Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 24


__ADS_3

Malam berganti pagi, siang datang menerangi bumi......


Embun hinggap di dedaunan yang melambai-lambai menyambut datangnya pagi yang cerah nan indah...


Sheela terbangun dari tidurnya saat alarm ponselnya berdering, menunjukkan pukul 6 pagi.


Ia bergegas turun dari kasur dan merapikan tempat tidurnya kemudian ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Selang beberapa menit dari kamar mandi, Sheela pun keluar dari kamar hendak ke dapur...


Sebelum ke kampus, Sheela akan membuat sarapan buat dirinya dan Daren..


Karena biasanya Bi Surti datangnya jam 7 pagi..


Saat berjalan sesekali matanya melirik ke ruang tamu mencari keberadaan Daren....


Rupanya dia belum bangun....


ucapnya lirih sambil berjalan pelan menuju dapur.


Terbesit rasa bersalah dalam hatinya saat melihat Daren tidur di sofa.


Sebenarnya sudah ada benih2 cinta tumbuh di hati masing2 namun di selimuti rasa gengsi serta ego yang tinggi dan kurangnya komunikasi antara mereka.


Sampai di dapur Ia berencana membuat nasi goreng favoritnya, kebetulan dalam rice cooker masih ada nasi sisa semalam.


Sheela pun mulai mengambil bahan campuran nasi gorengnya dari kulkas, sepintas Ia melihat Daren berjalan melewatinya begitu saja dan langsung ke kamar,


Ruang tamu dan dapur hanya di sekat dengan meja bartender mini.


Beberapa menit kemudian Nasi Gorengnya pun sudah siap dan menyajikannya di dua piring kaca berwarna putih..


Kemudian meletakkannya di atas meja lalu menutupnya pakai tudung nasi.


Sheela pun menyusul ke kamar dan menyiapkan kemeja serta pakaian dalam Daren dari lemari.


Ia tidak ingin lari dari tanggung jawabnya sebagai isteri, walau pun nikahnya karena perjodohan dari kakek buyut mereka..


Selang beberapa menit, Daren keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggulnya.


Dengan postur tubuh yang tegap, dada yang bidang membuat dirinya sangat sempurna..


Sheela hanya melihat sepintas dan hendak ke kamar mandi....


Baru satu langkah Daren sudah memangilnya...


Hei tunggu....


kata Daren....


Ada apa lagi sech....


huh... dasar es balok....


gumamnya....


Ada apa....?


tanya Sheela saat berbalik kehadapan Daren sambil menundukkan kepalanya menatap lantai sambil memegang jari2 tangannya...


Pegang ini.....


ucapnya sambil menyodorkan Salonpas Gel di tangannya kepada Sheela..


Salonpas....... buat apa...


ucapnya lirih dan heran kemudian mengambil salonpas dari tangan Daren..


Kamu oles di punggung-ku....


perintahnya lalu berbaring di kasur.


Sheela mendekat dan berdiri di samping kasur, hanya memandangi punggung Daren yang putih bersih.


Kenapa lama sekali....


Gerutu Daren....


Cepat2 Sheela duduk di kasur samping Daren lalu membuka tutup Salonpas dan mengolesnya di punggung kiri dan kanan Daren.

__ADS_1


Jantung Sheela berdetak kencang, karena baru kali ini Ia menyentuh tubuh seorang pria tanpa sehelai baju pun...


Apa kamu sudah puas memandangi punggung-ku...?


ucapnya dengan seringai..


Spontan Sheela berdiri....


Tapi Daren memegang tangan Sheela dengan cepat.....


Sheela terkejut,


membuat jantungnya berdetak tak karuan....


Kamu harus pijat punggungku....


ucapnya mengancam...


Kenapa harus aku.....


gerutu Sheela sambil melepas tangannya dari genggaman Daren...


Gara-gara kamu punggungku sakit begini.....


ujarnya sambil memutar badannya ke arah Sheela...


Hah.....


Gara-gara aku.......?


sanggah Sheela dan menunjuk dirinya..


Iya....


Badanku sakit semua karena tidur di sofa.....


Daren tiba2 duduk dan memperlihatkan dadanya yang bidang dan perutnya yang six pack...


Wajah Sheela memerah seketika bagaikan kepiting rebus......


Ia menundukkan kepalanya, karena malu...


Daren pun membelakangi Sheela lalu duduk selonjor di pinggir kasur agar Sheela dengan mudah memijatnya....


Lakukan dengan benar tanpa mengumpati-ku


perintah Daren menyindir...


Sheela pun memijatnya dengan kedua tangannya sambil memonyongkan bibirnya....


Jari jemarinya mulai lelah memijat punggung Daren yang keras seperti batu menurut Sheela.


Apa kamu nggak ke kantor hari ini...?


tanya Sheela sembari melihat jam dinding..


Hah, sudah jam 7......


Aku harus mandi mau ke kampus.....


seru Sheela dan menghentikan pijatannya....


Sedangkan orang yang di pijat hanya diam tidak ada respon sama sekali...


Mungkin Dia tertidur....


pikir Sheela dan beranjak pergi ke kamar mandi namun sebelum beranjak Ia mengambil baju gantinya karena Daren masih ada di kamar.


Tak butuh waktu yang lama Sheela sudah keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan kemeja putih dan rok jeans di atas lutut....


Daren pun sudah rapi, mengenakan kemeja yang di siapkan Sheela untuknya...


Ia pun melototin tubuh Sheela yang seksi menurutnya karena kemeja Sheela cukup ketat dan roknya yang pendek...


Terlihat gundukan di dadanya yang lumayan besar serta pahanya yang putih dan seksi...


Ganti roknya...


perintah Daren tiba2 sambil mengenakan jasnya...

__ADS_1


Hah...


seru Sheela kaget mendengar perkataan


Daren saat Ia menyisir rambutnya yang panjang..


Aku sudah terlambat.....


ucapnya lalu memakai pupur baby ke wajahnya di depan cermin lemari baju miliknya.


Ya, sangat simpel bukan......?


Wajah Sheela tak butuh cream dan pelembab karena kulit wajahnya sudah putih cerah dan nampak cantik...


Daren masih melototin Sheela dengan wajah marah karena Ia tidak menuruti perintahnya......


Kemudian Daren mendekati tubuh Sheela dari belakang dan mendekatkan wajahnya di bahu kanan saat Sheela mengambil tas rangselnya dari meja belajarnya.


Sheela terperanjat dan merinding karena


Daren mendekatkan bibirnya di telinga Sheela dan kedua tangannya di letakkan di meja.


Ganti nggak....


bisiknya mengancam.......


Baiklah...


gerutunya sambil mendorong tubuh Daren.....


Daren pun keluar dari kamar saat Sheela membuka lemari baju dan mengambil celana panjangnya.


Kemudian Sheela mengganti roknya dengan celana panjang jeans ornamen mutiara bagian bawa kaki dan


Tidak mengurangi sifat feminimnya,....


Ia pun mengambil tasnya dari meja belajar dan beranjak keluar dari kamar.


Hampir semua keperluan Sheela, Daren sudah siapkan terutama lemari pakaian dan meja belajar dalam kamar, namun satu yang Ia lupakan yaitu meja rias......


Sek.Haris yang menyiapkan semuanya sesuai perintah Daren......


Di ruang tengah, Sheela buru2 mengambil sepatu ketsnya di rak sepatu....


Ia berpasan dengan Bi Surti yang tengah berjalan ke kamar untuk mengambil pakaian kotor.


Permisi Non Sheela... Bibi mau ngambil baju kotor di kamar.


sapa Bi Surti menundukkan kepalanya....


Iya Bi....


Silahkan...


Sahut Sheela sopan dan berlari kecil ke arah pintu keluar Apartemen...


Nggak sarapan.....


teriak Daren dari meja makan, yang tengah menikmati Nasi Goreng buatan Sheela...


Udah lambat.....


omelnya sambil membuka pintu....


Hei tunggu.....


teriaknya lagi...


Apalagi sech.....


gerutu Sheela kesal....


Daren mengangkat tangannya tinggi2 dan menggoyangkan kunci mobil Sheela di tangannya....


Sheela pun berlari ke arah Daren dan mengambil kuncinya...


Aku duluan....


pamit Sheela dan berlalu dari hadapan Daren

__ADS_1


Selesai sarapan Daren melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7.50, Ia pun beranjak dari duduknya dan segera pergi ke kantor......


.


__ADS_2