dan perlahan membelai rambut Sheela hingga tercium olehnya aroma sampoo dari rambut halus Sheela.
Tiba2 jantung Sheela serasa mau copot karena kaget dan bulu kuduknya sedikit bergidik,
bagaimana tidak posisinya saat itu lagi memilah baju dari lemari untuk Ia pakai.
__ADS_1
harapannya agar Daren segera ke kamar mandi karena Ia ingin memakai baju,
namun sia2 karena Daren kini berdiri tepat di belakangnya.
Daren mengelus rambut Sheela dengan tangan kirinya, kemudian Ia mengambil hairdryer dari atas meja samping lemari pakaian.
Daren mengeringkan rambut isterinya dengan seksama,
Sheela hanya terdiam membisu seakan terhipnotis oleh tiupan hairdryer di rambutnya.
Setelah kering Daren menyimpan hairdryer ke atas meja,
Sheela pun berbalik ke arah Daren yang masih setia memandangi wajahnya yang cantik.
Makasi....
ucap Sheela lirih dengan menundukkan kepalanya kebawah karena malu,
namun Daren mengangkat dagu Sheela agar menatap dirinya tanpa malu2, kemudian menyelipkan untaian rambut Sheela ke telinganya yang menutupi sebagian wajah cantiknya.
Daren mengecup kening isterinya dengan lembut, lalu mengelus bibir Sheela dengan jemarinya sambil menatap wajah Sheela yang sudah memerah seperti tomat yang siap untuk di panen.
hati Daren terpikat melihat wajah isterinya yang ayu dan cantik, Ia menyukai raut wajah Sheela yang memandangi dirinya dengan malu2..
kemudian memberi ciuman yang hangat ke bibir Sheela.
lama kelamaan, Sheela pun terbawa dalam suasana.
Semenjak Ia meminum obat perangsang dari Sarah, hasratnya menggebu-gebu saat berada di sisi Sheela.
akhirnya kejadian semalam pun terulang kembali, bahkan sampai pelepasan yang ke tiga kalinya bagi Daren.
kemudian Daren mengangkat tubuh Sheela ke kamar mandi dan mereka pun mandi bersama....
*****
Saat ini di ruang tamu ada Nyonya Shita yang sedang asik dengan ponselnya,
Ia pun tersenyum bahagia karena anak dan menantunya masih berada di kamar saat Ia datang hingga saat ini.
Ia sempat mendengar desahan Sheela dari kamar di ruangan tamu, bahkan Bi Surti pun mendengarnya.
katanya kepada Bi Surti saat menyajikan teh hangat buat dirinya
namun Bi Surti hanya tersenyum malu menanggapi perkataan nyonya besarnya,
Maksud kedatangannya kali ini hanya untuk mengetahui keadaan putra dan menantunya,
apakah rumah tangga mereka baik2 saja
semenjak pernikahan mereka beberapa hari yang lalu...
memang tidak muda menyatukan ke dua insan yang menikah tanpa adanya rasa cinta di antara mereka,
apa lagi mereka di jodohkan dari kecil dan bertemu saat mereka sudah dewasa.
Setelah meminum habis teh hangatnya Nyonya Shita berdiri dari duduknya, Ia ingin kembali ke mansion karena tidak ingin mengusik kebahagiaan anaknya saat ini,
saat Nyo.Shita hendak pergi, Ia melihat sang putra keluar dari dalam kamar,
Daren pun berjalan ke arah meja makan dekat dapur sambil mengelus perutnya yang di landa kelaparan.
"Mama...."
ucap Daren lirih saat melihat ibunya berjalan ke arahnya dengan senyum khasnya..
"baru bangun Nak...?"
tanya Nyo.Shita kemudian memeluk sang putra tercintanya dengan Penuh kasih sayang,
"iya Ma..."
jawab Daren menyambut pelukan ibunya yang hangat,
"Mama sudah lama di sini...?"
tanya Daren saat sang Mama melepas pelukan dari tubuhnya.
__ADS_1
"belum, baru beberapa menit yang lalu.."
jawab ibunya,
"mau sarapan...?"
sambungnya,
"iya Ma...."
sahut Daren lalu duduk di meja makan,
"Sheela mana..?
kok nggak ngajak sarapan....?"
tanya ibunya,
"nich baru mau suruh Bi Surti anterin sarapannya ke kamar..."
jawabnya sambil mencari keberadaan Bi Surti di sekelilingnya.
Bi Surti pun langsung mendekat ke arah meja saat mendengar namanya di sebut,
karena posisinya saat itu sedang memetik sayuran di dapur buat makan siang majikannya.
"Mama nggak sarapan sekalian..."
tawarnya pada sang mama
"Mama udah sarapan dari rumah..."
sahutnya,
"kamu lanjutin aja sarapannya, mama udah mau balik ke mansion"
sambungnya
kok buru2..
tanya Daren sedikit heran karena kehadiran ibunya di Apartement baru beberapa menit yang lalu.
"Tadi papa nelfon katanya ada urusan penting..."
jawabnya
ooh...
angguknya sambil menaruh nasi ke piringnya,
"sampaikan salam mama ke Sheela aja ya..."
ucapnya sambil mengelus bahu putranya...
"Oh iya bi, tolong
kamu urus menantu saya dengan baik ya..."
ucapnya ke arah Bi Surti yang sedang sibuk mengisi mampan dengan sepiring nasi dan lauknya serta buah apel yang sudah di kupas.
"iya nyonya..."
jawabnya dengan sopan...
Daren terlihat bingung mendengar ucapan mamanya ke Bi Surti,
namun Ia segera melahap nasi dari piringnya karena sudah kelaparan.
"permisi Tuan dan Nyonya besar, saya ke kamar Non Sheela dulu...."
pamit Bi Surti lalu membawa mampan berisi sarapan milik Sheela.
Daren dan Nyo.Shita hanya menganggukkan kepalanya kepada Bi Surti.
"Selamat makan ya, mama pulang dulu...."
pamitnya lagi dan segera beranjak pergi dari apartement putranya.
__ADS_1
"iya ma, hati2 di jalan...."
ujarnya lalu meneruskan sarapannya sampai habis...