
"Kamu akan tahu nanti, cepat temui bos karena saat ini bos marah besar!" perintah pelayan tersebut dengan nada masih ketus.
"Iya ... Iya ..." Ucap Calista walau wajahnya masih terlihat bingung.
Calista mematikan kompor gas kemudian berjalan ke luar dari dapur menuju ke tempat bosnya.
Calista melihat bosnya menatap dirinya seakan ingin menguliti dirinya membuat Calista menundukkan kepalanya sambil berpikir apa yang sebenarnya terjadi.
"Baru kerja cari masalah, kamu bisa masak tidak sih!" Bentak pemilik restoran.
"Maaf Tuan, sebenarnya ada apa? Apa saya melakukan kesalahan?" Tanya Calista tanpa menjawab pertanyaan pemilik restoran.
Brak
"Lihat piring ini!" Teriak pemilik restoran sambil menggebrak meja kemudian mengambil piring bekas milik Valen dan ditunjukkan ke arah Calista.
Calista menatap piring tersebut dan melihat kecoa sedang tidur dengan pulas alias tidak akan bangun lagi bercampur dengan makanan membuat perut Calista langsung mual.
Hoek
"Aduh." Teriak Calista.
Prang
Pemilik restoran yang melihat Calista muntah langsung melempar piring tersebut ke arah Calista dan langsung mengenai lututnya membuat Calista berteriak kesakitan karena belum ada persiapan. Piring itu pun otomatis jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.
"Mulai hari ini kamu aku pecat!" teriak bosnya.
"Tuan, saya mohon berikan saya kesempatan ke dua." Mohon Calista.
"Aku tidak akan memperkerjakan orang bod*h sepertimu karena yang ada nanti saya yang rugi." Ucap pemilik restoran.
"Tapi Tuan ..." Ucapan Calista terpotong oleh pemilik restoran.
__ADS_1
"Pergi!" Usir pemilik restoran sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
Calista menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melepaskan celemek nya dan diletakkan di samping kursi pemilik restoran.
Calista berjalan keluar meninggalkan restoran tersebut hingga dirinya melihat dua orang wanita yang sangat dibencinya sedang bersembunyi sambil tersenyum menyeringai. Mereka tidak berani keluar, mereka takut karena mereka tidak mau dipukul oleh Calista yang bisa bela diri.
'Aku seharusnya sudah bisa menebaknya kalau mereka pasti dalang dari semua yang telah terjadi.' Ucap Calista dalam hati.
Ingin rasanya memberikan pelajaran ke mereka tapi dirinya sangat lelah menghadapi kejahatan mereka. Ibu tirinya dan adik tirinya kembali mencari masalah hingga akhirnya Calista di pecat dari pekerjaannya karena di tuduh makanan mereka ada kecoa nya.
'Ayah kandungku hanya diam ketika istri mereka melakukan itu padaku malah mendukung perbuatan istri dan putrinya daripada membela Aku begitu pula dengan Vincent. ' Ucap Calista dalam hati dengan perasaan marah, dendam, benci dan sedih bercampur menjadi satu terhadap mereka berempat.
Calista terpaksa mencari pekerjaan di restoran lain yang agak jauh dari rumah kontrakannya tapi dimana pun dirinya melamar kerja keluarganya selalu mengusik dirinya.
'Lebih baik aku pindah ke kota lain yang lebih jauh dari kota ini selain itu Aku akan berangkat pagi-pagi sekali agar mereka tidak lagi mengusikku." Ucap Calista dalam hati.
Akhirnya Calista pulang ke kontrakan dan menemui pemilik kontrakan kalau besok dirinya tidak lagi tinggal di kontrakan tersebut.
Pemilik kontrakan agak kecewa tapi mau bagaimana lagi karena dirinya tahu kalau kontrakan miliknya ada penghuni lain yang bukan manusia melainkan makhluk astral.
xxxxxxxx
Malam menjelang pagi tepatnya jam empat pagi, Calista sudah bangun dan mandi. Calista menyamar dengan menutup mulutnya menggunakan masker dan rambutnya ditutupi dengan kain.
Calista berjalan meninggalkan kontrakan tersebut dengan membawa tas lusuhnya menuju ke kota yang lumayan jauh dengan menggunakan armada bus.
Sampai di kota yang lumayan jauh dari kota tempat kelahiran Calista, Calista mencari kontrakan hingga dirinya melihat ada kontrakan yang masih kosong.
'Ada kontrakan kosong, lebih baik kontrak di tempat itu karena nanti siang aku akan mencari pekerjaan.' Ucap Calista dalam hati.
Calista menemui pemilik kontrakan setelah bertanya pada seseorang. Pemilik kontrakan mengatakan kalau kontrakan miliknya di campur baik pria maupun wanita tapi ada beberapa peraturan dari pemilik kontrakan yaitu tidak boleh salah satu penghuni kontrakan tidur bersama lawan jenisnya.
Jika itu di langgar maka mereka akan di hukum dengan cara mereka harus menikah dan setelah mereka menikah barulah mereka di usir dari tempat tersebut.
__ADS_1
Calista menyetujui hal itu karena dirinya belum ada keinginan untuk menikah apalagi dirinya masih trauma dengan apa yang dilakukan oleh Vincent.
'Aku akan menikah dengan pria sederhana di mana pria itu tulus mencintai diriku dan setia karena aku sangat membenci pria yang tidak setia apalagi sampai berselingkuh seperti Vincent.' Ucap Calista dalam hati sambil masuk ke dalam kamar kontrakan.
Calista melihat sekeliling ruangan kamarnya yang tidak sempit dan tidak luas namun terasa sangat nyaman buat Calista. Calista meletakkan tasnya kemudian menarik resleting tasnya untuk mengeluarkan isi di dalam tasnya.
Calista menyusun pakaian usangnya dan dirinya berencana untuk membeli beberapa pakaian murah untuk mengganti pakaian usangnya.
Setelah selesai Calista menyembunyikan perhiasan peninggalan Ibunya berupa kalung, gelang dan sepasang anting di bawah kolong lemari.
"Beres pakaian sudah, menyembunyikan barang berhargaku juga sudah. Sekarang mandi dan memakai pakaian yang pantas untuk melamar kerja. Setelah selesai melamar kerja dan di terima pulangnya membeli pakaian karena hampir semua pakaian milikku sudah pada usang dan tidak layak aku pakai." Ucap Calista sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Lima belas menit kemudian Calista sudah selesai mandi dan memakai pakaian yang menurutnya masih bagus. Setelah selesai Calista keluar dari kamarnya dan mulai mencari pekerjaan.
Calista masuk ke dalam sebuah restoran namun dirinya tidak di terima pasalnya koki mereka sudah cukup dan tidak memerlukan koki lagi.
Tanpa mengenal menyerah akhirnya di restoran ke tiga yang dikunjungi dirinya di terima dan besok dirinya mulai bekerja sebagai koki di restoran yang agak kecil.
Calista tidak mempermasalahkan gajinya yang kecil karena yang terpenting dirinya di terima kerja terlebih keuangannya mulai agak menipis.
Sesuai apa yang dikatakan Calista tadi pagi jika dirinya di terima kerja maka Calista akan membeli beberapa steel pakaian berikut **********.
Setelah selesai Calista membeli perlengkapan mandi seperti sabun dan odol karena miliknya sudah habis. Calista berjalan dengan santai hingga dirinya sudah hampir sampai di depan kontrakan.
Calista kini merasa nyaman karena penyamarannya berhasil sebab keluarga nya tidak berhasil menemukan keberadaannya hingga akhirnya dirinya dipertemukan dengan Brian secara tidak terduga.
Bruk
"Akhhhhhhhh.." Teriak Calista ketika ada seseorang yang tidak sengaja menabrak tubuhnya.
Grep
Pria tersebut adalah Brian, Brian minta ijin pulang dari restoran tempatnya bekerja karena tubuhnya merasa lemas dan panas. Tanpa sengaja Brian menabrak Calista dan membuat Calista nyaris terjatuh kalau saja Brian tidak memeluk tubuhnya.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak sengaja menabrak mu." Ucap Brian merasa bersalah sambil melepaskan pelukannya.
"Tidak apa-apa, tangan dan badan Kakak kok panas? Kakak sakit?" Tanya Calista ketika kulit mereka bersentuhan.