
"Aku dan Calista akan pindah kontrakan dan sebagian barang milikku masih ada. Jadi besok siang temanku akan datang ke kontrakan untuk mengambil barang-barang milikku jadi kunci sementara aku pegang sekalian nitip pakaian milikku yang di jemur." Jawab Brian.
Brian tidak mengatakan kalau sebenarnya yang datang adalah anak buahnya karena saat ini Brian sedang menyamar menjadi pria miskin.
"Ok, tidak masalah dan sama seperti Calista uang yang sudah di bayar tidak bisa dikembalikan atau di minta." Ucap pemilik kontrakan.
"Tidak masalah buatku." Jawab Brian.
'Awas kalian akan aku balas perbuatan kalian, aku tidak perduli dengan uangku yang tidak kalian kembalikan tapi yang aku perduli adalah kalian memperlakukan ke orang yang tidak mampu.' Sambung Brian dalam hati.
Dirinya tidak pernah merasakan kekurangan uang karena bagi Brian uang seperti daun yang tumbuh di pohon yang sangat rimbun jadi tidak akan pernah habis jika setiap hari di petik karena akan terus bertumbuh.
Brian mempunyai usaha yang lumayan banyak dan menghasilkan uang triliunan belum lagi usaha milik ke dua orang tuanya karena itulah Brian tidak mempermasalahkan hal itu.
Yang menjadi masalah adalah dirinya merasa bersalah dengan Calista karena Brian tahu kalau Calista sangat irit. Hal itu terlihat dari pakaian yang dikenakannya namun karena gara-gara ulah dirinya untuk ditemani tidur dan mencuci pakaian miliknya walau tidak di minta namun Brian merasa sangat bersalah ketika semua tetangga mengusir dan merendahkan Calista.
"Syukurlah kalau Nak Brian tidak masalah." Ucap pemilik kontrakan.
"Apakah ada yang lainnya?" Tanya pemilik kontrakan.
"Tidak Ada." jawab Brian.
"Kalau begitu kami pamit." Sambung Calista sambil berdiri dan diikuti oleh Brian.
__ADS_1
Brian dan Calista pergi meninggalkan rumah kontrakan tersebut, mereka berjalan kaki menuju ke tempat jalan raya karena daerah tersebut jauh dari kendaraan.
"Kenapa Kak Brian ikut pergi?" Tanya Calista setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Memangnya kenapa?" Tanya Brian balik bertanya.
"Kalau Kak Brian tidak ikut pergi, Kak Brian bisa istirahat dan tidur di kontrakan karena Kak Brian masih belum begitu sehat." Jawab Calista.
"Terus kamu?" Tanya Brian.
"Aku akan tetap pergi dan mencari kontrakan baru." Jawab Calista.
"Apakah kamu ada uang untuk membayar kontrakan?" tanya Brian penasaran.
"Kebetulan masih ada tabungan, apalagi mulai besok aku akan kerja jadi setidak-tidaknya ada yang pemasukan." Jawab Calista.
"Tidak ada." Jawab Brian berbohong sambil melirik ke arah Calista.
"Kebetulan aku masih ada sisa tabungan dan cukup untuk membayar dua kontrakan. Kak Brian pakai uangku dulu untuk membayar kontrakan." Ucap Calista.
"Kenapa kamu baik padaku? Kitakan baru kenal apalagi gara-gara aku, kamu di usir." Ucap Brian merasa bersalah.
"Sesama manusia harus saling tolong menolong dan mengenai aku di usir, aku minta jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena itu bukan salah Kak Brian." Jawab Calista.
__ADS_1
"Kalau misalnya Aku pinjam uang mu untuk membayar kontrakan tapi ternyata Aku belum bjsa mengembalikan tepat waktu, bagaimana?" Tanya Brian sambil melirik kembali ke arah Calista.
"Kebetulan itu uang simpanan jadi jika seandainya belum bisa dikembalikan tepat waktu tidak apa-apa dan Kak Brian jangan dijadikan beban karena belum bisa bayar." Jawab Calista.
"Kalau seandainya Aku kabur membawa uangmu, bagaimana?" Tanya Brian.
"Berarti bukan rejeki ku." Jawab Calista.
'Dia memang gadis yang sangat berbeda dan aku bersyukur bisa bertemu dengan gadis sebaik Calista.' Ucap Brian dalam hati.
"Kita istirahat di warung makan yang ada di depan itu karena Kak Brian masih sakit dan perlu istirahat." Ucap Calista sambil menunjuk ke arah warung.
"Ok." Jawab Brian singkat.
Merekapun berjalan ke arah warung makan tersebut hingga mereka sampai di warung makan, barulah Brian dan Calista masuk ke dalam warung makan sederhana.
"Kak Brian pesan apa?" Tanya Calista.
"Apa aja, tapi yang murah ya soalnya Kakak uangnya menipis." Ucap Brian berbohong.
Brian mencoba sekali lagi apakah Calista adalah gadis yang cocok untuk dirinya ataukah sama seperti yang lainnya.
"Bagaimana kalau aku pesan ayam satu porsi dan tempe tahu plus sambal satu porsi juga dan minumannya dua teh hangat?" Tanya Calista.
__ADS_1
'Aish ternyata aku salah menilai, dia ingin makan enak yaitu ayam goreng sedangkan aku tempe, tahu plus sambal satu porsi. Sudah tahu Aku lagi sakit masa di kasih tempe, tahu dan sambel?' Tanya Brian dalam hati.
'Berarti aku harus cari gadis lain lagi untuk pendamping hidupku padahal aku sudah mulai cocok dengan Calista.' Ucap Brian dalam hati sambil menahan kesal.