Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Kakak Bohong Apa?


__ADS_3

"Mommy minta, kalian jangan melakukan hubungan suami istri karena Mommy ingin kamu dan Calista melakukan hubungan suami istri jika kalian sudah resmi menikah." Ucap Mommy Felicia dengan tegas.


"Daddy setuju." Ucap Daddy Alvaro.


"Mommy dan Daddy tenang saja karena Brian akan melakukan hubungan suami istri jika kami sudah resmi menikah." Ucap Brian.


"Kami percaya sama kamu dan sekarang pulanglah temani Calista." Ucap Mommy Felicia.


"Baik Mom." Jawab Brian sambil mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.


"Jangan lupa besok pekerjakan Calista di restoran milik kita dan kita mulai pembalasan terhadap keluarga Calista yang tidak tahu diri itu." Ucap Daddy Alvaro sambil menahan amarahnya.


"Baik Dad." Jawab Brian yang juga menahan amarahnya dan tidak sabar dengan hari esok.


Selesai mengatakan hal itu Brian berpamitan dan pergi meninggalkan ruang kerja milik ke dua orang tuanya lebih tepatnya milik Daddy Alvaro yang sudah diserahkan ke Brian.


"Mommy, mengatakan hal itu membuat Daddy ingat masa lalu." Ucap Daddy Alvaro dengan wajah sedih.


Entah kenapa Daddy Alvaro tiba-tiba teringat dengan masa lalunya bagaimana dirinya dan istrinya melakukan hubungan suami istri padahal mereka belum resmi menikah.


Grep


"Sayang, itu masa lalu dan kita tidak mungkin bisa memperbaikinya apalagi saat itu kita dijebak. Sekarang yang terpenting kita hanya berharap agar anak-anak kita jangan melakukan kesalahan yang sama terlebih jangan percaya sepenuhnya dengan orang lain." Ucap Mommy Felicia sambil menggenggam tangan suaminya.


"Maaf Dad, Mommy mengatakan ini karena menurut Mommy alangkah baiknya melakukan hubungan suami istri jika sudah resmi menikah." sambung Mommy Felicia.


"Mommy tidak perlu meminta maaf karena apa yang dikatakan oleh Mommy benar adanya." Ucap Daddy Alvaro.


"Kita lanjutkan pekerjaannya yang tadi Dad, supaya pekerjaan kita cepat kelar karena tidak mungkin Brian mengerjakan dokumen yang menumpuk itu." Ucap Mommy Felicia mengalihkan pembicaraan.


"Betul kata Mommy, biar kita cepat selesai dan kita bisa cepat pulang." Ucap Daddy Alvaro.


"Betul, jadi kita bisa melakukan yang enak-enak." Ucap Mommy Felicia sambil mengedipkan matanya.


"Istriku tambah nakal." Ucap Daddy Alvaro.


"Nakal sama suami boleh dong." Ucap Mommy Felicia sambil tersenyum bahagia.


Daddy Alvaro hanya tersenyum dan merekapun kembali mengecek dokumen yang menumpuk di meja sedangkan di tempat yang berbeda Brian naik mobil menuju ke apartemen miliknya untuk menemui pujaan hatinya.


Hingga dua puluh lima menit kemudian Brian sudah sampai di apartemennya dan menyuruh bodyguard yang merangkap sebagai sopir untuk pergi dengan membawa mobilnya.


Skip


Kini Brian berada di apartemen miliknya dan berjalan ke arah ruang keluarga di mana Calista sedang duduk dengan kepalanya bersandar di kepala sofa sambil memejamkan matanya tanpa mengetahui kedatangan Brian.

__ADS_1


"Ada masalah?" Tanya Brian sambil duduk di sebelah Calista.


Grep


"Astoge!" Teriak Calista sambil membuka matanya dan nyaris tubuhnya jatuh ke arah samping jika saja Brian tidak menahan tangannya.


Calista mengusap dadanya berulang kali saking terkejutnya dengan kedatangan Brian yang tiba-tiba dan duduk di sampingnya.


"Maaf kalau membuat dirimu kaget, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Brian walau dalam hatinya ingin tertawa karena betapa imutnya Calista ketika terkejut.


"Bolehkah aku men-charge tubuhku dulu?" Tanya Calista.


"Maksudnya?" Tanya Brian dengan wajah bingung.


"Aku akan kasih tahu tapi bolehkah aku meminjam tubuh kak Brian untuk men-charge tubuhku?" Tanya ulang Calista.


"Silahkan." Jawab Brian walau dalam hatinya masih bingung.


Hingga tiba - tiba Brian paham apa maksud perkataan Calista membuat Brian tersenyum bahagia.


'Apa jangan-jangan Calista ingin bagian privasinya untuk disatukan ke adik kecilku? Aku sih tidak menolaknya dan maaf Mom karena Brian tidak bisa menolak permintaan Calista.' Sambung Brian dalam hati.


Calista menaiki tubuh Brian yang sedang duduk di sofa kemudian duduk di pangkuan Brian lalu memeluk tubuh kekar Brian dan meletakkan kepalanya di dada bidang Brian.


Calista menghirup aroma tubuh Brian yang membuat dirinya tenang. Hal itu membuat kemarahan dan rasa kecewa yang bercampur menjadi satu hilang entah kemana sedangkan Brian membalas pelukan Calista.


'Aku tidak salah memilih gadis polos seperti Calista karena jika wanita lain pasti sama-sama mesum nya seperti otakku dan bisa dipastikan hari ini kami melakukan hubungan suami istri.' Ucap Brian dalam hati sambil memejamkan matanya.


Tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus dari mulut Calista membuat Brian tersenyum.


'Tidurlah yang nyenyak karena besok kita akan membalas perbuatan keluargamu yang telah membuat hidupmu menderita.' Ucap Brian dalam hati.


Tidak berapa lama Brian ikut tidur dengan pulas menyusul mimpi indah Calista. Mereka tidur sambil berpelukan di mana Calista di atas sedangkan Brian berada di bawah dengan posisi duduk.


Tiga jam kemudian Calista membuka matanya dirinya terkejut karena duduk di pangkuan seorang pria membuat Calista mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap Brian yang masih setia memejamkan matanya.


'Sejak aku tidur bersama dengan Kak Brian entah kenapa aku sangat nyaman dan merasa di lindungi.' Ucap Calista dalam hati sambil meletakkan kembali kepalanya di dada bidang Brian.


Tiba-tiba Calista teringat ketika dirinya tinggal bersama ke dua orang tuanya dan hidup bahagia namun ketika Ibunya mulai sakit-sakitan Ayahnya mulai berubah hingga akhirnya Ibunya meninggal ketika melihat suaminya membawa wanita selingkuhannya bersama anak selingkuhannya.


Sejak kehadiran Ibu tiri dan adik tirinya hidupnya tidak pernah bahagia bahkan Calista terpaksa pindah dari kamar kesayangannya karena adik tirinya menyukai kamarnya.


Parahnya lagi calon suaminya di rebut oleh adik tirinya dengan cara melakukan hubungan suami istri padahal pernikahan mereka sebentar lagi.


Kamar Calista pindah yang lebih kecil bahkan Calista diperlakukan seperti pelayan sedangkan Ayahnya sama sekali tidak perduli. Hal itu membuat Calista mengeluarkan air matanya hingga membasahi pakaian milik Brian.

__ADS_1


Tes


Tes


Tes


Sebenarnya Brian sudah bangun namun ketika Calista bangun membuat Brian pura-pura tidur. Brian yang merasakan dadanya basah membuat Brian membuka matanya dan mendorong perlahan tubuh Calista.


"Ada apa?" Tanya Brian dengan nada lembut sambil menghapus air mata Calista.


"Tiba-tiba aku teringat ketika aku hidup bahagia bersama ke dua orang tuaku hingga Ibuku sakit, Ayah mulai berubah hingga Ayah membawa wanita selingkuhannya bersama anak selingkuhannya." Jawab Calista sambil masih mengeluarkan air matanya.


"Sstttttt... Sudah jangan di ingat lagi." Ucap Brian sambil kembali menghapus air mata Calista dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


"Oh ya, Kakak sudah tahu kamu tidak boleh bekerja di restoran itu karena itu mulai besok kamu kerja di restoran milik temanku dan kita berangkat bersama." Ajak Brian untuk mengalihkan pembicaraan yang bisa membuat Calista sedih.


"Kak Brian." Panggil Calista tanpa menjawab ucapan Brian.


"Ya." Jawab Brian singkat.


"Darimana Kakak tahu kalau aku tidak boleh bekerja di restoran itu?" Tanya Calista sambil menatap wajah tampan Brian dari jarak sangat dekat karena dirinya duduk di pangkuan Brian.


"Karena ketika Kakak pertama kali melihatmu sedih dan minta duduk di pangkuan Kakak membuat Kakak menebak pasti kamu di tolak." Ucap Brian berbohong.


"Kak Brian." Panggil Calista lagi sambil menatap mata Brian.


"Ya." Jawab Brian singkat sambil ikut menatap mata indah Calista.


"Kak Brian, menganggap diriku sebagai apa? Kekasih atau sekedar teman?" Tanya Calista sambil menundukkan kepalanya.


Calista sangat takut yang semalam dikatakan oleh Brian hanya sebuah kebohongan terlebih mereka hampir saja melakukan hubungan suami istri.


"Sebelum Kakak menjawab, kamu menganggap diriku sebagai apa? Kekasih atau sekedar teman?" Tanya Brian tanpa menjawab pertanyaan Calista.


"Aku ingat semalam Kak Brian mengatakan : Mulai sekarang dan seterusnya kita menjadi pasangan kekasih. Kakak janji untuk selalu melindungi, menjaga dan kita tidak akan melakukan hubungan suami istri sebelum kita resmi menikah." ucap Calista tanpa menjawab pertanyaan Brian.


"Aku tidak mungkin mengatakan hanya teman karena kita hampir saja melakukan hal itu dan jawabannya aku menganggap Kakak sebagai kekasihku walau jujur aku ingin percaya dengan apa yang aku dengar tapi aku sangat takut untuk terluka kembali." sambung Calista jujur.


Grep


"Kamu tidak perlu takut karena Kakak sangat tulus mencintaimu, menyayangi dirimu dan melindungi dari orang jahat." Ucap Brian sambil memeluk tubuh Calista.


"Kak Brian, kalau memang Kak Brian sangat tulus mencintaiku, menyayangi diriku dan melindungi diriku dari orang jahat tapi kenapa Kak Brian berbohong?" Tanya Calista tanpa membalas pelukan Brian.


"Kakak bohong apa?" tanya Brian yang tiba-tiba merasakan adik kecilnya mulai menegang ketika Calista tidak sengaja mengubah posisi duduknya.

__ADS_1


__ADS_2