Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Ketagihan


__ADS_3

"Siapa namamu sayang?" tanya mommy Calista.


"Clarisa Tante," jawab Clarisa sambil tersenyum.


"Namanya cantik, secantik orangnya," puji mommy Calista.


"Terima kasih atas pujiannya, Tante juga sangat cantik," puji Clarisa.


"Aduh jadi malu," ucap mommy Calista sambil tersenyum.


"Oh ya silahkan duduk," ucap mommy Calista.


"Terima kasih Tante," jawab Clarisa.


Clarisa kemudian duduk begitu pula dengan Adelio hanya saja Adelio duduk di sebelah Clarisa padahal di sebelahnya lagi ada sofa kosong.


"Adelio di sofa sebelah kan kosong kenapa duduk di sebelah Clarisa kan Clarisa kesempitan," ucap mommy Calista.


"Mommy dan daddy juga sempit - sempit tan padahal sofa itu luas," jawab Adelio tidak mau kalah.


"Adelio, sejak kapan kamu jadi berubah seperti ini? Biasanya kamu cuek," tanya daddy Brian yang sejak tadi diam.


"Sejak hari ini, memangnya kenapa Dad?" tanya Adelio.


"Aneh saja, Kamu tidak sakit kan?" tanya Daddy Brian dengan wajah kuatir.


"Sakit dad," jawab Adelio dengan wajah pura - pura lesu.


"Kamu sakit apa Adelio?" tanya ke dua orang tuanya bersamaan dengan wajah cemas sambil berdiri dan berjalan ke arah Adelio.


"Darling sakit?" tanya Clarisa bersamaan namun beda ucapan dengan wajah kuatir sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah kening Adelio.


Grep


"Iya sakit, kalau tidak ketemu dirimu," jawab Adelio lebay sambil menahan tangan Clarisa.


Bugh


Bugh


Daddy Brian dan mommy Calista yang tadi sempat kuatir menjadi kesal dan serentak memukul Adelio membuat Adelio pura - pura kesakitan.


"Aduh sakit.... Mommy dan Daddy tega sama anak kandung sendiri," ucap Adelio sambil mengusap ke dua bahunya akibat di pukul oleh ke dua orang tuanya.


"Sakit ya?" tanya Clarisa dengan wajah kuatir sambil mengusap bahu Adelio.


"Iya sayang sakit banget, lebih baik kita pergi saja Mommy dan Daddy tidak sayang sama Adelio," ucap Adelio dengan wajah memelas.


"Ouch .... Mommy, Daddy sakit... Kenapa Adelio di jewer?" tanya Adelio dengan nada protes.

__ADS_1


"Habis kamu nyebelin," ucap mommy Calista dan Daddy Brian serempak.


"Sepertinya anak kita ke sambet deh mom," ucap Daddy Brian sambil berpikir.


"Sepertinya begitu dad, semenjak anak kita jarang pulang jadi seperti ini," ucap mommy Calista sambil ikut berpikir.


"Mommy dan daddy, Adelio ingin bicara serius," ucap Adelio yang melihat daddy Brian ingin bicara.


"Kapan kalian berencana menikah?" tanya Daddy Brian yang sudah menebak apa yang akan dikatakan putra pertamanya dengan wajah ikut serius dan tidak bercanda seperti tadi begitu pula dengan istrinya.


"Mommy harap secepatnya menikah jadi kapan kami bisa menemui ke dua orang tua Clarisa?" tanya mommy Calista.


"Hah!!" ucap Adelio dan Clarisa dengan wajah sangat - sangat terkejut.


Bagaimana tidak Daddy Brian dan Mommy Calista tahu apa yang akan dikatakan oleh Adelio.


"Kok daddy dan Mommy tahu kalau Adelio akan bicara tentang pernikahan kami? Kan Mommy dan Daddy baru pertama kali melihat Clarisa?" tanya Adelio dengan wajah bingung begitu pula dengan Clarisa.


"Memang benar kami baru bertemu dengan Clarisa tapi dengan melihatmu pertama kalinya membawa seorang gadis membuat kami sangat yakin kalau kamu menyukai seorang gadis dan memutuskan untuk menikah," tebak Daddy Brian.


"Selain itu selama ini wajahmu selalu datar dan dingin serta jarang pulang ke mansion tapi hari ini wajahmu selalu tersenyum bahagia dan mengajak kami bercanda untuk pertama kalinya." Ucap mommy Calista.


"Biasanya jika Kamu datang Kamu hanya bicara seperlunya dan tidak bercanda seperti tadi," sambung mommy Calista yang sudah hapal dengan sifat ke dua anak kembarnya.


"Clarisa, terima kasih berkat kehadiranmu membuat putra kami banyak berubah. Kami percayakan putra kami padamu, terimalah segala kelebihan dan kekurangannya. Jika ada suatu yang mengganjal katakan pada kami agar kami memarahi Adelio," sambung mommy Calista lagi.


"Baik Tante dan terima kasih buat Tante dan Paman yang telah menyetujui hubungan kami," ucap Clarisa sambil tersenyum bahagia karena orang tua Adelio ternyata sangat baik dan merestui hubungan Mereka.


"Baik Mom, Dad," jawab Clarisa sambil tersenyum bahagia karena ke dua calon mertuanya setuju dirinya menikah dengan putranya.


"Sama - sama sayang," jawab Mommy Calista.


Daddy Brian hanya menganggukkan kepalanya dan dalam hatinya sangat bersyukur karena putra sulungnya sudah menemukan gadis yang tepat. Daddy Brian hanya berharap agar putranya selalu bahagia.


"Oh ya kalian bawa apa?" tanya Mommy Calista yang melihat dua kotak di atas meja.


"Black Forest untuk Mommy," ucap Clarisa sambil membuka kotak pertama kemudian di berikan ke mommy Calista.


"Terima kasih," jawab Mommy Calista sambil tersenyum bahagia karena putranya ingat akan kesukaannya.


"Sama - sama mom, semoga Mommy suka," jawab Clarisa.


"Tentu saja suka," jawab Mommy Calista.


"Untuk Daddy tidak ada?" tanya daddy Brian dengan wajah di tekuk karena putranya tidak ingat akan kue kesukaannya.


"Ada dong Dad, ini kue bolu keju panggang untuk Daddy," ucap Clarisa sambil membuka kotak ke dua kemudian di berikan ke Daddy Brian.


"Terima kasih," jawab Daddy Brian sambil tersenyum bahagia karena putranya ternyata masih ingat kue kesukaannya.

__ADS_1


"Sama - sama Dad, semoga Daddy suka," jawab Clarisa.


"Tentu saja suka, apalagi baru kali ini Daddy diperhatikan sama Adelio" jawab daddy Brian.


"Sama mommy juga," adu Mommy Calista.


"Mommy, Daddy maaf kan Adelio ya kalau selama ini Adelio jarang datang ke sini bukan karena tidak sayang tapi pekerjaan Adelio yang menumpuk membuat Adelio tidak sempat datang tapi Adelio berjanji seminggu sekali Adelio dan Clarisa akan datang ke sini," ucap Adelio dengan wajah merasa bersalah.


"Kami mengerti akan kesibukanmu karena itulah Kami hanya diam saja walau dalam hati kecil kami, Kami ingin Kamu datang ke sini menengok kami," ucap mommy Calista yang sangat merindukan putra pertamanya.


Walau Adelio sudah besar tapi mommy Calista dan daddy Brian selalu menganggap Adelio putra kecil mereka.


"Sebentar lagi waktunya makan siang, mommy mau masak dulu," ucap mommy Calista sambil berdiri.


"Clarisa ikut mom," ucap Clarisa ikut berdiri.


"Ayo," ajak mommy Calista sambil memeluk Clarisa dari arah samping meninggalkan ke dua pria di ruang keluarga.


"Bisa ceritakan sama Daddy?" tanya daddy Brian dengan wajah serius tanpa basa basi ketika melihat mommy Calista dan Clarisa sudah pergi ke ruangan dapur.


Adelio menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya sedangkan Daddy Brian hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh putra sulungnya.


"Itulah yang terjadi dad," jawab Adelio menceritakan tentang awal ketemu Valen hingga akhirnya ingin menikah dengan Clarisa.


"Daddy setuju kamu mengambil keputusan menikah dengan Clarisa karena dari ceritamu kalau Valen bukan wanita baik - baik karena tega menghancurkan masa depan sahabatnya," ucap Daddy Brian.


"Terima kasih dad," jawab Adelio yang sangat senang karena menyetujui hubungannya dengan Clarisa.


"Sekarang Kamu hubungi orang kepercayaan untuk memata-matai Valen karena Daddy sangat yakin kalau Valen akan datang kembali untuk merebut dirimu dari tangan Clarisa setelah mengetahui kalau ternyata dirimu orang kaya," ucap daddy Brian.


"Baik dad," jawab Adelio patuh karena apa yang dikatakan oleh daddy Brian bisa saja terjadi.


Tanpa membuang waktu Adelio menghubungi orang kepercayaan untuk memata-matai kehidupan Valen selama tinggal di sana setelah selesai Adelio menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya. Daddy Brian menatap pakaian putra sulungnya membuat daddy Brian menggelengkan kepalanya.


"Pakaian yang kamu pakai bukan punyamu ya? Apa jangan - jangan kalian sudah melakukannya?" tanya Daddy Brian yang bisa menebak apa yang dilakukan oleh putranya.


"Benar dad, pakaian yang Adelio pakai punya Pamannya Valen dan mengenai hal itu bukankah tadi Adelio sudah menceritakan ke daddy?" tanya Adelio.


"Memang benar kamu sudah menceritakan waktu di hotel kalian melakukannya, maksud Daddy setelah kamu ke rumah Clarisa kalian melakukannya lagi," ucap Daddy Brian menjelaskan.


"Iya Dad kami melakukannya lagi," jawab Adelio jujur.


"Sepertinya kalian secepatnya menikah, bagaimana kalau besok menikah dan untuk sementara kamu tinggal di sini dan Clarisa tinggal di rumah nya agar kalian jangan melakukan itu sampai kalian resmi menikah," ucap daddy Brian.


"Adelio tidak keberatan kalau besok kami menikah tapi jika kami terpisah Adelio merasa keberatan dad," ucap Adelio.


"Kenapa kamu sekarang jadi mesum seperti ini?" tanya daddy Brian dengan wajah terkejut.


"Sejak pertama kali melakukannya membuat Adelio ketagihan dad," jawab Adelio jujur.

__ADS_1


"Ketagihan apa Adelio?" tanya Mommy Calista tiba-tiba datang.


__ADS_2