
Menjelang sore, Darren tengah bersiap untuk pergi ke kolam renang outdoor yang terletak di lantai paling atas, dari hotel tempat mereka menginap.
Setelah mengganti pakaiannya dengan celana renangnya, Darren langsung keluar dari kamarnya dengan mengenakan handuk kimono untuk menutupi tubuhnya.
Saat tiba dikolam renang, Darren melepaskan handuk kimononya lalu meregangkan otot ototnya dipinggir kolam renang, sebelum menyeburkan dirinya kedalam kolam itu.
Sembari meregangkan otot ototnya, Darren menikmati pemandangan yang terlihat sangat indah dan mengagumkan dari atas sana.
Dikolam itu, sangat terlihat sepi. Hanya ada dua orang pria saja dan empat orang wanita, yang sedang berenang di kolam khusus wanita.
Kolam renang yang disediakan hotel itu, hanya ada dua kolam renang dan hanya dikhususkan untuk para pelanggan suite room saja.
Tanpa Darren sadari, seorang wanita sedang memperhatikan tubuhnya yang kekar dan berotot dari balik kaca mata hitamnya sembari duduk bersandar dikursi dan sedang menikmati segelas jus mangga didalamnya.
Begitu pun dengan tiga orang wanita yang lainnya. Perhatian mereka tiba2 teralihkan ketika Darren berdiri dipinggiran kolam renang.
Sungguh pemandangan yang indah dan sangat langkah bisik bisik mereka saat mereka keluar dari dalam kolam dan duduk berkumpul di satu meja untuk istirahat sejenak karena tenggorokan mereka terasa haus dan kering.
Setelah melakukan pemanasan, Darren langsung menceburkan tubuhnya kedalam air kolam.
Lalu mulai berenang dari ujung hingga ke ujung kolam tempatnya berenang.
Hampir satu jam Darren berada dalam kolam itu. Karena mulai lelah dan haus, Ia keluar dari dalam kolam dan langsung menuju ke meja tempatnya meletakkan handuk kimononya.
Seorang wanita yang sedang memperhatikan tubuh Darren sedari tadi, dengan segera beranjak dari duduknya ketika melihat Darren hendak keluar dari kolam.
Wanita itu berdiri dari duduknya, lalu mengenakan handuk kimononya untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan bikini.
Namun hanya sekedar menutupi bagian belakangnya saja.
Sehingga bikini yang wanita itu kenakan, masih nampak jelas dan mempertontonkan lekuk tubuhnya yang indah dan seksi dari bagian depan.
Kemudian wanita itu berjalan kearah meja Darren sembari membawa sebotol air mineral ditangannya.
Ia berjalan layaknya seorang model bikini, sedikit berlenggak lenggok diatas pinggiran kolam renang.
Kedua pria yang sedang duduk bersantai di meja mereka pun, hanya bisa melongo dan merasa kagum dengan proporsi tubuh yang dimiliki oleh wanita itu.
"Hay...."
wanita itu menyapa ketika Darren hendak memakai handuk kimononya.
Sontak Darren berbalik dan menoleh kearah suara yang tidak asing ditelinganya.
"Emelly..!"
gumam Darren namun Emelly masih bisa mendengarnya.
Emelly pun tersenyum sembari menyodorkan sebotol air minum kehadapan Darren.
Namun matanya sesekali melirik kearah perut Darren, yang dipenuhi beberapa potong roti sobek disana.
"Minumlah, kamu pasti lelah dan haus karena terlalu lama berendam di dalam air.!
ucapnya dengan terbata bata karena pikirannya sudah tidak normal lagi sehabis melihat perut dan gundukan dari balik celana renang Darren.
Tak dipungkiri.
Sebagai lelaki normal, Darren pun sempat merasa tergoda melihat tubuh indah Emelly.
Namun Ia berusaha menahannya dan segera mengikat tali handuk kimononya dengan erat.
Kemudian mengambil air mineral itu dari tangan Emelly.
"Thank you.!"
ucapnya lalu meneguknya sampai habis.
Emelly tersenyum sumringah karena Darren meneguk airnya sampai habis.
Ketiga wanita yang sedang memperhatikan mereka, sedikit merasa kecewa. Harapan mereka pupus.
Mereka merasa iri dan menampakkan wajah tidak sukanya kepada Emelly,
karena sudah berhasil mendekati Darren.
Emelly pun melemparkan senyum sinisnya kearah ketiga wanita itu, manampakkan dirinya seakan menang dalam pertandingan.
Lalu ikut duduk disebelah Darren, sembari menyilangkan kedua kakinya.
"Harris kemana sech..?"
pikir Darren, lalu mengambil ponsel miliknya dari atas meja dan mengecek email diponselnya.
"Apa kau melihat Harris.?"
tanya Darren tiba2, memecahkan suasana sepi.
Namun pandangannya tak lepas dari ponselnya.
Sontak Emelly menoleh kearah Darren, tanpa menjawab pertanyaan Darren karena merasa bengong.
__ADS_1
Kemudian Darren ikut menoleh kearah Emelly.
"Apa kau sedang bertanya padaku.!?!"
tanya Emelly.
"Ya...."
sahut Darren.
"Mungkin dia masih istirahat dikamarnya.!"
jawabnya.
Darren hanya mengangguk menanggapi ucapan Emelly lalu memalingkan wajahnya dan melihat kelayar ponselnya.
Apa aku bisa minta tolong padamu.?
tanya Emelly kemudian.
Sontak Darren menoleh kearah Emelly.
"Apa yang bisa aku bantu.!"
Aku ingin berenang, tapi aku takut kulitku jadi hitam karena belum pakai ini.
Ucapnya sembari memegang Sun block ditangannya dan mengarahkannya ke hadapan Darren.
Darren hanya bisa melongo dan bengong.
"Tolong kau oleskan ke punggungku."
tambahnya lalu meletakkan sun blocknya keatas meja dan langsung berdiri dan memunggungi Darren lalu membuka handuk kimononya.
Darren hanya bisa pasrah dan menggelengkan kepalanya sembari menoleh kearah lain.
Wajah Darren memerah, Ia mencoba untuk menahan godaan yang sudah nampak jelas di depan matanya.
Dirinya sedikit ragu, namun Emelly terus memaksa dan meminta tolong kepadanya.
Perlahan Darren mengambil sun block itu, lalu membuka tutupnya.
Kemudian menuangnya langsung ke punggung Emelly, tanpa menoleh kearah punggung Emelly.
Harris yang melihatnya dari kejauhan, langsung bergegas menghampiri mereka.
"Tuan muda.!
Tiba tiba sun block ditangan Darren terjatuh kebawah lantai.
Darren sangat terkejut.
"Dari mana saja kau.!"
ucapnya untuk menghilangkan rasa kagetnya.
Bukannya terkejut, Emelly hanya terlihat kesal dan sangat jengkel karena Haris datang diwaktu yang tidak tepat menurut Emelly.
Namun lain halnya dengan Darren.
Ia merasa sangat beruntung karena kehadiran Haris saat ini.
"Aku mau kembali kekamar.!
Ada Harris yang akan menolongmu.!"
ucapnya lalu segera beranjak pergi meninggalkan Harris dan Emelly.
Setelah kepergian Darren, Emelly langsung mengenakan handuk kimononya dan bergegas pergi dari hadapan Harris, tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Harris.
Haris hanya terdiam seribu bahasa dan terlihat bengong melihat kepergian Emelly.
Saat Emelly hilang dari pandangannya, Harris membuka handuk kimononya dan langsung menyeburkan tubuhnya kedalam kolam.
Sesampainya dikamar, Emelly langsung masuk kekamar mandi.
Ia mengisi buthupnya dengan air, lalu masuk kedalam buthup setelah menuang sabun dan aroma terapi kedalamnya, untuk menenangkan pikirannya dan menghilangkan rasa kesalnya kepada Harris.
Sedangkan Darren sedang bersantai di atas kasurnya.
Pikirannya kini melayang kemana mana.
Tiba tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk dari isterinya.
Darren sudah menyetel nada dering khusus panggilan dari isterinya.
Lalu segera mengangkatnya.
"Hallo honey, ada apa.?
ucapnya membuat Sheela terdiam sejenak dan sedikit kesal.
__ADS_1
"Saat ngga ditelpon, bilangnya ngga ada kangennya sama suami sendiri.
Giliran ditelpon tanyanya gitu. Ada apa..?!!!"
gumam Sheela dalam hati.
Semenjak kehamilannya, Ia mudah tersinggung dan emosinya kurang stabil.
"Honey...!"
pekiknya.
Karena tak ada jawaban dari isterinya, Darren menutup telponnya.
Lalu menelpon balik isterinya menggunakan panggilan video call.
Panggilan pun langsung tersambung.
Darren menatap wajah isterinya dengan seksama.
"Hellow.! Honey.!
goda Darren menyadari kesalahannya yang boleh dikata, hanya sepele saja.
Sheela hanya memonyongkan bibir seksinya.
Darren pun ikut memanyunkan mulutnya lalu melayangkan kissnya kelayar ponselnya membuat Sheela tersenyum geli.
"Papi habis ngapain barusan.!"
tanya Sheela kemudian.
"Habis renang sayang.!"
ucapnya dengan lembut.
"Dengan siapa.?
truss disana pasti banyak cewek yang ngeliatin papi saat berenang.!"
tanya Sheela menyelidiki.
Darren terkekeh pelan.
"Banyak sech., cuman ngga ada yang secantik mami.!"
goda Darren menenangkan hati Sheela.
"Benarkah...?!?"
sahut Sheela dengan pelan dan sedikit manja dan tersipu malu karena Darren mengatakan jika dirinya cantik.
"Hmmm"
sahutnya sembari mengangguk.
"Maafkan papi sayang. Ngga mungkin papi mau mengatakan semua yang papi lakukan tadi.
Bisa bisa kamu marah besar nantinya.!"
ucap Darren dalam hati, mengingat kejadian tadi saat dikolam renang.
"Papi kenapa.!?
Seperti pikirin sesuatu.!"
tanya Sheela heran.
"Ngga kenapa2 sayang. Papi hanya kangen dan pengen peluk mami dengan segera.
sahutnya mengalihkan pertanyaan isterinya.
Wajah Sheela bertambah memerah dan berkata,
"Gombal.!"
"Kalau kangen, cepat pulang dong.!
truss, papi kapan balik kesini.?
tambahnya.
"Tiga hari lagi honey, yang sabar ya.!".
ucapnya.
"Yawudah kalau gitu.! papi istirahat aja dulu, mami pengen kekamar mandi.
ucapnya mengakhiri panggilan video call mereka karena kebelet pengen buang air kecil.
Bersambung..
__ADS_1