Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 71


__ADS_3

Malam kian larut hingga menjemput pagi yang begitu terlihat cerah dan sangat indah dari balkon kamar hotel tempat Darren menginap.


Terik matahari pagi sudah mulai memancarkan sinarnya, menerpa setiap deretan perumahan-perumahan elit dan rumah-rumah para penduduk yang berjajar rapi di sekitar hotel itu.


Anak perusahaannya pun sudah nampak dari kejauhan.


Yang jaraknya hanya sekitar setengah jam lamanya dari hotel setelah mengendarai kendaraan mobil, disaat tidak ada kemacetan lalu lintas dijalan raya.


"Sungguh pemandangan yang sangat indah.!"


pikir Darren sembari duduk di kursi di atas balkon dan sedang menikmati secangkir coffee dan roti yang dipesan khusus dari cafe hotel.


Namun Ia merasa kesepian karena tanpa kehadiran Sheela di sisinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri,


suatu saat Ia akan mengajak isteri serta anaknya ke kota itu bila ada waktu yang tepat.


Saat ini Darren tengah mempersiapkan dirinya untuk pergi berkunjung ke anak perusahaannya yang ada di kota itu.


Setelah meneguk habis coffeenya, Darren kembali kekamarnya.


Lalu segera mengganti handuk kimononya dengan baju kantornya.


Disaat dirinya sudah rapi dengan setelan jasnya, Harris dan Emelly sudah menunggu dirinya didepan pintu kamar Darren.


Darren pun segera keluar dari kamarnya saat sekertaris Haris sudah menghubungi dirinya melalui panggilan telfon.


Emelly merasa takjub saat Darren keluar dari kamarnya dank datang menghampiri mereka di depan pintu.


Emelly sangat terkesima melihat penampilan Darren yang selalu nampak cool dan semakin tampan saat mengenakan setelan jasnya.


Darren pun menyadarinya, namun Ia pura - pura tidak tahu dan terus melangkahkan kakinya berjalan melewati dan mendahului Haris dan Emelly kedepan.


Sesuai jadwal kunjungan mereka hari ini, hanya butuh waktu dua jam lamanya.


Darren tak ingin berlama-lama di kota ini, Ia ingin segera kembali ke Jakarta untuk menemui isterinya.


Walaupun tak sesuai jadwal sebelumnya.


Setelah mendengar kabar dari isterinya, kalau hari ini Sheela akan melakukan kegiatan di luar rumah yaitu melakukan senam ibu hamil.


Sebenarnya Darren masih membatasi waktu kegiatan Sheela di luar rumah yang akan menguras dan membuatnya lelah.


Sheela hanya di ijinkan kekampus saja.


Darren ingin menyewa dan mengundang jasa pelatih senam khusus ibu hamil kerumahnya, namun Sheela menolaknya.


Sheela ingin berbaur dengan ibu ibu hamil yang lainnya dan ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda saat berkumpul dan bercengkrama bersama para ibu hamil.


Darren ingin mendampingi isterinya saat Sheela menjalani senam ibu hamil.


Karena peran suami sangat dibutuhkan saat ibu hamil melakukan senam itu, menurut beberapa artikel yang Darren sudah baca semalam dari sumber yang terpercaya melalui internet.


Hari ini Darren ingin memberi kejutan kepada isterinya, kalau Ia pulang lebih awal tanpa sepengetahuan Sheela.


**********


Kegiatan Sheela hari ini cukup padat. Bahkan selama masa kehamilannya, Ia harus membagi waktunya antara kuliah dan mengikuti kelas senam yang akan dilakukan 3 kali dalam seminggu.


Pagi ini Sheela sudah berada di kampus.

__ADS_1


Hari ini, Ia hanya mengikuti mengikuti satu mata kuliahnya saja.


Karena dosennya sedang sakit, jadi hari ini Ia dan Sasa pulang lebih awal.


Saat mereka keluar dari kelas, Sasa mengajak Sheela ke mall dan Sheela pun menyetujuinya.


Karena mereka berdua, sudah lama tidak pergi ke mall bersama.


Semenjak dirinya menjadi isteri dari pengusaha terkenal.


Sasa pun merasa sangat senang.


Kemudian mereka segera meninggalkan kampus, dengan mengendarai mobil milik Sasa menuju mall terbesar di kota Jakarta.


Dalam perjalanan, Sheela sempat mengirim pesan ke sopirnya, jika hari ini Sasa akan mengantarnya pulang.


Jadi pak Budi tidak perlu menjemputnya.


Sesampainya di mall, mereka langsung pergi berbelanja baju.


Setelah puas berbelanja, mereka masuk ke kafe untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai kosong dan lapar.


Tidak terasa waktu yang mereka habiskan di mall itu kurang lebih dua jam lamanya.


Setelah perut mereka terisi dan merasa kenyang, Sasa langsung mengantarkan Sasa pulang ke mansion.


Setelah mengantarkan Sheela ke mansion, Sasa pun langsung pulang kerumahnya.


Di depan teras rumah, Sheela langsung menghampiri pak Budi yang sedang berjalan dari arah dalam rumah karena ingin menanyakan sesuatu.


"Pak Budi.!"


Pak Budi pun bergegas menghampiri dirinya.


"Ada apa nyonya.?"


"Hari ini, tuan muda ada telpon pak Budi ngga.?!?"


tanya Sheela penasaran dan sedikit gugup.


"Iya Nya."


sahutnya dengan singkat.


"Trus tuan bilang apa tadi.!"


tanya Sheela lagi.


"Katanya, kenapa saya ngga pergi jemput nyonya hari ini.!


Itu aja nyonya, kemudian telponnya ditutup.!


Sepertinya tuan marah besar pada saya nyonya.!"


sahut pak Budi menjelaskan.


Tiba2 jantung Sheela berdetak dengan kencang dan sedikit tidak karuan.


"Darren pasti marah besar padanya.! Bukan kepada pak Budi.!"

__ADS_1


pikirnya dalam hati.


"Yawudah kalau gitu, pak Budi istirahat aja.! ntar aku yang akan jelasin ke tuan.!"


ucap Sheela lalu bergegas masuk kekamarnya.


Baru saja dirinya sampai di kamar, ponsel miliknya sudah berdering.


Sheela menatap layar ponselnya sebentar, lalu menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan2.


Sheela mengatur nafasnya, kemudian segera mengangkat ponselnya.


"Halo Pi.!"


sambutnya dengan lirih dan terdengar manja.


"Dari mana saja kamu hari ini.!


Kenapa bukan pak Budi yang mengantarmu pulang.!?!


Aku menggaji dia, hanya untuk mengantarkan mami saat pergi dan pulang dari kampus.!


Balik dari sini, papi akan langsung pecat dia.!"


ucapnya dengan nada mengancam karena kesal.


"Maaf honey.!


Mami mohon, jangan salahkan pak Budi. Mami yang udah nyuruh dia, agar tidak menjemput mami hari ini.?


Lagian mami udah dirumah sekarang, diantar sama Sasa tadi."


sahutnya menjelaskan dan sedikit memohon.


Namun Darren menutup ponselnya tiba2, tanpa menanggapi permohonan maaf dari isterinya.


Membuat Sheela semakin merasa bersalah kepada pak Budi.


Gara2 dirinya, pak Budi akan di pecat, pikirnya dalam hati.


*****


Saat ini, Darren sedang berada diatas jet pribadinya. Helikopter yang mengantarkannya kemarin sedang di servis jadi, tidak bisa diterbangkan untuk menjemputnya.


Hatinya masih terlihat sangat kesal karena Sheela melanggar aturannya hari ini.


Menurut laporan anak buahnya, yang Darren siapkan untuk selalu mengawasi isterinya kemana pun Sheela pergi. Ia mendapat laporan jika hari ini Sheela pergi ke mall tanpa ijin darinya.


Semua Darren lakukan demi keamanan isteri dan calon anaknya.


Mengingat kejadian saat penculikan isterinya beberapa bulan yang lalu.


Dari situ Darren belajar dan selalu hati2, sehingga dirinya rela mengeluarkan bajet yang begitu besar untuk menyewa beberapa orang untuk mengawal dan mengawasi isterinya dari kejauhan.


Tanpa sepengetahuan isterinya.


******


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2