Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Restoran Felicia


__ADS_3

Di tempat yang berbeda di mana dua pasang keluarga berkumpul di ruang keluarga. Siapa lagi Ayah kandungnya Calista dan Ibu tirinya Calista bersama Valen serta suaminya yang bernama Vincent.


"Hari ini Kakak akan pergi ke restoran Felicia dengan perusahaan terkaya nomer satu di negara ini." Ucap Vincent sambil berdiri.


"Aku ikut ya Kak." pinta istrinya yang bernama Valen.


"Kami juga." Ucap ke dua orang tuanya Valen bersamaan.


"Aku tidak bisa menemani Ayah, Ibu dan kamu karena setelah meeting Kakak akan kembali ke kantor." Ucap Vincent.


"Tenang saja, kami di sana hanya makan dan tidak menggangu Kak Vincent." Jawab Valen.


"Bisakah kamu masak? Kakak ingin merasakan masakan istri." Pinta Vincent.


"Tidak mau Kak, aku tidak bisa masak apalagi Ibuku juga tidak bisa masak." Ucap Valen.


"Duitmu sangat banyak jadi orang jangan pelit sama kami." Ucap Ibunya Valen dengan nada kesal.


Vincent menghembuskan nafasnya dengan perlahan dalam hatinya yang terdalam Vincent sangat menyesal menikah dengan Valen. Tanpa banyak bicara Vincent pergi meninggalkan mansion tersebut sedangkan ke dua orang tuanya tidak memperdulikan karena yang terpenting mereka akan makan di restoran yang mereka sukai.


"Semoga saja kita bertemu dengan wanita ja x lang dan kita buat lagi dipermalukan di depan umum." Ucap Valen yang ingin sekali Calista menderita.


"Semoga saja karena dia pantas mendapatkan hal itu." ucap Ibunya Valen.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang." Ucap Valen.


"Ok." Jawab ke dua orang tuanya.


Mereka bertiga pergi meninggalkan mansion milik Vincent karena rumah mereka sudah di jual untuk berfoya-foya. Mereka pergi menuju ke arah restoran Felicia di mana restoran tersebut sangat besar dan hanya satu-satunya di negara tersebut karena milik Mommy Felicia.


Daddy Alvaro menghadiahkan ulang tahun pernikahan ke istrinya berupa restoran Felicia di mana selain restoran ada juga hotel, perusahaan, mall dan rumah sakit. Di mana semuanya berada di dalam satu kawasan.


Mereka berangkat dengan di antar bodyguard yang merangkap sebagai sopir sambil berharap bisa bertemu dengan Calista. Entah kenapa Ibu dan Anak itu ingin sekali menghancurkan hidup Calista sehancur- hancurnya tanpa menyadari kalau sekarang semuanya akan berbalik pada dirinya karena Karma itu selalu ada.


xxxxxxxxxx


Daddy Alvaro dengan Mommy Felicia




Bruno




Brian dan Calista




Benediktus




Brigitha




Briana




Antagonis : Ririn, Valen, Veni dan Bertha


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Kini Vincent berada di restoran dan bertemu dengan seorang pria yang merupakan rekan bisnisnya. Mereka membicarakan tentang bisnis di mana author tidak tahu apa yang mereka bicarakan.


Tidak berapa lama datang dua orang wanita dan satu pria kemudian mereka duduk tidak jauh dari Vincent. Siapa lagi kalau bukan orang tuanya Valen dan Valen, Valen memesan makanan kesukaan mereka begitu pula dengan rekan bisnis Vincent.


Sambil menunggu makanan datang, orang tua Valen dan Valen menatap sekeliling ruangan yang sangat berbeda dengan dekorasi restoran lainnya di tambah suasananya sangat sejuk dan bikin betah berlama-lama di restoran tersebut.


"Sangat nyaman." Ucap Valen sambil masih menatap sekeliling ruangan tersebut.


"Betul sekali sangat nyaman, seandainya saja suamimu sangat kaya dan memiliki restoran seperti ini maka alangkah bangganya Mommy dan Daddy." ucap Ibunya Valen dengan wajah sangat kecewa.


"Nanti Valen, akan meminta Vincent untuk membeli restoran ini agar Mommy bisa sering ke sini." Ucap Valen dengan penuh percaya diri.


Tidak berapa lama datang pesanan milik orang tua Valen, Valen dan juga pesanan Vincent serta rekan bisnisnya Vincent. Ketika Vincent, Valen dan orang tua Valen merasakan makanan dalam satu suapan langsung mengenali kalau itu masakan buatan yang sangat familiar siapa lagi kalau bukan Calista.


Masakan Calista sangat berbeda karena Calista menambahkan bumbu yang sangat spesial di tambah takaran yang tepat membuat masakan Calista berbeda dengan masakan buatan orang lain.

__ADS_1


Istilah orang bumbu boleh sama tapi soal rasa masakan tidak sama apalagi di tambah aroma masakan spesial yang membuat keluarga Calista tahu kalau yang memasak adalah Calista.


"Tidak ada kamera cctv." Ucap Valen sambil menatap ke sekeliling ruangan dan di setiap sudut ruangan.


"Ada, tapi sangat jauh jadi apa yang kita lakukan tidak mungkin ketahuan." Ucap Ririn.


"Kalau begitu kita jalankan rencana kita." Ucap Valen.


"Ok." Jawab Ririn singkat.


Ibunya Valen yang bernama Ririn dan Valen yang sudah melakukan persiapan untuk menjatuhkan Calista mengeluarkan belatung dan kecoa yang sudah ma ti untuk diletakkan di piring mereka kemudian di aduk-aduk makanan tersebut.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau ada dua belas pasang mata menatapnya dengan tatapan amarahnya namun mereka berusaha untuk menahannya. Mereka tidak tahu kalau segala pembicaraan dan aktifitas terekam jelas di kamera cctv yang tersembunyi.


Brak


Tiba-tiba Valen menggebrak meja dengan sangat keras membuat Vincent, rekan bisnis Vincent dan beberapa orang yang sedang makan menatap ke arah Valen dengan tatapan bingung.


"Panggil manager restoran!" Teriak Ririn dan Valen bersamaan.


Salah satu pelayan restoran yang sudah tahu kalau pemilik restoran membuat rencana untuk mereka, membuat pelayan restoran pura-pura tidak tahu kemudian memanggil manager restoran untuk datang ke tempat yang ditunjukkan oleh pelayan restoran.


"Maaf Tuan dan Nyonya - Nyonya ada yang bisa saya bantu?" Tanya manager restoran sambil tersenyum.


'Cihhhh ... Kalian sangat jahat terhadap Nona Calista jadi bersiaplah untuk menerima kejutan dari tuan kami.' sambung manager restoran tersebut dalam hati.


Prang


"Kamu lihat! Makanan kami banyak belatung dan kecoa! Makanan apa ini!" Teriak Valen.


"Panggil koki yang memasak makanan kami!" teriak Ririn.


"Panggil Nona Calista kemari." Ucap Manager restoran tersebut ke salah satu pelayan restoran.


"Baik Tuan." Jawab pelayan restoran.


'Tepat dugaanku ternyata wanita ja x lang itu yang masak. Bersiaplah wanita ja x lang karena sebentar lagi kamu akan di pecat.' Ucap Ririn dalam hati dengan penuh percaya diri.


'Aku akan membuatmu menderita hingga akhirnya kamu bu x nuh diri menyusul Ibumu agar suamiku tidak lagi memikirkan dirimu lagi.' Ucap Valen dalam hati.


Tidak berapa lama datang Calista bersama pelayan restoran dengan di temani kepala koki. Mata Calista membulat sempurna ketika melihat orang yang selama ini ingin dihindarinya namun selalu datang tanpa di undang.


'Dunia ini apakah sempit? Kenapa aku bertemu dengan mereka lagi? Alamat aku di pecat lagi.' Ucap Calista dalam hati kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan amarahnya.


"Maaf Nyonya - Nyonya dan Tuan, apa ada yang bisa saya ban..." Ucapan Calista terpotong oleh Valen.


Brak


"Apa matamu buta? Belatung dan kecoa ikut kamu masak!" Sambung Ririn ibu tirinya dengan nada satu oktaf.


Ketika Calista ingin bicara namun tidak jadi karena kepala koki sudah bicara terlebih dulu.


"Maaf Nyonya - Nyonya, koki kami tidak mungkin melakukannya." Ucap kepala koki.


"Kamu kepala koki?" Tanya Valen dengan nada merendahkan kepala koki tanpa menjawab ucapan kepala koki.


"Benar sekali." Jawab kepala koki sambil berusaha menahan amarahnya.


"Apakah kamu juga buta? coba lihat itu di lantai makanannya ada kecoa dan belatung!" bentak Valen sambil menunjuk ke arah lantai.


Kepala koki mengarahkan pandangannya ke arah lantai dan melihat memang benar di makanannya ada kecoa dan belatung. Selesai menatap kepala koki menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam.


"Selama proses memasak Nona Calista selalu saya dampingi jadi tidak mungkin Nona Calista memasak makanannya ada belatung dan kecoa." Ucap kepala koki sambil menahan amarahnya terhadap ke dua wanita tersebut.


"Jadi kamu menuduh kami berbohong?" Tanya Valen dengan nada kesal.


"Bisa jadi kalian berdua berbohong dengan alasan restoran kami ada belatung dan kecoa nya karena kalian ingin menjatuhkan restoran kami." ucap kepala pelayan tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Apa yang dikatakan kepala koki benar kalau begitu aku akan menghubungi polisi untuk menangkap kalian karena telah membuat keonaran dan menuduh restoran kami." Sambung manager restoran sambil mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk pura - pura menghubungi polisi.


Brak


"Kamu berani memfitnah istri dan putriku! Sudah jelas - jelas wanita ini bersalah tapi kamu masih di bela!' Bentak Ayahnya Calista sekaligus Ayahnya Valen sambil menggebrak meja.


"Asal kalian tahu, wanita ini telah membuat beberapa restoran tutup gara-gara wanita ini memasak ada kecoa nya." Sambung Ayahnya Calista.


Tes


Tes


Tes


Calista menatap ke arah Ayah kandungnya dengan tatapan sangat kecewa, sangat marah yang teramat sangat secara dan sangat membencinya secara bersamaan membuat tubuh Calista bergetar hingga beberapa saat air matanya keluar.


"Ada apa ini?" Tanya Vincent sambil berjalan ke arah mereka.


Grep


"Sayang, lihat masa di makananku ada belatung dan kecoa nya." Adu Valen sambil memeluk lengan Vincent dengan manja.


"Vincent, wanita ular itu ingin melapor ke polisi untuk menangkap Mommy dan istri tersayang mu." sambung Ririn berusaha agar Vincent membencinya.

__ADS_1


Vincent melepaskan pelukan Valen kemudian menatap ke Calista dengan tatapan kebencian.


"Aku sudah bahagia dengan istriku kenapa kamu jadi wanita tidak punya malu? Masih mengejar-ngejar aku dan ingin mencelakai istriku?" Tanya Vincent sambil menatap tajam ke arah Calista.


"Jadi orang jangan percaya diri deh, kamu itu sampah sama seperti istrimu dan juga ke dua mertuamu jadi bagaimana mungkin sampah sepertimu aku pungut." Ucap Calista sambil ikut menatap tajam ke arah Vincent.


Vincent, Ririn, Valen dan Ayahnya Calista sangat marah ketika mereka dikatakan sampah membuat mereka serempak mengangkat tangannya ke atas untuk menampar Calista.


"Dasar kurang aj*r!" teriak mereka bersamaan.


Calista yang melihat mereka akan menampar dirinya membuat Calista bersiap untuk menahan tangan mereka dan akan memberikan mereka pelajaran.


'Aku tidak perduli jika aku di pecat karena yang terpenting aku ingin membalaskan dendam ku.' Ucap Calista dalam hati.


Ketika mereka berempat bersiap untuk menampar Calista bersamaan kedatangan Daddy Alvaro dan Brian.


Grep


Grep


Grep


Grep


Daddy Alvaro, Brian, kepala koki dan manager restoran secara bersamaan menangkap tangan mereka agar tidak menampar pipi mulus Calista.


"Jauhkan tangan sampah mu untuk melukai calon istriku." Ucap Brian dengan tatapan tajam sambil menggenggam tangan Vincent kemudian menekuknya.


"Akhhhhhhhh ....Sakit." teriak Vincent.


Bruk Bruk


Bruk Bruk


Brian mendorong tubuh Vincent, Daddy Alvaro mendorong tubuh Ayahnya Calista, Kepala koki mendorong tubuh Ririn sedangkan Manager restoran mendorong tubuh Valen hingga tubuh mereka jatuh ke belakang.


Grep


Brian memeluk pinggang Calista sambil mengusap punggungnya agar mengurangi rasa sesak di hatinya.


'Maaf, Kakak sengaja lama tidak keluar agar mereka semua mengatakan sesuatu yang jahat padamu. Tapi tenang saja perkataan mereka adalah perkataan mereka yang terakhir karena Kakak akan menghukum mereka semua agar bisa merasakan sakit hati dan kesedihan yang kamu alami.' Ucap Brian dalam hati.


Ke dua orang tuanya Valen, Valen dan Vincent langsung bangun, mereka sangat terkejut karena Calista di peluk seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya karena terlihat dari pakaiannya yang semuanya serba branded.


'Si*l, kenapa wanita mu x ra x han mendapatkan pria yang sangat tampan dan kaya raya? Aku harus bisa merebutnya dari tangan Calista." Ucap Valen dalam hati.


"Berapa harga tubuhmu? Kalau aku tahu kamu menjual tubuhmu maka aku akan membayarnya dua kali lipat dari pria itu." Hina Vincent sambil menahan amarahnya.


'Si*l, aku tidak terima kalau Calista dimiliki oleh pria lain." Sambung Vincent dalam hati.


Bugh


Bugh


Brian yang mendengar ucapan Vincent langsung melepaskan pelukannya kemudian berjalan ke arah Vincent lalu memukul wajah dan perutnya.


"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk." Vincent terbatuk-batuk hingga darah segar keluar dari mulutnya.


Duag


Brak


Bruk


Brian menendang perut Vincent dengan sekuat tenaga ke arah meja membuat tubuh Vincent menabrak meja kemudian jatuh ke lantai.


"Siapa kamu? Apakah kamu tidak tahu siapa aku?' Tanya Vincent dengan nada sombong sambil berusaha untuk berdiri dan menahan rasa sakit pada tubuhnya.


"Aku tahu siapa kamu, kamu adalah Vincent anak dari Tuan Moko dan mempunyai perusahaan Moko Cooperation yang diwariskan oleh Ayahmu." jawab Brian.


"Max." Panggil Brian.


"Ya tuan." Jawab Max patuh sambil berjalan ke arah Brian kemudian menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


"Tuan Max, bukankah Tuan Max orang kepercayaan Tuan Brian kenapa menghormati pria itu? Apakah kamu tidak tahu kalau dia itu orang kepercayaan Tuan Brian?" Tanya Vincent dengan wajah terkejut.


Bugh


Bruk


"Tunjukkan rasa hormatmu, Dia adalah Tuan Muda Brian dan mereka adalah ke dua orang tuanya Tuan Muda Brian di mana Ibunya Tuan Muda Brian pemilik restoran dan juga pemilik kawasan ini." Ucap Max kemudian memukul wajah Vincent dengan keras membuat Vincent kembali terjatuh ke lantai.


"Apa?" teriak ke dua orang tuanya Valen dan Vincent secara bersamaan dengan wajah sangat terkejut.


'Si*l kenapa Calista selalu beruntung mendapatkan pria kaya? Aku tidak terima dan aku akan merebutnya sama seperti merebut Vincent.' Ucap Valen dalam hati dengan penuh percaya diri.


'Aku akan membujuk putriku untuk merebut pria kaya itu dari tangan wanita yang tidak malu itu.' Ucap Ririn ibu tirinya Calista dalam hati.


'Apa? Putriku dapat pria kaya? Aku akan mendekati putriku agar aku bisa hidup lebih enak. Putriku tidak mungkin menolakku karena pasti dirinya tidak ingin jelek di depan keluarga pria kaya itu.' Ucap Ayah kandungnya tanpa punya rasa malu sedikitpun dalam hati.


'Jika seandainya Dia berani menolakku ataupun tidak mengakui aku sebagai Ayah kandungnya bisa dipastikan mereka tidak akan merestui anak yang tidak menghormati orangtuanya.' sambung Ayah kandungnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2