Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Kamu Mau Kemana?


__ADS_3

"Benar, tubuh Kakak terasa panas dan di tambah tubuh Kakak lemas banget sepertinya Kakak demam." Jawab Brian sambil berjalan dengan sempoyongan.


Grep


"Aku akan membantu Kakak, Kakak tinggal di mana?" Tanya Calista sambil memeluk tubuh kekar Brian yang terasa panas dari arah samping.


"Kakak tinggal di kamar itu." Jawab Brian sambil menunjuk ke arah kamarnya sambil membalas pelukan Calista.


Calista dan Brian berjalan ke arah kamar Brian hingga pemilik kontrakan tanpa sengaja melihat Calista dan Brian saling berpelukan dan berjalan ke arah kamar Brian.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya sepasang suami istri pemilik kontrakan yang mengira mereka akan melakukan hubungan suami istri di kamar Brian.


"Maaf Tante dan Paman, Kak Brian demam dan saya ingin membantu Kak Brian membawa ke kamarnya." Jawab Calista dengan jujur.


Suami pemilik kontrakan mendekati Brian kemudian mengulurkan tangannya ke arah dahinya dan benar perkataan Calista kalau Brian demam.


Pria itupun membantu Calista memapah Brian ke arah kamarnya. Sedangkan istrinya berjalan mendahuluinya untuk membuka pintu kamar Brian.


Calista dan pria itupun masuk ke dalam kamar Brian kemudian membaringkan di ranjang. Calista meletakkan barang belanjaannya ke meja Brian kemudian Calista berjalan ke arah dapur untuk mengambil baskom dan handuk kecil.


Calista kembali ke ranjang Brian di mana Brian tinggal sendirian sambil memejamkan matanya sedangkan sepasang suami istri yang merupakan pemilik kontrakan pergi entah kemana. Calista tidak memperdulikannya kemudian Calista duduk di sisi ranjang dan mulai mengompres dahi Brian.


"Kita baru kenal, kenapa kamu mau menolongku?" tanya Brian dengan nada lirih sambil membuka matanya dan menatap wajah cantik Calista.


Walau Calista tidak berdandan dan memakai pakaian yang agak lusuh namun kecantikan Calista tidak ada yang menandingi jika Calista memakai barang mewah dan berdandan. Sepertinya Calista sengaja menyembunyikan kecantikannya.


"Sesama manusia harus saling tolong menolong jadi sudah sepantasnya aku menolong kak Brian yang sedang sakit." Jawab Calista.


Brian hanya tersenyum kemudian kembali memejamkan matanya sedangkan Calista meletakkan kembali kain basah di kening Brian yang tadi sempat kering.


"Kakak sudah makan dan minum obat?" tanya Calista.

__ADS_1


"Belum." Jawab Brian singkat.


"Aku akan membeli bubur ayam, semoga masih ada sekalian membeli obat." Ucap Calista sambil hendak berdiri.


Grep


"Tidak usah, Ibu kos sedang memasak bubur dan membawa obat untukku." Ucap Brian sambil menahan tangan Calista agar tidak berdiri kemudian melepaskannya.


"Syukurlah, aku tidak bisa memasak karena aku belum membeli bahan masakan." Ucap Calista.


"Tidak apa-apa santai saja." Jawab Brian.


Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian memegang kain yang menempel di kening Brian dan ternyata sudah mulai kering. Calista mengambil kembali kain tersebut Kemudian kembali mencelupkan ke air lalu mengompresnya.


"Buburnya sudah siap." Ucap pemilik kontrakan sambil masuk ke dalam kamar Brian yang pintunya sengaja tidak tertutup.


Hal itu dilakukan agar penghuni lain tidak menuduh Calista dan Brian melakukan hubungan suami istri karena berada di kamar berduaan.


"Sama-sama, kamu bisa kan menyuapi Brian dan setelah itu berikan obat?" tanya pemilik kontrakan sambil memberikan bubur tersebut dan menatap ke arah Calista.


"Bisa Tante." Jawab Calista sambil tersenyum dan menerima mangkok yang berisi bubur.


"Ok, pintu kamarnya jangan di tutup agar kalian tidak di tuduh melakukan yang bukan-bukan." Ucap pemilik kontrakan.


Pemilik kontrakan sengaja mengingatkan Calista dan Brian agar tidak di tuduh yang bukan-bukan terlebih pemilik kontrakan sangat yakin kalau sepasang muda mudi tidak mungkin tidak melakukan yang enak-enak.


"Baik Tante." Jawab mereka bersamaan.


Pemilik kontrakan hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua karena dirinya ingin indehoy bersama suami tercintanya.


"Aku suapi ya Kak." Ucap Calista.

__ADS_1


"Maaf ngerepotin." Ucap Brian tidak enak hati.


"Santai saja." Jawab Calista.


Calista mulai menyuapi Brian, sebelum masuk ke dalam mulut Brian, terlebih dahulu Calista meniup dengan perlahan karena buburnya masih panas setelah agak adem barulah Calista memasukkannya ke dalam mulut Brian.


'Ternyata seperti ini rasanya diperhatikan.' Ucap Brian dalam hati sambil menelan bubur yang di suapi oleh Calista.


Sesuap demi suap Brian makan bubur hingga lima menit kemudian Brian sudah selesai makan dan minum obat.


"Makan dan minum obat sudah sekarang Kak Brian tidurlah." Ucap Calista sambil menyelimuti tubuh Brian.


"Oh ya kita belum berkenalan." Ucap Brian.


"Namaku Calista sedangkan kalau Kakak namanya Kak Brian." Ucap Calista.


"Tahu darimana namaku?" Tanya Brian.


"Tadi Ibu kos manggil nama Kakak." Jawab Calista sambil berdiri.


Grep


"Kamu mau kemana?" tanya Brian yang tidak rela jika Calista pergi.


Entah kenapa dekat dengan Calista dirinya sangat nyaman dan tidak rela jika Calista pergi.


"Aku mau mencuci piring dan gelas sekalian mengembalikan ke pemilik kontrakan." Jawab Calista.


"Mencuci piring dan gelas nanti saja karena aku ingin di temani tidur." Pinta Brian.


"Temani Kakak tidur?" Tanya Calista dengan wajah terkejut.

__ADS_1


__ADS_2