Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Tawa Clarisa


__ADS_3

"Aku akan masak dulu, kamu istirahat dulu," ucap Adelio sambil turun dari ranjang.


"Tapi aku ingin melihat kak Adelio masak, bolehkah?" tanya Clarisa penuh harap.


"Boleh, tapi kita harus ganti pakaian karena tidak mungkin kita keluar menggunakan jubah handuk," ucap Adelio sambil berjalan ke arah lemari pakaian milik Clarisa.


"Pfftttt,"


Adelio yang mendengar tawa Clarisa langsung membalikkan badannya dan menatap wajah cantik Clarisa.


"Kenapa tertawa?" tanya Adelio penasaran sambil ikut tersenyum.


'Aku sangat senang mendengar Kamu tertawa.' Ucap Adelio dalam hati.


"Kak Adelio, lemari itu kan isinya pakaianku memangnya kak Adelio mau pakai baju perempuan?" tanya Clarisa sambil tersenyum.


"Karena Kamu bicara seperti itu membuat Aku ingin mencobanya," Jawab Adelio usil.


"Kak Adelio serius?" tanya Clarisa tidak percaya dengan apa yang didengar nya.


"Serius," jawab Adelio menahan tawa karena melihat wajah Clarisa yang tiba - tiba pucat.


"Berarti kak Adelio ... " ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya kemudian menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya seakan tidak percaya.


"Pfftttt... Hahahaha..." tawa pecah Adelio untuk pertama kalinya.


"Kenapa kak Adelio tertawa?" tanya Clarisa dengan wajah kesal.


"Habis kamu lucu. Aku itu pria normal apalagi kamu tadi sudah merasakannya," Ucap Adelio dengan nada menggoda.


Tap


Clarisa yang sangat kesal dengan Adelio langsung melempar bantal ke arah wajah Adelio namun Adelio dapat menangkapnya sambil tertawa lepas membuat Clarisa ikut tertawa lepas.


'Melihatmu tertawa lepas membuatku sangat bahagia karena bisa mengurangi kesedihanmu. Aku akan secepatnya menikah denganmu karena aku sudah merasa nyaman dan aku sangat yakin seiring berjalannya waktu kita bisa saling mencintai," ucap Adelio dalam hati.


Setelah beberapa saat Adelio membalikkan badan kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian milik Clarisa.


Mata Adelio membulat sempurna melihat semua pakaian sederhana milik Clarisa membuat Adelio membalikkan badannya menatap wajah cantik Clarisa.


"Kamu tidak pernah membeli pakaian baru dan mengikuti trend?" tanya Adelio penasaran.


'Perasaan kemarin malam Clarisa memakai pakaian dress yang mahal tapi kenapa di lemari semua pakaiannya tidak ber merk dan terkesan tidak modis?' tanya Adelio dalam hati.


"Aku jarang membeli pakaian karena pakaian itu masih bagus," jawab Clarisa jujur.


"Apakah ke dua orang tua mu tidak memberikan uang untuk memberikan pakaian?" tanya Adelio penasaran.

__ADS_1


"Orang tuaku sudah meninggal dan Aku numpang di rumah sahabatku. Kebetulan orang tuaku dan orang tuanya adalah sahabat lama karena itulah sebelum orang tuaku meninggal, orang tuaku menitipkan Aku di sini hingga akhirnya aku bersahabat dengan anaknya hingga sekarang." Jawab Clarisa dengan jujur tanpa ada yang ditutupi.


"Aku tidak ingin jadi benalu di sini karena itulah Aku bekerja membantu para pelayan dan kalau ada waktu senggang maka Aku membuat novel. Kalau ada rejeki dari hasil menulis sebagian aku sumbangkan ke orang yang tidak mampu," sambung Clarisa.


Deg


Jantung Adelio berdetak kencang dirinya seakan tidak percaya dengan apa yang didengar nya karena Clarisa sangat berbeda dengan wanita lain membuat Adelio semakin yakin untuk menikahi Clarisa.


Adelio hanya terdiam kemudian membalikkan badannya untuk mengambil salah satu pakaian milik Clarisa untuk dipakaikan ke tubuh Clarisa.


'Setelah ini semua pakaian milikmu yang ada di dalam lemari sudah tidak ada karena aku akan menggantinya dengan pakaian yang sangat mahal.' ucap Adelio dalam hati.


Adelio membalikkan badannya dan berjalan ke arah Clarisa sambil membawa satu steel pakaian milik Clarisa membuat wajah Clarisa merah merona.


"Kenapa wajahmu merah merona?" tanya Adelio sambil tersenyum karena dirinya sangat suka melihat wajah merona Clarisa.


"Kak Adelio serius memakai pakaianku?" tanya Clarisa penasaran.


ctak


"Aduh," ucap Clarisa sambil mengelus keningnya karena di sentil oleh Adelio.


"Di bilangin aku pria normal, apa perlu aku buktikan lagi?" tanya Adelio sambil menarik jubah handuk.


Grep


"Lalu pakaian itu untuk siapa?" tanya Clarisa penasaran.


"Untukmu," jawab Adelio sambil menarik jubah handuk milik Clarisa tapi di tahan oleh Clarisa.


"Kak Adelio mau ngapain?" tanya Clarisa panik.


"Mau memakaikan pakaianmu," jawab Adelio dengan nada santai.


"Biar aku sendiri dan kak Adelio keluarlah." Minta Clarisa.


"Kenapa?" tanya Adelio dengan wajah polos.


"Aku malu, jadi pergilah," jawab Clarisa mengulangi perkataannya.


"Malu kenapa? Bukankah aku sudah melihat semuanya begitu pula sebaliknya," jawab Adelio sambil tersenyum.


"Kak Adelio kok jadi mesum sih," ucap Clarisa.


"Mesum sama kamu doang, ayolah aku pakaikan setelah itu aku akan masak," ucap Adelio.


"Tapi aku malu kak," ucap Clarisa sambil masih memegang tangan Adelio agar tidak menarik jubah handuk.

__ADS_1


"Tidak usah malu, biar aku yang memakaikan pakaian mu jika tidak Aku akan melakukan seperti tadi," ancam Adelio.


"Baiklah, tapi janji ya tidak melakukan yang seperti tadi," pinta Clarisa.


"Memangnya kenapa?" tanya Adelio.


"Punyaku masih perih," ucap Clarisa.


"Percayalah aku tidak akan melakukannya," ucap Adelio.


Clarisa menganggukkan kepalanya kemudian melepaskan tangannya lalu Adelio menarik jubah handuk dan membuangnya secara asal.


"Lebih baik bersihkan dulu bagian privasi mu," ucap Adelio sambil menggendong Clarisa ke arah kamar mandi membuat Clarisa mengalungkan ke dua tangannya ke leher Adelio.


'Aku tidak tahu kenapa aku sangat nyaman bersama kak Adelio padahal kami baru kenal tapi kami melakukan hubungan suami istri. Apakah kak Adelio serius mau menikah denganku?' tanya Clarisa dalam hati.


'Jika seperti ini rasanya kami seperti sepasang suami istri yang saling mencintai," ucap Adelio dalam hati.


Adelio mendudukkan Clarisa di closed kemudian Clarisa buang air kecil sambil mendesis membuat Adelio menundukkan kepalanya untuk menatap Clarisa yang sedang duduk di closed.


"Ada apa?" tanya Adelio.


"Pas buang air kecil rasanya sakit sekaligus perih banget di bagian privasi ku dan sepertinya ada yang mengganjal," ucap Clarisa.


"Mengganjal apa?" tanya Raka pura - pura tidak tahu.


Raka pura - pura tidak tahu karena Raka pernah membaca jika pertama kali melakukan hubungan suami istri maka bagian privasi khusus wanita akan terasa perih dan ada yang mengganjal.


Apalagi mahkota berharga milik Clarisa sudah di ambil oleh Adelio karena itulah Adelio tahu kalau bagian privasi milik Clarisa akan terasa perih dan rasa perih itu akan hilang kurang dari seminggu.


"Tidak lupakan apa yang tadi aku katakan," ucap Clarisa dengan wajah memerah.


Clarisa membersihkan bagian privasinya sambil menahan perih setelah selesai Adelio kembali menggendong Clarisa kemudian berjalan ke arah ranjang.


Adelio mendudukkan Clarisa di sisi ranjang kemudian memakaikan pakaian ke tubuh Clarisa. Berulang kali Adelio menelan saliva nya dengan kasar terlebih adik kecilnya meronta-ronta ingin dimasukkan ke dalam goa yang paling dalam milik Clarisa.


Setelah melakukan perjuangan yang sangat tersiksa akhirnya Adelio selesai memakaikan pakaian Clarisa.


"Apakah ada pakaian pria?" tanya Adelio berusaha menghilangkan pikiran kotor.


''Ada, apakah mau memakainya ?" tanya Clarisa.


"Apakah pakaian itu punya kekasihmu?" tanya Adelio dengan nada cemburu wajahnya yang tadi cerah setelah matahari kini mendadak berubah menjadi awan hitam.


"Bukan," jawab Clarisa singkat.


"Lalu punya siapa?" tanya Adelio sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.

__ADS_1


__ADS_2