Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Clarisa, Adelio dan Ririn


__ADS_3

"Setelah ke toilet, Aku ingin menemui produser dulu setelah itu barulah Aku menginap di kamar ini bersamamu." Jawab Ririn.


"Baiklah." jawab Clarisa singkat sambil menerima kartu akses.


Tanpa curiga Clarisa menggesek kartu akses tersebut ke arah pintu hingga terdengar suara klik tanda pintu terbuka barulah Clarisa masuk ke dalam kamar tersebut kemudian menutupnya dengan rapat. Sedangkan Ririn pergi sambil tersenyum menyeringai.


'Lebih baik Aku pergi dari sini biarkan sahabatku bersama kekasihku yang miskin itu.' Ucap Ririn dalam hati sambil pergi meninggalkan hotel milik Adelio.


Di hotel lebih tepatnya di kamar hotel, Clarisa masuk ke dalam kamar yang gelap gulita namun karena sudah terbiasa kalau tidur dalam suasana gelap membuat Clarisa tidak menyalakan lampu.


"Kenapa panas banget ya?" tanya Clarisa sambil melepaskan dress nya.


Setelah terlepas Clarisa membuangnya secara asal dan berlanjut membuka bungkusan yang menutupi dua gunung kembarnya dan terakhir segitiga bermuda yang menutupi bagian privasinya.


Grep


"Sudah tidak tahan ya?" bisik Adelio sambil memeluk Clarisa tiba - tiba.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Setelah Ririn menghubungi Adelio, Adelio langsung pergi ke hotel xxxx dan menyiapkan semuanya.


"Pasti Ririn, akan merasakan sakit yang teramat sangat jika pertama kali melakukan hubungan suami istri jadi aku membeli dupa perang sang agar kami sama-sama terbakar gair*h dan otomatis Kami menikmatinya," ucap Adelio sambil tersenyum mesum sambil membayangkan hubungan suami istri.


"Aku akan pasang empat dupa di setiap sudut pojok agar obatnya bisa berkerja dengan cepat," sambung Adelio.


Adelio mulai memasang dupa perang sang di setiap sudut pojok namun belum dinyalakan setelah selesai bersamaan pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.


Adelio berjalan ke arah pintu dan membukanya dan ternyata empat anak buahnya Adelio datang sambil membawa dua belas paper bag pesanan Adelio kemudian diberikan ke Adelio setelah selesai Adelio menutup pintu kamarnya.


"Aku akan menyusun dua belas steel pakaian untuk Ririn termasuk lima lingerie untuk hari ke dua hingga hari ke enam karena kami akan melakukan hubungan suami istri selama enam hari agar Ririn kelelahan dan tidak jadi pergi ke luar negri setelah itu Kami menikah." ucap Adelio.


Adelio menyusun pakaian yang semuanya masih baru dan tentunya sangat mahal ke dalam lemari pakaiannya.


"Pakaianku dan pakaian Ririn aku masukkan ke dalam satu lemari kebetulan lemari ku banyak yang kosong," ucap Adelio.


"Aku akan menonton film blue dulu agar aku tahu titik sensitif wanita dan juga apa yang harus aku lakukan ketika Ririn merasakan kesakitan ketika melakukan pertama kali hubungan suami istri," ucap Adelio.


Adelio duduk di ranjang kemudian mengambil ponselnya yang berada di meja kemudian menyetel video panas hingga selesai.


"Waduh, bikin adik kecilku jadi tegang dan tidak sabar menunggu kedatangan Ririn," ucap Adelio.


Setelah selesai berbicara Adelio berjalan ke arah kamar mandi karena tubuhnya sudah mulai lengket. Selesai membersihkan tubuhnya Adelio memakai jubah handuk dengan wajah segar.


Adelio berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai kemudian berbaring di ranjang karena tubuhnya lelah membuat Adelio istirahat.


Hingga jam tujuh malam Adelio mulai menyalakan dupa perang sang setelah selesai Adelio mengikuti perintah Ririn untuk meminum obat kuat.


"Aku akan minum obat kuat karena aku tidak tahu apakah aku kuat atau tidak ketika melakukan hubungan suami istri," ucap Adelio sambil meminum obat kuat.


Setelah hampir setengah jam obat kuat dan dupa perang sang mulai berkerja membuat tubuh Adelio terasa terbakar terlebih tombak saktinya terasa sesak membuka Adelio melepaskan seluruh pakaiannya dan diletakkan di keranjang kotor kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mendinginkan tombak saktinya mengingat kedatangan Ririn masih setengah jam lagi.


"Seharusnya tadi menyalakan dupa hari ini begitu pula dengan obat kuat," ucap Adelio sambil menyalakan kran shower untuk mandi dingin.


"Masih menunggu tiga puluh enam menit lagi," keluh Adelio.


Hingga dua puluh satu menit Adelio mulai menggigil kedinginan tapi tombak saktinya belum juga mau tidur membuat Adelio frustasi.


"Bagaimana ini, masih lima belas menit lagi," ucap Adelio sambil mematikan kran shower.


"Apa aku bawa tidur saja," ucap Adelio sambil mengambil jubah handuk.


Setelah selesai memakai jubah handuk Adelio berjalan ke arah pintu kamar mandi dan membukanya hingga dirinya mendengar suara pintu kamarnya ada yang membukanya.


Adelio melihat Clarisa yang dikiranya Ririn sedang melepaskan satu persatu pakaiannya dengan tubuh membelakangi Adelio membuat Adelio berjalan perlahan ke arah Clarisa kemudian memeluknya dari arah belakang.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


Deg


Deg


Jantung Clarisa berdetak kencang sekaligus sangat terkejut karena ada seorang pria asing yang memeluknya membuat Clarisa berusaha melepaskan pelukannya.


"Sayang, jangan takut ," bisik Adelio di telinga Clarisa.

__ADS_1


Clarisa yang sudah terkena obat perang sang yang diberikan oleh sahabatnya di tambah dupa perang sang dari Adelio membuat Clarisa kehilangan akal sehatnya.


Merekapun melakukan hubungan suami istri hingga hampir satu jam lebih barulah keluar lahar dari tombak saktinya.


Adelio sengaja memasukkannya ke dalam rahim Clarisa yang dikiranya Ririn agar segera hamil dan berhenti menjadi seorang artis.


Setelah beberapa saat Adelio menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping lalu memeluk tubuh polos Clarisa.


Cup


"Terima kasih sayang, sudah memberikan harta berharga mu untukku," ucap Adelio sambil menyelimuti tubuh polos Clarisa begitu pula dengan dirinya.


Clarisa hanya menganggukkan kepalanya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Adelio dan membalas pelukannya.


Tidak berapa lama Clarisa tidur dengan pulas nya begitu pula dengan Adelio. Namun dua jam kemudian obat perang sang kembali berkerja membuat Clarisa membuka selimutnya dan menaiki tubuh Adelio.


Adelio yang masih tertidur dengan pulas merasa tubuhnya dinaiki membuat Adelio memaksakan membuka matanya.


"Sayang, apa yang sayang lakukan?" tanya Adelio.


"Maaf, aku ingin lagi dan sekarang biarkan aku yang memimpin," jawab Clarisa.


Mereka kembali melakukan hubungan suami istri hingga terdengar suara merdu yang keluar dari mulut mereka hingga Clarisa mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


Bruk


"Capek," ucap Clarisa sambil menyandarkan tubuhnya di atas Adelio.


"Sekarang gantian aku yang memimpin," ucap Adelio sambil membalikkan tubuh Clarisa tanpa melepaskan tombak saktinya.


Merekapun kembali melakukan hubungan suami istri hingga akhirnya mereka mendapatkan pelepasan.


Cup


"Terima kasih sayang, aku sangat puas" ucap Adelio sambil menyelimuti tubuh polos Clarisa dan juga dirinya.


Clarisa hanya menganggukkan kepalanya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Adelio dan membalas pelukannya. Tidak berapa lama Clarisa tidur dengan pulas nya begitu pula dengan Adelio.


Mereka melakukan hubungan suami istri sebanyak 5 kali setelah itu obat perang sang habis bersamaan mereka tidur dengan pulas nya hingga jam sembilan pagi Clarisa perlahan membuka matanya.


Clarisa berusaha mengingat apa yang terjadi seperti mengumpulkan puzzle hingga akhirnya Clarisa ingat akan semuanya membuat Clarisa membuka selimut nya dimana tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun dan banyak jejak memenuhi tubuh Clarisa.


"Aku ..."ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya dengan air mata tidak berhenti keluar hingga dirinya mendengar suara gemericik air.


"Aku harus pergi dari sini," ucap Clarisa sambil turun dari ranjang.


Clarisa memunguti satu persatu pakaiannya kemudian memakainya sambil menahan perih pada bagian privasinya tapi tidak diperdulikan karena yang terpenting dirinya harus pergi dari kamar pribadi milik Adelio.


Setelah selesai Clarisa keluar dari kamar Adelio sambil berjalan dengan perlahan menahan rasa perih menuju ke arah lift.


ceklek


Adelio membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.


Adelio melihat ranjang nya kosong hanya bercak darah menempel di seprai membuat Adelio sangat bahagia karena sudah mengambil harta berharganya sekaligus dirinya sangat terkejut karena Clarisa tidak ada.


"Sayang," panggil Adelio.


Hening


"Ririn," panggil Adelio merubah panggilannya.


Hening


Adelio yang penasaran berjalan ke arah balkon untuk melihat apakah Ririn berada di balkon.


"Di balkon juga tidak ada lalu kemana Ririn?" tanya Adelio sambil masih menatap ke arah balkon.


Tanpa sengaja Adelio melihat di bawah balkon Clarisa sedang berjalan dengan perlahan dan Adelio tahu kenapa Clarisa seperti itu membuat Adelio membalikkan badannya dan berjalan ke arah lemari untuk memakai pakaian santai.


"Kenapa Ririn pergi? Bukankah Ririn setuju melakukan hubungan suami istri?" tanya Adelio dengan bingung sambil memakai pakaian dengan cepat.


Setelah selesai Adelio keluar dari kamarnya menuju ke arah lift. Singkat cerita kini Adelio sudah sampai di mansion milik orang tua Clarisa dan Ririn.


"Maaf tuan mencari siapa?" tanya salah satu bodyguard.

__ADS_1


"Ingin ketemu Ririn," jawab Adelio dengan wajah datar dan dingin.


"Nona Ririn sudah pergi dari semalam mengajak nona Clarisa pergi dan sampai sekarang belum pulang.


"Siapa itu Clarisa?" tanya Adelio penasaran.


"Sahabatnya nona Ririn," jawab bodyguard tersebut.


"Apakah ke duanya belum pulang?" tanya Adelio.


"Kalau nona Clarisa baru pulang tapi matanya sembap seperti habis menangis dan jalannya tidak seperti biasanya," jawab bodyguard satunya.


Deg


Jantung Adelio berdetak kencang ketika mendengar ucapan bodyguard tersebut.


'Jangan - jangan yang kami lakukan semalam adalah Clarisa bukan Ririn. Dasar bod*h kamu Adelio tidak bisa membedakan Ririn dengan Clarisa," ucap Adelio dalam hati meruntuki kebodohan nya.


"Boleh bertemu dengan Clarisa?" tanya Adelio.


"Silahkan tuan," jawab bodyguard tersebut.


Bodyguard tersebut mengizinkan masuk karena melihat pakaian yang digunakan Adelio adalah barang ber merk. Adelio melakukan itu karena Adelio sudah mengambil harta berharga milik Clarisa yang dikira nya Ririn oleh sebab itu Adelio ingin berterus terang kalau dirinya adalah seorang CEO yang mempunyai banyak perusahaan baik di dalam maupun luar negeri.


Adelio kembali mengendarai motornya untuk masuk ke dalam mansion. Setelah motornya di parkirkan di garansi mobil Adelio berjalan ke arah pintu utama.


Dua orang bodyguard membuka pintu utama dan Adelio langsung masuk ke dalam dan di sambut oleh kepala pelayan.


"Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala pelayan dengan nada sopan.


"Aku ingin bertemu dengan Clarisa," jawab Adelio.


"Baik tuan, saya akan panggilkan," ucap kepala pelayan.


"Tidak usah, biar aku ke kamarnya langsung," ucap Adelio.


"Baik tuan," jawab kepala pelayan.


"Kamarnya dimana?" tanya Adelio.


"Di lantai dua paling ujung dekat tangga," jawab kepala pelayan.


"Terima kasih," jawab Adelio.


"Sama - sama tuan," jawab kepala pelayan tersebut sambil meninggalkan Adelio.


Adelio berjalan menuju ke arah tangga namun baru beberapa langkah menaiki anak tangga ponsel miliknya ber dering membuat Adelio mengambil ponsel nya di saku kemejanya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.


"Ririn ??" tanya Adelio terkejut sambil menggeser tombol berwarna hijau dan langsung di tempel di telinganya.


("Hallo sayang, maaf aku tidak bisa melakukan hubungan suami istri karena itu aku kirimkan sahabatku yang agak mirip denganku sebagai gantinya," ucap Ririn tanpa merasa bersalah karena telah menghancurkan hidup sahabatnya).


("Sekarang kamu di mana?" tanya Adelio dengan nada dingin).


("Aku berada di luar negri mau liburan karena hari sabtu sudah mulai sibuk syuting dan tidak sempat jalan - jalan," jawab Ririn dengan nada santai tanpa ada beban ataupun merasa bersalah sedikitpun).


Tut tut tut tut tut


Tanpa menjawab Adelio memutuskan Sambungan komunikasi secara sepihak sambil menahan amarahnya.


"Si*l, aku di tipu," ucap Adelio sambil menyimpan kembali ponselnya.


"Aku akan membalaskan dendam ku lewat Clarisa karena Ririn dengan beraninya mempermainkanku," ucap Adelio sambil melanjutkan langkahnya menuju ke arah kamar Clarisa.


Ceklek


Adelio membuka pintu kamar Clarisa untuk pertama kalinya dan melihat banyak foto -foto di mana Clarisa memenangkan berbagai lomba membuat Adelio tersenyum untuk pertama kalinya.


Adelio melihat sekeliling ruangan kamar Clarisa namun Clarisa belum terlihat membuat Adelio membuka pintu kamar mandi dengan perlahan.


Adelio masuk ke dalam kamar mandi dan tidak ada Clarisa hingga matanya tanpa sengaja melihat di bathup membuat Adelio membulatkan matanya dengan sempurna.


"Clarisa!!!"teriak Adelio sambil menarik tubuh dan memeluknya.


Clarisa memejamkan matanya di tambah tubuh Clarisa yang sudah dingin karena Clarisa berendam di dalam bathup membuat hati Adelio sangat sakit namun tidak berdarah.

__ADS_1


__ADS_2