
"Setelah kakak barulah kamu," jawab kakaknya sambil mengarahkan tombak saktinya di ujung goa milik Clarisa.
Brak
Di saat pria tersebut ingin memasukkan tombak saktinya bersamaan pintu tersebut di dobrak secara paksa.
"Siapa kalian?" tanya pria pertama sambil menghentikan kegiatannya.
Adelio yang melihat istrinya diperlakukan seperti itu sangat marah kemudian berjalan ke arah pria tersebut sedangkan pria ke dua yang melihat Adelio ingin memukul kakaknya langsung menghalanginya.
Bugh
"Tangkap ke dua pria ini dan jangan melihat tubuh istriku," ucap Adelio sambil memukul wajah adik pria tersebut.
"Baik tuan," jawab para bodyguardnya.
Sambil berbicara Adelio mengambil selimut dan menutupi tubuh polos istrinya bersamaan Clarisa membuka matanya.
"Papi," ucap Clarisa lirih.
"Maafkan Papi yang terlambat datang," ucap Adelio sambil memeluk tubuh istrinya.
"Papi, Mami kok tidak pakai pakaian?" tanya Clarisa ketika melihat pakaiannya berserakan di lantai.
"Kita pergi dari sini," ucap Adelio tanpa menjawab ucapan istrinya.
"Papi, apakah Mami Hiks.... Hiks... Hiks..." ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya.
''Ssttt... Mereka belum sempat melakukannya,'' jawab Adelio.
''Tapi mereka sudah Hiks... Hiks .. Hiks... Mami kotor Pi,'' ucap Clarisa sambil terisak.
''Ssttt... Mami tidak kotor ... Papi sangat mencintai Mami jadi Mami jangan pernah berpikiran seperti itu," ucap Adelio sambil memeluk tubuh istrinya sambil menahan amarahnya.
"Papi, tubuh Mami panas," ucap Clarisa sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya.
Adelio menatap wajah cantik istrinya yang memerah seperti menahan sesuatu membuat Adelio menahan amarahnya kembali.
"Musuhnya kemana Adelio?" tanya Daddy Brian tiba - tiba.
"Sudah di bawa markas Dad," jawab Adelio.
"Ada apa Adelio?" tanya Daddy Brian yang melihat Adelio memegang ke dua tangan Clarisa yang hendak memberontak.
"Daddy, Clarisa terkena obat perang sang,'' jawab Adelio sambil menggendong tubuh Clarisa.
''Kalian pasangan suami istri lakukanlah, Daddy akan ke markas,'' ucap Daddy Brian sambil membalikkan badannya meninggalkan Adelio bersama Clarisa.
__ADS_1
Daddy Brian menutup pintu dengan rapat sedangkan Adelio melepaskan pegangannya kemudian turun dari ranjang.
xxxx Ada Adegan 21 Plus Anak Di Bawah Umur mohon jangan Di Tiru xxxx
Adelio melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun bersamaan tubuh Adelio di peluk oleh Clarisa dari arah belakang.
Grep
"Papi, Mami tidak tahan," ucap Clarisa sambil memainkan tombak sakti milik suaminya.
Adelio yang mendapatkan perlakuan seperti itu sangat terkejut sekaligus bahagia karena baru kali ini istrinya berinisiatif.
"Mami," ucap Adelio sambil membalikkan badannya kemudian mendorong perlahan tubuh istrinya.
Bruk
Clarisa jatuh terlentang di ranjang membuat Adelio tersenyum kemudian menaiki tubuh polos Clarisa. Adelio memberikan pemanasan terlebih dahulu kemudian setelah di rasa cukup Adelio mulai mengarahkan tombak saktinya ke dalam goa milik istrinya.
Jleb
"Ahhhhhhh... "
Suara merdu dari mulut Clarisa membuat Adelio tersenyum kemudian mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang secara perlahan mengingat Clarisa sedang hamil.
Hingga lima belas menit kemudian mereka sama-sama mendapatkan pelepasan. Adelio sebenarnya ingin melakukan lebih lama tapi lagi - lagi demi anaknya Adelio tidak ingin egois.
"Terima kasih sayang," ucap Adelio sambil memeluk dan mengecup pucuk kepala Clarisa.
"Sama-sama," jawab Clarisa sambil membalas pelukan suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Tidak berapa lama mereka tidur dengan pulas nya sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan. Di mana Daddy Brian setelah keluar dari ruangan kamar Adelio dan Clarisa, Daddy Brian berjalan menuju ke arah lift bersama anak buahnya bersamaan datang empat pria keluar dari kotak persegi empat tersebut.
Daddy Brian yang ingin masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut tiba - tiba ponselnya berdering membuat Daddy Brian mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya sambil masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut.
''Tumben Mommy telepon,'' ucap Daddy Brian sambil menggeser tombol berwarna hijau.
("Ada apa mom? Kangen ya?" goda Daddy Brian).
("Daddy, empat pria yang tadi keluar dari lift adalah empat pria yang di sewa untuk melakukan hubungan suami istri terhadap menantu kita, kejar Mereka Dad tapi gunakan sapu tangan karen mereka terkena penyakit yang menular,'' ucap Mommy Calista tanpa menjawab godaan suaminya).
("Apa???" teriak Daddy Brian sambil menekan tombol agar pintu lift berhenti di lantai 3 karena awalnya dirinya berada di lantai 5)
Daddy Brian bersama bodyguardnya keluar dari pintu lift dan masuk ke lift satunya yang kebetulan terbuka kemudian menekan tombol 5.
"Kalian pakailah sarung tangan," perintah Daddy Brian.
"Baik tuan," jawab para bodyguardnya.
__ADS_1
Walau para bodyguardnya bingung tapi mereka tetap patuh melakukannya.
Ting
Pintu lift terbuka membuat Daddy Brian keluar dari kotak persegi empat sambil berlari dengan diikuti oleh para bodyguardnya.
"Tangkap ke empat pria itu," perintah Daddy Brian ketika melihat ke empat pria tersebut sedang mencari kamar Adelio bersama Clarisa.
Ke enam bodyguard langsung berjalan dengan cepat dan menangkap ke empat pria tersebut.
"Bawa mereka ke markas," perintah Daddy Brian.
"Baik tuan," jawab para bodyguard serempak.
"Apa salah saya tuan?" tanya ke empat pria tersebut dengan serempak.
"Kamu akan tahu," jawab salah satu bodyguard milik Daddy Brian.
Mereka pun pergi meninggalkan hotel tersebut menuju ke markas Daddy Brian sedangkan di tempat berbeda tepatnya di mansion milik Daddy Brian. Mommy Calista melihat apa yang dilakukan oleh suaminya dan para bodyguard suaminya.
"Maaf, aku tidak bisa melarang suamiku untuk menghukum kalian karena kalian sangat jahat terhadap menantuku," ucap Mommy Calista.
"Ririn, kamu sangat jahat terhadap sahabat mu. Kamu sudah menjebak sahabat mu bersama putraku selain itu kamu juga telah mempermalukan menantuku sekaligus sahabat mu di depan orang banyak jadi maaf aku tidak bisa menolongmu karena hatimu sangat jahat." sambung Mommy Calista.
"Maaf Clarisa, Mommy tidak bisa menolong Sahabatmu karena Ririn sudah banyak menyakitimu dari kamu kecil hingga sekarang jadi Ririn nikmatilah apa yang selama ini kamu lakukan semasa hidupmu pada sahabat mu yang sangat baik padamu," sambung Mommy Calista sambil menekan tombol off.
Mommy Calista menutup laptopnya dan meletakkan laptopnya di meja dekat ranjangnya kemudian menunggu kedatangan suaminya yang sangat dicintainya.
xxxxxxxxxxxxxx
Adegan Mengandung Kekerasan Jangan Di Tiru Kalau Tidak Suka Mohon Di Skip.
Di tempat yang berbeda tepatnya di markas milik Adelio, Daddy Brian menatap satu persatu dengan tatapan tajam ke arah Ririn dan ke enam pria yang di ikat ke dua tangan dan ke dua kakinya yang membentuk huruf X.
Plak
"Dasar wanita tidak tahu diri, kamu menjebak sahabat mu dengan putraku tapi setelah putraku menikah dengan sahabat mu dan tahu kalau ternyata putra ku kaya raya kamu ingin merebutnya. Dasar wanita tidak tahu malu!!!" Teriak Daddy Brian kemudian menampar pipi mulus Ririn dengan sangat kencang membuat sudut bibirnya berdarah.
"Maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengusik sahabatku," ucap Ririn sambil menahan amarahnya.
"Cihhhhh... Memang aku pria bodoh yang percaya dengan apa yang kamu katakan? Kamu tahu aku paling benci dengan wanita ular yang pura - pura manis tapi ketika lengah menyemburkan bisanya," ucap Daddy Brian.
Daddy Brian berjalan ke arah kakak beradik yang wajahnya sudah babak belur oleh anak buah Daddy Brian.
"Kalian berdua salah menangkap orang seharusnya orang itu yang kalian tangkap tapi kalian malah menangkap menantu kesayanganku," ucap Daddy Brian sambil menunjuk ke arah Ririn dengan menggunakan dagunya.
"Maaf tuan, kami tidak tahu kalau ternyata kami salah tangkap," ucap mereka serempak.
__ADS_1
"Kesalahan kalian sangat fatal, jika saja putraku tidak datang tepat waktu menantuku pasti akan merasa bersalah dan kotor karena kalian mencoba mem per ko sa nya," ucap Daddy Brian sambil menahan amarahnya dan tiba-tiba matanya berubah menjadi merah tanda jiwa psychophat nya sudah bangun.