
"Biar Mommy dan Daddy yang akan menemani tamu undangan," ucap Daddy Brian.
"Mommy kemana dad?" tanya Clarisa.
"Lagi mengobrol dengan ke empat saudara kembar Daddy sekaligus dua Paman dan dua Tante Adelio yang bernama Kak Bruno, Benediktus, Brigitha dan Briana." jawab Daddy Brian.
"Mereka menginap kan Dad?" tanya Adelio.
"Menginap selama dua minggu," jawab Daddy Brian.
"Mereka baru datang, kalau mau mengobrol dengan Mereka silahkan," ucap Daddy Brian.
"Baik Dad, kami akan ke sana," jawab Clarisa.
"Tidak usah mereka sudah datang," ucap Adelio yang melihat Mommy Calista, ke empat saudara kembar Daddy Brian yang bernama Bruno, Benediktus, Brigitha dan Briana.
Grep
"Daddy, Mommy dari tadi nyari Daddy malah ada di sini," ucap Mommy Calista sambil memeluk suaminya dari arah samping.
"Habis Mommy kalau mengobrol lupa dengan Daddy ya sudah Daddy gangguin Adelio dan menantu Daddy," jawab Daddy Brian dengan wajah di tekuk sambil membalas pelukan istrinya.
"Maafkan Mommy, dad," ucap Mommy Calista merasa bersalah.
"Tidak apa - apa mom," jawab Daddy Brian.
"Oh ya Clarisa, Ayo perkenalkan Mereka ada empat saudara kembar Daddy," ucap Mommy Calista sambil menatap ke arah Clarisa.
"Clarisa," ucap Clarisa memperkenalkan dirinya sambil mencium punggung tangan mereka secara bergantian.
"Pertama Paman Bruno, ke tiga Paman Benediktus, ke empat Tante Brigitha dan ke lima Tante Briana bersama pasangannya maling." Ucap Mommy Calista memperkenalkan Mereka satu persatu.
"Berarti Daddy lima bersaudara kembar dan wajahnya pada mirip." Ucap Clarisa.
"Tepat sekali, memang wajah Daddy mirip dengan ke empat saudara kembar Daddy." Jawab Brian.
"Adelio, sepertinya Clarisa sangat lelah istirahat saja," ucap Mommy Calista.
"Baik Mom, kami akan istirahat," ucap Adelio yang tidak tega melihat istrinya lelah.
"Istirahat lah kalian, biar para tamu undangan menjadi urusan Mommy dan Daddy," ucap Mommy Calista.
"Baik mom," jawab Adelio dan Clarisa serempak.
Adelio dan Clarisa berjalan ke arah lift menuju ke lantai atas sedangkan Paman dan Tantenya Clarisa sibuk mengobrol dengan rekan bisnisnya untuk menambah pundi - pundi kekayaannya.
ceklek
__ADS_1
Adelio membuka pintu kamarnya kemudian Clarisa masuk ke dalam dengan diikuti oleh Adelio. Clarisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan entah kenapa hatinya sangat sedih karena di malam pertama dirinya sudah ternoda dan parahnya dirinya tidak tahu siapa pria asing yang telah mengambil harta berharga yang selama ini di jaganya.
'Seandainya saja malam pertama kami, aku bisa memberikan harta berharga ku untuk suamiku tentu aku sangat bahagia sekali tapi ... 'ucap Clarisa dengan menggantungkan kalimatnya dalam hati.
Grep
"Ada apa?" tanya Adelio sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.
"Tidak ada apa-apa," jawab Clarisa berbohong karena dirinya tidak tega mengatakan hal itu di depan suaminya.
Karena dirinya tidak mungkin mengungkit masalah harta berharganya yang sudah di ambil oleh pria yang tidak di kenalnya.
Adelio yang merasakan istrinya berbohong melepaskan pelukannya kemudian memutar tubuh Clarisa agar menghadap dirinya. Adelio mengangkat dagu Clarisa agar menatap dirinya.
"Ada apa? Aku tahu kamu berbohong," ucap Adelio.
Grep
"Aku sangat mencintaimu ... Hiks .... Hiks ... Hiks ... " ucap Clarisa sambil terisak tanpa menjawab pertanyaan Adelio.
'Maafkan Aku. Seharusnya di malam pengantin Kita, Aku memberikan sesuatu yang berharga untuk suamiku tapi ..." sambung Clarisa dengan menggantungkan kalimatnya kembali namun dalam hati.
"Aku juga sangat .... sangat dan sangat mencintaimu," ucap Adelio sambil membalas pelukan istrinya.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian Adelio dengan lembut menghapus air mata Clarisa sambil tersenyum bahagia.
"Aku duluan," jawab Clarisa.
"Mandilah, nanti gantian," ucap Adelio.
"Ok," jawab Clarisa singkat.
Clarisa berjalan ke arah kamar mandi dan sampai di kamar mandi Clarisa melepaskan semua aksesoris yang melekat di tubuhnya namun ketika ingin menarik resleting yang berada di belakang punggung Clarisa mengalami kesulitan.
"Haruskah aku meminta bantuan kak Adelio?" tanya Clarisa bimbang sambil berfikir.
"Tapi aku bukanya susah, sudahlah minta tolong saja," ucap Clarisa akhirnya setelah beberapa saat berfikir.
ceklek
Clarisa berjalan ke arah pintu kamar mandi dan membukanya. Clarisa melihat Adelio sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya namun ketika melihat pintu kamar mandi terbuka membuat Adelio menatap ke arah pintu kamar mandi.
"Ada apa sayang?" tanya Adelio sambil turun dari sofa dan meletakkan ponselnya di meja kemudian berjalan ke arah Clarisa.
"Aku minta tolong bukakan resleting gaun pengantinku," pinta Clarisa sambil membalikkan badannya dan membelakangi Adelio.
"Ok," jawab Adelio singkat.
__ADS_1
Adelio menarik resleting gaun pengantin hingga terlihat punggung mulus Clarisa membuat Adelio menelan saliva nya dengan kasar.
Walau sering melihat tubuh polos Clarisa sebelum mereka menikah tapi Adelio tidak pernah bosan untuk melihatnya bahkan pikirannya langsung ingin melakukan hubungan suami istri. Clarisa langsung menahan gaunnya agar gaun pengantinnya tidak terjatuh ketika Adelio sudah selesai menarik resletingnya.
grep
"Sayang sekarang saja ya?" bisik Adelio dengan suara berat sambil memeluk istrinya dari arah samping.
"Badanku lengket, habis mandi ya" ucap Clarisa.
"Nanti juga lengket lagi," bisik Adelio sambil melepaskan pelukannya kemudian tanpa aba - aba Adelio menggendong Clarisa.
"Apa yang sayang ku lakukan?" tanya Clarisa sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher Adelio agar tidak jatuh.
"Olah raga malam," jawab Adelio sambil melangkahkan kakinya dengan lebar agar sampai dekat ranjang pengantin.
Adelio meletakkan perlahan tubuh Clarisa di atas ranjang kemudian melepaskan bungkusan yang menutupi dua gunung kembar milik Clarisa dan berlanjut ke segi tiga bermuda hingga tubuh Clarisa polos tanpa sehelai benangpun.
"Darling, kenapa jadi mesum seperti ini?" tanya Clarisa.
"Mesum sama istri boleh kan?" tanya Adelio sambil turun dari ranjang kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
"Tidak apa-apa, sebelum kenal aku apakah seperti ini juga?" tanya Clarisa dengan nada cemburu.
"Aku pertama kali melakukan hubungan suami istri hanya sama kamu. Aku ingin kamu orang yang pertama dan yang terakhir aku sentuh," ucap Adelio dengan wajah serius sambil menaiki tubuh istrinya.
Deg
Jantung Clarisa berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi perkataan Adelio membuat dirinya merasa kotor. Hal itu dikarenakan Adelio bukan pria pertama yang menyentuh tubuhnya tapi justru dirinyalah wanita pertama yang menyentuh tubuh suaminya.
Hal itu membuat Clarisa hanya tersenyum walau dalam hatinya sangat sedih. Mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri.
"Kita mandi bersama yuk," ajak Adelio.
"Tubuhku lemas," ucap Clarisa.
Tanpa menjawab ucapan Clarisa, Adelio menggendong ala bridal style menuju ke arah kamar mandi hingga setengah jam lebih barulah mereka keluar dari kamar mandi.
Tubuh Adelio terasa segar sedangkan tubuh Clarisa seperti tidak bertulang membuat Adelio kembali menggendongnya dan dibaringkan di ranjang.
"Sayangku, tidur pakai jubah handuk?" tanya Adelio.
"Iya, karena tulang - tulang ku seperti mau copot," ucap Clarisa sambil memejamkan matanya.
"Tidurlah karena Aku juga mau tidur sama seperti dirimu menggunakan jubah handuk," jawab Adelio sambil berbaring di ranjang.
Adelio memeluk Clarisa membuat Clarisa membalas pelukan suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua tidur dengan pulas nya.
__ADS_1