
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula Adelio sudah menyamar selama satu bulan sebagai sopir taksi.
'Ternyata susah juga mencari gadis yang tulus mencintaiku.' Ucap Adelio dalam hati sambil memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
Adelio menurunkan kaca jendela mobil untuk menikmati udara pada pagi hari.
"Kendarai mobil dengan kecepatan tinggi." pinta seorang gadis cantik yang tiba-tiba datang sambil membuka pintu mobil.
"Baik Nona." Jawab Adelio sambil menekan tombol agar jendela mobil tertutup.
Adelio menyalakan mobilnya kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sedangkan gadis cantik tersebut membuka kacamata hitamnya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Maaf Nona, kenapa wajah Nona seperti orang ketakutan?" Tanya Adelio penasaran.
"Mantan kekasih ku meminta ku untuk kembali tapi Aku tidak mau karena itulah Aku kabur." Jawab gadis cantik tersebut.
Cittttttttttttttttttttttttttt
Adelio hanya menganggukan kepalanya hingga di jalan yang sepi sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mobil yang dikendarai oleh Adelio membuat Adelio terpaksa mengerem mobil secara mendadak.
"Mantan ku berhasil mengejar ku, apa yang harus Aku lakukan?" Tanya gadis cantik tersebut sambil berpikir.
"Jangan takut Nona, saya akan melawan mereka." Ucap Adelio sambil menekan tombol hingga panggilan tersambung sekali setelah itu langsung diputuskan secara sepihak oleh Adelio.
"Mereka bisa bela diri." Ucap gadis cantik tersebut.
"Jangan kuatir Nona, saya juga bisa bela diri." Jawab Adelio.
Adelio keluar dari mobil kemudian melawan mereka yang berjumlah delapan orang. Perkelahian yang tidak seimbang hingga beberapa saat datang bala bantuan. Hingga akhirnya Adelio masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.
"Maukah kamu bekerja sebagai bodyguard ku?" Tanya Ririn.
"Boleh." Jawab Adelio singkat.
__ADS_1
Sejak saat itu Adelio menjadi bodyguard gadis tersebut hingga satu bulan kemudian Adelio menyatakan cintanya dan dirinya sangat senang karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Adelio mengetahui kalau nama gadis itu adalah Ririn di mana Ririn bekerja sebagai seorang artis yang lumayan terkenal.
"Sayang, aku ingin seminggu lagi kita menikah," ucap Adelio sambil menatap Ririn yang menutupi rambutnya dengan jaket yang ada penutup kepala dan memakai kaca mata hitam.
Ririn sengaja menutupi rambutnya dengan menggunakan jaket yang ada penutup kepala dan memakai kaca mata hitam karena Ririn adalah seorang artis dan dirinya tidak ingin ada wartawan yang diam - diam mengambil fotonya yang sedang makan di cafe yang biasa saja bersama kekasihnya karena bisa menghancurkan karir Ririn yang seorang artis yang lumayan terkenal.
"Menikah?" tanya ulang Ririn dengan wajah terkejut.
"Iya menikah," jawab Adelio.
"Maaf honey, minggu depan aku ada jadwal syuting di negara S." ucap Ririn.
"Apa lagi Kita baru mengenal satu bulan dan honey belum tahu sifatku begitu pula sebaliknya." Sambung Ririn.
"Bisakah kamu berhenti menjadi artis?" tanya Adelio penuh harap tanpa menjawab pertanyaan Ririn.
"Maaf honey aku tidak bisa," jawab Ririn sambil menggenggam tangan Adelio.
"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Adelio sambil membalas genggaman Ririn dengan sorot mata penuh permohonan.
"Tentu saja aku mencintaimu," jawab Ririn.
'Seandainya kamu kaya aku lebih sangat mencintaimu tapi sayang kamu miskin hanya wajah yang tampan saja membuatku suka.' ucap Ririn dalam hati.
'Aku mau menerima dirimu karena kemana pun Aku pergi selalu aman dan tidak ada pria yang mengusik ku atau yang kurang ajar padaku.' sambung Ririn dalam hati.
"Kalau begitu sebelum kamu pergi berikan mahkota berharga mu untukku," pinta Adelio.
'Maaf dengan begini kamu tidak akan bisa lepas dariku jika kamu menyerahkan mahkota berharga mu karena jika kamu hamil maka aku akan menikah denganmu dan kamu berhenti menjadi seorang artis.' sambung Adelio dalam hati.
"Apa??? Kenapa harus menyerahkan harta berhargaku???" tanya Ririn dengan wajah sangat - sangat terkejut.
__ADS_1
"Jika memang kamu mencintaiku berikan harta berharga mu jika tidak aku akan melarang mu untuk pergi ke luar negri. Aku tunggu di hotel xxxx kamar 999. Hari sabtu karena hari minggu kamu sudah pergi ke luar negri," ucap Adelio dengan nada tegas dan dingin.
"Honey banyak duit?" tanya Ririn dengan mata berbinar.
"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Adelio menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
"Lalu kenapa bisa menyewa hotel bintang lima? Karena setahuku hotel itu sangat mahal dan para artis sering menginap di hotel itu, kalau tidak punya duit lalu bayarnya pakai apa? Pakai uangku?" tanya Ririn dengan nada kesal sambil memandang rendah Adelio.
"Kebetulan hotel itu milik sahabatku," Jawab Adelio berbohong karena sebenarnya milik dirinya sambil berdiri dan meninggalkan Ririn sendirian di cafe tanpa memperdulikan tatapan sinis Ririn dan juga tatapan merendahkan dirinya.
"Tapikan Kita baru kenal satu bulan, masa Aku harus menyerahkan harta yang selama ini Aku jaga? Kalau Aku hamil bagaimana?" Tanya Ririn dengan nada protes.
"Kita langsung menikah." Jawab Adelio dengan nada santai.
"Ingat Aku tunggu di hotel xxxx kamar 999 hari sabtu." Sambung Adelio sambil berdiri kemudian pergi meninggalkan Ririn sendirian.
'Maaf untuk sementara aku tidak akan mengungkapkan siapa aku sebenarnya tapi jika kita menikah barulah aku akan memberitahukan mu siapa aku sebenarnya.' ucap Adelio dalam hati sambil berjalan ke arah parkiran motor karena Adelio sangat menyukai naik motor dari pada mobil.
"Si*l ... Si*l ... Aku harus mencari cara agar harta berhargaku tidak aku berikan ke Adelio karena aku tidak mau hamil karena Adelio adalah pria miskin. Dari pada menikah dengan pria miskin lebih baik menikah dengan pemilik hotel xxxx yang katanya terkenal dengan kekayaannya tapi sayang matanya selalu ditutupi oleh topeng dan sulit untuk didekati oleh semua gadis atau pun wanita," ucap Ririn sambil berfikir dan mengetuk meja dengan menggunakan jari - jemarinya yang lentik.
"Oh ya aku kan punya sahabat yang agak mirip denganku hanya saja tidak pernah suka dandan tapi aku akan merubahnya agar Adelio tidak curiga," ucap Ririn sambil menjentikkan ke dua jarinya ketika dirinya menemukan ide jahat.
"Aku tinggal mengajak sahabatku untuk datang ke hotel xxxx dan mengajak makan dan minum karena merayakan aku mau syuting ke luar negri terlebih sahabatku sangat polos dan bodoh jadi pasti percaya dengan apa yang aku katakan," sambung Ririn sambil tersenyum jahat.
"Kebetulan sahabatku menginap di mansion milik orang tuaku." Ucap Ririn dalam hati.
Selesai berbicara sendiri, Ririn meninggalkan cafe tanpa memperdulikan tatapan aneh karena tadi Ririn berbicara sendirian. Ririn berjalan ke arah parkiran mobil dan sampai di mobil Ririn mengendarai mobil menuju ke mansion milik ke dua orang tuanya hingga dua puluh menit kemudian Ririn sudah sampai di mansion.
Dua orang bodyguard yang berjaga membuka pintu gerbang mansion dan Ririn pun masuk ke dalam dengan menggunakan mobil hingga sampai di garasi mobil Ririn baru menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobil miliknya yang lumayan mahal.
"Selamat siang Nona." Sapa salah satu bodyguard dengan nada ramah sambil membuka pintu mobil.
Tanpa Menjawab Ririn keluar dari mobil dan berjalan dengan angkuh ke arah pintu utama.
__ADS_1