Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Cemburu


__ADS_3

"Sst... Sudah ... Oh ya bagaimana kalau seandainya kamu tahu siapa pria itu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Adelio penasaran sambil membalas pelukan Clarisa.


"Aku sangat membenci nya karena dia salah masuk ke kamar hotel," ucap Clarisa yang tidak tahu kalau itu ulah sahabatnya.


'Seandainya kamu tahu kalau kamu dijebak oleh sahabat mu," ucap Adelio dalam hati.


'Lebih baik untuk sementara Aku tidak mengatakannya karena Aku takut kamu membenciku dan tidak mau menikah denganku,' sambung Adelio dalam hati sambil mengusap punggung Clarisa.


"Clarisa," panggil Adelio sambil memalingkan wajahnya ke arah Clarisa.


Clarisa memalingkan wajahnya ke arah Adelio membuat bibir mereka nyaris bersentuhan.


Cup


Ciuman singkat membuat Adelio menginginkan lagi, Adelio me lu mat bibir Clarisa yang sudah menjadi candu nya. Setelah beberapa saat Clarisa menepuk bahu Adelio karena dirinya kehabisan napas.


Adelio melepaskan ciuman nya namun berpindah ke leher Clarisa sambil memainkan salah satu gunung kembar Clarisa dan kembali memberikan jejak kemerahan yang belum hilang membuat Clarisa mengeluarkan suara merdu.


"Sayang, aku ingin lagi," bisik Adelio yang merasakan adik kecilnya meronta-ronta ingin keluar.


"Aku juga, tapi jangan di kamar tamu," ucap Clarisa yang juga ingin melakukan lagi mengingat suasananya yang dingin karena sedang turun salju.


"Di mana?" tanya Adelio dengan suara semakin berat.


"Di kamarku saja." Jawab Clarisa.


Adelio turun dari ranjang sambil membawa satu steel pakaian sedangkan Clarisa turun dari ranjang. Mereka berdua keluar dari kamar tamu menuju ke arah kamar Clarisa.


Mereka pun kembali melakukan hubungan suami istri setelah setengah jam Adelio dan Clarisa sudah selesai melakukan hubungan suami istri dan saling berpelukan.


"Adakah Paman dan Tante dari keluargamu?" tanya Adelio.


"Ada, memang kenapa?" Tanya Clarisa.


"Kamu hubungi Tante dan Pamanmu kalau kita akan menikah lusa." Jawab Adelio.


"Secepat itukah?" tanya Clarisa.


"Sebenarnya aku ingin sekarang menikah agar kita melakukan ini tidak merasa bersalah tapi kalau mendadak ke dua orang tuaku dan keluargamu tentu saja akan marah jadi bilang saja kita sudah lama saling mencintai dan lusa ingin menikah," jawab Adelio.


"Berarti Aku harus bohong?" Tanya Clarisa.


"Berbohong demi kebaikan tidak apa-apa kan? Dari pada kamu jujur kita baru kenal dan langsung melakukan hubungan suami istri. Sayangku pilih yang mana jujur atau berbohong?" tanya Adelio sambil mencolek hidung mancung Clarisa.


"Tentu saja berbohong," Jawab Clarisa yang tidak mungkin mengatakan hal itu.


"Tunggu dari tadi aku dengar kak Adelio memanggil diriku sayang?" tanya Clarisa.


"Mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang dan kamu memanggil ku dengan sebutan darling," ucap Adelio.


"Bukannya darling dan sayang sama artinya?" tanya Clarisa.


"Memang benar tapi kan kelihatan keren," ucap Adelio sambil tersenyum.


"Pfftttt,"


"Kamu kalau ketawa manis," ucap Adelio sambil mengusap rambut Clarisa dengan lembut.


"Gula kali manis," jawab Clarisa sambil tersenyum.


"Sebenarnya aku ingin lagi tapi aku tahu sayangku pasti lapar jadi nanti saja kalau kita sudah selesai makan kita lakukan lagi," ucap Adelio yang sudah ketagihan tubuh Clarisa.


"Kenapa kak Adelio jadi mesum seperti ini?" tanya Clarisa.


cup


"Kak Adelio kenapa menciumku?" tanya Clarisa dengan nada protes.


cup


"Kak Adelio!!!" panggil Clarisa dengan nada kesal.


"Setiap memanggil kak Adelio maka hukuman nya cium," jawab Adelio.


cup


Adelio kembali mencium bibir Clarisa membuat Clarisa menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya. Adelio yang melihatnya hanya tersenyum kemudian melepaskan pelukan nya dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Kenapa jalan ke arah kamar mandi tidak menggunakan pakaian? Apa darling tidak malu?" tanya Clarisa sambil memalingkan wajahnya.


"Bukannya kamu sudah melihat tubuh polos ku begitu pula sebaliknya jadi kenapa mesti malu?" tanya Adelio santai sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa aku baru ketemu dengan pria yang tidak punya rasa malu?" tanya Clarisa sambil menutupi tubuh polos nya dengan menggunakan selimut tebalnya.


"Pffftttt ... Khusus calon istriku Aku tidak punya rasa malu." Jawab Adelio sambil masuk ke dalam kamar.


Clarisa hanya menggelengkan kepalanya dengan ucapan Arsenio sambil tersenyum mendengar ucapan Arsenio. Hingga lima belas menit kemudian Adelio sudah selesai mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah perutnya.


Namun ketika di depan Clarisa dengan santainya menarik lilitan handuk nya dan membuang nya secara asal.


Begitu pula ketika Adelio dengan santainya memakai pakaian di depan Clarisa membuat Clarisa memalingkan wajahnya yang merona membuat Adelio tersenyun melihatnya.


"Aku sudah siapkan air hangat, mandi lah aku akan masak," ucap Adelio.


"Ok," jawab Clarisa singkat.

__ADS_1


Adelio berjalan ke arah pintu kemudian membukanya dan berjalan ke arah dapur sedangkan Clarisa berusaha bangun karena tubuhnya terasa lemas karena mereka melakukannya berulang kali.


Kini Adelio sudah selesai memasak dan meletakkan makanan di atas meja makan di mana Clarisa sedang duduk menunggu dirinya.


Mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun setelah lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Masakan nya enak, lain kali aku ingin belajar memasak sama darling." ucap Clarisa.


"Ok, dengan senang hati akan aku ajarin," jawab Adelio.


"Oh ya, dress nya yang Kamu kenakan sangat bagus, baru beli?" tanya Adelio pura-pura tidak tahu.


"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Clarisa balik bertanya.


"Soalnya dress nya masih baru." Jawab Adelio.


'Itu pakaian yang aku belikan ke Valen tapi aku belum pernah melihat Valen memakainya.' ucap Adelio dalam hati.


'Maaf Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya karena pasti Kamu akan kecewa terlebih Aku sudah jatuh cinta sama Kamu.' sambung Adelio dalam hati.


"Kamar ini penuh dengan pakaian milik sahabat ku. Valen bilang semua pakaian baru dan bekas boleh di pakai kecuali yang ada dikamar nya harus seijin dari Valen," ucap Clarisa menjelaskan.


"Kalau pakaian masih baru kenapa membelinya?" tanya Adelio penasaran.


"Pakaian baru itu Valen tidak membelinya kebanyakan diberikan oleh penggemar nya atau sponsor pakaian dari butik yang menggunakan jasanya memamerkan pakaiannya termasuk pakaian yang aku pakai katanya dapat dari penggemarnya makanya tidak mau memakainya," jawab Clarisa jujur.


'Sia**n kamu Valen, aku memberikanmu dress itu desainnya memang sederhana tapi harganya sangat mahal tapi kamu malah mengatakan kalau itu di dapat dari penggemarnya. Jangan salahkan aku jika aku akan menikahi sahabatmu.' ucap Adelio dalam hati sambil menahan amarahnya.


"Oh ya apakah punya mu masih sakit?" tanya Adelio mengalihkan pembicaraan.


"Masih dan aku tidak mau melakukan itu dulu," Jawab Clarisa dengan nada tegas.


"Memangnya kenapa ?" tanya Adelio dengan wajah terkejut.


"Punyaku masih perih dan nanti saja setelah kita resmi menikah barulah kita melakukan hubungan suami istri tanpa merasa berdosa," jawab Clarisa.


"Aku menanyakan apakah punya kamu merasa sakit atau perih karena Aku ingin memperkenalkan ke dua orang tua ku sekalian membicarakan tentang pernikahan kita," ucap Adelio.


"Maaf aku pikir.." ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya.


"Kalau kamu mau tentu saja dengan senang hati Aku tidak akan menolaknya," ucap Adelio sambil menarik turunkan ke dua alis matanya.


bugh


Clarisa yang kesal memukul bahu Adelio namun Adelio tidak marah malah tersenyum dan mengusap rambut Clarisa dengan lembut.


"Bagaimana masih perih?" tanya Adelio.


"Masih, tapi aku ingin bertemu dengan ke dua orang tua darling," jawab Clarisa.


" Ok, ayo kita pergi," ucap Clarisa penuh semangat.


"Tapi rumah ke dua orang tua ku sangat kecil jadi kamu jangan kaget ya," ucap Adelio berbohong sambil menatap wajah cantik Clarisa.


"Mau kecil atau tidak tidak masalah asalkan..." ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya.


"Asalkan apa?" tanya Adelio penasaran.


"Asalkan di dalam rumahnya penuh cinta dalam arti saling mencintai, saling perduli dan saling menyayangi itu lebih mahal dari apapun," Jawsb Clarisa sambil tersenyum.


"Darling bisa lihat, mansion ini sangat luas tapi di dalamnya tidak ada penuh cinta. Ke dua orang tua Valen sibuk mengumpulkan uang sebanyak - banyaknya hingga sering pergi ke luar negeri untuk perjalanan bisnis sedangkan sahabatku sangat sibuk dengan pekerjaan menjadi seorang artis dan aku tinggal di sini sangat kesepian," ucap Clarisa sambil tersenyum dan menatap wajah tampan Adelio namun sorotan matanya terlihat jelas kalau Clarisa merasakan kesedihan dan kesepian.


Deg


Jantung Adelio berdetak kencang selama ini dirinya tidak pernah merasakan kesepian karena mendapatkan kasih sayang penuh dari ke dua orang tuanya juga adik kembar nya namun dirinya jarang menemui ke dua orang tuanya karena kesibukan akan pekerjaannya.


Perkataan Clarisa seakan menampar wajahnya karena selama ini dirinya tidak pernah bersyukur membuat dirinya berjanji untuk lebih sering datang dan menghubungi ke dua orang tuanya serta adik kembarnya.


grep


"Terima kasih," ucap Adelio sambil memeluk Clarisa.


"Untuk?" tanya Clarisa sambil membalas pelukan Adelio.


"Untuk semuanya, kalau begitu kita pergi sekarang," ucap Adelio yang tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


"Ayo," jawab Clarisa singkat.


"Tapi kita pergi tidak membawa apa-apa?" tanya Clarisa baru sadar.


"Kapan - kapan saja kita bawa," ucap Adelio.


'Orang tua ku sangat kaya jadi tidak masalah kalau tidak membawa apa - apa.' ucap Adelio dalam hati.


"Tidak enak darling, orang tua kak Adelio sukanya apa?" tanya Clarisa.


"Kalau mom eh Ibuku sukanya Kue Black Forest sedangkan Ayah ku sukanya Kue tart yang di taburi keju," jawab Adelio yang hampir keceplosan memanggil mommy.


"Kalau begitu kita beli di toko kue dekat dari sini," ucap Clarisa.


"Ok," jawab Adelio singkat.


'Kenapa Clarisa tidak curiga ya? kalau ke dua kue itu sangat mahal, apa Clarisa akan membeli dengan harga murah?" tanya Adelio dalam hati.


"Aku datang ke sini dengan menggunakan motor, kita naik motor atau mobilmu?" tanya Adelio.

__ADS_1


"Aku tidak masalah tapi karena kita pergi ke rumah orang tua darling lebih baik bawa mobil," jawab Clarisa.


"Kenapa?" tanya Adelio dengan wajah berbeda.


"Karena kita membeli dua kue kalau kita naik motor dan Aku tidak hati - hati memegang nya tentu kue itu akan rusak dan tidak pantas untuk diberikan ke dua orang tua darling," jawab Clarisa menjelaskan.


"Kecuali kalau kita pergi jalan - jalan keliling kota enaknya naik motor bisa melihat pemandangan," sambung Clarisa.


Grep


"Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan wanita sebaik dirimu," ucap Adelio terharu sambil memeluk tubuh Clarisa.


'Membuatku semakin yakin menikah denganmu, terima kasih Valen berkat dirimu aku menemukan pengganti dirimu yang lebih dari segalanya.' ucap Adelio sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Clarisa.


"Bisa mengendarai mobil?" tanya Clarisa.


"Tentu bisa, kenapa?" tanya Adelio.


"Kalau begitu darling yang mengendarai mobil," ucap Clarisa.


"Ok," jawab Adelio singkat.


Adelio duduk di kursi pengemudi sedangkan Clarisa duduk di samping pengemudi. Adelio mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke toko kue yang sangat terkenal dengan enaknya karena Clarisa kadang membeli kue untuk anak panti asuhan yang berulang tahun.


"Kamu sering makan kue?" tanya Adelio sambil mengendarai mobil.


"Kadang - kadang," jawab Clarisa.


"Apa tidak suka kue makanya belinya kadang - kadang?" tanya Adelio.


"Suka hanya saja aku setiap sebulan sekali beli kue ulang tahun," ucap Clarisa.


"Bukannya merayakan ulang tahun hanya satu kali?" tanya Adelio dengan wajah bingung.


"Benar sekali, tapi Aku membeli kue itu untuk anak panti asuhan karena itulah setiap sebulan sekali kami merayakan bersama," jawab Clarisa sambil tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Adelio dengan nada cemburu.


"Aku tersenyum karena melihat wajah polos anak - anak panti asuhan. Mereka sangat senang ketika anak - anak panti asuhan di bulan itu ulang tahun dan juga di saat aku ulang tahun mereka menyanyikan selamat ulang tahun. Ketika melihat itu semua membuatku tersenyum bahagia," jawab Clarisa sambil masih tersenyum mengingat anak panti asuhan tersenyum bahagia.


"Apakah selama kamu ulang tahun kamu tidak pernah merayakan bersama keluarga?" tanya Adelio.


"Terakhir dirayakan ketika aku dan Valen berumur tujuh belas tahun setelah itu tidak lagi. Valen merayakan ulang tahun bersama teman-temannya sedangkan aku bersama anak panti asuhan," jawab Clarisa.


Adelio sangat terkejut walau di sorot matanya terlihat kesedihan dan kesepian tapi Clarisa bisa tersenyum membuat Adelio berjanji agar rasa kesedihan Clarisa berkurang.


"Sebentar lagi kita sampai di toko kue yang berada di sebelah kiri, aku akan menyerang jalan karena arah putarnya lumayan jauh," ucap Clarisa.


Adelio hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama Adelio menghentikan mobil nya bersamaan Clarisa membuka seal beltnya.


Clarisa membuka pintu mobil dan turun dari mobil kemudian tengok ke kanan dan ke kiri setelah di rasa sepi Clarisa baru menyebrang jalan.


Namun ketika Clarisa berada di trotoar dan ingin menyerang lagi truk yang mengalami rem blong berjalan dengan kecepatan tinggi membuat Clarisa berteriak.


"Akhhhhh...." teriak Clarisa sambil memejamkan matanya.


Grep


bruk


Adelio yang melihat Clarisa turun membuat Adelio dengan cepat melepaskan seat beltnya kemudian turun dari mobil. Adelio yang melihat Clarisa sedang menyebrang membuat Adelio tengok kanan dan kiri barulah dirinya menyebrang jalan.


Tiba - tiba mata elangnya melihat ada sebuah truk dari kejauhan dengan kecepatan tinggi berjalan dengan oleng hingga melewati pembatas jalan hingga truk tersebut berlawanan arah di mana Clarisa sedang menyebrang.


Tanpa memperdulikan keselamatannya Adelio berlari dengan cepat kemudian menarik tangan Clarisa dengan cepat bertepatan truk tersebut berusaha membanting stir mobil ke arah samping hingga menabrak dua rumah kosong hingga tidak menimbulkan korban jiwa hanya sopir dan kenek mengalami luka - luka.


Grep


"Terima kasih, hiks ... hiks ..." ucap Clarisa sambil terisak karena dirinya sangat terkejut dengan kejadian barusan sambil memeluk tubuh kekar Adelio.


"Kamu tahu, Aku sangat takut kehilanganmu lain kali tunggu Aku," ucap Adelio sambil membalas pelukan Clarisa dengan tubuh gemetar.


"Iya maafkan Aku," jawab Clarisa sangat terharu dengan ucapan Adelio.


"Tokonya ada di sebelah sana setelah itu kita langsung pergi saja," ucap Clarisa sambil melepaskan pelukannya namun Adelio dengan erat memeluk Clarisa.


Entah kenapa dirinya sangat takut kehilangan Clarisa wanita yang sudah sepenuhnya mengisi hatinya sedangkan Clarisa yang di peluk erat menepuk pundak Adelio.


"Aku tidak bisa bernafas," ucap Clarisa.


"Maaf, jujur aku sangat takut sekali kehilanganmu," ucap Adelio.


"Maaf, gara - gara aku membuat darling takut," ucap Clarisa.


"Darling banyak orang melihat kita," sambung Clarisa dengan suara pelan.


Adelio melepaskan pelukannya sambil mengecup kening Clarisa. Adelio memeluk pinggang Clarisa dari arah samping kemudian berjalan ke arah toko kue yang lumayan ramai.


"Tokonya lumayan ramai ya? tanya Adelio.


"Betul karena toko ini terkenal dengan kuenya yang enak dan lembut," Jawab Clarisa.


Adelio hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka masuk ke dalam toko kue tersebut hingga banyak gadis dan wanita menatap Adelio tanpa berkedip sedangkan Adelio tidak memperdulikannya.


Clarisa yang melihat para gadis dan wanita menatap Adelio dengan tatapan lapar sangat kesal membuat Clarisa membalas pelukan Adelio sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Adelio sedangkan Adelio yang diperlakukan seperti itu tersenyum melihat tingkah Clarisa.

__ADS_1


'Cemburu?' tanya Adelio sambil berbisik tepat di telinga Clarisa.


__ADS_2