
'Dulu Vincent selingkuh dengan adik tiriku dan sekarang Kak Brian. Sungguh Aku tidak tahu ternyata Kak Brian sudah mempunyai seorang kekasih. Seandainya saja Aku tahu Kak Brian sudah punya kekasih Aku tidak akan membuka pintu hatiku yang sudah lama Aku tutup. Mungkin saja sudah takdirku untuk tidak bahagia.' Sambung Calista dalam hati sambil berjalan ke arah pintu utama.
Tes
Tes
Tes
Calista yang tidak bisa menahan agar air matanya tidak keluar akhirnya keluar juga sedangkan Brian sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Calista membuat Brian menarik tangannya yang dipegang oleh Valen.
Valen sangat kesal ketika tangannya di tarik secara paksa membuat Valen sangat membenci Calista dan berusaha agar Brian menjadi miliknya.
"Calista tunggu! Apa maksud perkataanmu?" Tanya Brian sambil berjalan dengan langkah cepat.
"Kak Brian masih ingat kan dengan perkataanku? Jika Kak Brian menemukan seseorang maka di saat itu pula aku akan pergi dari kehidupan Kak Brian." Ucap Calista mengingatkan apa yang dulu pernah dikatakannya sambil menghentikan langkahnya.
"Terima kasih atas semua yang Kak Brian lakukan padaku dan aku tidak bisa membalas kebaikan kak Brian. Jadi Aku hanya bisa mendoakan dengan tulus semoga Kak Brian bahagia." Sambung Calista sambil melanjutkan kembali langkahnya.
Grep
"Jujur Kakak tidak mengerti apa yang kamu katakan." Ucap Brian sambil menahan tangan Calista.
"Kakak sangat mencintaimu dan sebentar lagi kita akan menikah tapi kenapa kamu bilang begitu? ... Tunggu... Tunggu... Kekasihku cemburu ... Maaf sayang tadi keasyikan mengobrol dengan teman masa kecilku jadi aku melupakanmu." Ucap Brian baru tersadar akan kesalahannya.
"Aku tidak cemburu." Ucap Calista.
"Yakin?" Tanya Brian dengan nada menggoda sambil membalikkan badan Calista.
"Yakin." Jawab Calista sambil menundukkan kepalanya.
Brian mengangkat dagu Calista kemudian matanya membulat sempurna karena melihat mata sembab Calista dan Brian tahu kalau Calista habis menangis.
__ADS_1
"Maaf, kalau tadi aku asyik bicara dengan teman masa kecilku hingga aku melupakanmu." ucap Brian sambil menghapus air mata Calista dengan menggunakan ke dua ibu jari tangannya.
"Kak Brian, dia siapa?" Tanya Valen sambil menatap tajam ke arah Calista.
Grep
"Kenalkan ini Calista, kekasihku sekaligus calon kakak iparmu." Jawab Brian sambil memeluk pinggang Calista kemudian menatap Valen yang tersenyum manis berbeda tadi wajahnya yang jutek menatap ke arah Calista.
"Calon Kakak ipar? Kak Brian bukankah waktu kita kecil pernah berjanji?" Tanya Valen.
"Janji?" Tanya ulang Brian.
"Iya janji, jika kita sudah besar nanti kita berjanjj akan menikah? Kenapa Kak Brian ingkar janji?" Tanya Valen dengan mata berkaca-kaca.
"Dulu aku bicara seperti itu karena kita masih anak - anak dan tidak mengerti arti ucapan itu, jadi Kakak merasa tidak ingkar janji." Jawab Brian terus terang.
Brian tahu perkataannya akan menyakiti perasaan Valen namun dirinya lebih memilih untuk tidak menyakiti perasaan Calista. Hal itu dikarenakan dirinya sangat tulus mencintai Calista.
"Tetap saja ingkar janji karena apa yang dikatakan sejak kecil ya harus dituruti kecuali jika tidak mengatakan janji barulah boleh mengatakan hal itu." ucap Valen dengan nada kesal.
Sifat Brian mengikuti sifat Daddy Alvaro di mana salah satunya tidak suka orang mengatur dirinya kecuali orang yang dicintainya. Brian mau di atur oleh Calista karena Brian sangat tulus mencintai Calista terlebih Calista mengatur dirinya karena demi kebaikan Brian sendiri.
Daddy Alvaro tidak suka di atur tapi ketika bersama istrinya yang bernama Mommy Felicia maka Daddy Alvaro tunduk dan mau di atur oleh istrinya terlebih apa yang dikatakan istrinya benar adanya.
"Tapi ..." Ucapan Valen terpotong oleh Brian.
"Apa kamu sudah lupa?" Tanya Brian berusaha mengingatkan kembali.
Ketika Valen ingin bicara tiba-tiba datang Mommy Felicia membuat Valen tidak jadi bicara.
"Kok masih mengobrol, ayo kita makan bersama." Ajak Mommy Felicia.
__ADS_1
"Baik Mom." Jawab Brian dan Calista bersamaan.
"Baik Tante." Jawab Valen yang juga bersamaan.
'Si*l, wanita itu memanggil Tante Felicia dengan sebutan Mommy. Aku harus cari cara agar aku bisa menikah dengan Kak Brian.' Ucap Valen dalam hati sambil berfikir.
Selama ini Valen selalu di manja dan mendapatkan apapun yang diinginkannya karena orang tuanya serta kakek dan neneknya selalu menuruti apapun permintaan Valen.
Namun ketika keinginannya tidak terpenuhi maka Valen mempunyai rencana jahat untuk mendapatkan apa yang diinginkannya walau melakukan dengan cara licik sekalipun.
Mommy Felicia, Brian, Calista dan Valen berjalan ke arah ruang makan di mana sudah di tunggu oleh ke dua orang tuanya Valen, adiknya Valen dan Daddy Alvaro.
"Maaf lama." Ucap Brian sambil menarik kursi untuk Calista.
Ketika Calista ingin duduk tiba-tiba Valen mendorong tubuh Calista dan nyaris terjatuh karena tiba-tiba Valen mendadak mendorongnya membuat Calista tidak ada persiapan.
Untunglah Brian menahan tubuh Calista agar tidak terjatuh dan tanpa dosa Valen langsung duduk membuat Brian menahan amarahnya.
"Valen, ini kursi untuk Calista kamu duduk di sana." Ucap Brian dengan nada kesal sambil menunjuk ke arah kursi yang ada di sebrang.
"Aku ingin duduk di sini." Ucap Valen bersikeras.
Grep
"Sstttttt... sudah aku duduk di sana saja." Ucap Calista sambil menggenggam tangan Brian untuk meredakan amarahnya.
Brian menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menarik tangan Calista menuju ke arah kursi yang kebetulan ada dua kursi kosong. Brian kembali menarik kursi makan kemudian Calista duduk sambil tersenyum setelah itu barulah Brian menarik kursi untuk dirinya.
Valen hanya bisa menatap Calista dengan tatapan kesal dan tanpa sepengetahuan mereka bertiga kalau lima pasang mata melihat kejadian tersebut. Siapa lagi kalau bukan dua orang tuanya Valen, adiknya Valen, Daddy Alvaro dan Mommy Felica.
Daddy Alvaro dan Mommy Felicia menatap ke arah orang tua Valen yang seakan mengatakan kalau mereka berdua tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Valen.
__ADS_1
'Lebih baik putra kami menikah dengan Calista karena sejujurnya kami tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Valen apalagi sikapnya yang arogant.' Ucap Mommy Felicia dan Daddy Alvaro dalam hati bersamaan.
'Aku akan menasehati Valen untuk menjaga sikap karena jika tetap seperti ini terus bisa dipastikan Brian dan ke dua orang tua Brian membenci putriku.' Ucap wanita tersebut dalam hati.