
"Habis membeli ini." Ucap Brian sambil mengeluarkan kotak berwarna merah kemudian membukanya.
Calista menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya dan matanya langsung berkaca-kaca. Brian memberikan sebuah cincin yang sangat cantik sedangkan Brian mengambil cincin tersebut kemudian memakaikan di jari manis Calista.
Cup
"Kakak sangat mencintaimu dan dua minggu lagi kita akan menikah." Ucap Brian kemudian mengecup kening Calista dengan singkat.
Grep
"Terima kasih, aku juga sangat sangat sangat mencintaimu." Ucap Calista sambil memeluk tubuh kekar Brian.
'Semoga, cintamu padaku tidak akan pernah pudar.' Sambung Calista dalam hati.
'Aku akan melakukan apapun agar tidak ada lagi kesedihan dan hanya ada air mata kebahagiaan karena kamu berhak mendapatkan itu semua.' Ucap Brian dalam hati sambil membalas pelukan Calista.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian mereka duduk saling berhadapan dengan orang tua Brian.
"Besok kalian datang ke butik untuk mencoba gaun pengantin dan jas pengantin." Ucap Mommy Felicia.
"Besok pagi Brian ada meeting Mom, Calista bisa datangkan ke kantor Brian?" Tanya Brian.
"Tentu saja bisa." Jawab Calista.
"Kenapa tidak ketemu di butik saja? Kebetulan Mommy dan Daddy juga ingin pergi ke butik." Ucap Mommy Felicia memberikan usulan.
"Brian ingin pergi bersama Calista, Mom." Ucap Brian.
"Ya sudah kalau begitu nanti kami bersama Calista pergi ke kantormu." Ucap Mommy Felicia.
"Ok." Jawab Brian singkat.
"Calista, mau bantu Mommy masak?" Tanya Mommy Felicia sambil berdiri.
"Mau Mom." Jawab Calista sambil ikut berdiri dan tersenyum bahagia.
__ADS_1
Mommy Felicia membalas senyuman Calista kemudian Mommy Felicia dan Calista berjalan ke arah dapur untuk memasak sedangkan Brian berdiri dan berjalan ke arah Daddy Alvaro dan duduk di samping Daddy Alvaro.
"Daddy, terima kasih karena berkat saran Daddy dan Mommy membuat Calista tidak curiga dan menyukai cincin pemberian Mommy." Ucap Brian.
"Sama-sama, Mommy dan Daddy juga setuju kamu menikah dengan Calista karena Calista mencintaimu apa adanya bukan karena harta." Ucap Daddy Alvaro.
"Iya Dad, Brian sangat bahagia bisa bertemu dengan Calista dan ingin segera menikah secepatnya. Karena Calista sangat berbeda tidak seperti wanita diluaran sana yang hanya menyukai Brian karena Brian salah satu cucu terkaya nomer satu di negara ini." ucap Brian.
"Oh ya bagaimana dengan mereka?" Tanya Daddy Alvaro dengan suara berbeda sangat dingin dan tidak terlihat senyuman yang tadi ditunjukkan ke Brian.
"Mereka mendapatkan hukuman untuk membersihkan toilet yang sangat kotor dan bau begitu pula nanti kamar tidur mereka. Selain bau tidak ada penerangan listrik agar mereka merasakan apa yang dulu Calista rasakan." Jawab Brian dengan suara yang juga berbeda dan sangat dingin hingga ruangan tersebut bertambah dingin.
"Bagus, bagaimana dengan makanan yang nanti mereka makan?" Tanya Daddy Alvaro sambil tersenyum menyeringai.
"Selama ini mereka sering memfitnah masakan Calista ada kecoa dan belatung padal ulah mereka jadi Brian sengaja menyuruh anak buah Brian untuk memberikan kecoa dan belatung untuk makanan mereka bersama nasi basi." Jawab Brian.
"Bagus-bagus hukuman yang pantas mereka dapatkan. Berikan lagi hukuman yang sangat berat hingga mereka menyadari akan kesalahannya." Ucap Daddy Alvaro.
"Iya Dad." Jawab Brian.
Grep
"Kak Brian." Panggil salah satu gadis tersebut sambil berlari ke arah Brian kemudian memeluknya.
Tanpa disadari Brian sepasang mata menatapnya dengan tatapan sendu dan matanya berkaca-kaca ketika melihat Brian di peluk oleh gadis cantik tersebut.
Grep
"Ada apa sayang? Kok berdiri di sini?" Tanya Mommy Felicia yang melihat Calista diam membatu.
"Ada tamu Mom." Jawab Calista.
Mommy Felicia mengarahkan pandangannya ke arah depan dan melihat sepasang suami istri yang sangat familiar dan seorang gadis cantik, salah satu gadis tersebut melepaskan pelukannya kemudian mengobrol dengan Brian.
"Mereka rekan bisnis Daddy sekaligus sahabat Mommy bersama ke dua putrinya Valen dan Veni. Ayo Mommy kenalkan ke mereka." Ucap Mommy Felicia sambil menarik tangan Calista menuju ke arah mereka.
__ADS_1
"Ririn, Moko." Panggil Mommy Felicia memanggil sepasang suami istri tersebut.
"Hallo Felicia, Aku kangen banget sama Kamu." Ucap Ririn yang melihat Mommy Felicia sedang berjalan ke arah dirinya sambil mengangkat tangannya ke arah samping seakan memintanya untuk di peluk.
Grep
"Felicia juga kangen sama Kamu karena sudah lama Kita tidak bertemu, apa kabar?" Tanya Mommy Felicia sambil memeluk Ririn.
"Kabar baik, iya sudah tiga tahun Kita tidak bertemu." Ucap Ririn.
Ririn membalas pelukan Mommy Felicia setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.
"Oh ya Rin, ini Calista calon istrinya Brian." Ucap Mommy Felicia sambil memperkenalkan Calista ke Ririn.
"Calon istrinya?" Tanya Ririn dengan wajah terkejut.
"Iya Rin, memang kenapa Rin?" Tanya Mommy Felicia dengan wajah bingung yang melihat wajah sahabatnya mendadak berubah.
"Tidak apa-apa." Jawab Ririn sambil pura-pura tersenyum.
'Si*l, padahal kedatangan Kami ke sini untuk menjodohkan putriku dengan Brian, apa yang harus Aku lakukan agar mereka tidak jadi menikah?' Tanya Ririn dalam hati sambil berpikir.
Valen dan Brian adalah teman masa kecil dan sering bertemu hingga mereka sekolah dan kuliah di tempat yang sama. Valen sangat menyukai Brian karena itulah dirinya selalu sekolah dan kuliah di tempat yang sama tapi ketika mereka lulus kuliah Valen pergi keluar negri untuk menjadi seorang artis.
Cita-cita Valen yang ingin menjadi artis membuat dirinya pergi keluar negri selama tiga tahun dan kini dirinya pulang untuk meminta orang tuanya untuk menjodohkannya dengan Brian.
Sejak tadi Calista memandangi Brian yang sedang berbicara dengan Valen sambil berjalan ke arah taman belakang dengan tatapan sendu.
'Sepertinya Kak Brian dan gadis itu saling mencintai? Besok pagi Aku akan pergi dari mansion ini dan memulai hidup baru karena Aku tidak ingin menjadi seorang pelakor.' Ucap Calista dalam hati.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1