Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Ririn, Valen, Veni dan Bertha


__ADS_3

"Kata mereka kalau aku tidak pantas mendapatkan Kak Brian tapi salah satu dari mereka bertiga yang pantas mendapatkan Kak Brian, benar bukan?" Tanya Calista sambil melirik dan tersenyum manis ke arah ke empat gadis tersebut secara bergantian.


"Betul sekali, dia gadis kumuh dan tidak pantas mendapatkan Kak Brian seorang pria yang ka ..." Ucapan gadis pertama terpotong oleh Brian.


"Brigitha dan Briana, bisa bawa ke empat temanmu untuk keluar?" Tanya Brian sambil menatap tajam ke arah ke dua adik kembarnya sambil memeluk pinggang Calista.


"Baik Kak." Jawab Brigitha dan Briana bersamaan.


"Ririn, Valen, Veni dan Bertha ayo kita pergi." Ucap Brigitha dengan nada kesal.


"Tapi ..." Ucapan ke empat gadis tersebut terpotong oleh Brigitha dan Briana.


"Kalian berempat mau di pecat?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan sambil menatap tajam ke arah ke empat temannya.


Ke empat gadis tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melirik sinis ke arah Calista bersamaan Brian menatap tajam seakan ingin menguliti kulit mulus ke empat gadis tersebut.


Ke empat gadis itupun langsung berdiri dan pergi meninggalkan apartemen milik Brian bersama Brigitha dan Briana sambil menahan amarahnya terhadap Calista yang jelas-jelas tidak bersalah.


Setelah mereka pergi Calista melepaskan tangan Brian yang masih memeluk pinggangnya namun di tahan oleh Brian.


"Cemburu?" Tanya Brian sambil menarik pinggang Calista agar menabrak tubuhnya yang kekar.


"Kenapa aku mesti cemburu? Kalau Kak Brian suka kejar saja mereka." Jawab Calista sambil berusaha melepaskan pelukan Brian.

__ADS_1


Cup


"Aku sangat suka kalau calon istriku cemburu." Ucap Brian kemudian mengecup kening Calista tanpa menjawab ucapan Calista.


"Kak Brian." Panggil Calista.


"Ya." Jawab Brian singkat.


"Bisa tidak melepaskan pelukannya?" Tanya Calista.


"Memangnya kenapa?" Tanya Brian yang tidak ingin melepaskan pelukannya.


"Pertama jika kita dekat seperti ini membuat jantungku tidak sehat dan yang ke dua Aku sangat takut Kita melakukan lagi seperti semalam." Jawab Calista sambil mendorong perlahan tubuh Brian.


"Jika aku di peluk sama Kak Brian membuat jantungku berdebar kencang karena itulah aku tidak mau terlalu lama di peluk dan mengenai yang kita lakukan semalam ... ( Menjeda kalimatnya ) ... Membuatku ingin merasakan ..." Ucap Calista menggantungkan kalimatnya.


'Jari Kak Brian masuk ke bagian privasiku dan Aku jujur Aku sangat menikmatinya. Karena itulah takutnya aku ingin juga merasakan adik kecil Kak Brian untuk masuk ke bagian privasiku.' Sambung Calista dalam hati.


"Membuatmu ingin merasakan apa?" Tanya Brian yang masih pura-pura tidak tahu.


"Lepaskan dulu pelukannya." Ucap Calista.


Brian menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melepaskan pelukannya sedangkan Calista yang tidak di peluk membalikkan badannya dan berlari ke arah kamarnya.

__ADS_1


"Rahasia." Jawab Calista sambil masuk ke dalam kamarnya kemudian menutupnya.


"Calista kamu memang sangat menggemaskan, sebenarnya Kakak juga ingin merasakan tubuhmu karena apa yang Kita lakukan semalam membuat Kakak kecanduan." Ucap Brian.


"Haruskah aku mandi lagi? Tadi mandi karena adik kecilku mengeluarkan laharnya karena mimpi melakukan hubungan suami istri dan sekarang adik kecilku tegang lagi gara-gara memeluk Calista." Sambung Brian dalam hati.


Brian berjalan ke arah tangga menuju ke arah kamarnya karena seperti yang dikatakan Brian waktu itu kalau atas untuk kamar Brian sedangkan Calista berada di lantai satu.


Mereka berdua sama-sama berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas di kamar yang berbeda.


Di tempat yang berbeda di mana Brigitha dan Briana bersama ke empat gadis tersebut sekarang berada di dalam mobil dengan wajah cemberut dan kesal terhadap Calista serta ucapan Brigitha dan Briana.


"Brigitha dan Briana, Aku tuh suka banget sama Kakak mu tapi kenapa Kakakmu malah mau menikah wanita yang tidak punya malu itu?" Tanya Valen dan Ririn bersamaan.


"Jangankan kamu, aku juga." sambung Veni dan Bertha bersamaan.


"Aku tidak bisa memaksa Kakak untuk menyukai salah satu dari kalian karena cinta itu tidak bisa dipaksakan." Ucap Brigitha.


"Apa yang dikatakan Kak Brigitha benar, cinta itu tidak boleh dipaksakan. Apalagi kalian sudah tahu kalau Kak Brian sangat sulit untuk di dekati oleh gadis lain." Ucap Briana.


"Baru kali Kak Brian dekat dengan gadis lain dan mengatakan akan menikahinya." Sambung Briana.


"Tapi kan wanita itu tidak pantas menjadi istri Kakak mu." Ucap Ririn.

__ADS_1


"Kenapa tidak pantas?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan.


__ADS_2