Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Kembar


__ADS_3

"Mami ada di rumah sakit." Jawab Adelio.


"Lho ada Mommy, Mommy sakit apa?" Tanya Clarisa.


"Mommy tidak sakit tapi Mommy hamil." Jawab Mommy Calista.


"Selamat ya Mom." Ucap Clarisa.


"Terima kasih sayang." Ucap Mommy Calista sambil tersenyum.


"Daddy kemana Mom?" Tanya Clarisa sambil membalas senyuman Mommy Calista.


"Ngambil kursi roda." Jawab Mommy Calista


"Kursi roda untuk apa Mom?" Tanya Clarisa.


"Mommy dan Daddy ingin pergi ke dokter kandungan ingin mengetahui usia kandungan Mommy dan kondisi kandungan Mommy." Jawab Mommy Calista.


"Aku juga ingin tahu usia kandungan anak kita Pi," pinta Clarisa yang juga penasaran sekaligus kuatir karena dirinya sempat pingsan dan mengeluarkan darah segar dari sela - sela pahanya.


"Mami kuat? Kalau kuat Papi akan mengambil kursi roda agar kita periksa ke dokter kandungan," ucap Adelio.


"Kuat Pi," jawab Clarisa.


"Kalau begitu, Papi akan menyusul Daddy untuk mengambil kursi roda," ucap Adelio.


"Baik Pi," jawab Clarisa sambil tersenyum.


Adelio membalas senyuman Clarisa kemudian Adelio berjalan ke arah pintu perawatan bersamaan kedatangan Daddy Brian.


"Adelio, mau kemana?" Tanya Daddy Brian sambil mendorong kursi roda ke arah ranjang di mana istrinya berbaring.


"Mau ambil kursi roda Dad." Jawab Adelio.


"Kalau begitu Daddy dan Mommy menunggumu datang sambil menjaga menantu Kami." Ucap Daddy Brian yang tidak ingin menantunya dilukai orang.


"Terima kasih Dad, Mom karena sudah mau menjaga istriku." Ucap Adelio.


"Tidak perlu berterima kasih karena Clarisa sudah Kami anggap menantuku." Ucap Mommy Calista.

__ADS_1


Adelio hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan.


"Clarisa," panggil Mommy Calista setelah melihat Adelio pergi meninggalkan ruang perawatan.


"Iya Mom," jawab Clarisa.


"Terima kasih, berkat kehadiranmu putra Kami selalu tersenyum terlebih selalu ada waktu datang ke mansion." Ucap Mommy Calista.


"Biasanya Adelio datang sebulan sekali mengunjungi Kami tapi ketika sudah menikah denganmu Adelio sering datang seminggu dua sampai tiga kali terlebih seminggu sekali Kalian menginap di mansion Kami." Sambung Mommy Calista sambil menatap ke arah Clarisa.


Clarisa hanya tersenyum namun matanya berkaca-kaca membuat Mommy Calista terkejut.


"Ada apa Clarisa?" tanya Mommy Calista penasaran.


"Jika Clarisa melihat Mommy dan Daddy membuat Clarisa sangat merindukan ke dua orang tua Clarisa karena itulah Clarisa mengatakan ke Kak Adelio untuk lebih perduli dan perhatian dengan Mommy dan Daddy karena di saat tiada Kita baru merasakan kehilangan sama seperti yang Aku rasakan," jawab Clarisa sambil menatap ke arah langit - langit kamar perawatan agar air matanya tidak keluar.


"Coba ceritakan tentang orang tuamu?" tanya Mommy Calista penasaran.


Ceklek


Ketika Clarisa yang ingin bercerita bersamaan pintu ruang perawatan terbuka membuat Mommy Calista dan Clarisa menatap ke arah pintu. Mereka melihat Daddy Brian, Adelio dan Adelia masuk ke dalam ruang perawatan sambil membawa dua kursi roda.


"Tidak apa-apa," jawab Mommy Calista dan Clarisa serempak.


Adelia mencium punggung tangan Mommy Calista kemudian berlanjut mencium punggung tangan Clarisa.


"Maaf Mom, baru sekarang Adelia pulang, apa ada yang sakit?" Tanya Adelia dengan nada kuatir.


"Hanya sedikit lelah." Jawab Mommy Calista.


"Mommy banyak istirahat." Ucap Adelia.


"Adelia, Kamu menginap kan?" Tanya Mommy Calista penuh harap.


"Menginap Mom, satu bulan." Jawab Adelia.


"Syukurlah Mommy sangat senang mendengarnya." Ucap Mommy Calista.


"Sangat senang kenapa Mom?" Tanya Adelia.

__ADS_1


"Aduh Daddy, kenapa Adelia di jewer?" Tanya Adelia sambil memegang telinganya.


"Tentu saja sangat senang karena putrinya datang dan menginap lama. Memangnya Kamu tidak kangen sama Kami?" Tanya Daddy Brian sambil melepaskan tangannya yang menjewer putri bungsunya.


"Hehehehe..." Tawa Adelia.


"Kak Clarisa, bagaimana? Apa ada yang sakit?" Tanya Adelia.


"Tidak ada, terima kasih atas perhatiannya." Ucap Clarisa.


"Kita satu keluarga tentunya harus saling memperhatikan." Ucap Adelia.


Clarisa hanya tersenyum kemudian Daddy Brian menggendong istrinya lalu berjalan ke arah kursi roda dan meletakkan perlahan tubuh istrinya begitu pula dengan Adelio menggendong Clarisa.


Kini Mommy Calista dan Daddy Brian berada di ruang dokter kandungan sedangkan yang lainnya menunggu di luar. Daddy Brian kembali menggendong istrinya dan diletakkan secara perlahan di ranjang kemudian seorang perawat memberikan gel dingin ke perut Mommy Calista.


Setelah selesai dokter kandungan meletakkan stik ke perut Mommy Calista dan mereka pun melihat di layar monitor.


"Selamat Tuan dan Nyonya, bayinya kembar dua." ucap dokter tersebut yang memperlihatkan dua bulatan kecil.


"Apa Dok? Dua lagi?" tanya Mommy Calista dan Daddy Brian serempak dengan wajah terkejut.


"Benar tuan dan Nyonya dan saat ini usia kandungan memasuki empat minggu," jawab dokter kandungan tersebut.


"Berarti selama istriku hamil, kami tidak bisa melakukan hubungan suami istri sampai janinnya kuat," ucap Daddy Brian.


Bugh


Mommy Calista memukul tangan suaminya sedangkan Daddy Brian tidak marah hanya tersenyum menatap wajah cantik istrinya yang memerah karena malu.


"Ya benar, jadi Tuan harus bisa menahannya," jawab dokter kandungan sambil tersenyum melihat mereka.


Setelah selesai mengecek perawat membersihkan sisa gel yang menempel di perut Mommy Calista dengan menggunakan tissue kemudian Daddy Brian kembali menggendong istrinya dan diletakkan perlahan di kursi barulah Daddy Brian duduk di samping istrinya yang berhadapan dengan dokter kandungan tersebut yang hanya dibatasi oleh meja.


"Saya akan buatkan resep silahkan di tebus dan di minum obat penguat kandungan dan vitamin," ucap dokter kandungan sambil menulis sesuatu di kertas.


"Ini resepnya, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?" tanya dokter kandungan tersebut sambil memberikan resep ke arah mommy Calista.


"Setelah anak ini lahir, Aku berencana untuk di steril," ucap Mommy Calista sambil menerima resep tersebut.

__ADS_1


__ADS_2