
"Calista, kenalkan ini sahabat Mommy." Ucap Mommy Felicia sambil menarik tangan Calista.
"Tante, apa kabar?" Tanya Calista dengan nada lembut sambil mencium punggung tangan Ririn.
"Kabar baik." Jawab Ririn sambil tersenyum namun dalam hatinya ingin sekali mem x bu x nuh x Calista.
"Oh ya kenalkan ini putri ku nomer dua namanya Veni Ronaldo dan kamu bisa memanggilnya dengan sebutan Veni." Ucap Ririn.
"Veni." Ucap Veni memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
'Masih cantik kan Kakakku, Aku akan katakan sama Kakak kalau ada wanita penggoda yang menggoda kekasihnya.' Sambung Veni dalam hati.
"Calista." jawab Calista sambil membalas uluran tangan Veni.
"Tuan Alvaro, siapa gadis itu? Apakah calon istri Brian?" Tanya rekan bisnisnya yang melihat Calista mencium punggung tangan istrinya.
"Benar sekali." Jawab Daddy Alvaro.
Rekan bisnisnya langsung menarik tangan Daddy Alvaro untuk bicara penting dan tidak ingin di dengar oleh Brigitha ataupun putrinya jika seandainya Valen dan Brian kembali ke ruang keluarga.
Daddy Alvaro yang tangannya di tarik menatap bingung namun Daddy Alvaro dengan patuh mengikuti langkah rekan bisnisnya.
"Ada apa?" Tanya Daddy Alvaro ketika mereka berada di ruangan dekat dapur.
"Bagaimana dengan putriku? Kamukan tahu kalau putri ku sangat menyukai putra mu, Brian." Tanya rekan bisnisnya.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi, Brian sangat mencintai Calista dan berencana akan menikah secepatnya. Apalagi cinta itu tidak bisa dipaksakan dan kita tidak pernah tahu dengan siapa kita menikah. Seperti Aku akhirnya bertemu dengan cinta sejatiku begitu pula dengan dirimu." Ucap Daddy Alvaro.
"Aku tahu dan Aku harap Valen mau berbesar hati menerima kenyataan itu." Ucap rekan bisnisnya.
"Amin." Jawab Daddy Alvaro sambil mencium aroma wangi masakan yang ada di hadapannya.
"Masakannya bikin Aku lapar." ucap Daddy Alvaro.
"Iya, Aku sampai ikutan lapar." Ucap rekan bisnisnya sambil membalikkan badannya dan melihat masakan kesukaannya.
"Kita ajak mereka makan karena Aku sudah lapar." Ucap Daddy Alvaro.
"Ok." Jawab rekan bisnisnya.
'Seandainya saja istriku bisa masak, senangnya Aku.' Ucap pria tersebut.
"Mommy kita makan yuk." Ajak suaminya sambil berjalan ke arah istrinya.
"Bukannya tadi Daddy sudah makan?" Tanya istrinya dengan wajah terkejut.
"Memang benar tapi melihat ada makanan kesukaan Daddy membuat Daddy lapar, Felicia tahu saja kesukaanku." Ucap pria tersebut.
"Kesukaan Mommy ada tidak?" Tanya istrinya tanpa punya rasa malu sedikitpun.
Sepasang suami istri tersebut sangat suka makan dan tidak perduli di rumah orang sekalipun selama Mereka suka maka tidak tanggung-tanggung bisa nambah tiga hingga empat piring.
__ADS_1
"Ada dong, ayo kita makan bersama." Ajak Mommy Felicia.
"Ayuk." Jawab mereka bersamaan kecuali Brian dan Valen yang masih asyik mengobrol.
Mereka berjalan ke arah ruang makan sedangkan Calista menatap Brian yang masih asyik mengobrol di sudut ruang keluarga sambil sesekali tertawa bersama.
'Kalau memang Kak Brian bahagia dengan gadis itu maka aku akan mundur karena gadis itu pantas berdampingan dengan Kak Brian.' Ucap Calista dalam hati.
Dirinya melakukan itu karena merasa tidak pantas berdampingan dengan Brian. Dirinya seorang gadis miskin sedangkan Brian pria terkaya nomer satu.
Hatinya sangat sakit namun tidak berdarah tapi dirinya tidak ingin egois dan Calista ingin orang yang dicintainya bahagia walau tidak bersama dirinya. Calista berjalan ke arah Brian dan Valen sambil tersenyum walau hatinya terluka.
"Kak Brian, waktunya makan bersama." Ajak Calista.
"Kak Brian, dia siapa?" Tanya Valen dengan nada sinis.
"Dia ..." Ucapan Brian terpotong oleh Calista.
"Aku bukan siapa-siapa, permisi." Pamit Calista sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu utama.
"Kamu mau kemana?" Tanya Brian sambil berjalan ke arah Calista namun tangannya di tahan oleh Valen.
"Aku akan pergi dari sini karena kehadiranku tidak diperlukan lagi dan semoga Kak Brian bahagia." Jawab Calista sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
"Tolong katakan sama Mommy dan Daddy kalau Aku akan pergi dan tidak akan bertemu lagi untuk selama-lamanya. Terima kasih atas semuanya dan semoga Tuhan membalas kebaikan Kak Brian dan keluarga Kak Brian." Sambung Calista sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu utama.
__ADS_1
"Oh ya, salam buat Mommy dan Daddy." Sambung Calista sambil menahan agar air matanya tidak keluar.