
('Ada apa Benekditus?' tanya Daddy Brian tanpa basa basi dengan suara yang berbeda dan tidak seperti biasanya).
("Aku merasakan ada sesuatu yang terjadi, apakah kak Brian dan keluarga baik-baik saja? Apalagi suara Kak Brian berbeda seperti biasanya." Ucap Benekditus dengan nada kuatir).
Daddy Brian menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak dan amarah secara bersamaan.
("Iya benar, Istriku, menantuku Clarisa dan putriku Adelia berada di mall. Mereka tidak sadarkan diri akibat di serang oleh musuh dan kami dalam perjalanan menuju ke arah sana." jawab Daddy Brian).
("Apa? baik kami akan ke sana."ucap Benekditus dengan wajah terkejut).
("Datang lah ke rumah sakit karena sebentar lagi kami sampai di tempat tujuan." ucap Daddy Brian ).
("Baik, aku akan ke sana." ucap Benekditus).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Daddy Brian. Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di mall, ke tiga pria tampan turun dari mobil dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke lokasi kejadian bersamaan kedatangan dua belas mobil hitam.
__ADS_1
Daddy Brian, Bruno dan Adelio melihat orang masih berkerumun sambil merekam video dan ada juga yang memfoto ke tiga wanita yang masih tidak sadarkan diri membuat darah ke tiga pria tampan itu mendidih.
"Tembak mati Mereka semua!" perintah Daddy Brian dengan mata berubah menjadi merah tanda jiwa psychophat nya sudah bangun.
"Baik tuan," jawab mereka serempak.
Selesai bicara Daddy Brian berjalan ke arah mommy Calista yang wajahnya mulai memucat membuat Daddy Brian menggendong istrinya begitu pula dengan Adelio menggendong istrinya Clarisa sedangkan Bruno menggendong ponakannya.
Mereka bertiga berjalan ke arah mobil hingga tiga bodyguard berjalan mendahului mereka menuju ke arah mobil untuk membuka pintu mobil.
Suara tembakan saling bersahutan bersamaan suara teriakan kematian saling bersahutan ketika peluru menembus kening mereka masing-masing membuat para pengunjung yang masih hidup berlarian melarikan diri tapi sia-sia saja karena anak buah Daddy Brian dan Bruno sangat banyak.
Hal itu membuat sebagian dari Mereka sangat menyesal karena telah melakukan tindakan bod*h karena merekam dan memfoto kejadian tersebut tanpa memperdulikan nyawa ke tiga wanita itu namun sayang penyesalan Mereka sudah terlambat.
Rombongan mobil dari arah depan untuk memberikan jalan agar Daddy Brian, Bruno dan Adelio bisa melajukan mobilnya tanpa ada kendala macet agar cepat sampai di rumah sakit dan dibelakangnya diikuti oleh mobil yang dikendarai oleh para bodyguard nya.
Di tempat yang berbeda sepasang suami istri yang bernama Moko dan Valen di mana Ririn yang berbaring di ranjang dan anak buah sepasang suami istri merayakan keberhasilan nya melukai Mommy Calista, Clarisa dan Adelia.
__ADS_1
"Mommy harap mereka ma ti agar para pria sedih karena setelah itu kita bersiap untuk merebut harta mereka dengan cara menyerang mansion mereka," ucap Ririn dan Valen bersamaan sambil tersenyum devil.
Mereka tidak mengetahui kalau nyawa Mereka sebentar lagi menyusul seperti pengunjung mall.
******
Daddy Brian, Bruno dan Adelio kini berada di ruang tunggu operasi dengan perasaan tidak menentu hingga tidak berapa lama datang keluarga besar Daddy Alvaro.
"Maaf kami terlambat datang tadi di jalan lumayan macet." ucap Daddy Alvaro.
"Tidak apa-apa, Dad." jawab Daddy Brian .
"Bagaimana keadaannya?" tanya Mommy Felicia dengan nada kuatir begitu pula dengan keluarga besarnya.
"Istriku dan Clarisa terpaksa operasi pengambilan peluru sekaligus operasi caesar karena mengalami pendarahan sedangkan Adelia berada di ruang operasi untuk di ambil peluru nya," jawab Daddy Brian.
"Apakah sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Daddy Alvaro sambil menahan amarahnya.
__ADS_1