
"Mommy ingin tahu, bagaimana perlakuan Mereka terhadapmu?" tanya Mommy Calista penasaran.
"Awalnya Mereka memperlakukan ku dengan baik hingga suatu ketika di mana saat itu Aku kelas satu di sekolah menengah pertama, nilaiku sangat bagus sedangkan Ririn tidak membuat ke dua orang tua Ririn selalu memujiku sedangkan Ririn selalu dikatakan bod*h," ucap Clarisa mengawali ceritanya.
"Ririn hanya bisa diam dan menangis sedangkan aku yang tidak tega melihat sahabat ku sedih membantu sahabatku dengan cara menukar nama," ucap Clarisa.
"Menukar nama bagaimana ?" tanya Mommy Calista dengan nada bingung.
"Ketika ulangan aku menulis nama Ririn sedangkan Ririn menulis nama Clarisa," jawab Clarisa.
"Kenapa kamu tidak ajarkan sahabatmu untuk belajar? Lalu apakah tidak ketahuan?" tanya Mommy Calista penasaran.
"Clarisa selalu mengajari Ririn tapi Ririn sulit menerima apa yang aku ajarkan sampai Ririn merengek meminta supaya menukar identitas agar tidak dimarahi oleh orang tuanya," jawab Clarisa.
"Tapi kan itu sama saja menjerumuskan Ririn untuk tidak mau belajar dan kamu selalu jadi kambing hitam akibat ulah Ririn," ucap Mommy Calista.
"Apa yang dikatakan Mommy benar adanya tapi Ririn selalu aku kasih tahu untuk belajar tapi Ririn tidak mau karena dirinya lebih suka main," jawab Clarisa.
"Kalau begitu jangan mau karena keenakan Ririn," ucap Mommy Calista.
"Benar kata Mommy, tapi Ririn mengancam akan menyakiti dirinya jika aku tidak mengikuti permintaan Ririn," ucap Clarisa.
"Ririn benar-benar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Sampai kapan seperti itu?" tanya Mommy Calista sambil menahan kesal.
"Sampai kami lulus sekolah menengah pertama karena ke dua orang tuanya meminta Ririn untuk sekolah khusus orang pintar namun Ririn menolak dengan tegas," jawab Clarisa.
"Tentu saja menolak karena dirinya tidak pintar," jawab Mommy Calista.
"Betul sekali Mom," jawab Clarisa.
__ADS_1
"Terus apa yang selanjutnya terjadi?" tanya Mommy Calista penasaran.
"Ririn meminta untuk sekolah khusus akting dan modeling karena Ririn lebih menyukainya. Orang tua Ririn awalnya tidak setuju tapi karena rayuan Ririn dan wajah memelas akhirnya Ibunya Ririn setuju," jawab Clarisa.
"Sejak saat itu Ririn sekolah khusus akting dan modeling sedangkan aku sekolah di tempat biasa. Ririn yang tidak ingin ketahuan mengancam ku untuk mengerjakan soal jangan benar semuanya hingga suatu saat karena aku jenuh dimarahi orang tuanya Ririn sekaligus orang tua angkatku akhirnya aku melanggar peraturan Ririn," sambung Clarisa.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Mommy Calista.
"Orang tua Ririn sangat kaget dan ketika ke dua orang tua Ririn menanyakan ke kami tiba-tiba Ririn cerita kalau dirinya mendapatkan uang dari hasil lomba sebesar tiga puluh lima juta," ucap Clarisa.
"Ke dua orang tua Ririn tidak jadi bertanya malah membanggakan Ririn di depanku supaya bisa menghasilkan uang yang banyak karena katanya uangnya habis untuk biaya sekolah kami karena itulah ke dua orang tua Ririn setiap hari berkerja keras," sambung Clarisa dengan mata berkaca-kaca.
"Sejak saat itu Aku di minta jangan menonjolkan diri dalam bidang pelajaran karena Mereka tidak ingin Aku di puji selain itu jika Ririn melakukan kesalahan maka Akulah yang akan dijadikan kambing hitam dengan alasan kalau putrinya adalah gadis yang sangat sempurna di depan orang banyak." Sambung Clarisa.
"Apakah pernah ketahuan?" Tanya Mommy Calista penasaran.
"Tidak pernah ketahuan karena Mereka sangat pintar memutarbalikkan fakta." Jawab Clarisa.
"Misalnya ketika Ririn pergi ke pesta dan ada orang yang menjelekkannya maka Ririn langsung marah dan memukulnya. Hingga besoknya media sosial membicarakan tentang sifat arogan dan suka menindas orang lain maka Ririn dan keluarganya mengatakan kalau itu pelakunya Aku bukan Ririn. Aku di minta untuk menggantikannya tapi tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi. Mereka meminta maaf dan akan mengajariku untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama." Jawab Clarisa.
"Apa ada yang lainya?" Tanya Mommy Calista sambil menahan amarahnya.
"Ada Mom, waktu pernah di mana Ririn menabrak seorang nenek pejalan kaki dan wajahnya ketahuan membuat Ririn kabur karena takut di hukum masa. Lalu Aku dijadikan kambing hitam kalau itu Aku hingga Aku di hukum." Jawab Clarisa.
"Pernah di penjara?" Tanya Mommy Calista.
"Belum pernah Mom, karena orang tuanya Ririn melakukan jalan damai atau kekeluargaan dengan memberikan uang yang lumayan banyak." Jawab Clarisa.
"Mommy baru tahu kalau ada orang tua mendukung kesalahan putrinya dan menjadikan dirimu sebagai kambing hitam. Mommy jadi penasaran siapa Mereka." ucap mommy Calista.
__ADS_1
"Clarisa baru tahu juga Mom, kalau ke dua orang tuanya membiarkan putrinya melakukan kesalahan demi kesalahan. Suatu saat pasti Mommy akan bertemu dengannya." ucap Clarisa.
"Mommy mengerti kamu pasti sangat berat menjalani itu semua tapi sekarang kamu sudah menikah dan jangan lagi menengok ke belakang. Sudah ada suami yang sangat mencintaimu, ke dua mertuamu dan juga adik ipar mu di tambah nanti dua adik iparmu yang tulus menyayangimu," ucap mommy Calista.
"Iya Mom," jawab Clarisa sambil tersenyum bahagia.
Mommy Calista membalas senyuman Clarisa dan tidak berapa dirinya menguap begitu pula dengan Clarisa.
"Mommy sangat mengantuk mau tidur dan sepertinya kamu juga, tidurlah," ucap mommy Calista
"Iya Mom," jawab Clarisa.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun tidur dengan pulas sambil berharap mimpi indah. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Daddy Brian dan Adelio duduk di pojok kantin saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja.
"Ririn sekarang berada di markas, apa yang kita lakukan sekarang apakah tinggal nama atau dipulangkan di mansion orang tuanya?" tanya Daddy Brian yang sengaja memilih duduk di pojok agar tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka.
"Lebih baik lidahnya di potong dan ke dua kaki serta ke dua tangannya dibuat lumpuh agar tidak lagi mengganggu Clarisa kemudian barulah kembalikan gadis ular itu ke keluarganya," ucap Adelio yang perasaan terhadap Ririn sudah ma ti sejak Ririn menjadikan Clarisa sebagai penggantinya.
"Daddy setuju, lalu para penjahat itu?" tanya Daddy Brian.
"Lebih baik dikubur hidup-hidup karena itu hukuman pantas untuk mereka," ucap Adelio.
"Tidak lebih baik mereka di buang di lubang besar hingga akhirnya mereka mati karena haus, lapar dan kepanasan," ucap Daddy Brian.
"Benar kata Daddy, Adelio setuju," jawab Adelio.
"Selain wajah kita yang mirip, sifat kita juga sangat mirip yaitu setia dengan pasangan kita dan membalas orang-orang yang mencoba menyakiti orang yang kita sayangi dan tidak memperdulikan apakah mereka mantan kekasih, sahabat atau saudara tetap akan di hukum." ucap Daddy Brian.
"Benar kata Daddy, karena bagi Adelio orang yang ingin mencoba menyakiti orang yang Adelio sayangi akan mendapatkan hukuman yang setimpal tanpa memperdulikan Dia adalah mantan Adelio yang dulu Adelio cintai." ucap Adelio.
__ADS_1
"Apakah perasaanmu terhadap wanita ular itu sudah hilang?" tanya Daddy Brian.